Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Paulus Civil Engineering Journal

Pemanfaatan Agregat Sungai To Puang Kabupaten Tana Toraja Sebagai Bahan Campuran Beton Misel Boro Allo; Herman Parung; Junus Mara
Paulus Civil Engineering Journal Vol 3 No 4 (2021): Volume 3 No.4 Desember 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil UKI Paulus-Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.374 KB) | DOI: 10.52722/pcej.v3i4.337

Abstract

Entering the New Normal 2021 era due to the Covid-19 pandemic, all industries began to develop again, especially infrastructure development projects. Everyone is competing to take the initiative to create quality and efficient concrete by using the materials around it. This research focuses on the utilization of the aggregate of the To Puang River, Tana Toraja Regency as a concrete mix stacking material, to determine the value of compressive strength, split tensile strength value, flexural strength value, and elastic modulus value. The mix design of this study used the SNI 7656:2012 method. In this study, the planned quality target was f'c = 28 MPa with a water-cement factor (fas) of 0.44. The results of this study indicate that the average compressive strength is 30.290 MPa, the average split tensile strength is 2.902 MPa, the average flexural strength is 3.376 MPa, and the modulus of elasticity is 20820.747 MPa.
Pemanfaatan Agregat Sungai To Puang Kabupaten Tana Toraja Sebagai Bahan Campuran Beton Allo, Misel Boro; Parung, Herman; Mara, Junus
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 4 (2021): PCEJ, Vol.3, No.4, December 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/gt0tfy95

Abstract

Memasuki era New Normal 2021 akibat pandemi Covid-19 membuat semua industri mulai berkembang lagi, khususnya proyek pembangunan infrastruktur. Semua orang berlomba untuk berinisiatif menciptakan beton yang bermutu dan efisien dengan menggunakan material yang ada di sekitarnya. Penelitian ini terfokus pada pemanfaatan agregat Sungai to Puang Kabupaten Tana Toraja sebagai bahan susun campuran beton, untuk mengetahui nilai kuat tekan, nilai kuat tarik belah, nilai kuat lentur, dan nilai modulus elastisitas. Mix design penelitian ini menggunakan metode SNI 7656: 2012. Pada penelitian ini target mutu rencana f ’c = 28 MPa dengan nilai faktor air semen (fas) 0,44. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 30,290 MPa, kuat tarik belah ratarata sebesar 2,902 MPa, kuat lentur rata-rata sebesar 3,376 MPa, dan nilai modulus elastisitas sebesar 20820,747 MPa. 
Evaluasi Perilaku Mekanik Mortar Berkelanjutan menggunakan Butiran Plastic PET (Polyethylene Terephthalate) sebagai Substitusi Agregat Halus Allo, Misel Boro; Ramadhan, Bayu Rahmat; Wahidin, Suci Amalia Namira; Verucha, Novacharisma V.; Akifa, Sri Nur; Said, Sugira; Seril, Boroallo
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N2 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/qk4qny98

Abstract

Transformasi penggunaan material tidak terbarukan menjadi terbarukan menjadi material inovatif yang berkelanjutan. Limbah plastik tahunan meningkat dan memperparah kerusakan lingkungan. Peningkatan limbah plastic yang sulit terurai, dan menimbulkan gas beracun saat di bakar dapat merusak alam. Memanfaatkan sampah ini dalam produksi beton dapat membantu melestarikan sumber daya bangunan. Penelitian ini untuk menguji perilaku mekanik mortar dengan pengantian agregat menggunakan limbah plastic PET (butiran) dengan variasi 0%, 3% dan 5% dari berat pasir. Pengujian dilakukan pada umur 7 dan 28 hari. Penelitian ini mengevaluasi flow mortar, density, dan kuat tekan. Penggantian agregat halus menggunakan agregat plastik PET sampai 5% dalam campuran mortar menunjukkan dampak positif pada nilai kuat tekan mortar dan material dapat menyerap energi yang baik. Penelitian ini menunjukkan peningkatan kekuatan tekan mortar hingga 1.16 kali dibandingkan campuran kontrol saat menggunakan 5% agregat limbah PET sebagai agregat limbah plastik PET dalam campuran mortar sehingga mendukung pengembangan bahan konstruksi yang berkelanjutan
Analisis Upaya Mitigasi Dampak Erosi Aliran Sungai terhadap Struktur Pilar Jembatan karuru, rezky susmono; Allo, Misel Boro; Verucha, Novacharisma Vindiantri
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 3 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N3 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/ct1yj152

Abstract

Analisis hidrolika terhadap Sungai Basi 6 menunjukkan bahwa muka air banjir pada debit rencana Q100 tahun hampir menyentuh lantai jembatan eksisting. Pada tahun 2025, kejadian banjir besar mengakibatkan tinggi muka air mencapai elevasi dasar (bottom) jembatan, menimbulkan risiko serius terhadap struktur jembatan yang telah berusia puluhan tahun. Jembatan ini berada tepat pada tikungan tajam alur sungai, sehingga sisi luar belokan menerima tekanan aliran terbesar. Hal tersebut menyebabkan aliran menghantam langsung abutment dan memicu terjadinya gerusan (scouring) yang berpotensi melemahkan fondasi. Kecepatan aliran pada kondisi eksisting tercatat mencapai 4,86 m/s, yang mempercepat proses erosi di sekitar struktur. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan upaya normalisasi alur sungai dengan mengubah geometri menjadi lebih lurus, serta membangun tanggul sepanjang 100 meter di sisi hulu dan hilir jembatan. Langkah ini bertujuan menurunkan kecepatan aliran dan mengurangi potensi gerusan. Selain itu, direncanakan pembangunan bangunan pereduksi kecepatan aliran, terutama di area tikungan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kecepatan aliran dapat ditekan menjadi 2,03 m/s pada kondisi rencana. Perubahan ini menunjukkan penurunan energi aliran secara signifikan dan peningkatan stabilitas di sekitar abutment. Berdasarkan kajian tersebut, direkomendasikan bahwa kombinasi penataan ulang alur sungai, pemasangan bronjong, serta peninggian elevasi jembatan minimal 1,5 meter dari muka air banjir merupakan solusi yang efektif dalam penanganan gerusan dan peningkatan keselamatan jembatan.