Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Dilema Usaha Rasional Orangtua dalam Menumbuhkan Kesadaran Pendidikan pada Anak di Nusa Tenggara Timur Yayuk Julyyanti; Nur Wahida Yusuf; Santy Dewi Saldika; Syahrul Syahrul; ST Ramlah
Journal on Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2022): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.512 KB) | DOI: 10.31004/jote.v4i1.5842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usaha rasional orangtua yang berhubungan dengan pendidikan anak di Alor, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif. Dalam pengumpulan data, teknik yang dilakukan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilema usaha rasional orangtua terhadap pendidikan anak di Alor, NTT adalah mereka dihadapkan pada suatu pilihan sulit yaitu apakah orangtua menyuruh anaknya untuk sekolah ataukah membantu orangtua bekerja di kebun. Sementara itu, apabila mereka menyuruh anaknya untuk kerja di kebun, maka anak tidak dapat mengenyam pendidikan di sekolah. Menurut mereka, pilihan ini lebih rasional karena secara kebudayaan anak sudah berbakti terhadap orangtua dengan membatu di kebun, dan anak juga dapat menghasilkan uang untuk kebutuhan hidup.
Analisis Krisis Pendidikan Karakter Remaja pada Era Globalisasi di Desa Mataru Barat, Nusa Tenggara Timur Antoneta Malaifani; Yayuk Julyyanti
PENSOS : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Pendidikan Sosiologi Vol. 1 No. 1 (2023): Penelitian dan Pengabdian Pendidikan Sosiologi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/pensos.v1i1.936

Abstract

The purpose of this study was to know the challenges of youth’s character education in the globalization era, and the factors that influenced the youth’s character education crisis in Mataru Barat Village, Mataru District, Alor Regency. The data of the study were collected through some techniques; they were observation, interviews, and documentation. The subjects of this study were teenagers, parents, and the village head. The data were analyzed through data reduction, data display and conclusions. The study showed that first, there was some negative character education on teenagers; they were unmanageable, and disobey parents, government regulations, and norms in the society. Second, the factors that influence youths’ character education were family factors: lack of attention from parents, environmental factors: lack of association with educated peers and media factors: youths spend more time on gadgets. Thus, the challenges of the globalization era were greatly influenced by the youths’ character in the West Mataru Village, which was negative social symptoms.
PERAN ORANG TUA PETANI DALAM MENUNJANG KEBERHASILAN PENDIDIKAN ANAK DI DESA MATARU BARAT KECAMATAN MATARU KABUPATEN ALOR Yayuk Julyyanti; Anelda M. Kamaleng
Prosiding Ilmu Pendidikan dan Keguruan Vol. 1 (2023): Tantangan, Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5.0
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua petani dalam menunjang keberhasilan pendidikan anak Di Desa Mataru Barat Kecamatan Mataru Kabupaten Alor. Dan juga untuk mengetahui faktor penghambat peran orang tua petani dalam menunjang keberhasilan pendidikan anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, subyek dalam penelitian adalah orang tua yang berprofesi sebagai petani. Pengumpulan data menggunakan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan proses analisis data yang digunakan adalah redupsi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan kurangnya peran orang tua yakni; orang tua sebagai pendidik, orang tua sebagai motivator, dan orang tua sebagai fasilitator. Sedangkan faktor penghambat peran orang tua petani dalam menunjang keberhasilan pendidikan anak yakni; rendahnya pendidikan orang tua, faktor ekonomi orang tua, dan lingkungan pergaulan anak.
Pandangan Guru Terhadap Integrasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran: Studi Deskriptif pada beberapa SMA di Kota Kupang St Ramlah; Yayuk Julyyanti; Arifin
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1269

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam pembangunan suatu bangsa. Pendidikan harus mampu mengakomodasi kebutuhan insan pembelajar agar mempunyai kesiapan dalam menghadapi perubahan zaman. Penanaman nilai-nilai kearifan lokal pada proses pembelajaran di sekolah khususnya dalam pembelajaran sosiologi, dianggap dapat membendung degradasi moral dan dapat mewujudkan manusia Indonesia yang berkarakter dan berdaya saing tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konsep kearifan lokal berdasarkan perspektif guru sosiologi dan mendskripsikan strategi integrasi kearifan lokal yang dilakukan oleh guru sosiologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah guru sosiologi pada 6 SMA di Kota Kupang. tertentu. Metode pengumpulan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data mengkuti langkah-langkah yang dikemukakan oleh Milles dan Huberman yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa guru sosiologi memahami konsep kearifan lokal denagn baik dan benar. Perspektif yang benar dan pemahaman konsep yang tepat akan mampu memberikan arah dalam melakukan integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran dengan lebih baik. Adapun strategi integrasi kearifan lokal yang dilakukan oleh guru sosiologi diantaranya melalui pembelajaran tatap muka pemaparan materi kearifan lokal, integrasi dalam kegiatan P5, integrasi melalui kegiatan ekstrakurikuler, dan pembiasaan nilai-nilai budaya dilingkungan sekolah.
Penerapan Kebijakan Sistem Zonasi Dalam PPDB Terhadap Kesetaraan Hak Anak Mendapatkan Pendidikan di SMA Negeri 2 Kupang Yulinda U. Haning; Amirulah Datuk; ST Ramlah; Yayuk Julyyanti; Idris Idris
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 2 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i2.49

Abstract

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang mengelola dan mengatur peserta didik untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki, kemudian diarahkan dan didorong agar mencapai tujuan yang diinginkan. Tahapan awal untuk memulai jenjang pendidikan formal yaitu tahap Penerimaan Peserta Didik (PPDB). PPDB adalah proses penarikan calon peserta didik untuk dijadikan input sekolah. Kegiatan ini rutin dilakukan sekolah setiap tahun ajaran baru. Tahap PPDB harus dikelola dan dilaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk memperlancar dan mempermudah dalam proses pendaftaran siswa-siswi baru, pendataan dan pembagian kelas seorang siswa-siswi. Sehingga dapat terorganisir, teratur dengan cepat dan tepat dengan beberapa persyaratan yang telah ditentukan oleh sekolah. Pada proses PPDB biasanya terdapat proses seleksi administrasi dan akademis calon siswa untuk memasuki jenjang pendidikan setingkat lebih tinggi. sesuai dengan peraturan pemerintah dengan empat jalur yakni:Penerimaan melalui jalur Zonasi, Jalur Prestasi dimana terbagi lagi menjadi 2 bagian yaitu melalui Jalur prestasi Akademik dan Jalur Prestasi Non Akademik, Jalur Pindah Orang Tua Jalur Afirmasi. Sekolah SMA Negeri 2 Kota Kupang telah melakukan Penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi. Penerpan jalur Zonasi ini memberikan hak dan kesempatan kepada siswa untuk menikmati mutu Pendidikan yang sama tanpa diskriminasi