Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pendampingan Implementasi Akuntansi Akrual dan Manajemen Pada Koperasi Binaan PT Tripa Maju Bersama Rilla Gantino; Desy Prastyani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 3: August 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i3.758

Abstract

Koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Sebagai sebuah badan usaha, maka koperasi perlu di kelola dengan prinsip-prinsip pengelolaan yang sesuai dengan konsep manajemen. Pelaksanaan konsep manajemen secara baik akan menambah peluang untuk koperasi menjadi lebih berkembang.  Koperasi juga memiliki kewajiban untuk membuat laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada semua anggota koperasi. Selama ini banyak koperasi belum menerapkan akuntansi akrual. Oleh karena itu perlu di berikan pengetahuan dan pemahaman melalui latihan nyata dalam menerapkan akuntansi akrual, demikian pula pemahaman terhadap SAK ETAP. Pelakasanaan pemaparan materi melalui media zoom, tatap muka di salah satu koperasi yang dipilih. Hasil dari kegiatan ini adalah terselenggaranya pencatatan secara akrual dan mampu menghasilkan laporan keuangan dengan akuntansi yang berbasis akrual dan sesuai dengan SAK ETAP Assistance in the Implementation of Accrual Accounting and Management at PT Tripa Maju Bersama Fostered Cooperatives  A cooperative is an economic organization owned and operated by people for the common good. Cooperatives are based on activities based on the principle of the people's economic movement based on the principle of kinship. As a business entity, cooperatives need to be managed with management principles that are in accordance with the concept of management. Good implementation of the management concept will increase the opportunity for cooperatives to become more developed.  The cooperative also has the obligation to make financial statements as a form of accountability to all members of the cooperative. So far, many cooperatives have not implemented accrual accounting. Therefore, it is necessary to provide knowledge and understanding through real exercises in applying accrual accounting, as well as an understanding of SAK ETAP. The implementation of the presentation of a ran material through zoom media, and mentoring activities are also carried out with face-to-face media at one of the selected cooperatives. The result of this activity is the implementation of accrual recording and being able to produce financial statements with accrual-based accounting and in accordance with SAK ETAP
Pelatihan dan Pendampingan Perencanaan Laba dan Laporan Keuangan pada UKM Binaan PT.Kimia Farma Rilla Gantino; Desy Prastyani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i3.1284

Abstract

Perencanaan laba merupakan kegiatan yang penting karena dapat mengoptimalkan pengguanaan sumber daya, dapat dimanfaatkan juga sebagai langkah awal membuat rencana pemasaran dalam rangka meningkatkan penjualan dan laba. Perencanaan laba tidak saja digunakan oleh perusahaan besar namun juga dapat diimplementasikan pada usaha kecil dan menengah. Selain itu peran laporan keuangan juga penting guna memberikan informasi bagi para pengguna laporan antara lain adalah pemerintah dalam rangka peningkatan pendapatan pajak. Oleh karena itu dilaksanakan pelatihan sekaligus praktek perencanaan laba dan pembuatan laporan keuangan pada UKM binaan PT. Kimia Farma. Praktek perencanaan laba dilakukan dengan presentasi materi oleh fasilitator kemudian peserta wajib mengerjakan tugas berupa pemisahan biaya tetap dan biaya variabel pada usaha masing-masing yang dilanjutkan dengan menghitung besaran nilai BEP. Pelatihan pembuatan laporan keuangan juga dilakukan dengan presentasi materi dan dilanjutkan dengan mengerjakan tugas melakukan pencatatan, dan pembuatan laporan sesuai dengan siklus akuntansi.  Profit Planning and Financial Reports Training and Mentoring on PT.Kimia Farma's assisted SMEs Profit planning is an important activity because it can optimize the use of resources, it can also be used as a first step in making a marketing plan in order to increase sales and profits. Profit planning is not only used by large companies but can also be implemented in small and medium enterprises. In addition, the role of financial reports is also important in providing information for report users, including the government in order to increase tax revenues. Therefore, training is carried out as well as the practice of profit planning and preparing financial reports for SMEs assisted by PT. Pharmaceutical Chemistry. The practice of profit planning is carried out by presenting material by the facilitator, then the participants are required to carry out tasks in the form of separating fixed costs and variable costs for each business, followed by calculating the BEP value. Training on making financial reports is also carried out by presenting material and continuing with work on recording tasks, and preparing reports in accordance with the accounting cycle.
Praktek Manajemen Persediaan dan Laporan Keuangan Level 2 pada UKM Binaan Perum Peruri Rilla Gantino; Ritta Setiyati
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i2.1841

Abstract

Pelatihan manajemen persediaan dan laporan keuangan level 2 bertujuan agar pelaku usaha UKM mampu merencanakan pembelian bahan /pembelian persediaan barang/perlengkapan supaya efisien dan efektif serta menghasilkan laporan keuangan yang benar.  Persediaan perlu direncanakan dan dikendalikan karena persediaan yang terlalu banyak akan membutuhkan biaya simpan dan akan mempengaruhi besaran utang serta cashflow perusahaan. Selain pengelolaan persediaan, perusahaan juga memerlukan laporan keuangan.  Perum Peruri memberikan kesempatan kepada pelaku UKM melalui pelatihan dan praktek pelaporan keuangan. Pelaksanaan pelatihan pelaporan keuangan level 2 diperuntukkan untuk peserta yang sudah melaksanakan pelatihan pelaporan keuangan sebelumnya. Perum Peruri juga menambahkan materi manajemen persediaan pada kegiatan ini. Adapun jumlah peserta yang mengikuti pelatihan manajemen persediaan 20 peserta dan 15 peserta untuk  pelaporan keuangan.  Pelatihan ini  dikoordinir oleh PT. Sinergy Artha Pinasthika. Metode pelaksanaan kegiatan melalui  presentasi materi oleh fasilitator kemudian peserta wajib mengerjakan tugas berupa menghitung besaran pembelian yang ekonomis untuk setiap kali melakukan pembelian.   Melalui pelatihan manajemen persediaan, 15 pelaku UKM  berhasil menghitung EOQ untuk persediaan dari kegiatan usahanya sedangkan 5 lainnya masih perlu perbaikan. Selanjutnya 7 Peserta  pelatihan pelaporan keuangan telah berhasil membuat neraca dan laba rugi dari kegiatan usahanya, sisanya masih perlu dilakukan pembinaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil tersebut, perlu kiranya kegiatan seperti ini terus dilakukan untuk pelaku UKM  binaan lainnya. Inventory Management Practices and Level 2 Financial Reports in UKM under the guidance of Perum Peruri Inventory management and financial reporting level 2 training aims to enable SME entrepreneurs to plan the purchase of materials/ goods so that they are efficient and effective and generate correct financial reports. Inventory planning will reduce storage costs and the amount of debt as well as the company's cash flow. Apart from inventory management, companies also need financial reports. Level 2 financial reporting training is intended for participants who have carried out previous financial reporting training. Perum Peruri provides training and financial reporting practices and  added inventory management material to this activity. The number of inventory management training participants was 20 participants and 15 participants for financial reporting. This training is coordinated by PT. Synergy Artha Pinasthika. The activity is carried out through a presentation of material by the facilitator, then participants are required to complete the task of calculating the economical purchase amount. Through inventory management training, 15 SMEs succeeded in calculating EOQ for inventory from their business activities, while 5 others still needed improvement. Furthermore, 7 financial reporting training participants have succeeded in making balance sheets and profit and loss from their business activities, the rest still need further training. Based on these results, it is necessary that activities like this continue to be carried out for other assisted UKM  
EDUKASI GIZI DAN OLAHRAGA UNTUK MENGATASI OBESITAS POLISI NASIONAL TIMOR LESTE Mury Kuswari; Rilla Gantino; Wahyuddin Wahyuddin; Nuraini Diah Novianti; Lianda Rachmadany Sinaga; Marcos Salgario Deo Da Silva; Jeny Palulun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27478

Abstract

Abstrak: Obesitas merupakan masalah serius yang berdampak pada kesehatan, kebugaran, dan produktivitas kerja, termasuk di kalangan aparat kepolisian. Perlu upaya untuk mengatasi permasalahan ini melalui edukasi gizi dan olahraga yang menjadi solusi penting. Polisi Nasional Timor Leste merupakan salah satu insitusi yang memperhatikan status gizi pegawainya agar tidak berlebih. Program edukasi gizi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pola makan dengan konsep gizi seimbang dan edukasi aktivitas fisik yang teratur dan terstruktur agar dapat menjaga kebugaran tubuh dan mengatasi permasalahan obesitas pekerja. Kegiatan dilakukan pada bulan Juli tahun 2024 di Kantor Pusat Kepolisian Timor Leste dan diikuti oleh 117 polisi. Kegiatan dimulai dengan memberikan edukasi gizi seimbang, dilanjutkan dengan edukasi dan praktek olahraga serta pengukuran berat badan, lingkar perut serta konsultasi gizi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan gizi dan olahraga polisi Timor Leste sebesar 38,7 poin sebelum dan setelah kegiatan. Kegiatan pengabdian ini diharapkan menjadi dasar awal untuk merancang program yang lebih spesifik dan berkelanjutan untuk polisi Timor Leste agar memiliki tubuh ideal dan lebih produktif.Abstract: Obesity was a serious issue that impacted health, fitness, and work productivity, including among law enforcement officers. Efforts were necessary to address this issue through nutrition education and exercise, which served as key solutions. The National Police of Timor Leste was one of the institutions that paid attention to the nutritional status of its staff to prevent excess weight. The nutrition education program aimed to enhance understanding of balanced diet concepts, alongside structured and regular physical activity education to maintain fitness and address employee obesity. The activities were conducted in July 2024 at the Timor Leste Police Headquarters and were attended by 117 officers. The program began with balanced nutrition education, followed by exercise education and practice, as well as weight, waist circumference measurements, and nutrition consultations. The results of this service activity were improved knowledge of police officer 38,7 before and after education activities. The activities expected to provide a foundation for designing more specific and sustainable programs for Timor Leste police officers to achieve ideal body conditions and improved productivity.