Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Harmony of Economic-Based Interfaith Communication Maesaroh, Maesaroh; Moch Lutfi, Refa Apriatna; Aripudin, Acep
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padngsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v11i2.13888

Abstract

This study examines the role of interfaith communication in creating economic harmony between Hindu and Muslim communities in Taman Lingsar, Lombok. Taman Lingsar is a unique example of collaboration between two different religious groups, where they interact in various religious and economic activities. The aim of this research is to understand how interfaith communication facilitates the creation of mutually beneficial economic synergy, as well as how these two communities cooperate in sectors such as tourism, trade, and local handicrafts. Through a library research approach, this study analyzes relevant literature on interfaith communication and economic synergy. The results of the study show that open and respectful communication between Hindus and Muslims in Taman Lingsar not only strengthens their social relationships but also encourages collaboration in economic activities. This synergy is reflected in the progress of the tourism sector and the improvement of the local community's economic well-being. The study concludes that effective interfaith communication can serve as a model for creating social and economic harmony in areas with religious and cultural diversity.
Peran Komunitas Peduli Anak Yatim Piatu Dalam MeningKatkan Kesejahteraaan Anak kalamulloh, Pendi Kalamulloh; Aripudin, Acep; Marfuah, Luk-luk Atin
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v9i1.24802

Abstract

Kegiatan meningkatkan kesejahteraan anak memerlukan perhatian yang optimal dari masyarakat dan pemerintah. Komunitas peduli anak yatim piatu berperan dalam meningkatkan kesejahteraan yatim yang berdampak positif dalam pembangunan sosial yang berada di Desa Toblong Kabupaten Garut, keberadaanya bertujuan untuk mengimplementasikan peningkatan kesejahteraan anak-anak yatim piatu sudah dinilai cukup berpontensi dan memberikan dampak positif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program, proses implementasi, dan hasil dari program komunitas peduli anak yatim piatu dalam meningkatkan kesejahteraan anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa komunitas peduli anak yatim piatu dalam meningkatkan kesejahteraan anak dalam pelaksanaan programnya berjalan konsisten, melalui proses pemerataan pendapatan, pendidikan, serta peningkatan kualitas kesehatan. Proses implementasi program tersebut berdampak positif, baik primer ataupun sekunder tercukupi, respon masyarakat terhadap komunitas peduli anak yatim piatu dianggap tepat sasaran, adil dan kontinu. Hasil dari program berdampak baik terhadap aspek ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Pengembangan Potensi Wisata Alam Desa Ngliman Zulaika, Almira Salma; Rifai, Bachrudin; Aripudin, Acep
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 8 No. 1 (2023): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v8i1.43358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan wisata alam pedesaan di desa Ngliman, dan dampak pengembangan wisata alam pedesaan di desa Ngliman dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini yang dilakukan dengan metode deskriptif dengan menjelaskan potensi pengembangan wisata alam, pendekatan yang digunakan kualitatif dengan mengumpulkan data secara empiris di lapangan sesuai fakta, tanpa merubah hasil temuan. Pengambilan data dalam penelitian melalui observasi secara langsung, wawancara kepada informan terkait, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Pemerintah Desa maupun masyarakat dalam melaksanakan pengembangan Objek Wisata Air Terjun Singokromo telah melakukan berbagai tahapan dan upaya meskipun belum maksimal. Implementasi dari pengembangan objek wisata dapat dilihat dari peningkatan dalam bidang perekonomian, sosial budaya masyarakat dan lingkungan. Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Singokromo mampu menciptakan lapangan kerja baru, kesempatan kerja, dan peningkatkan pendapatan masyarakat.
Cyber Religion dan Respons Keberagamaan Generasi Milenial di Media Sosial @Bimbingan_Islam Hendra Hardiyan Syah, Yoshy; Aripudin, Acep; Kuswana, Dadang
Postmodernism: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Postmodernism_January_2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ula (STAIM) Kabupaten Nganjuk, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the practice of religion in cyberspace and the response of the millennial generation to the social media account @Bimbingan_Islam, as a form of practice of Cyber Religion. The purpose of this study is First, to find out how the world of Cyber Religion is on the YouTube, Instagram, and Facebook platforms @Bimbingan_Islam. Second, to find out how the millennial generation responds in the comments column to posts on religious studies on the Instagram platform account @Bimbingan_Islam. This article uses qualitative research methods using data collection techniques (Literature Review) with a non-participatory virtual ethnographic approach and analysis techniques using Lasswell's communication theory. The limitations of the millennial generation referred to in this article are in the age range of 18 to 34 years. What's interesting in this article is that it displays technological developments, illustrations of information dissemination, the level of popularity of social media, and the spread of religious studies in cyberspace, making it a powerful attraction for the millennial generation to continue to deepen, upgrade, and hone their insights about religion, namely on account @ Bimbingan_Islam, then this article finds a case on the social media account, namely there is a sentence that is inappropriate to be presented to the public by using strong language in broadcasting religious studies through social media.