Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA SEKSI PENDIDIKAN MADRASAH KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BANDUNG Ningrum Fauziah Yusuf; Sintaningrum Sintaningrum; Sawitri Budi Utami
NATAPRAJA Vol 7, No 1 (2019): Governance
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.088 KB) | DOI: 10.21831/jnp.v7i1.23265

Abstract

This study aims to look at the human resource capacity of the Ministry of Religion especially in  madrasah education. This study wants to explain how the Ministry of Religion in carrying out its duties and responsibilities in the field of madrasah education includes service, guidance, guidance, management of information systems. This study uses a quantitative approach which is analyzed using analysis (Structural Equation Modeling, SEM). Data was collected by informant interviews and questionnaires. As a result, this study shows that currently the human resource capacity of the Ministry of Religion e in the madrasah education section is quite good. This can be seen from the six indicators that researchers use based on the theory of Hall, et al. (2003), which consists of quantity of employees, employee competency standards, employee motivation, reward and punnishment, skill development, and compensation. The results of the study show that in human resource capacity is strongly influenced by the dimensions of employee competency standards and compensation.
KAPASITAS ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH DI INDONESIA ORGANIZATIONAL CAPACITY IN IMPROVING THE QUALITY OF EDUCATION MADRASAH IN INDONESIA Ningrum Fauziah Yusuf; Sinta ningrum; Sawitri Budi Utami
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 1, No 1 (2018): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.925 KB) | DOI: 10.24198/responsive.v1i1.19094

Abstract

ABSTRAKSalah satu faktor rendahnya mutu pendidikan Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Bandung disebabkan karena kapasitas organisasi Kementerian Agama Kabupaten Bandung dalam melaksanakan tugasnya dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan agama belum maksimal. Penelitian  ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kapasitas organisasi Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu pendidikan Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Bandung. Aspek yang digunakan dalam penelitian kualitatif deskriptif ini ialah (1) personnel (sumber daya manusia), (2) infrastucture, technology, and financial resources (infrastruktur, teknologi, dan sumber daya keuangan), (3) strategic leadership (kepemimpinan strategis), (4) program and process management (program dan manajemen proses), dan (5) networking and linkages (jejaring kerjasama dan hubungan dengan pihak lain).  ABSTRACTOne of the factors of poor quality of Madrasah Ibtidaiyah education in Bandung Regency is due to the organizational capacity of the Ministry of Religion of Bandung Regency in performing its duties in order to improve the quality of religious education has not been maximized. This study aims to see what factors affect the organizational capacity of the Ministry of Religion in improving the quality of Madrasah Ibtidaiyah education in Bandung regency. The aspects used in this descriptive qualitative research are (1) personnel, (2) infrastructure, technology, and financial resources, (3) strategic leadership, (4) program and process management, and (5) networking and linkages. 
Komitmen Afektif Manajemen dalam Implementasi Sistem Pengukuran Kinerja Delia Salsabila; Ningrum Fauziah Yusuf
Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP) Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP)
Publisher : Laboratorium Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jmiap.v3i4.370

Abstract

Indications that prove a public organization’s growth can be seen from how effective their services can be. Hence there are performance systems and performance measures to see one of the factors behind the effectiveness of such public service. And as application, the performance measurement for the public organization is done to increase the motivation of the organization's management that does not focus only on its output but the relevance of outcomes that can increase the value of public satisfaction of service accessibility. While many factors affect the implementation of performance measurements, one must be considered is affective commitment of management. Where in this case management is encouraged to continue to make improvements and changes in organizations. Researchers are taking a case study of one government agency of fisheries and east Java province, looking into some of the obstacles based on theory of constraints and how a perctive commitment looks for solutions.
PENGUATAN JARINGAN KERJA SAMA DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN MADRASAH ALIYAH DI KABUPATEN BANDUNG Ningrum Fauziah Yusuf
Penamas Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i1.296

Abstract

Upaya pelayanan, bimbingan dan pembinaan, serta pengelolaan sistem informasi di bidang pendidikan madrasah yang dilakukan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung tak lepas dari membangun jaringan dan kerjasama dengan para stakeholder yang turut berkecimpung dalam penyelenggaraan pendidikan madrasah di Kabupaten Bandung. Dengan adanya jaringan kerja sama yang baik tentunya akan meningkatkan kapasitas untuk penyelenggaraan pendidikan madrasah. Hall, et al. (2003) juga berpendapat dengan jaringan kerja sama yang lebih baik untuk perencanaan strategis dan pengembangan organisasi dapat membantu untuk meningkatkan pengetahuan tentang sumber daya yang tersedia dan sumber dukungan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana kapasitas hubungan dan jaringan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung dalam penyelenggaraan pendidikan madrasah di Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik penentuan informan menggunakan sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa saat ini kapasitas hubungan dan jaringan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung bidang pendidikan madrasah sudah cukup mampu dalam melaksanakan penyelenggaraan pendidikan madrasah di Kabupaten Bandung, namun demikian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung masih perlu melakukan penguatan dalam pelaksanaan kerja sama dengan instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan madrasah di Kabupaten Bandung yang berkaitan baik dengan pihak internal maupun dengan pihak eksternal
IMPLEMENTASI PROGRAM SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN (STUDI PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI CIPARAY KABUPATEN BANDUNG) Ningrum Fauziah Yusuf; Herijanto Bekti; Dedi Sukarno
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 2, No 1 (2017): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v2i1.13682

Abstract

Menyadari akan pentingnya peranan pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pemerintah berupaya untuk meningkatkan kualitas guru melaksanakan sebuah program sertifikasi guru. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana proses implementasi program sertifikasi guru untuk guru madrasah yang dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi program menurut Charles O. Jones yang menyebutkan tiga aktivitas dasar yaitu organisasi, interpretasi, dan aplikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program sertifikasi guru dalam jabatan khususnya pada guru Madrasah Aliyah Negeri Ciparay yang dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bandung pada pelaksanaannya belum optimal karena masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Dilihat dari organisasi masih kurangnya sumber daya manusia dan sumber daya finansial yang tersedia. Dari aspek interpretasi, para pelaksana program sudah memahami tujuan dan pedoman program akan tetapi dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya masih belum konsisten. Dalam aspek aplikasi, ditemukan pengawasan pada pelaksanaan program tidak berjalan, terlihat pada belum adanya laporan evaluasi untuk pelaksanaan program sertifikasi guru dalam jabatan yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. ABSTRACT Recognizing the importance of the role of education in improving the quality of human resources, the government seeks to improve the quality of teachers to implement a teacher certification program. The purpose of this study was to find out how the process of implementation of the teacher certification program for madrasah teachers conducted by Kementerian Agama District Bandung. The theory used in this research is the theory of program implementation by Charles O. Jones who cites three basic activities, namely the organization, interpretation, and application. The method used is descriptive qualitative determination techniques informants usingtechnique. purposive sampling. The results showed that the implementation of certification of teachers, especially teachers of Madrasah Aliyah Negeri Ciparay conducted by Kementerian Agama District Bandung not optimal because there are still some obstacles encountered. Judging from organizations still lack the human resources and financial resources available. From the aspect of interpretation, all program managers have understood the objectives and guidelines for the program but in the implementation of tasks and functions are still not consistent. In the aspect of the application, found the supervision of the implementation of the program is not running, is seen in the absence of an evaluation report on the implementation of in-service teacher certification program that has been implemented in previous year.
Peran Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Budaya Organisasi Anisya Putri Andita; Ningrum Fauziah Yusuf
JURNAL ILMIAH ILMU ADMINISTRASI Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jiia.v11i2.2106

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi dengan fokus pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi berbasis internet. Organisasi yang akan mampu bertahan dan memiliki daya saing adalah organisasi yang dapat beradaptasi dengan cepat terhadap penggunaan teknologi informasi komunikasi dan kemudian dalam bentuk organisasi ini sering disebut dengan organisasi virtual. Kajian ini akan membahas bagaimana peran penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam budaya organisasi. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui peran penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam budaya organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut adalah penerapan teknologi sangat bermanfaat bagi kalangan yang menggunakannya. Namun dengan kemajuan teknologi informasi dan peluang dari sistem teknologi informasi harus mewaspadai ancaman yang mungkin terjadi. Penggunaan pada teknologi informasi ini menjadi reduksi untuk kehidupan pada masyarakat ataupun organisasi yang menjadikan sebuah organisasi yang minim akan jiwa sosial. Kata Kunci: Teknologi Informasi, Komunikasi, Organisasi
Pengaruh Budaya Organisasi dalam Menciptakan Perkembangan Organisasi Ishiqa Ramadhany Putri; Ningrum Fauziah Yusuf
Jurnal Administrasi Publik Vol 18 No 1 (2022): Vol 18 No 1 (2022): Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Pusat Pengembangan dan Pelatihan dan Kajian Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.987 KB) | DOI: 10.52316/jap.v18i1.82

Abstract

Abstrak Pengembangan organisasi merupakan hal yang tidak dapat diabaikan karena jika tidak dilakukan perubahan maka perusahaan tidak dapat terus eksis. Agar dapat memberikan dampak yang menguntungkan, sangat penting untuk terus melakukan perbaikan yang tepat dengan melibatkan budaya yang ada di organisasi. Karena keberadaan budaya organisasi dinilai dapat mempengaruhi perubahan sehingga menjadi factor pendorong perkembangan organisasi. Oleh karena itu, tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui seberapa signifikan keberhasilan budaya organisasi dalam membangun pengembangan organisasi yang sehat. Dalam penelitian ini digunakan prosedur penelitian kualitatif dan alat pengolahan data untuk studi literatur. Budaya organisasi memiliki dampak positif dan negatif pada keberlanjutan organisasi di antara karyawan dan pemimpin, menurut temuan penelitian ini. Karena budaya perusahaan berdampak pada sikap, perilaku, dan cara pandang karyawan yang dipercaya dan digunakan dalam operasional sehari-hari, termasuk dalam menyelesaikan pekerjaan. Ketika keyakinan budaya yang tidak menguntungkan diciptakan, mereka berdampak pada operasi organisasi. Untuk memperoleh data yang lebih lengkap dan valid tentang hubungan antara budaya organisasi dengan pengembangan organisasi, diperlukan strategi baru dalam pengembangan organisasi. Abstract Organizational growth is something that cannot be overlooked because the company will cease to exist if no adjustments are done. It is critical to continue making the necessary modifications by involving the organization's culture in order to have a positive influence. Because organizational culture is thought to have the ability to affect change, it has become a driving force for organizational development. As a result, the goal of this article is to determine how important organizational culture is in fostering healthy organizational development. The study of literature was conducted using qualitative research methodologies and data processing technologies in this study. According to the findings of this study, organizational culture has both good and negative effects on organizational sustainability among employees and leaders. Because corporate culture influences the attitudes, behaviors, and viewpoints of employees who are trusted and used in day-to-day operations, such as completing tasks. When undesirable cultural ideas are formed, they have an impact on the operations of the company. A new organizational development strategy is required to acquire more extensive and valid data about the relationship between organizational culture and organizational development.
KAPASITAS ORGANISASI BADAN GIZI NASIONAL: PILAR BARU TATA KELOLA GIZI DI INDONESIA Yusuf, Farida Nuraeni; Miftah, Ahmad Zaini; Utami, Sawitri Budi; Yusuf, Ningrum Fauziah
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 2 (2026): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i2.67718

Abstract

Pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 merupakan reformasi kelembagaan strategis untuk memperkuat tata kelola kebijakan gizi nasional yang sebelumnya ditandai oleh fragmentasi aktor dan lemahnya koordinasi lintas sektor. Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas organisasi BGN serta implikasinya terhadap kemampuan negara dalam mengimplementasikan kebijakan gizi berskala nasional, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui analisis konten dokumen kebijakan resmi dan literatur akademik, dengan menerapkan kerangka kapasitas organisasi untuk menilai kesenjangan antara kapasitas kelembagaan formal dan kapasitas implementasi aktual. Hasil kajian menunjukkan bahwa BGN memiliki kapasitas potensial yang kuat secara de jure, didukung oleh mandat politik, kewenangan regulatif, dan sumber daya terpusat. Namun, efektivitas implementasi MBG masih menghadapi keterbatasan pada level operasional, terutama terkait koordinasi lintas sektor, kesiapan logistik, transfer pengetahuan, dan kapasitas adaptif pelaksana di daerah. Temuan ini menegaskan bahwa pembentukan lembaga sentralistik tidak secara otomatis meningkatkan kapasitas implementasi tanpa penguatan koordinasi horizontal dan pembelajaran organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan jangka panjang BGN sangat bergantung pada kemampuannya mentransformasi kapasitas formal dan modal politik menjadi kapasitas operasional yang adaptif dan terintegrasi. The establishment of the National Nutrition Agency (BGN) through Presidential Regulation No. 83 of 2024 represents a strategic institutional reform aimed at strengthening national nutrition policy governance, which had previously been characterized by fragmented actors and weak cross-sectoral coordination. This study examines the organizational capacity of BGN and its implications for the state’s ability to implement large-scale nutrition policies, particularly the Free Nutritious Meals (MBG) program. Using a qualitative descriptive-analytical approach, the study employs content analysis of official policy documents and academic literature, applying an organizational capacity framework to assess the gap between formal institutional capacity and actual implementation capacity. The findings indicate that (BGN) possesses strong de jure capacity, supported by political mandate, regulatory authority, and centralized resources. However, the effectiveness of MBG implementation remains constrained at the operational level, particularly in terms of cross-sectoral coordination, logistical readiness, knowledge transfer, and the adaptive capacity of local implementers. These findings demonstrate that the establishment of a centralized institution does not automatically enhance implementation capacity without strengthened horizontal coordination and organizational learning. The study concludes that the long-term success of BGN depends on its ability to transform formal capacity and political capital into adaptive and integrated operational capacity.