Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Terapi Reminiscence Terhadap Penurunan Ansietas Pada Lansia Di Desa Satria Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo Rahma Wahyunensi Hamzah; Ibrahim Paneo; Andi Nur Aina Sudirman; Inne Ariane Gobel
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.476

Abstract

Ansietas merupakan gangguan psikologis yang umum terjadi pada lansia akibat perubahan fisik, sosial, dan emosional seiring bertambahnya usia. Salah satu intervensi non farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tingkat ansietas adalah terapi reminiscence, yaitu terapi psikologis yang mengajak individu untuk mengingat kembali pengalaman hidup yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi reminiscence terhadap penurunan ansietas pada lansia di Desa Satria, Kecamatan Mootilango. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental One Group Pretest-Posttest Design. Sampel terdiri dari 20 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Terapi diberikan dalam tiga sesi selama dua minggu, mencakup tahap kehidupan masa anak-anak, remaja, dan dewasa. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat ansietas setelah pemberian terapi reminiscence, dengan nilai p = 0,000 (p<0,05), sehingga hipotesis alternatif diterima. Hal ini membuktikan bahwa terapi reminiscence dapat secara efektif menurunkan ansietas pada lansia. Kesimpulannya, terapi reminiscence memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan ansietas dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif intervensi keperawatan non farmakologis yang efektif dalam meningkatkan kesehatan mental lansia.
Perbandingan Pemberian Konsumsi Madu terhadap Kualitas Tidur pada Lansia di Desa Pangkalaseang Nurfahmi Nurfahmi; Ibrahim Paneo; Inne Ariane Gobel
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.796

Abstract

Kualitas tidur adalah suatu keadaan tidur yang dialami seseorang individu bisa dapat menghasilkan kesegaran dan kebugaran saat terbangun, Kualitas tidur merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan derajat kesehatan pada lansia, dimana lansia sering mengalami gangguan tidur seperti insomnia, sering terbangun di malam hari, serta tidak merasa segar saat bangun pagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemberian konsumsi madu terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Pangkalaseang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment dengan rancangan Pretest-Posttest with control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Desa Pangkalaseang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling metode purposive sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang diberikan konsumsi madu dan kelompok kontrol tanpa intervensi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dengan analisis data menggunakan uji Mann Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi memiliki Mean Rank sebesar 32,50 dan Sum of Ranks 715,00, sedangkan kelompok kontrol memiliki Mean Rank sebesar 12,50 dan Sum of Ranks 275,00, dengan nilai Z sebesar -5,961 dan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulan penelitian ini adalah konsumsi madu lebih efektif dalam meningkatkan kualitas tidur lansia dibandingkan tanpa intervensi, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif terapi non-farmakologis. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi alternatif terapi non-farmakologis dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia.
Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Kepatuhan Keluarga Mencegah Penyakit Tb Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Siti Nurhayati S. Daud; Rona Febriyona; Inne Ariane Gobel; Gladys Maristela Rawung
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v4i3.9243

Abstract

TB transmission within the family environment is quite high, because family members have intense contact with sufferers. Therefore, efforts are needed to increase family compliance in TB prevention, one of which is through education. This study aims to determine the effect of health education on family compliance in preventing pulmonary TB. The quantitative method used was a pre-test-post-test approach with a control group design. The sample was selected through purposive sampling, with 76 respondents. Data analysis used the Wilcoxon signed-rank test with a significance level of <0.05. The results showed that before health education, the majority of respondents in the intervention and control groups had adequate compliance. After health education, the majority of respondents in the intervention group had good compliance, and in the control group, adequate compliance. The statistical value of Asymp. sig (2-tailed) p-value was 0.000 (≤0.05), indicating the effect of health education on family compliance in preventing pulmonary TB. Recommendations are needed for regular education to reduce the risk of transmission in families of TB sufferers.
Pengaruh Terapi Isometric Handgrip terhadap Tekanan Darah pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Dungaliyo Dewi Anggraini Abas; Rona Febriyona; Andi Nur Aina Sudirman; Inne Ariane Gobel
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v4i3.9245

Abstract

Hypertension often does not cause obvious clinical symptoms, but the mortality rate caused by this condition, especially in the elderly, is quite high. Therefore, effective treatment strategies are needed, one of which is through the use of non-pharmacological isometric handgrip therapy. This study was conducted with the aim of analyzing the effect of isometric handgrip therapy on blood pressure in the elderly in the Dungaliyo Community Health Center Work Area. The type of research applied was quantitative with a pre-experimental design through a one-group pre-post test design approach. Sample selection was carried out using a purposive sampling technique involving 36 elderly respondents according to the inclusion criteria. The data collection instrument used an observation sheet to record the results of systolic and diastolic blood pressure measurements before and after. The intervention procedure was carried out routinely for five consecutive days. The study findings revealed that before therapy, the majority of respondents were in stage I hypertension. After the intervention, there was a decrease in average systolic blood pressure by 15.44 mmHg and diastolic by 11.30 mmHg, resulting in most respondents shifting to the high normal category. The Wilcoxon statistical test results confirmed a highly significant effect, with a p-value of 0.000 < 0.005. In conclusion, isometric handgrip therapy has been proven effective in lowering blood pressure and can be an appropriate non-pharmacological, preventive, and promotive approach for the elderly. It is recommended to optimize the regular implementation of this therapy and expand education regarding healthy lifestyle modifications and hypertension screening and management in the elderly.
Pengaruh Anger Management Terhadap Pengontrolan Rasa Marah Pada Pasien Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Hermawati Harun; Hamna Vonny Lasanudin; Inne Ariane Gobel; Nur Uyuun I Biahimo
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v9i1.524

Abstract

Emotional instability in schizophrenia sufferers often triggers the risk of violent behavior (VBD). The phenomenon at Limboto Community Health Center indicates that VBD occurs due to poor anger management in patients, which puts them at risk of harm to themselves and those around them. The purpose of this study was to determine the effect of anger management on anger control in RPK patients in the Limboto Community Health Center work area. This research method was a quantitative quasi-experiment with a one-group pretest-posttest design approach. The sample consisted of 38 schizophrenia respondents with RPK who were taken using the Slovin formula through a purposive sampling technique. The data collection instrument used the Clinical Anger Scale (CAS) questionnaire which was analyzed using a parametric paired t-test. The results of the study, where before the intervention, the average score of respondents' anger control was 51.74 (moderate category). After being given anger management therapy, the average score of anger control decreased significantly to 31.50 (high category) with a decrease difference of 20.23. The paired t-test results showed a p-value of 0.000 (p < 0.05). The conclusion is that there is a significant effect of anger management intervention on improving anger control skills in patients with RPK at the Limboto Community Health Center. Community health center nurses can implement this intervention as part of independent or group nursing actions to consistently train patients' self-control skills, so that it is effective in minimizing aggressive behavior and reducing relapse rates.
Analisis Faktor Keberhasilan Pengobatan TB Di Wilayah Puskesmas Dumbo Raya Kota Gorontalo Femy Hilahapa; Roma Febriyona; Inne Ariane Gobel
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1216

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pengobatantuberkulosis (TB) di wilayah kerja Puskesmas Dumbo Raya Kota Gorontalo, meliputi dukungankeluarga, pengawas minum obat (PMO), dan kepatuhan minum obat. Penelitian menggunakanmetode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 69 pasien TBparu yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh melalui kuesioner, kartupengobatan TB, dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan ujiChi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 20–59 tahun,berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan sekolah dasar, dan bekerja sebagai wiraswasta.Sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga yang baik (89,9%), memiliki PMOyang berperan baik (88,4%), patuh mengonsumsi obat (85,5%), dan berhasil menjalanipengobatan TB (85,5%). Analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antaradukungan keluarga, peran PMO, dan kepatuhan minum obat terhadap keberhasilan pengobatanTB, masing-masing dengan nilai p = 0,000. Disimpulkan bahwa dukungan keluarga, peran PMO,dan kepatuhan minum obat merupakan faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilanpengobatan TB. Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan peran keluarga, optimalisasi fungsiPMO, dan peningkatan kepatuhan pasien untuk mendukung keberhasilan pengobatan TB.
Pengaruh Edukasi Kesehatan dengan Video terhadap Tingkat Pengetahuan Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Alvina Bahuwa; Zuriati Muhamad; Inne Ariane Gobel
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v4i3.6815

Abstract

Background: The incidence of HIV/AIDS among adolescents continues to rise due to a lack of accurate medical knowledge and a high prevalence of sociological misinformation or myths. In the Working Area of Limboto Public Health Center, the limited availability of adaptive and scheduled health promotion media has hindered optimal outcomes for adolescent health programs. Objective: To analyze the effect of video-based health education on the level of knowledge regarding HIV/AIDS prevention among adolescents in the Working Area of Limboto Public Health Center. Methods: This quantitative study utilized a quasi-experimental design with a pre-test post-test control group approach. A sample of 50 respondents was selected through cluster random sampling and divided equally into an intervention group (video media) and a control group (leaflet media). Results: Prior to the intervention, the majority of respondents demonstrated poor knowledge. Following the intervention, the video group showed a sharp increase in good knowledge, reaching 76% (19 respondents) with an average score increase of 5.76 points. Conversely, the leaflet group remained predominantly in the moderate category at 52% (13 respondents), with a mean score increase of only 0.80 points. Parametric statistical testing using the paired t-test confirmed a significant effect of video-based health education on adolescent knowledge levels ($p = 0.000 < 0.05$). Conclusion: Health education delivered through audio-visual video media is proven to be significantly effective in improving HIV/AIDS prevention knowledge among adolescents. Recommendation: Limboto Public Health Center should integrate educational video media into routine health counseling agendas to dispel misinformation among adolescents, particularly across formal and non-formal educational institutions.
Pengaruh Terapi Musik Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Regita Septiani Saihi; Rosmin Ilham; Inne Ariane Gobel
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1398

Abstract

Seiring bertambahnya usia, lansia akan mengalami proses penuaan (aging process) yangmengakibatkan penurunan fungsi tubuh secara progresif dan rentan terhadap gangguan sistemkardiovaskuler seperti hipertensi, sehingga memerlukan penanganan non-farmakologis pendamping sepertiterapi musik. Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis Pengaruh Terapi Musik Terhadap PenurunanTekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru KabupatenGorontalo. Metode Penelitian : Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pra-eksperimen denganpendekatan pre test – post test design. Populasi adalah seluruh lansia penderita hipertensi di Wilayah KerjaPuskesmas Telaga Biru sejumlah 210 orang. Sampel sejumlah 36 orang dipilih melalui metode purposivesampling. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian : Sebelum diberikanintervensi Terapi Musik mayoritas responden memiliki status tekanan darah hipertensi derajat I sejumlah23 orang (63.9%) dan sesudah diberikan intervensi mayoritas berada pada status pre-hipertensi sejumlah 28orang (63.9%) dengan nilai p-value (0.000 &lt; 0.05). Kesimpulan : Pemberian Terapi Musik terbukti efektifsecara signifikan dalam menurunkan Tekanan Darah pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga BiruKabupaten Gorontalo. Saran: Puskesmas dapat memanfaatkan terapi musik ini untuk meningkatkanpelayanan kesehatan bagi penderita hipertensi sebagai modalitas pengobatan pendamping.
Hubungan Pola Makan Dengan Status Gizi Pada Lansia Di Desa Mongolato Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo Putri Rahayu Mustapa; Rosmin Ilham; Inne Ariane Gobel
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1427

Abstract

Lansia merupakan individu yang berusia ≥ 60 tahun yang mengalami proses penuaan sehingga dapatmemengaruhi kondisi kesehatan dan kebutuhan gizi. Pola makan adalah kebiasaan konsumsi makananyang meliputi jenis, frekuensi, dan jumlah makanan, sedangkan status gizi merupakan kondisi tubuhyang menggambarkan keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan tubuh berdasarkanpengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makandengan status gizi pada lansia di Desa Mongolato Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Penelitianini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitianberjumlah 313 lansia, dengan sampel sebanyak 76 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposivesampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola makan dan pengukuran antropometri.Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitianmenunjukkan sebagian besar lansia memiliki pola makan kategori baik sebanyak 48 responden,sedangkan status gizi dominan berada pada kategori gizi kurang sebanyak 33 responden. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi padalansia di Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo (ρ=0,001). Kesimpulan penelitianini adalah pola makan berhubungan dengan status gizi lansia. Disarankan lansia dan keluarga lebihmemperhatikan konsumsi makanan bergizi seimbang untuk mempertahankan status gizi optimal.
EFEKTIVITAS TERAPI EMPATI UNTUK MENURUNKAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN 3 TELAGA JAYA KABUPATEN GORONTALO Nur Uyuun I. Biahimo; Inne Ariane Gobel; Luthfiyana Umar
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2025): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar belakang: Salah satu bentuk pemyimpangan perilaku yang terjadi pada siswa sekolah dasar ialah bullying. Bullying merupakan sebuah tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti orang lain dengan cara fisik, sosial maupun verbal. empati dapat berkontribusi pada perkembangan moral sehingga perilaku bullying yang termasuk dalam perilaku imoral dapat dikurangi dengan meningkatkan empati. Selain empati dapat menurunkan perilaku bullying juga dapat bermanfaat untuk memperbaiki hubungan dengan orang lain. Penatalaksanaan terapi empati ini menurut penelitin sebelumnya yang melakukan studi di luar negeri yang dilakukan oleh Stanbury dari Amerika Serikat pernah melakukan penelitian tentang The Effects Of An Emathy Building Program On Bullying Behaviour dalam jurnal membahas tentang pengembangan, implementasi dan menghasilkan bahwa program pembangunan empati mempunyai efek positif terhadap penurunan perilaku bullying.   Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif pre-eksperimental dengan one group pre-test dan post-test design yang dilakukan pada satu kelompok dengan dua kali pengukuran. Peneliti akan mengukur perilaku bullying sebelum (pre-test) dilanjutkan dengan terapi empati kemudian mengukur kembali perilaku bullying (post-test).   Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terapi empati efektif untuk menurunkan perilaku bullying pada anak sekolah dasar di SDN 3 telaga jaya kabupaten gorontalo dengan p-value 000 (<0.05). Selain itu, terdapat perbedaan perilaku bullying yang signifikan sebelum sebanyak 15 responden (46.9%) dan sesudah sebanyak 21 responden (65.6%).   Kesimpulan: Terapi empati efektif untuk menurunkan perilaku bullying pada anak sekolah dasar di SDN 3 telaga jaya kabupaten gorontalo