Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Sistem Pengolahan Data Berbasis Integrator Ramsey Micro Tech 9101 Pada Belt Scale Di CC.10 Tambang Air Laya PT Bukit Asam Tbk Apriansyah Zulatama; Hendi Purnata
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i1.7

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi sistem pengolahan data yang berbasis pada integrator Ramsey Micro Tech 9101 dalam konteks penggunaan Belt Scale di jalur konveyor CC.10 TAL PT Bukit Asam Tbk. Belt Scale adalah alat penting dalam industri pertambangan yang digunakan untuk mengukur berat material batubara yang mengalir di atas konveyor. Sistem ini memungkinkan penimbangan yang akurat dan efisien untuk tujuan produksi dan distribusi. Proses pengolahan data dimulai dari sensor transduser Load Cell, yang membaca sinyal input analog yang merepresentasikan berat material batubara yang terukur. Dalam sistem ini, Speed Sensor juga berperan dalam memberikan data kecepatan dan jarak lintasan belt conveyor. Data dari sensor tersebut diolah oleh integrator Ramsey Micro Tech 9101, yang mengkonversi sinyal analog menjadi data digital yang mencerminkan berat material batubara yang diangkut. Langkah awal dalam sistem pengolahan data melibatkan pengambilan parameter atau data yang diperlukan sebelum dimasukkan ke dalam integrator. Setelah data terkumpul, dilakukan tahap pengolahan data dan pengujian dengan beban statis untuk memastikan ketelitian timbangan. Proses kalibrasi melibatkan zero calibration dan span calibration, yang membantu memastikan akurasi pengukuran. Penelitian ini membuktikan bahwa integrator Ramsey Micro Tech 9101 berperan krusial dalam mengubah sinyal analog menjadi informasi digital yang akurat. Sistem ini memiliki implikasi yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan ketelitian dalam pengukuran berat material batubara pada konveyor.
Pemrograman Sistem Integrasi PLC Logo! Siemens Dan PLC Siemens S7-300 Pada CE 34 Dan CE 35 Project Elevasi 35 PT. Bukit Asam Tbk. Apriansyah Zulatama; Putri Mayang Sari; Asni Tafrikhatin
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i2.17

Abstract

Ada beberapa jenis PLC yang digunakan oleh PT. Bukit Asam Tbk. dalam mengontrol conveyor contohnya adalah PLC LOGO! Siemens dan PLC Siemens S7-300. Sistem Integrasi PLC pada project elevasi 35 ini terdiri dari PLC Siemens S7-300 yang merupakan server untuk membawahi 2 client yaitu PLC LOGO! di CE 34 dan PLC LOGO! di CE 35, PLC Siemens S7-300 memberikan perintah program kepada CE 34 dan CE 35, CE 34 dan CE 35 menerima program tersebut dan menjalankannya. Selain menerima perintah program, PLC LOGO! Siemens yang ada di lapangan mengirimkan data berupa safety device dan signal running motor conveyor ke PLC Siemens S7-300. Program yang ada pada Siemens S7- 300 menggunakan bahasa pemrograman Ladder diagram dibuat dengan Software simatic manager, program yang dibuat berfungsi untuk mengontrol PLC LOGO! Siemens pada CE 34 dan CE 35 yang ada di lapangan.
Metode Pengoperasian Excavator Liebherr 920 Dalam Proses Memuat Material (Top Soil) Ke Dump Truck Scania P360 Di Area PT Satria Bahana Sarana Sarmidi Sarmidi; Apriansyah Zulatama; Yulius Mases; Muhammad Sultan Maulana
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 3 (2025): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i3.53

Abstract

Penelitian ini membahas tentang metode pengoperasian Excavator Liebherr 920 dalam proses memuat material (top soil) ke Dump Truck Scania P360 di area PT SBS. Permasalahan utama yang dihadapi adalah bagaimana cara mengoperasikan unit excavator dengan aman dan efisien selama proses pemuatan material. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami prosedur pengoperasian excavator, termasuk teknik loading material secara langsung ke dump truck. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan prestart check untuk memastikan alat dalam kondisi baik, dan analisis teknik-teknik pemuatan seperti direct loading dan swing loading. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan prosedur dan teknik yang tepat, proses loading dapat dilakukan dengan lebih efisien, meminimalkan waktu siklus dan meningkatkan keselamatan kerja. Kendala utama yang ditemukan adalah posisi excavator yang tidak optimal dan kondisi medan yang sulit, yang dapat mempengaruhi waktu siklus serta mengurangi produktivitas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya posisi excavator yang tepat, teknik loading yang efisien, dan perawatan berkala alat berat untuk mendukung kinerja optimal di lapangan
Simulasi Subtitusi System Komunikasi Wireless Antara Conveyor Excavating (Ce) 11 – Belt Wagon (Bw) 301 di Tambang Air Laya PT. Bukit Asam, Tbk. Berbasis Smart Relay Logo! 0ba8 Dan Wifi Rocket M2 Zulatama, Apriansyah; Muhamad Alfian Hafidz Satria
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5029

Abstract

Perkembangan zaman yang begitu pesat selalu beriringan dengan perkembangan dan kemajuan teknologi. Khususnya kemajuan teknologi dibidang industri yang begitu cepat hingga sudah sampai pada titik revolusi industri 4.0. Salah satu contohnya kemajuan teknologi pada sistem komunikasi anatara conveyor excavating (CE) 11 dan Belt Wagon (BW) 301 di Tambang Air Laya PT Bukit Asam, Tbk. Conveyor adalah alat yang diaplikasikan pada industri pertambangan sebagai alat yang menunjang dalam proses pemindahan material bahan galian contohnya batubara. Belt wagon merupakan alat yang berfungsi dalam mentransferkan material hasil penggalian dari BWE menuju ke hopper car. Alat ini juga dapat membantu BWE dalam memperpanjang jangkauan pengalian dari BWE. wireless merupakan suatu hubungan telekomunikasi yang menggunakan gelombang elektromagnetik untuk dapat mengganti media kabel sebagai alat transfer data yang menawarkan beragam kemudahan, kebebasan, mobilitas, dan fleksibilitas yang tinggi. Pada saat ini sistem komunikasi masih menggunakan kabel sebagai media trasnfernya. Penggunaan kabel sebagai media transfer ini menunjukkan efisiensi yang rendah akibat frekuensi kerusakan pada saluran kabel tersebut. Kerusakan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penimbunan batubara pada kabel, kerusakan atau putusnya kabel akibat tekanan alat berat yang melintas, serta pemutusan kabel yang disebabkan oleh tarikan berlebihan akibat jarak yang terlalu jauh antar unit yang ada di sistem BWE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem komunikasi nirkabel memiliki efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem berbasis kabel, dengan mengurangi waktu perbaikan dan biaya perawatan. Dapat kita simpulkan bahwa penggantian sistem komunikasi kabel dengan sistem nirkabel mampu meningkatkan kinerja dan fleksibilitas operasional di tambang, serta meminimalisir risiko kerusakan fisik pada kabel yang sebelumnya sering terjadi.