Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kapasitas Perempuan Bekerja Dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Di Kota Medan Atikah Ulayya; Hardiyanto, Sigit; Ali, Khaidir; Lubis, Faizal Hamzah
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 7 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v7i2.985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas perempuan dalam meningkatkan ketahanan keluarga di Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian tentang kapasitas perempuan bekerja dalam meningkatkan ketahanan keluarga di Kota Medan, kapasitas perempuan bekerja dalam meningkatkan ketahanan keluarga di Kota Medan dengan cara memberikan pola asuh anak secara optimal. Pola asuh yang dilakukan dalam rangka meningkatkan ketahanan keluarga di Kota Medan diantaranya pemberian perhatian, kasih sayang dan apresiasi secara optimal dengan mengedepankan sosialisasi nilai dan norma yang ditanamkan merupakan bagian yang paling penting dalam menumbuhkan sikap semangat dan positif pada anak. Hal ini dikarenakan apresiasi dapat memberikan dorongan stimulus dalam bentuk tindakan yang baik dan diharapkan oleh setiap orang tua. Pemberian apresiasi dan kasih sayang juga pada dasarnya merupakan bagian dari pengakuan yang diberikan oleh orang tua agar anak dipandang bagian dari buah hati para orang tua. Dalam memberikan pola asuh optimal yang dilakukan orang tua kepada anak juga memberikan pendidikan seks mengacu pada doktrinisasi yang diberikan orang tua. Doktrin yang diberikan lebih mengacu dampak yang ditimbulkan oleh seks bebas seperti hamil di luar nikah, berkorelasi dengan kriminalitas, sampai pada sanksi pengucilan pada masyarakat.
Integration of Eco-Islamic Values and Local Wisdom of the Suku Anak Dalam: A Model for Conservation Education and Cultural Resilience Strengthening Pahmi, Pahmi; Alhusni, Alhusni; Ali, Khaidir; Nugrah, Mukhlas
Tunjuk Ajar: Journal of Education and Culture Vol. 2 No. 1 (2026): JUNE (in Progres)
Publisher : Tuah Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64929/ta.v2i1.44

Abstract

This study analyzes the integration of Eco-Islamic values with the local wisdom of the Suku Anak Dalam (SAD) in Jambi to develop a culture-based conservation education model. Through a qualitative ethnographic approach involving in-depth interviews, participant observation, and document analysis, the research reveals that the ecological practices of SAD, such as hompongan (customary forest enclosures), tanah peranakan (ancestral land conservation), and the besale ritual, not only represent environmental ethics aligned with Islamic principles (kalifah, amanah, mizan, ‘adl) but also contain rich pedagogical values. This integration gives rise to an Eco-Islamic Indigenous Framework, which is operationalized into a culture-based conservation education model. This model offers a contextual learning approach to strengthen ecological literacy, cultural identity, and community resilience. The study concludes that integrating spiritual values and local wisdom into conservation education can be an effective strategy for achieving environmental and cultural sustainability simultaneously.