Anin, Helidorus F
Department State Administration, Faculty Of Social And Political Science, Universitas Timor, Kefamenanu, Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Dilema Otoritas dan Kohesi Sosial: Kajian Sosiologis Kebebasan Beragama dan Aliran Baru di Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur Melkianus Suni; Helidorus F. Anin; Nikolaus Uskono
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i4.6276

Abstract

This study situates Kefamenanu, East Nusa Tenggara, as a significant locus for examining religious freedom, given its plural religious landscape and strong cultural traditions, which together create a concrete arena of tension between individual freedom of belief and dominant social norms. The emergence of new religious groups in this context has generated distinctive social, cultural, and institutional responses, markedly different from those in larger urban settings. Unlike previous studies that have tended to label such groups as “heretical” or “deviant” by focusing on doctrinal divergence, this research offers an alternative perspective by foregrounding social interactions, cultural values, the existential motivations of new adherents, and the role of policy frameworks and inter-agency coordination in shaping social relations. Adopting a qualitative case study approach, informants were purposively selected, including community members, officials from the National Unity and Political Agency (Kesbangpol), representatives of the Interfaith Harmony Forum (FKUB), staff of the Office of Religious Affairs, and followers of new religious movements. Data was collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and subsequently analyzed thematically. The findings underscore three key aspects: (1) value conflicts between individual religious freedom and cultural norms reinforced by majority pressures; (2) regulatory inefficiencies and weak inter-agency coordination, including the limited authority of FKUB, which exacerbate conflict and miscommunication; and (3) existential motivations as a critical factor driving individuals to join new religious groups despite stigma and social isolation. Overall, the study demonstrates that religious freedom in Kefamenanu is not solely a matter of individual rights but is deeply interwoven with social identity, group integration, and community stability.
Sosialisasi Dan Simulasi Pilkades Serentak Tahun 2023 Di Kecamatan Noemuti Yosef Serano Korbaffo; Helidorus F. Anin
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Maret-Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v2i1.2836

Abstract

Pemilihan kepala desa merupakan salah satu momentum perwujudan demokrasi lokal di mana dalam proses tersebut masyarakat diberi kesempatan untuk memilih calon kepala desanya secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Kabupaten Timor Tengah Utara sedang mempersiapkan diri untuk melaksanakan pemilihan kepala desa serentak di 154 Desa. Demi menjamin terselenggaranya pemilihan kepala desa serentak secara baik, Panitia Pemilihan Kabupaten (PPK) melakukan sosialisasi dan simulasi Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2023 kepada Panitia Pemilihan Desa (PPD) kecamatan Noemuti. Tujuan kegiatan ini adalah agar PPD kecamatan Noemuti memiliki pemahaman yang sama terhadap pelbagai tata cara dan tahapan pemungutan suara hingga penyelesaian hasil sengketa. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi dan simulasi yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi/tanya jawab. Sosialisasi dan simulasi dilakukan oleh PPK, kemudian diikuti dengan tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini adalah: 1) Secara teoritis, PPD Kecamatan Noemuti memperoleh pengetahuan dan wawasan yang mendalam tentang Tata Cara Pemungutan Suara hingga Penyelesaian Sengketa Hasil; 2) Secara praktis, PPD Kecamatan Noemuti melakukan sosialisasi dan simulasi kepada rekan PPD lainnya yang tidak sempat hadir; 3) Secara praktis, semua PPD kecamatan Noemuti yang akan bertugas pada tanggal 17 Mei 2017 nanti mampu untuk mempraktekannya dengan baik dan benar demi menghindari adanya kesalahan adminitratif yang berpotensi memicu terjadinya konflik horizontal di masyarakat desa.