Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Islam dan Peradaban Dunia: Pendekatan Historis sebagai Sudut Pandang Mengkaji Islam Muhammad Ihsanul Arief
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 1 No. 5 (2022): September : Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v1i5.101

Abstract

Islam sebagai agama yang telah tumbuh dan berkembang sejak empat belas abad silam. Fase-fase perkembangan yang terjadi tentu harus dilihat faktor internal dan eksternal yang mengitarinya. Hal demikian tentu diperlukan pendekatan historis untuk memotret secara utuh apa saja yang telah berubah dari masa ke masa. Fiqih yang merupakan hasil ijtihad ulama salah satu contoh memiliki perkembangan yang signifikan dalam ilmu pengetahuan. Kontribusi ulama pada masa lampau menggiring ulama di masa mendatang dalam menganalisa masalah yang kompleks menjadi lebih kompeherensif. Pendekatan historis dapat membantu menguraikan, dan menafsirkan ulang pokok masalah serta memberikan gambaran para ulama generasi sesudahnya untuk mencari jalan keluar yang tepat. Selain itu menelusuri sumber agama Islam melalui aspek historis akan memperkuat kevalidan dari agama itu sendiri.
Al-Qur’an Sebagai Doktrin bagi Umat Islam: Kajian Kitab Suci dalam Pendekatan Historis Muhammad Ihsanul Arief
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 1 No. 6 (2022): November : Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v1i6.102

Abstract

Al-Qur’an memiliki apek kesejarahan yang sangat panjang, sejalan dengan perkembangan pemeluk agama Islam itu sendiri. Kesamaan bunyi bacaan umat pada empat belas abad silam dengan masa sekarang menjadi hal yang penting untuk wajib dijaga. Jika terdapat kekeliruan dalam bacaan, maka akan muncul konsekuensi, yaitu ketidakvalidan dalam riwayat sumber agama, dan berakibat pada kesalahan. Al-Qur’an dalam bentuk tulisan dalam mushaf yang kita lihat di masa saat ini tentu berbeda pada masa dulu dari tanda bacanya. Namun dalam aspek pelafalan, bunyinya sama terhubung dengan sanad yang mutawatir sehingga masih bisa dibuktikan keontetikannya. Upaya menjelaskan hal demikian secara detail sangat diperlukan sekali melalui pendekatan historis. Apa saja faktor yang mendukung sehingga keaslian bunyi, serta tulisan yang telah distandarisasikan pada masa kekhalifahan Sayyidina Utsman harus menjadi fokus perhatian bersama. Selain itu kajian melalui pendekatan historis ini memberikan diskripsi dari perbedaan pembukuan kitab-kitab suci sebelumnya.
KONSEP TRANSAKSI PAYLATER E-COMMERCE DALAM HUKUM EKONOMI SYARIAH Fira Nafwa Shafitri Shafitri; Noor Syifa; Nur Athiyya Garneta; Muhammad Ihsanul Arief
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 4 (2023): July: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v2i4.207

Abstract

Pada era modern atau revolusi 4.0 saat ini perkembangan di bidang teknologi informasi berkembang sangat pesat. Adanya perkembangan teknologi membuat segala sesuatu dapat dilakukan menggunakan alat bantu elektronik sehingga lebih cepat dan efisien, serta mempermudah pekerjaan manusia. Pada saat ini banyak sekali transaksi yang dilakukan secara online, baik itu jual beli, utang piutang maupun transaksi lainnya. Salah satu fitur yang sedang marak digunakan oleh masyarakat ialah metode pembayaran PayLater. Dalam PayLater, metode pembayaran menggunakan dana talangan dari perusahaan aplikasi, kemudian pengguna membayarkan sejumlah uang kepada perusahaan aplikasi tersebut. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan penjabaran dari hasil penelitian menggunakan deskripsi dengan kalimat secara rinci dan mendetail agar pembaca memahami fenomena yang diangkat oleh peneliti. teknik pengumpulan data dengan studi pustaka untuk mengambil data dan informasi baik melalui dokumen tertulis maupun dokumen elektronik yang mendukung proses penulisan. Dari hasil dan pembahasan, ditinjau dari hukum ekonomi syariah menurut Islam, PayLater disebut juga dengan akad utang-piutang atau qardh. PayLater menetapkan adanya bunga cicilan dan denda keterlambatan jika mengindikasikan adanya riba. Bisa disimpulkan PayLater ini termasuk riba. Diindikasikan adanya riba karena jika pengguna belum bisa membayar saat jatuh tempo dikenakan pembayaran berlipat-lipat.
DINAMIKA MASYARAKAT MULTIKULTURAL: PETA PEMIKIRAN BHIKHU PAREKH TERHADAP PERBEDAAN BUDAYA UNTUK PENGUATAN KERAGAMAN Muhammad Ihsanul Arief
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2024): March Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v3i2.927

Abstract

Sebuah keniscayaan dalam komunitas masyarakat hidup dalam perbedaan. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa dalam perbedaan yang terjadi berpotensi memunculkan gesekan yang kapan saja bisa memicu konflik di masyarakat. Namun perbedaan bisa sebaliknya menjadi modal menuju masyarakat yang lebih berperadaban asalkan terikat dengan sistem yang mengikat dan mufakat. Tujuan dari penulisan artikel ini untuk menganalisa pemikiran Bikhu Parekh terhadap multikulturalisme. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dan strategi studi pustaka. Penelitian studi kepustakaan bertujuan untuk mendiskripiskan secara detail suatu masalah yang diteliti secara baik. Bikhu Parekh menawarkan konsep multikulturalisme sebagai solusi mengatasi perbedaan dalam hidup di masyarakat. Hal demikian sejalan pula dengan semangat moderasi dalam beragama yang menjunjung asas keadilan untuk seluruh masyarakat.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMP NEGERI 3 BANJARBARU Ahmad Riduan; Ahmad Mahfuz; Muhammad Ihsanul Arief
Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2024): Januari: Journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v3i1.1050

Abstract

Policy changes in the curriculum have a significant impact on educational institutions. The "Kurikulum Merdeka" (Independent Curriculum) implemented by the government presents both challenges and opportunities for improving the quality of education in Indonesia. The purpose of this article is to discuss the implementation of the Kurikulum Merdeka in Islamic Religious Education and Character Education learning at SMP Negeri 3 Banjarbaru, which has implemented the Kurikulum Merdeka for the first cohort. The study acknowledges the obstacles and challenges faced by teachers there. This research is a qualitative field study. Data collection techniques used in this study include observation, interviews, and documentation. Data processing involves collecting, classifying, verifying, and concluding data.The results of the study on the implementation of the Kurikulum Merdeka in Islamic Religious Education and Character Education at SMP Negeri 3 Banjarbaru show that the process begins with lesson planning by subject teachers, which includes analyzing learning outcomes, formulating learning objectives, designing learning objective sequences, and developing teaching modules. The learning process is carried out through preliminary activities, core activities, and closing activities. The implementation of the P5 (Project-Based Learning) is running well, with several themes being successfully executed, including entrepreneurship, building spirit and body, and sustainable lifestyle. The assessments used include diagnostic, formative, and summative assessments. The supporting aspects of the Kurikulum Merdeka implementation are the readiness of teachers and students, adequate facilities and infrastructure, and support from various parties. The inhibiting aspects are the teachers' understanding and experience, student motivation, and the perceived insufficient allocation of time.