Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan Keluarga Dengan Ibu Hamil Dalam Pencegahan Stunting Menggunakan Media Edukasi Video dan E-Flashcard Lestari, Kurniati Puji; Wagiyo, Wagiyo; Hartati, Lucia Endang
Jurnal LINK Vol 21, No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i1.12844

Abstract

Kejadian ibu melahirkan dengan kelahiran hidup (ALH) 13 dari 100 kelahiran  pada dua tahun terakhir dengan kondisi BBLR di pedesaan persentase nya lebih tinggi dibandingkan dengan perkotaan (tahun 2020 – 2022). Kelompok umur ibu yang melahirkan BBLR paling tinggi usia 15-19 (18%) dan kelompok umur 45 – 49 tahun (17%) dibanding kelompok umur 20 – 44 tahun (12%) dan lebih berisiko mengalami    stunting. Stunting terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga setelah lahir atau biasa disebut 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tujuan Pengabmas adalah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga ibu hamil tentang pencegahan stunting dan penggunaan media edukasi video dan e flashcarddalam pendampingan ibu hamil mencegah stunting. Bentuk pendampingan dilakukan pendampingan oleh keluarga terhadap ibu hamil sehingga identifikasi  ibu hamil dengan risiko tinggi dapat diketahui sejak awal dilakukan secara berkelanjutan dengan upaya promotif dan preventif melalui Aplikasi Smartphone. Sehingga pengetahuan ibu hamil meningkat, dapat mengelola kehamilannya secara tepat, meminimalkan risiko kehamilan, menjalani kehamilan dengan sehat serta melahirkan dengan selamat. Pengabdi melakukan edukasi menggunakan E Book dan Video yang telah mendapat HKI kepada keluarga dan ibu hamil tentang pencegahan stunting pada kehamilan. Kegiatan  pengabmas ini dapat berdampak meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan kejadian stunting saat masa kehamilan melalui partisipasi keterlibatan keluarga yang memiliki ibu hamil dan kader kesehatan dalam mendampingi ibu hamil.
Pemberdayaan Keluarga Dengan Ibu Hamil Dalam Pencegahan Stunting Menggunakan Media Edukasi Video dan E-Flashcard Lestari, Kurniati Puji; Wagiyo, Wagiyo; Hartati, Lucia Endang
Jurnal LINK Vol 21 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i1.12844

Abstract

Kejadian ibu melahirkan dengan kelahiran hidup (ALH) 13 dari 100 kelahiran  pada dua tahun terakhir dengan kondisi BBLR di pedesaan persentase nya lebih tinggi dibandingkan dengan perkotaan (tahun 2020 – 2022). Kelompok umur ibu yang melahirkan BBLR paling tinggi usia 15-19 (18%) dan kelompok umur 45 – 49 tahun (17%) dibanding kelompok umur 20 – 44 tahun (12%) dan lebih berisiko mengalami    stunting. Stunting terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga setelah lahir atau biasa disebut 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tujuan Pengabmas adalah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga ibu hamil tentang pencegahan stunting dan penggunaan media edukasi video dan e flashcarddalam pendampingan ibu hamil mencegah stunting. Bentuk pendampingan dilakukan pendampingan oleh keluarga terhadap ibu hamil sehingga identifikasi  ibu hamil dengan risiko tinggi dapat diketahui sejak awal dilakukan secara berkelanjutan dengan upaya promotif dan preventif melalui Aplikasi Smartphone. Sehingga pengetahuan ibu hamil meningkat, dapat mengelola kehamilannya secara tepat, meminimalkan risiko kehamilan, menjalani kehamilan dengan sehat serta melahirkan dengan selamat. Pengabdi melakukan edukasi menggunakan E Book dan Video yang telah mendapat HKI kepada keluarga dan ibu hamil tentang pencegahan stunting pada kehamilan. Kegiatan  pengabmas ini dapat berdampak meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan kejadian stunting saat masa kehamilan melalui partisipasi keterlibatan keluarga yang memiliki ibu hamil dan kader kesehatan dalam mendampingi ibu hamil.
PENERAPAN PIJAT BAYI TERHADAP PENURUNAN KADAR BILIRUBIN PADA BAYI DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA DI RUANG NEONATAL RESIKO TINGGI RSUP DR. KARIADI SEMARANG Wahyuni, Dwi; Laksanano, Gayuh Siska; Hartati, Lucia Endang
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i1.11560

Abstract

Hiperbilirubinemia merupakan salah satu kejadian yang sering terjadi pada bayi baru lahir. Jika tidak segera ditangani akan terjadi komplikasi kern ikterus. Prosedur penatalaksanaan hiperbilirubinemia di rumah sakit adalah fototerapi namun berpotensi menimbulkan efek samping. Terapi pijat bayi yang dilakukan dengan melibatkan orang tua sesuai konsep family centered care diharapkan mampu membantu menurunkan kadar  bilirubin dan meningkatkan ekskresi bilirubin selama bayi mendapatkan fototerapi. Tujuan peneitian ini adalah Menganilisis penerapan terapi pijat bayi terhadap penurunan kadar bilirubin pada bayi hiperbilirubinem. Metode menggunakan  Analisis deskriptif yaitu studi kasus dengan jumlah subyek 3 bayi. Instrumen yang digunakan yaitu SPO pijat bayi. Terapi pijat bayi dilakukan 15-20 menit 2 kali sehari selama 2 hari. Hasil evaluasi evidence based nursing practice yang dilakukan pada ketiga klien kelolan yaitu terapi pijat bayi dapat disimpulkan efektif mampu membantu menurunkan kadar bilirubin serta frekuensi BAB mengalami peningkatan, warna feses kuning dan konsistensi lembek. Hasil Pada studi kasus ini didapatkan 3 bayi mengalami peningkatan kadar bilirubin, warna feses pucat, dan diprogram fototerapi 1x24 jam kemudian diterapkan terapi pijat bayi yang memberikan efek secara biomekanikal, fisiologikal dan neurologikal diharapkan membantu menurunkan kadar bilirubin. Terapi pijat bayi mampu membantu menurunkan kadar bilirubin, diharapkan orang tua tetap melanjutkan terapi pijat bayi secara mandiri di rumah
STUDY ANALYSIS OF SELF-CARE PATTERNS IN PATIENTS WITH DRUG-RESISTANT TUBERCULOSIS IN SEMARANG CITY Widiyati, Sri; Hartati, Lucia Endang; Nabiha, Puteri Inandin
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2831

Abstract

Meningkatnya kasus tuberkulosis resistan obat (TB-RO) pada populasi menghadirkan tantangan yang signifikan, khususnya di daerah dengan sumber daya terbatas seperti Semarang, Indonesia, dimana praktik perawatan mandiri sangat penting untuk keberhasilan hasil pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pola perawatan diri pada pasien TB-RO di Semarang. Studi analitik cross-sectional dilakukan pada Bulan Juli-November 2024 yang melibatkan 30 kasus penderita TB-RO dari fasilitas kesehatan terpilih di Semarang. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan pasien dan keluarga pasien, menilai informasi demografi, status sosial ekonomi, kepatuhan minum obat, sikap, dan dukungan tenaga kesehatan. Perilaku perawatan diri dievaluasi menggunakan kuesioner yang divalidasi. Analisis statistik secara deskriptif dilakukan menjelaskan gambaran self-care pada penderita TB-RO serta keluarganya. Penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara tingginya tingkat pengetahuan pasien dan rendahnya kepatuhan mereka terhadap pengobatan TBC. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan saja tidak cukup untuk memastikan kepatuhan. Selain itu, tingginya prevalensi efek samping pengobatan (83,3%) muncul sebagai hambatan utama terhadap kepatuhan, sehingga menekankan perlunya strategi manajemen yang lebih baik untuk mendukung retensi pasien dalam pengobatan. Penelitian ini menemukan bahwa meningkatkan kepatuhan pengobatan TBC memerlukan pendekatan komprehensif yang mengatasi hambatan medis, psikologis, dan sosial ekonomi melalui perawatan terpadu, peningkatan dukungan pasien, dan intervensi yang disesuaikan.
Combining infusion warmer and automatic infusion pressure bag to stabilize blood pressure and body temperature in caesarean section Raden Roro, Brilianti Chrisnajayantie; Sulistyowati, Dina Indrati Dyah; Suharsono, Suharsono; Pujiastuti, Raden Rara Sri Endang; Hartati, Lucia Endang
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 10 (2025): Volume 8 Number 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i10.1464

Abstract

Background: Patients undergoing caesarean section (CS) with spinal anaesthesia are at risk of hypotension and hypothermia due to peripheral vasodilation and decreased venous return. These conditions may be exacerbated by the administration of room-temperature intravenous fluids (21–23°C) and manual pressure infusion. Using a fluid warmer can help prevent hypothermia, while an automatic infusion pressure bag can accelerate fluid delivery, potentially maintaining blood pressure and body temperature stability. However, these interventions have not yet been studied as a combined approach. Purpose: To evaluate the effect of using a fluid warmer in combination with an automatic infusion pressure bag on blood pressure and body temperature in patients undergoing caesarean section. Method: This quasi-experimental study used a pre-test and post-test with control group design and included 64 patients undergoing CS, divided into intervention and control groups. The intervention group received warmed fluids (37–39°C) administered through an automatic infusion pressure bag from the sign-in phase until discharge from the recovery room. Measurements were taken at four time points: preoperatively during sign-in, intraoperatively at 15 and 30 minutes after anaesthesia induction, and postoperatively 15 minutes in the recovery room. Results: There was no statistically significant difference in blood pressure between groups (p > 0.05), although a small clinical effect was observed (ηp² = 0.01–0.06). Body temperature showed statistically and clinically significant differences at all measurement points (p < 0.05, ηp² > 0.14), indicating a strong effect of the intervention. Conclusion: The use of a fluid warmer combined with an automatic infusion pressure bag is clinically effective in maintaining blood pressure stability and statistically and clinically effective in stabilizing body temperature during caesarean section procedures.