Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Produktivitas Proyek Reparasi Kapal Tanker pada PT. Janata Marina Indah Muhammad Rizki Kurniawan; Sunu Arsy Pratomo; Mu’izzaddin Wa’addulloh
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi September 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses docking kapal sebaiknya dilakukan secara tepat waktu. Proses perbaikan kapal yang baik tentunya didukung oleh Quality Control dan Quality Assurance yang baik serta sumber daya manusia yang mendukung. Manajemen proyek merupakan kegiatan pengelolaan proyek yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, serta pengawasan proyek guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Critical Path Method merupakan metode yang diterapkan guna penjadwalan suatu aktivitas yang menjadi elemen kritis pada proyek. Produktivitas pengecatan mandays (PrM) diketahui hasil perhitungan dari kapal MT. Succes Victory dan MV. Lintas Brantas dengan kode (MT) memiliki Volume Pekerjaan (VP) sebesar 676.30 dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK), jumlah Tenaga Kerja (TK) 11 Orang dan hasil dari Durasi Kegiatan (DK) yaitu 17 Hari dan hasil dari nilai Volume Pekerjaan (VP) dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK) memperoleh hasil PrM dengan nilai 3,62. Dari total pekerjaan pengecatan sangat baik. Produktivitas pipa mandays (PrM) diketahui hasil perhitungan dari kapal MT. Succes Victory dan MV. Lintas Brantas dengan kode (MT) memiliki Volume Pekerjaan (VP) sebesar 20 dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi kegiatan (DK), jumlah Tenaga Kerja (TK) 11 Orang dan hasil dari Durasi Kegiatan (DK) yaitu 28 Hari. Hasil dari nilai Volume Pekerjaan (VP) dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK) memperoleh hasil PrM dengan nilai 0,06. Dari total pekerjaan perpipaan sangat kurang. Produktivitas tank cleaning mandays (PrM) diketahui hasil perhitungan dari kapal MT. Succes Victory dan MV. Lintas Brantas dengan kode (MT) memiliki Volume Pekerjaan (VP) sebesar 379 dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK), jumlah Tenaga Kerja (TK) 5 Orang dan hasil dari Durasi Kegiatan (DK) yaitu 28 Hari. Hasil dari nilai Volume Pekerjaan (VP) dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK) memperoleh hasil PrM dengan nilai 2,71. Dari total pekerjaan perpipaan sangat kurang. Tetapkan tujuan dan jadwal yang jelas guna perencanaan seperti kalender atau aplikasi manajemen proyek untuk memantau tenaga kerja. Menetapkan kebijakan yang secara tegas mengatur ketentuan additional works/pekerjaan tambahan agar kapal bisa selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Evaluasi rutin terhadap proses kerja dan sesuaikan jika diperlukan untuk meningkatkan efisiensi. Selalu melakukan pengecekan untuk setiap alat.
Analisa Alat Keselamatan Kapal Roro Passengers Berdasarkan Proses Maintenance, Kuantitas, dan Safety Of Life At Sea (SOLAS) Della Ayu Indarti; Sunu Arsy Pratomo; Anisa Diansisti; Mu’izzaddin Wa’addulloh
Jurnal Sains Bangunan Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2026
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan pelayaran merupakan aspek fundamental dalam operasional kapal penumpang, khususnya kapal jenis Ro-Ro (Roll-on Roll-off) yang memiliki potensi risiko tinggi terhadap kecelakaan massal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prioritas alat keselamatan pada kapal Ro-Ro penumpang KM. Dharma Ferry II berdasarkan tiga kriteria utama, yaitu proses maintenance (perawatan), quantity (jumlah), dan kesesuaian terhadap standar SOLAS (Safety of Life at Sea). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, yakni metode pengambilan keputusan multi kriteria yang menggabungkan penilaian subjektif dengan perhitungan matematis secara konsisten. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap kondisi alat keselamatan serta dokumentasi teknis kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria perawatan memiliki bobot tertinggi sebesar 54%, diikuti oleh kesesuaian SOLAS sebesar 30%, dan kuantitas sebesar 16%. Dari lima jenis alat keselamatan yang dianalisis, lifeboat (sekoci) merupakan alat dengan prioritas tertinggi dengan bobot global sebesar 31%, diikuti oleh Immersion Life Raft (ILR) sebesar 22%, life jacket sebesar 19%, APAR sebesar 16%, dan lifebuoy sebesar 13%. Hasil perhitungan konsistensi untuk tiap matriks perbandingan menunjukkan nilai Concintency Ratio (CR) pada kriteria maintenance sebesar 0,015250719, kuantitas 0,017081, dan SOLAS 0,015251, semuanya berada dibawah batas maksimal 0,1 yang berarti penilaian bersifat konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.