Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hambatan yang mempengaruhi partisipasi aktivitas fisik lansia di Yogyakarta: sebuah penelitian cross-sectional Indriani, Indriani; Nabilah Gusman, Nurul; Wulandari, Rizky
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.4300

Abstract

Fenomena meningkatnya populasi lansia diseluruh dunia berkontribusi pada tingginya kasus penyakit kronis, yang salah satunya terkait dengan rendahnya tingkat aktivitas fisik. Informasi mengenai hambatan dan motivasi lansia untuk beraktivitas fisik masih terbatas, Misalnya karena penyakit tertentu, kelemahan fisik, rendahnya dukungan sosial atau lingkungan, dan motivasi sehingga diperlukan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi serta menganalisis perilaku dan kendala aktivitas fisik lansia di Yogyakarta. Penelitian Cross-sectional dilakukan di wilayah Puskesmas Sleman, Yogyakarta dari bulan Februari-Juni 2024 yang melibatkan 102 lansia berusia 60-85 tahun dengan teknik purposive sampling. Data diambil dengan menggunakan kuisioner sosiodemografi informasi mengenai (usia, jenis kelamin, Riwayat pendidikan, kategori domisili dan riwayat penyakit), kuisioner aktivitas fisik; IPAQ-SF (International Physical Activity short form) dan kuisioner BPAQ (Barrier to Physical Activity Quistionare) untuk informasi hambatan aktivitas fisik,). Analisis statistik dengan Chi-square menggunakan SPSS versi 24.00. Dari 102 responden, 57 responden (57%) dalam kategori kurang aktif, 60 lansia (61%) memiliki hambatan untuk aktivitas fisik dan lima hambatan yang paling banyak adalah; kurangnya dukungan social yaitu 28 lansia (27%), takut cedera 18 lansia (18%), kurangnya pengetahuan dan keterampilan 16 lansia (16%), kurangnya minat 14 lansia (14%), dan kurangnya waktu sebanyak 13 lansia (13%). Hasil analisis terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan hambatan aktivitas fisik (P≤0.005). Aktivitas fisik pada lansia di Yogyakarta masih rendah dan hambatan tertinggi adalah kurangnya dukungan sosial dan takut cedera. Agar kerjasama lintas sektor ditingkatkan untuk strategi promosi aktivitas fisik lansia dengan kebijakan, peningkatan kapasitas kader, pengetahuan lansia dan meningkatkan fasilitas umum ramah lansia, kampanye aktivitas fisik dengan pendekatan budaya dan agama.
Pengabadian di SD Negeri Nogotirto: Dari Sudut Yogyakarta Menatap Dunia-Petualangan Seru Jelajahi Dunia Iswardhana, Muhammad Ridha; Maharani, Gita Ardya; Nurjannah, Lukluulhayu; Wulandari, Rizky
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i12.3209

Abstract

Pengabdian masyarakat ini merespons keterbatasan akses pendidikan layak bagi anak-anak wilayah pinggiran Yogyakarta. Pengabdian “Dari Sudut Yogyakarta Menatap Dunia-Petualangan Seru Jelajahi Dunia” dilaksanakan di SD Negeri Nogotirto. Tujuan kegiatan pengabdian untuk memperkaya pengalaman belajar siswa, menumbuhkan kesadaran kontribusi sosial mahasiswa, serta membangun suasana belajar yang menyenangkan dan inspiratif. Metode interaktif diterapkan melalui permainan edukatif, storytelling, dan mentoring motivasional. Materi Ilmu Hubungan Internasional disederhanakan menjadi pengenalan kawasan dunia dan keterkaitannya dengan Indonesia. Anak-anak menunjukkan keterlibatan aktif melalui pertanyaan tentang etika pertemanan, keteladanan, dan rasa aman. Hambatan utama bersifat operasional: variasi kemampuan siswa, pengelolaan ritme kelas, dan keterbatasan sarana ajar. Secara keseluruhan, kegiatan ini memperlihatkan intervensi terstruktur dan adaptif dapat memperkuat dukungan kognitif-emosional siswa sekaligus menguatkan solidaritas sosial mahasiswa. Kolaborasi sekolah-kampus memastikan program kontekstual, bukan seremonial, serta memberi dasar perbaikan perangkat ajar dan keberlanjutan pendampingan lebih rutin.
Pengaruh Pemberian Static Stretching Dan William Flexion Exercise Terhadap Penurunan Nyeri Dan Peningkatan Adl Pada Low Back Pain Yasmin Dyah Marthalia, Kayla; Ali Jafar, Muhamad; Wulandari, Rizky
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan keluhan nyeri pada punggung bawah yang sering dialami petani akibat postur kerja tidak ergonomis dan aktivitas berulang dalam jangka waktu lama. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Static Stretching dan William Flexion Exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada petani di Padukuhan Sempu, Wonokerto, Sleman. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental two group pre-test post-test design. Sampel penelitian sebanyak 24 responden yang terbagi menjadi dua kelompok, masing-masing memperoleh intervensi selama empat minggu. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Visual Analog Scale (VDS) dan Oswestry Disability Index (ODI). Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test pada kedua kelompok (p<0,05). Baik Static Stretching maupun William Flexion Exercise efektif menurunkan nyeri LBP, namun William Flexion Exercise memberikan hasil lebih optimal dalam meningkatkan fungsi otot dan menurunkan tingkat disabilitas. Penelitian ini merekomendasikan penerapan latihan sederhana tersebut sebagai upaya preventif maupun rehabilitatif pada petani dengan risiko LBP.
Perbedaan Pengaruh Permainan Tradisional Congklak Dan Playdough Terhadap Fasilitasi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Lazina, Nabila Zahara; Wulandari, Rizky; Ariyanto, Andry
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.660

Abstract

Latar belakang : Anak usia dini berada pada masa emas dengan perkembangan motorik halus yang berlangsung pesat, terutama pada usia 5–6 tahun yang ditandai dengan kemampuan menulis, menggambar, dan menggunting sebagai kesiapan masuk sekolah. Stimulasi yang tepat diperlukan karena keterlambatan motorik halus dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari anak. Salah satu bentuk stimulasi yang dapat diberikan adalah play therapy melalui permainan tradisional congklak dan playdough. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional congklak dan playdough terhadap fasilitasi perkembangan motorik halus anak usia 5–6 tahun serta membandingkan perbedaan pengaruh antara kedua jenis permainan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental pre-test and post-test two group design. Sampel penelitian berjumlah 38 anak usia 5–6 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok. Intervensi diberikan selama 4 minggu dengan total 10 kali pertemuan. Pengukuran kemampuan motorik halus dilakukan menggunakan Bender Gestalt Test. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26 Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji hipotesis 1 pada kelompok permainan tradisonal congklak diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) dan pada kelompok playdough juga diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh latihan terhadap peningkatan motorik halus pada masing-masing kelompok. Selanjutnya, hasil uji perbedaan menggunakan independent sample t-test diperoleh nilai p = 0, 0.603 (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara permainan tardisional congklak dan playdough terhadap peningkatan kemampuan motorik halus. Kesimpulan: permainan tradisional congklak dan playdough sama-sama efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun, dengan tingkat efektivitas yang relatif sama. Permainan tersebut dapat digunakan sebagai alternatif stimulasi motorik halus pada anak usia dini.