Articles
PENGUATAN SOSIAL DAN BUDAYA DALAM MENURUNKAN RESIKO BENCANA
Tanzil Tanzil;
Tanzil Tanzil
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to analyze social and cultural strengthening in reducing disaster risk. This research took place in Baubau City, Southeast Sulawesi Province. This research uses a qualitative approach with informant retrieval techniques carried out purposively. Informants in this study include community leaders, religious leaders, and those representing the government. The main data collection techniques used are in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis in this study used descriptive-qualitative analysis. The results showed that several disasters that occurred, it has encouraged the community to collectively work together to reduce disaster risk. Social and spiritual capital becomes a force to stimulate collective community action to reduce disaster risk. This illustrates that the community in the research area contains various potentials and strengths and if managed properly will make a positive contribution in reducing disaster risk. For this reason, synergy patterns in reducing disaster risk based on social and spiritual capital must be an important strategy to be developed. This model can encourage the emergence of synergies between NGOs, various community groups, and the government in sustainable disaster management.
Studi Penanggulangan Bencana Secara Kolaboratif Yang Berbasis Komunitas Di Kota Kendari
Tanzil Tanzil
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 3 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanggulangan bencana secara kolaboratif yang berbasis komunitas di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa sumber, baik primer maupun sekunder Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah kolaboratif untuk mendorong dan mengimplementasikan penanggulangan bencana berbasis komunitas. Perusahaan memanfaatkan tanggung jawab perusahaan untuk meringankan penderitaan masyarakat yang terdampak bencana. Walaupun masih banyak tantangan yang dihadapi namun upaya mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana dapat memberikan harapan baru untuk menciptakan wilayah yang memiliki kewaspadaan dalam menghadapi bencana. Kesimpulan penelitian ini menunjukan adanya upaya pemerintah dan masyarakat dalam menerapkan pendekatan kolaboratif yang berbasis komunitas dan telah ada progress yang positif dalam penanggulangan bencana, namun disisi lain masih diperlukan ruang yang lebih luas untuk meningkatkan kesiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana
UPAYA STRATEGIS DALAM PENANGANAN ANAK JALANAN DI KOTA KENDARI
Tanzil Tanzil
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya strategis dalam penanganan anak jalanan di Kota Kendari. Penelitian ini di lakukan di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Teknik pengumpulan data utama yang digunakan yakni wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemerintah Kota Kendari telah mengambil langkah proaktif melalui Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2014 yang bertujuan melindungi anak jalanan dan memberikan mereka akses ke peluang rehabilitasi. Berbagai program dalam penanganan anak jalanan di Kota Kendari dilakukan dengan memperkuat kerjasama dan koordinasi antarinstansi. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan masalah anak jalanan tentu saja tidak bisa dilakukan secara sepihak, melainkan memerlukan kerja sama yang baik. Untuk melaksanakan aturan tersebut telah dibentuk tim yang melibatkan berbagai dinas dan instansi. Tim ini bertujuan untuk merumuskan strategi yang lebih terarah dan efektif dalam menangani anak jalanan, yang mayoritas berasal dari luar daerah. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan adanya solusi yang dapat diimplementasikan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pembangunan rumah singgah juga menjadi salah satu solusi signifikan, yang menyediakan tempat perlindungan dan pelatihan keterampilan bagi anak-anak jalanan. Masyarakat juga diberikan pemahaman untuk tidak memberikan sumbangan di jalanan kepada anak-anak jalanan yang sering kali tidak menyelesaikan akar permasalahan. Sebaliknya, tindakan tersebut dapat memperkuat siklus ketergantungan. Dengan meningkatnya kesadaran sosial, diharapkan masyarakat akan lebih aktif terlibat dalam mendukung kebijakan yang tepat, dan membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak jalanan. Kesadaran ini juga dapat mendorong tindakan kolektif untuk mengatasi masalah sosial secara lebih komprehensif, melibatkan berbagai pihak dalam upaya mencapai perubahan positif.
Kearifan Lokal Po Maa Masiaka dalam Kehidupan Masyarakat Buton
Tanzil Tanzil
Jurnal Neo Societal Vol. 10 No. 2 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jns.v10i2.107
This research aims to examine the benefits of local wisdom po maa masiaka in the life of the Buton people and its preservation efforts. The research location in this study was carried out in Baubau City, Southeast Sulawesi Province. This research uses a qualitative approach, namely research that conducts an in-depth analysis of the object being studied. The selection of informants is carried out purposively, including community leaders and government representatives. The results of the study show that the local wisdom of po maa masiaka is one of the principles that underlie the social life of the community in the Buton community. However, in the current era, the values of local wisdom po maa masiaka face quite significant challenges. The shift leads to a more individualistic lifestyle, and urbanization makes some of the younger generation less familiar with ancestral traditions. This study can provide recommendations. First, cultural education plays a very important role in efforts to preserve local wisdom po maa masiaka, in the form of instilling cultural values in the younger generation to form a character that respects the heritage of ancestors. Second, the Regional Government is expected to play an active role in preserving this local wisdom.
Studi Perkembangan Budaya Lokal dalam Masyarakat di Pulau Buton
Tanzil Tanzil
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jns.v8i3.15
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan budaya lokal pada masyarakat Buton. Penelitian ini dilakukan di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ditentukan secara purposif, yang meliputi tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah lokal. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran Islam di Pulau Buton, tidak menyebabkan hilangnya budaya lokal bahkan beberapa budaya lokal perkembangannya mendapat pengaruh dari Islam sehingga mendorong terjadinya akulturasi budaya antara Islam dan budaya lokal. Budaya lokal yang tidak bertentangan dengan Islam telah menjadi prinsip dalam kehidupan masyarakat di Pulau Buton. Struktur lembaga keagamaan yang biasa disebut sara kidina sampai saat ini masih menujukkan perannya dalam masyarakat secara fungsional walaupun demikian sistem pemerintahan kesultanan atau biasa disebut sara ogena sudah tidak tampak lagi karena terintegrasinya Buton dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun untuk jabatan mokimu ada sebanyak 40 orang yang zaman dahulu pernah ada dalam sistem pemerintahan kesultanan, saat ini masih digunakan. Keberadaan lembaga mokimu tetap bertahan dan tetap fungsional hingga zaman modern sekarang ini. Pelapisan sosial dalam masyarakat seperti terjadi pada zaman kesultanan dapat dikatakan keberadaannya sudah tidak menguat. Untuk kategori sosial telah mengalami perubahan kearah ekonomi. Mereka yang memiliki barang barang yang berharga dan kekayaan lainnya memiliki daya tarik yang menonjol dalam kehidupan masyarakat.
PENGUATAN SOSIAL DAN BUDAYA DALAM MENURUNKAN RESIKO BENCANA
Tanzil Tanzil;
Tanzil Tanzil
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to analyze social and cultural strengthening in reducing disaster risk. This research took place in Baubau City, Southeast Sulawesi Province. This research uses a qualitative approach with informant retrieval techniques carried out purposively. Informants in this study include community leaders, religious leaders, and those representing the government. The main data collection techniques used are in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis in this study used descriptive-qualitative analysis. The results showed that several disasters that occurred, it has encouraged the community to collectively work together to reduce disaster risk. Social and spiritual capital becomes a force to stimulate collective community action to reduce disaster risk. This illustrates that the community in the research area contains various potentials and strengths and if managed properly will make a positive contribution in reducing disaster risk. For this reason, synergy patterns in reducing disaster risk based on social and spiritual capital must be an important strategy to be developed. This model can encourage the emergence of synergies between NGOs, various community groups, and the government in sustainable disaster management.
Studi Penanggulangan Bencana Secara Kolaboratif Yang Berbasis Komunitas Di Kota Kendari
Tanzil Tanzil
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 3 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanggulangan bencana secara kolaboratif yang berbasis komunitas di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa sumber, baik primer maupun sekunder Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah kolaboratif untuk mendorong dan mengimplementasikan penanggulangan bencana berbasis komunitas. Perusahaan memanfaatkan tanggung jawab perusahaan untuk meringankan penderitaan masyarakat yang terdampak bencana. Walaupun masih banyak tantangan yang dihadapi namun upaya mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana dapat memberikan harapan baru untuk menciptakan wilayah yang memiliki kewaspadaan dalam menghadapi bencana. Kesimpulan penelitian ini menunjukan adanya upaya pemerintah dan masyarakat dalam menerapkan pendekatan kolaboratif yang berbasis komunitas dan telah ada progress yang positif dalam penanggulangan bencana, namun disisi lain masih diperlukan ruang yang lebih luas untuk meningkatkan kesiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana
UPAYA STRATEGIS DALAM PENANGANAN ANAK JALANAN DI KOTA KENDARI
Tanzil Tanzil
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya strategis dalam penanganan anak jalanan di Kota Kendari. Penelitian ini di lakukan di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Teknik pengumpulan data utama yang digunakan yakni wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemerintah Kota Kendari telah mengambil langkah proaktif melalui Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2014 yang bertujuan melindungi anak jalanan dan memberikan mereka akses ke peluang rehabilitasi. Berbagai program dalam penanganan anak jalanan di Kota Kendari dilakukan dengan memperkuat kerjasama dan koordinasi antarinstansi. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan masalah anak jalanan tentu saja tidak bisa dilakukan secara sepihak, melainkan memerlukan kerja sama yang baik. Untuk melaksanakan aturan tersebut telah dibentuk tim yang melibatkan berbagai dinas dan instansi. Tim ini bertujuan untuk merumuskan strategi yang lebih terarah dan efektif dalam menangani anak jalanan, yang mayoritas berasal dari luar daerah. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan adanya solusi yang dapat diimplementasikan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pembangunan rumah singgah juga menjadi salah satu solusi signifikan, yang menyediakan tempat perlindungan dan pelatihan keterampilan bagi anak-anak jalanan. Masyarakat juga diberikan pemahaman untuk tidak memberikan sumbangan di jalanan kepada anak-anak jalanan yang sering kali tidak menyelesaikan akar permasalahan. Sebaliknya, tindakan tersebut dapat memperkuat siklus ketergantungan. Dengan meningkatnya kesadaran sosial, diharapkan masyarakat akan lebih aktif terlibat dalam mendukung kebijakan yang tepat, dan membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak jalanan. Kesadaran ini juga dapat mendorong tindakan kolektif untuk mengatasi masalah sosial secara lebih komprehensif, melibatkan berbagai pihak dalam upaya mencapai perubahan positif.
Kearifan Lokal Po Maa Masiaka dalam Kehidupan Masyarakat Buton
Tanzil Tanzil
Jurnal Neo Societal Vol. 10 No. 2 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jns.v10i2.107
This research aims to examine the benefits of local wisdom po maa masiaka in the life of the Buton people and its preservation efforts. The research location in this study was carried out in Baubau City, Southeast Sulawesi Province. This research uses a qualitative approach, namely research that conducts an in-depth analysis of the object being studied. The selection of informants is carried out purposively, including community leaders and government representatives. The results of the study show that the local wisdom of po maa masiaka is one of the principles that underlie the social life of the community in the Buton community. However, in the current era, the values of local wisdom po maa masiaka face quite significant challenges. The shift leads to a more individualistic lifestyle, and urbanization makes some of the younger generation less familiar with ancestral traditions. This study can provide recommendations. First, cultural education plays a very important role in efforts to preserve local wisdom po maa masiaka, in the form of instilling cultural values in the younger generation to form a character that respects the heritage of ancestors. Second, the Regional Government is expected to play an active role in preserving this local wisdom.