Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Evaluasi Keselamatan Kerja Listrik Laboratorium Permesinan Kapal Universitas Maritim AMNI Semarang Dengan Metode Analitycal Network Process (ANP) Sunu Arsy; Bayu Murti
Dinamika Bahari Vol 2 No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.48 KB) | DOI: 10.46484/db.v2i1.253

Abstract

In the operation of electrical components in the ship engineering laboratory of the Maritime University of AMNI Semarang, various kinds of protection are needed. Errors in installing and operating electrical equipment can reduce protection. This protection aims to improve the safety of electrical work in ship engineering laboratories. And in the application of electrical work safety, it is necessary to evaluate based on the 2000 Electrical Installation General Requirements standard (PUILL 2000). The purpose of this study was to evaluate the use of the laboratory of the Maritime University of AMNI Semarang in the aspect of work safety. Based on the results of the evaluation, the criteria for electrical work safety are determined, namely: protection for safety, protection from overvoltages and currents, protection from thermal effects, and protection from fault currents. After the evaluation was carried out, alternatives were found to improve electrical safety: standard operating procedure (SOP), an inspection of cable installations, checking MCB panels and switches. The criteria and alternatives obtained then processed using the software super decision ver.2.10.0 with the Analytical Network Process (ANP) method so that the priority results of electrical safety improvements in the ship engineering laboratory of AMNI Maritime University Semarang are: repair of SOP 63.7%, cable installation 25.8%, MCB panel, and 10.5% switch.
PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN EROSI BIBIR PANTAI DENGAN PENANAMAN MANGROVE DI PANTAI TIRANG, KELURAHAN TUGUREJO, KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG JAWA TENGAH Purwanto Purwanto; Sunu Arsy Pratomo; Dedy Rusmiyanto; Dhanan Abimanto; Rafdi Ma’ruf Satria
Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Vol. 1 No. 4 (2022): Oktober : Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/sejahtera.v1i4.659

Abstract

The community service program for planting mangrove trees at Tirang Beach, Semarang aims to increase public awareness of the importance of mangrove ecosystems and improve coastal environmental conditions. This program will be implemented through mangrove tree planting activities and counseling regarding the benefits of mangrove ecosystems for the environment. The method that will be used in this program is data collection through surveys to determine the level of public awareness regarding the importance of mangrove ecosystems and coastal environmental conditions. Furthermore, mangrove tree planting activities will be carried out together with the local community, involving experts in the environmental and fisheries fields. In addition, counseling will be carried out regarding the benefits of mangrove ecosystems for the environment, including as a place for various types of fish and wild animals to live, as well as protecting the coast from abrasion. Through this program, it is hoped that people will become more aware of the importance of preserving mangrove ecosystems and protecting the coastal environment. The expected results of this program are increasing public awareness of the importance of protecting the coastal environment and mangrove ecosystems, as well as increasing the number of mangrove trees on Tirang Beach. This program is also expected to be an example for other communities to preserve the environment and encourage the creation of a healthier and more sustainable environment.
PREFERENSI GENERATOR SIKRON BERBASIS ANALITYCAL NETWORK PROCESS (ANP) UNTUK LABORATORIUM PERMESINAN KAPAL Sunu Arsy Pratomo; Lilin Hermawati
Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.301 KB) | DOI: 10.58192/ocean.v1i4.438

Abstract

The Government's goal to make Indonesia an Maritime Country must be supported by all elements of society, especially is from the education sector. As one of the maritime education institutions to improve competent human resources in its field, it needs training and supporting facilities and infrastructure. One way to increase competence is to supply cadets with capabilities in the field of operation and maintenance of ship machining. Synchronous generator is one of the important components in ship machining. Therefore, the ability to operate and maintain generators is absolutely necessary for cadets in the world of work. Standard selection of generator in the Shipbuilding Laboratory follows Government standards through the Ministry of Transportation Regulations. To choose the best electricity generator, a special method is needed. The solution to this problem is the use of the Analytical Network Process (ANP) to determine synchronous generators that meet the quality standards and specifications of stakeholders.By implementing ANP, the synchronous generator is obtained according to quality standards with the specifications desired by stakeholders. In applying ANP, weighting is based on criteria, namely: durability, maintenance, spare parts, specifications and price. Then obtained an electric generator with appropriate quality standards and specifications.Results of data processing using the ANP method obtained electical generator alternative selection with each weight is adalah CUMMINS GFS-C30KW 41,6 %, HARTECH HT35Y 33,9 %, and CATERPILLAR C2.2 24,5 %.
ANALISIS SISTEM PEMADAM KEBAKARAN (FIRE PROTECTION) DALAM MEMENUHI INDIKATOR KESELAMATAN DI ATAS KAPAL SEAPUP II Muhtar Lutfi; Dedy Rusmiyanto, S.Tr., M.T; Sunu Arsy pratomo, S.T., M.T
Jurnal Universal Technic Vol. 2 No. 1 (2023): April: Jurnal Universal Technic
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/unitech.v2i1.672

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu resiko yang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja dalam setiap kegiatan pelayaran kapal laut. Kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran kapal ini pun menimbulkan kerugian finansial yang cukup besar bahkan bisa sampai memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 186/KepMen/1999 tentang unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja, pasal 2 ayat 1 dan 2 mewajibkan kepada pengurus dan pengusaha untuk mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran dan wajib memiliki unit penanggulangan kebakaran dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Berdasarkan uraian tersebut maka diperlukanlah suatu sistem penanggulangan kebakaran di atas kapal yang mencakup sarana proteksi kebakaran, sarana pemadam kebakaran dan manajemen kebakaran di atas kapal. Variabel sarana proteksi kebakaran, sarana pemadam kebakaran dan manajemen kebakaran di atas kapal digunakan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sistem pemadam kebakaran pada kapal secara keseluruhan. Metode Penelitian yang dilakukan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan software SPSS. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 42 orang dihitung menggunakan rumus slovin. Hasil menunjukkan bahwa variabel sistem proteksi kebakaran, peralatan pemadam kebakaran dan manajemen kebakaran secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kesesuaian sistem pemadam kebakaran dengan kontribusi sebesar 64,4%, sedangkan faktor-faktor lain diluar variable penelitian ini yang berpengaruh sebesar 35,6%.
Analisis Sumber Daya Awak Kapal, Jumlah Penumpang dan Alat Keselamatan Terhadap Keselamatan di Pelabuhan Sri Bintan Pura Bunga Dwi Sukmawati; Sunu Arsy Pratomo; Mui’zzaddin Wa’adulloh
Jurnal Sains Bangunan Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Sains Bangunan Edisi September 2024
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan maritim dalam industri pelayaran menjadi aspek yang sangat penting untuk diperhatikan, di mana keberhasilan operasional kapal sangat ditentukan oleh kualitas dan kuantitas dari faktor-faktor tersebut. Prosedur-prosedur keselamatan dalam dunia maritim sudah sangat ketat, tingkat kecelakaan dan insiden yang terjadi, khususnya di pelabuhan masih sangat tinggi. Hal ini  mempengaruhi aspek keamanan dan kenyamanan penumpang serta efisiensi operasional kapal. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh kriteria – kriteria tersebut terhadap keselamatan pelayaran dan untuk memberikan rekomendasi yang konkret bagi manajemen pelabuhan dalam meningkatkan kondisi keselamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria jumlah penumpang memiliki prioritas utama dalam mempengaruhi keselamatan pelayaran dengan bobot prioritas 0,103 atau 10%, diikuti kriteria sumber daya awak kapal dengan bobot prioritas 0,258 atau 26 % dan kriteria alat keselamatan dengan bobot prioritas 0,638 atau 64%. Hasil perhitungan alternatif menunjukkan yang menjadi prioritas utama dalam keselamatan pelayaran di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang yaitu pada Kapal A dengan bobot 0,1333 atau 13%, Kapal B prioritas ketiga dengan bobot 0,5315 atau 53%, dan Kapal C degan prioritas kedua dengan bobot 0,3352 atau 34%. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan pemahaman dan pengelolaan keselamatan pelayaran di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang.
Analisis Produktivitas Bongkar Muat Petikemas dalam Proses Logistik di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Bayu Galih Prakoso; Dedy Rusmiyanto; Sunu Arsy Pratomo
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran penting transportasi laut dalam menghubungkan orang dan barang di seluruh dunia melalui berbagai jenis kapal. Penggunaan petikemas menjadi krusial dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam angkutan barang. Oleh karena itu, analisis produktivitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menjadi fokus penelitian untuk meningkatkan layanan dan efisiensi operasional. Masalah penelitian yang diajukan dalam skripsi ini adalah tingkat produktivitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang serta apakah faktor-faktor seperti Box/Crane/Hour, Box/Ship/Hour, dan Berth Occupancy Ratio (BOR) mempengaruhi produktivitas tersebut. Tingkat pemanfaatan dermaga TPKS Semarang pada tahun 2021 memperoleh nilai rata-rata BOR sebesar 36% yang dikategorikan kurang dari nilai BOR yang disarankan sebesar 50% dengan jumlah tambatan 2. Pada Tahun 2022 memperoleh nilai rata- rata BOR sebesar 52% dikategorikan baik tetapi menurut nilai BOR yang disarankan dengan jumlah tambatan 2 belum memenuhi standar nilai BOR yang disarankan. Pada tahun 2023 memperoleh nilai rata-rata BOR sebesar 56% dikategorikan baik dan memenuhi standar nilai BOR yang disarankan. Nilai rata-rata Box/Crane/Hour pada Tahun 2021 sebesar 38,98 Box/Crane/Hour; pada Tahun 2022 sebanyak 79,18 Box/Crane/Hour; pada Tahun 2023 sebesar 60,22 Box/Crane/Hour. Nilai rata-rata Box/Ship/Hour pada Tahun 2021 sebesar 12,59 Box/Ship/Hour; pada Tahun 2022 sebanyak 29,10 Box/Ship/Hour; pada Tahun 2023 sebesar 19,28 Box/Ship/Hour.
Analisis Kecukupan Pandu dalam Meningkatkan Pelayanan Kapal PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Tanjung Perak Surabaya Muhammad Andhara Alam Pasha; Sunu Arsy Pratomo; Zihni Ihkamuddin
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sangat penting bagi sistem transportasi Indonesia namun menghadapi tantangan dalam meningkatkan kapasitas dan efisiensi. Studi ini mengevaluasi bagaimana layanan pemanduan berdampak pada operasional kapal, dengan fokus pada pergerakan kapal, jam layanan pilot, dan jam kerja. Tingkat aktivitas bervariasi: dari rendah-sedang (2884-2972 pergerakan) pada bulan Januari-April hingga tinggi (6759 pada bulan September) pada bulan Mei-September, kemudian menurun (2975-3666) pada bulan Oktober-Desember. Kecukupan layanan percontohan berfluktuasi, mencapai puncaknya pada 10,84 pada bulan Agustus dan turun menjadi 5,92 pada bulan Juni. Meskipun secara keseluruhan stabil, jam kerja pilot yang berlebihan dapat menurunkan kualitas layanan karena kelelahan. Studi ini menemukan bahwa meningkatkan pergerakan kapal dan mengoptimalkan jam pilot dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi waktu tunggu. Penelitian ini bertujuan untuk memandu manajemen pelabuhan dan menginformasikan penelitian masa depan.
Analisis Kinerja dan Waktu Keterlambatan Perbaikan Kapal Penumpang dengan Metode House Of Risk (HOR) pada PT. Janata Marina Indah Regius Ovianto Purba; Purwanto; Sunu Arsy Pratomo
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia telah mendirikan beberapa perusahaan galangan kapal yang bergerak di bidang perkapalan salah satunya adalah PT. Janata Marina Indah Semarang yang menitik beratkan pada produksi dan reparasi kapal yang terletak di Semarang. PT. Janata Marina Indah, didirikan pada tahun 1977 dan aktif menerima pesanan untuk  pembuatan  bangunan  baru  segala  jenis  kapal.  Hasil  perhitungan  lama  perbandingan  waktu keterlambatan  perbaikan  kapal  penumpang  diketahui  nilai  dengan  rata-rata  keterlambatan  paling  tinggi pada KM. Dharma Rucitra 1 adalah pekerjaan general service dengan nilai 0,44 hari. Pekerjaan nilai rata- rata paling tinggi pada kapal KM. Madani Nusantara adalah pekerjaan general service dengan nilai 7,33 hari dan sea trial dengan nilai 7 hari.  Metode House Of Risk (HOR) adalah salah satu solusi untuk mengatasi keterlambatan perbaikan kapal, metode ini memiliki tujuan untuk mengindentifikasi dan menilai risiko-risiko  yang  ada  pada  kegiatan  perbaikan  kapal.  Hasil  perhitungan  HOR  telah  didapatkan  peringkat agen/penyebab risiko yang diurutkan berdasarkan nilai paling tinggi. Penyebab utama adalah, belum adanya kebijakan yang  secara  tegas mengatur  ketentuan  additional  works dengan  nilai  Agregate  Risk  Potential (ARP) 300, adanya tambahan order material untuk pekerjaan tambahan diluar daftar perbaikan dengan nilai Agregate Risk Potential (ARP) 288, alat kerja banyak memerlukan peremajaan dengan nilai Agregate Risk Potential  (ARP)  145.  Hasil  identifikasi  dan  penilaian  terhadap  risk  event  dan  risk  agent  menggunakan metode HOR upaya mitigasi risiko yang dapat diterapkan untuk memitigasi risiko tersebut ada tiga yaitu, evaluasi  mendalam  terhadap  jenis  dan  jumlah  material  tambahan  yang  diperlukan  untuk  pekerjaan tambahan, dengan nilai Total Efektifitas Mitigasi dengan Kesulitan (ETDk) 1.746, memberikan batas waktu maksimal  untuk  penerimaan  additional  works  di  luar  repair  list  dengan  persetujuan  pihak  yang  terkait, dengan nilai Total Efektifitas Mitigasi dengan Kesulitan (ETDk) 1.494 dan melakukan pengecekan bahwa material yang diperlukan untuk pekerjaan tambahan tersedia dalam jumlah yang cukup dan sesuai dengan permintaan, dengan nilai Total Efektifitas Mitigasi dengan Kesulitan (ETDk) 1.446.
Analisis Manajemen Operasional Repair Container di Depo Masaji Tataan Kontainer Indonesia Srengsem Lampung Rahma Putri Tiara; Sunu Arsy Pratomo; Mui’zzaddin Wa’adulloh
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri  logistik  dan  transportasi  memiliki  peranan  vital  dalam  mendukung  kegiatan  ekonomi,  baik  di tingkat nasional maupun internasional. Sebuah depo container harus memenuhi persyaratan dari asosiasi depo  container/ASDEKI,  pemerintah dan  pemilik  container.  Depo peti kemas yang bermunculan merupakan salah satu rantai pasok (supply chain) yang sangat penting guna melengkapi aktivitas pasokan dari  produsen  hingga  ke  konsumen  berjalan  dengan  lancar.  Analisis  data  yang  akan  dilakukan menggunakan  metode  preventif  maintenance  menurut  konstan  (1981)  dalam  Mustofs  dan  Hery  (2020) sebagai berikut, perhitungan biaya perawatan repair (Cr), perhitungan biaya perawatan preventive (Cm), perhitungan Kebijakan Repair (TCr), perhitungan kebijakan preventive (TCm). Biaya perbaikan container paling  berpengaruh,  dimana  biaya  yang  dikeluarkan  untuk  kerusakan  Gasket,  Outer  Broken  sebesar Rp.241.668 atau 31,92 %, kerusakan pada Cross Member Assy Bent Insert sebesar Rp.135.330 atau 17,87 % dan kerusakan pada Panel Corrugated. Rotten Patch sebesar Rp.380.182 atau 50,21 %. Biaya Preventive Maintenance yang dikeluarkan paling berpengaruh terhadap biaya repair. Pada kerusakan Gasket, Outer Broken mengeluarkan biaya sebesar Rp.1.510.917 atau 35,61 %, kerusakan pada Cross Member Assy Bent Insert sebesar Rp. 1.288.247 atau  30,36  % dan pada kerusakan  Panel  Corrugated.  Rotten  Patch  sebesar Rp.1.444.026 atau 34,03 %.
Analisis Pengaruh Proses Bongkar Muat Curah Kering terhadap Berthing Time di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Putro Ponco Jalu Manunggal; Sutini; Sunu Arsy Pratomo
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bongkar muat curah kering, proses vital dalam rantai pasokan global, memindahkan komoditas seperti biji-bijian, pupuk, dan batubara dari kapal ke darat. Dilakukan di pelabuhan khusus, bongkar muat curah kering melibatkan berbagai pihak dan berperan penting dalam ketahanan pangan, industri, dan perdagangan internasional. Memahami karakteristik komoditas, proses, teknologi, regulasi, dan tantangan dalam bongkar muat curah kering membuka peluang penelitian menarik, seperti analisis efisiensi, optimasi penumpukan dan dampak lingkungan. Penelitian ini dapat berkontribusi pada pengembangan sistem bongkar muat curah kering yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan. ET/BT Tahun 2023 setiap bulan mengalami kenaikan dan penurunan pada nilai rata-rata ET/BT. Nilai rata-rata ET/BT tertinggi terjadi pada bulan November sebesar 94% dan nilai terendah terjadi pada bulan Maret sebesar 63%. Produktivitas bongkar muat curah kering pada Pelabuhan Tanjung Emas Semarang bedasarkan T/G/J memperoleh nilai rata T/G/J bulk carier sebesar 293,51 dan nilai rata rata T/G/J kapal tongkang memperoleh 149,97. Diagram persentase perbandingan di atas bahwa persentase produktivitas bulk carier lebih banyak sebesar 66% daripada Tongkang yang mendapatkan 34%. Pada bulan November kinerja pelabuhan cukup baik dari nilai standar yang telah ditentukan yaitu 90% sedangkan pada Bulan Maret kinerja Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dikategorikan kurang baik dari nilai standar yang telah ditentukan. Produktivitas bongkar muat curah kering bedasarkan T/G/J pada Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sudah memenuhi standar nilai yang telah ditentukan DirJen Perhubungan Laut.