Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Empirical Reassessment of Religious Tolerance in Padang City Yoan Affandi; Zulfadli Zulfadli; Mhd. Fajri
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 11, No 2 (2025): Jurnal SMaRT : Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/smart.v11i2.3304

Abstract

The survey results regarding the level of tolerance in Padang City are low. To increase the Tolerant City Index (IKT), there needs to be an example of the practice of religious tolerance in Padang City to be developed at all levels of local society. This research aims to find practices of religious tolerance in Padang City, with the research locus in Pondok Village. This field research uses a qualitative approach with case study methods. The focus of the study is on the experience and meaning of the practice of religious tolerance in society. Data collection techniques include interviews with a number of parties, such as religious leaders, government officials, administrators of places of worship, and residents. The research results show that the community in Pondok Village represents the practice of religious tolerance through interaction between religious believers, preservation of local culture, and community involvement in various social organizations. Three research findings: 1) Interfaith social interaction in Pondok Village occurs actively and harmoniously; 2) The community in Pondok Village carries out various activities to support the practice of tolerance between religious believers; 3) Citizenship networks are built through community networks and social encounters.
Inovasi Kebijakan dalam Meningkatkan Produksi Daging Sapi di Kabupaten Serdang Bedagai Fachira, Tengku Niken; Asrinaldi; Zulfadli
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1787

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses inovasi kebijakan "Si Akang Gembul", program penggemukan sapi di Serdang Bedagai, menggunakan kerangka analisis Jordan & Huitema serta teori difusi Rogers. Melalui pendekatan kualitatif-studi kasus dengan wawancara mendalam dan analisis dokumen, ditemukan paradoks signifikan: meskipun program ini memenangkan CNN Awards 2024, ia tidak dikenal oleh mayoritas peternak mandiri. Tiga temuan utama diidentifikasi. Pertama, inovasi ini lahir dari inisiatif seorang policy entrepreneur (Bupati) yang divalidasi melalui kompetisi eksternal sebelum diadopsi secara resmi, sebuah pola unik. Kedua, difusi inovasi gagal meluas karena terputusnya komunikasi vertikal (untuk legitimasi eksternal) dan komunikasi horizontal (untuk penyebaran akar rumput). Ketiga, keberlanjutan program terancam oleh lemahnya pelembagaan formal, ketiadaan alokasi anggaran dalam RPJMD, dan ambiguitas kepemilikan antar-dinas. Model kemitraan publik-swasta-masyarakat yang diterapkan berhasil secara teknis, namun gagal mentransformasi ekosistem peternakan secara luas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesuksesan simbolik tidak menjamin difusi dan keberlanjutan, serta menekankan krusialnya strategi komunikasi grassroots dan formalisasi dalam perencanaan untuk dampak jangka panjang.
Organizations Building Resilient Students: HIMA UIN Jambi Capacity Building Reflection Program Hidayat, Billy Febrima; Zulfadli; Asrinaldi; Dewi Anggraini; Tamrin; Irawati; Doni Hendrik; Andri Rusta
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 7 No. 1 (2026): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v7i1.9005

Abstract

Student organizations are integral to the campus political ecosystem, playing a crucial role in planning, decision-making, and allocating roles and interests within the academic environment. However, weak institutional capacity often leaves student organizations trapped in ceremonial activities without a sustainable development direction. This article reflects on the implementation of a capacity-building program for the Student Association (HIMA) of the Faculty of Sharia at the Sultan Thaha Saifuddin State Islamic University of Jambi, as an effort to strengthen the political planning for student organization development. The service program was implemented through a participatory approach, using lecture-discussion methods, focus group discussions (FGDs), simulations, and discovery learning, to enhance HIMA administrators' ability to formulate organizational visions, develop strategic plans, and collectively and accountably manage work programs. The reflection results indicate that capacity building plays a crucial role in fostering organizational political awareness, particularly in understanding the relationships among leadership, decision-making, and program sustainability. This capacity-building encourages student organizations to be more responsive to internal campus issues and more adaptive to broader social dynamics. This article emphasizes that capacity building is a political instrument for student organization development, thereby strengthening HIMA's position as an actor in planning, implementing, and controlling campus-level policies.
GERAKAN ANTI KEKERASAN SEKSUAL SEBAGAI BENTUK PERLAWANAN SOSIAL: STUDI KASUS DI WOMEN'S MARCH JAKARTA Vioni Anandra; Zulfadli
JISIPOL | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 10 No. 2 (2026): Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal JISIPOL Mei 2026
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia masih menjadi masalah yang terstruktur, berhubungan erat dengan budaya patriarki, lemahnya penegakan hukum, dan kurangnya tempat aman bagi para penyintas, meskipun Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual telah disetujui. Dalam situasi ini, Women’s March Jakarta muncul sebagai salah satu gerakan sosial yang mengubah pengalaman traumatik individu menjadi tuntutan politik bersama di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji cara gerakan anti kekerasan seksual dalam Women’s March Jakarta berperan sebagai bentuk perlawanan sosial, terutama dalam membangun identitas kolektif para penyintas, mendefinisikan kekerasan seksual sebagai sebuah ketidakadilan struktural, dan menuntut tanggung jawab negara dalam melindungi korban. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasusan Women’s March Jakarta untuk periode 2022-2023, melalui wawancara mendalam dengan peserta serta pengorganisir aksi, observasi di lapangan, dan penelusuran dokumen serta artefak gerakan seperti banner, slogan, dan postingan di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Women’s March Jakarta menciptakan counter-public yang membantu penyintas keluar dari isolasi pengalaman pribadi, mengarah pada identitas sebagai survivor-activist melalui praktik narasi, simbol visual, dan aksi yang dilakukan secara berulang. Gerakan ini juga menggabungkan aktivisme feminis perkotaan dengan elemen budaya setempat, membuka ruang solidaritas yang melintasi kelas, usia, dan identitas, serta menegosiasikan dinamika dengan aparat pemerintah dan kelompok konservatif. Temuan ini menggarisbawahi bahwa aksi di jalanan usai disahkannya TPKS bukan hanya sekadar bentuk protes, melainkan merupakan strategi perlawanan yang hibrid (daring dan luring) yang berkontribusi pada perubahan wacana dan pengelolaan kekerasan seksual di Indonesia.