Raden Dimas Endro Witjonarko
Jurusan Teknik Pernesinan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Kampus ITS, Keputih Sukolilo Surabaya 60111

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : INOVTEK POLBENG

Analisa Unjuk Kerja Two Stroke Marine Diesel Engine Berbahan Bakar Campuran Biosolar dan Gasoline Ron 92 Raden Dimas Endro
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.256 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1179

Abstract

Ketidakpastian dunia tentang bahan bakar menghadirkan tantangan yang membutuhkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana pengaruh bahan bakar terhadap perilaku motor diesel khususnya dan penggunaan campuran bahan bakar diesel(solar) dan bensin memungkinkan secara ekstrem dibuat secara yang sederhana dan progresif. Baru-baru ini, penggunaan bahan bakar bensin di motor diesel telah menarik minat karena efisiensi termal yang lebih baik daripada motor bensin dan motor diesel. Dua pendekatan yang biasanya diadopsi untuk menyalurkan bahan bakar campuran ke motor diesel. Salah satu strategi menggunakan port fuel injection untuk bahan bakar bensin dan injeksi langsung untuk bahan bakar diesel, yang dikenal sebagai gasoline homogeneous charge induced ignition. Strategi lain memadukan bahan bakar diesel dan bensin bersama sama sebelumnya secara langsung sebelum menginjeksikan campuran bahan bakar ke dalam selinder ruang bakar. Penelitian ini dilakukakan yang pertama untuk mendapatkan seberapa besar pengaruh pencampuran bahan bakar diesel(biosolar) dan bahan bakar bensin(Gasoline ron 92) terhadap unjuk kerja motor diesel. Dan yang kedua untuk mendapatkan prosentase campuran bahan bakar diesel(biosolar) dan bahan bakar bensin(Gasoline ron 92) yang menghasilkan unjuk kerja paling optimal. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah metode eksperimental. Pengujian dilakukan dengan melakukan eksperimen pada variasi campuran bahan bakar antara biosolar dan Gasoline Ron 92. Lalu akan dilakukan pengamatan terhadap unjuk kerja dari motor diesel yang digunakan untuk melakukan penelitian ini. Parameter unjuk kerja yang akan diamati adalah daya mesin dan bsfc. Hasil analisa terhadap BSFC pada beban simulator balast load, half load dan full load dari keempat bahan bakar BG5, BG10, B15 dan B20 adalah bahan bakar campuran BG15 mempunyai keunggulan BSFC paling rendah disusul bahan bakar B20, B10 dan BG5. Hasil analisa terhadap  daya motor diesel PE(kW) pada beban simulator balast load, half load dan full load dari keempat bahan bakar BG5, BG10, B15 dan B20 adalah bahan bakar campuran BG15 mempunyai keunggulan daya motor paling tinggi disusul bahan bakar BG20.
KAJIAN EKSPERIMENTAL EMISI GAS BUANG TWO STROKE MARINE DIESEL ENGINE BERBAHAN BAKAR CAMPURAN MINYAK SOLAR (HSD) DAN BIODIESEL MINYAK JELANTAH PADA BEBAN SIMULATOR FULL LOAD Raden Dimas Endro Witjonarko; Edi Haryono
INOVTEK POLBENG Vol 7, No 2 (2017): INOVTEK Volume 7, No 2, November 2017
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.405 KB) | DOI: 10.35314/ip.v7i2.210

Abstract

Memasuki abad ke 21, dunia mulai mengalami krisis energi terutama energi yang berasal dari bahan bakar fosil. Dimana cadangan bahan bakar yang masih tersisa di dalam bumi hampir tidak mampu mencukupi permintaan masyarakat akan energi yang terus meningkat dari hari ke hari. Cadangan bahan bakar fosil yang semakin berkurang tentu saja berakibat pada peningkatan harga bahan bakar tersebut. Apalagi bahan bakar fosil termasuk kedalam kelompok energi yang tak terbaharukan atau unrenewable energy yang berarti energi jenis ini dapat habis pada suatu waktu. Penggunaan bahan bakar yang terus meningkat memberikan dampak negatif pada lingkungan yaitu tingginya tingkat pencemaran di udara akibat emisi hasil proses pembakaran bahan bakar fosil. Emisi berupa partikulat(debu, timah hitam) dan gas(CO, NO, SO, H2S) dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan kerusakan pada lingkungan.Biodiesel sangat ramah lingkungan karena gas buang hasil pembakarannya yang dilepaskan ke atmosphir akan diserap kembali oleh tumbuhan untuk keperluan proses fotosintesis. Biodiesel akan mengurangi emisi gas buang tanpa mengorbankan unjuk kerja dan efisiensi dari mesin. Untuk mengetahui kelayakan penggunaan biodiesel dari minyak jelantah, maka dilakukanlah pengujian kandungan gas buang pada sebuah motor diesel. Gas buang yang dihasilkan motor diesel diukur dengan menggunakan alat GreenLine 4000 Gas Analyser. Gas yang diukur terdiri atas CO2, SO2, NOx, CO, dan HC. Hasil pengukuran tersebut nantinya akan dibandingkan dengan hasil pengukuran yang didapatkan pada penggunaan minyak solar(HSD). Hal ini dilakukan untuk mengetahui campuran metil ester minyak jelantah dan minyak solar(HSD) berapa perbandingan campuran yang layak untuk digunakan sebagai bahan bakar. Dari hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan bahwa campuran bahan bakar biodiesel yang direkomendasikan untuk digunakan adalah B30 dan B20. Kata kunci - Biodiesel, minyak jelantah, HSD, emisi gas buang, motor diesel.
ANALISA UNJUK KERJA MESIN DIESEL KAPAL DUA LANGKAH(TWO STROKE MARINE DIESEL ENGINE)BERBAHAN BAKAR CAMPURAN MINYAK SOLAR(HSD) DAN BIODIESEL MINYAK JELANTAH PADA BEBAN SIMULATOR FULL LOAD Edi Haryono; Raden Dimas Endro Witjonarko
INOVTEK POLBENG Vol 7, No 2 (2017): INOVTEK Volume 7, No 2, November 2017
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.988 KB) | DOI: 10.35314/ip.v7i2.220

Abstract

Berbagai penelitian telah dilakukan dalam usaha-usaha menemukan sumber energi alternatif terbarukan, salah satu diantaranya adalah penggunaan bahan bakar nabati untuk mensubtitusi bahan bakar fosil. Sumber minyak nabati ini bisa digunakan langsung atau bisa juga dikombinasikan dengan bahan bakar fosil yang sudah ada seperti yang sudah kita kenal sebagai disebut sebagai biofuel. Biofuel biasanya disebut bioethanol yang digunakan pada motor bakar bensin dan biodiesel yang bisa digunakan pada motor bakar diesel. Salah satu energi alternatif diantaranya adalah biodiesel dari minyak jelantah. Biodiesel umumnya digunakan sebagai substitusi bahan bakar fosil dengan cara dicampurkan dengan rasio tertentu. Pencampuran dilakukan agar biodiesel dapat digunakan pada motor diesel tanpa perlu modifikasi. Pada penelitian ini biodiesel dari minyak jelantah dicampur dengan HSD dengan merk dagang pertamina dex dengan rasio prosentase 10%, 20%, 30%. Karateristik biodiesel minyak jelantah yang dicampur dengan HSD mempunyai nilai flash point 1760C, viskositas@400C sebesar 8,09 cst dan nilai kalori 9325 Cal/gr. Semakin tinggi prosentase biodiesel minyak jelantah yang ditambahakan pada minyak solar(HSD) menyebakan kenaikan viskositas yaitu pada B10 2,90 cst, B20 3,23 cst, dan B30 3,71 cst dan untuk nilai kalori dan flash point mengalami penurunan yaitu B10 10.764 Cal/gr, B20 10.657 Cal/gr, B30 10.450 Cal/gr dan B10 77 0C, B20 79 0C dan B30 85 0C. Bahan bakar campuran tersebut diuji cobakan pada motor diesel untuk menegetahui karateristik unjuk kerjanya. Eksperiment dilakukan dengan variasi putaran pada kondisi beban simulator full load. Beban simulator full load adalah beban simulasi keadaan kapal dengan muatan penuh. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan berdasarkan uji karateristik properties dan eksperiment yang dilakukan pada masing – masing bahan bakar maka komposisi bahan bakar campuran yang memberikan unjuk kerja terbaik pada kondisi beban simulator full load adalah B30 pada putaran 900 rpm keatas dan B10 pada putaran 600 rpm sampai 900 rpm. Kata kunci - Biodiesel minyak jelantah,HSD, karateristik biodiesel, unjuk kerja, motor diesel.
Analisis Pengaruh Ketinggian Transom Terhadap Thrust Propeller Menggunakan Metode CFD Abdul Gafur; Edi Haryono; Iqbal Barlianta; Leli Pramesti; Erdimas Endro Witjonarko
Jurnal Inovtek Polbeng Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3208

Abstract

Smart Autopilot Unmanned Ship (SAUS) merupakan kapal penelitian ikan yang belum dipasang mesin tempel sebagai penggeraknya. Perhitungan hambatan kapal dilakukan untuk memilih mesin tempel yang optimal. Hasil perhitungan tahanan didapatkan nilai  sebesar 0,5 kN dengan menggunakan software Maxsurf Resistance. Mesin tempel yang dipilih adalah Yamaha F20 CMH. Pada penelitian ini gaya dorong propeller pada kapal SAUS dianalisa dengan 3 variasi yaitu ketinggian transom (sesuai desain 0,6 meter, 0,573 meter, dan 0,548 meter). Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Computational Fluid Dynamic (CFD). Hasil akhir dari penelitian ini adalah variasi tinggi 0,548 meter merupakan variasi maksimum. Gaya dorong yang dihasilkan sebesar 806,227 N dan torsi propeler sebesar 143,152 Nm dan kecepatan aliran fluida yang dihasilkan oleh putaran propeler sebesar 4,63113 m/s.
Analisis Pengaruh Ketinggian Transom Terhadap Thrust Propeller Menggunakan Metode CFD Abdul Gafur; Edi Haryono; Iqbal Barlianta; Leli Pramesti; Erdimas Endro Witjonarko
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3208

Abstract

Smart Autopilot Unmanned Ship (SAUS) merupakan kapal penelitian ikan yang belum dipasang mesin tempel sebagai penggeraknya. Perhitungan hambatan kapal dilakukan untuk memilih mesin tempel yang optimal. Hasil perhitungan tahanan didapatkan nilai  sebesar 0,5 kN dengan menggunakan software Maxsurf Resistance. Mesin tempel yang dipilih adalah Yamaha F20 CMH. Pada penelitian ini gaya dorong propeller pada kapal SAUS dianalisa dengan 3 variasi yaitu ketinggian transom (sesuai desain 0,6 meter, 0,573 meter, dan 0,548 meter). Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Computational Fluid Dynamic (CFD). Hasil akhir dari penelitian ini adalah variasi tinggi 0,548 meter merupakan variasi maksimum. Gaya dorong yang dihasilkan sebesar 806,227 N dan torsi propeler sebesar 143,152 Nm dan kecepatan aliran fluida yang dihasilkan oleh putaran propeler sebesar 4,63113 m/s.