Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Model Pemangku Adat Hatobangon dalam Mengatasi Konflik dari Tradisi Tuor di Desa Hutabargot Nauli Lely Suryani Nasution; Nurman S; Susi Fitria Dewi; Ideal Putra
Journal of Civic Education Vol 5 No 1 (2022): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.432 KB) | DOI: 10.24036/jce.v5i1.655

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui model pemangku adat (Hotobangon) dalam mengatasi konflik yang timbul dari tradisi tuor di Desa Hutabargot Nauli. Jenis penelitian adalah kualitatif pendekatn deskripitif. Informan ditentukan dnegan porposive sampling. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa model pemangku adat (hotobangon) dalam mengatasi konflik yang timbul dari tradisi tuor di Desa Hutabargot Nauli dengan cara: Pertama, model kompromi. Model kompromi yang dilaksanakan dalam tradisi tuor ketika pemangku adat mengalami kesulitan atau perdebatan dalam menentukan tradisi tuor ini masyarakat kampung ini beserta pemangku adat melakukan kompromi atau musyawarah dengan kedua belah pihak keluarga. Kedua, model menghindari. Kalau sudah terjadi dan terlaksana tradisi tuor apabila yang ingkar atau menghindar pihak perempuan dia harus menggantikan tuornya 2 kali lipat dari jumlah awalnya, sedangkan kalau laki-laki yang ingkar maka perempuan tidak akan mengembalikan tuor yang telah diberikan kepada keluarga laki-laki. Keywords: Model, Customary Stakeholders (Hotobangon), Conflict, Tradition, and Tuor. Abstrak: Model pemangku adat (hotobangon) dalam mengatasi konflik yang timbul dari tradisi tuor di Desa Hutabargot Nauli denga cara 1) Model Rasioanal. Model rasioanl yang dialaksanakan dalam tradisi tuor dengan akal budi yang berlaku universal. Disamping itu bahwa Kondisi social dan ekonomi peempuan sangat menetukan sekali mahal atau tidaknya tuor perempuan, semakin kaya dan semakin tinggi pendidikan perempuan maka semakin tinggi biaya tuor, dan 2) Model Kelompok . Model kolempok dalam tradisi tuor Desa Hutabargot Nauali adalah interaksi diantara kelompok-kelompok pihak calon menikah maupun hotobangon (pemangku adat) yang memiliki kepentingan yang sama mengikatkan baik secara formal yang dapat mengajukan dan mewujudkan kompromi-kompromi dalam bentuk kebijakan dalam menentukan tuor. Kata Kunci: Model, Pemangku Adat (Hotobangon), Konflik, Tradisi, dan Tuor
Tradisi Bakauah Adat Sebelum dan pada Masa Pandemi Covid-19 di Talawi Kota Sawahlunto Restu Diannisa; Nurman S; Susi Fitria Dewi; Ideal Putra
Journal of Civic Education Vol 5 No 2 (2022): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.653 KB) | DOI: 10.24036/jce.v5i2.681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Tradisi Bakauah adat sebelum dan di masa Pandemi Covid 19 di Talawi Kota Sawahlunto. Kemudian untuk mengetahui apa saja faktor penyebab pembatasan acara Bakauah Adat di masa Pandemi Covid 19. Jenis penelitian yang digunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penetapan infoman dilakukan dengan teknik purpose sampling. Teknik dan alat pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi. Alat yang digunakan Handphone, alat perekam suara, dan kamera. Uji keabsahan data menggunakan ketekunan pengamatan, triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data yaitu melalui cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu pelaksanaan tradisi Bakauah adat sebelum dan di masa pandemi Covid 19 di Talawi Kota Sawahlunto ialah melalui beberapa tahap rangkaian acara di mulai dari persiapan sampai ke acara puncaknya. Persiapan di mulai dari melakukan musyawarah, musyawarah yang di bagi ke dalam 3 tahap yang pertama musyawarah kecil, kedua musyawah menengah dan yang ketiga musyawarah besar. Setelah di lakukan musyawarah tahap selanjutnya pembuatan undangan. Ditahap pelaksanaan acara dimulai dari pemotongan kambing, lalu acara Badikie, doa tolak bala, Basanji, pasambahan adat dan yang terakhir makan bersama. Masalah yang muncul dalam tradisi Bakauah adat ini disebabkan oleh faktor sosial ekonomi dan aturan pemerintah tentang pembatasan pelaksanaan acara Bakauah adat di Nagari Talawi. Jadi beberapa rangkain acara tidak dilaksanakan yaitu acara Basanji.
Pemekaran jorong dan pengaruhnya terhadap hubungan sosial masyarakat Boby Kurniawan; Yusnanik Bakhtiar; Hasrul Hasrul; Nurman S
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 3 No. 1 (2023): JECCO: Fifth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v3i1.133

Abstract

Pemekaran jorong di kabupaten Dharmasraya mengacu pada Perda kabupaten Dharmasraya nomor 1 tahun 2017 bertujuan untuk kelancaran penyelenggaran pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan sosial kemasyarakatan, meningkatkan pelayanan publik guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, karena penelitian ini berguna untuk mendeskripsikan, mencatat menganalisis, dan menginterprestasikan kondisi yang terjadi tentang dampak pemekaran Jorong terhadap hubungan sosial masyarakat di Nagari Sialang Gaung Kecamatan Kotobaru Kabupaten Dharamasraya. Hasil penelitian menunjukan bahwa implikasi dan respon masyarakat terhadap pemekaran ini sangat positif yaitu tingginya partisipasi masyarakat misalnya dalam hal bermusyawarah dan gotong royong, pengurusan yang lebih efisien, tidak adanya jarak antar masyarakat dengan kepala jorong karena ruang lingkup wilayah semakin kecil. Namun, ada sisi negatifnya yaitu masih ada masyarakat yang kurangnya rasa persaudaraan akibat dari pemekaran jorong dan pemekaran jorong dianggap memiliki kepentingan yang berbeda-beda, dan masih ada juga masyarakat yang mengeluh karena penerima bantuan dianngap kurang merata sehingga menimbulkan hubungan sosial sedikit terganggu.
Tradisi mamanggia dalam upacara adat perkawinan Minangkabau Irfan Saputra; Susi Fitria Dewi; Hasrul Hasrul; Nurman S
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 3 No. 1 (2023): JECCO: Fifth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v3i1.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi mamanggia dalam upacara adat perkawinan Minangkabau dan menjelaskan pandangan tokoh masyarakat terhadap tradisi mamanggia dalam upacara adat perkawinan Minangkabau di Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji. Adapun Jenis penelitian adalah kualitatif metode deskriptif. Hasil penelitian data diuraikan dalam bentuk deskripsi, data diperoleh berdasarkan pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Informan pada penelitian ini dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, dan verifikasi. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi mamanggia yang merupakan suatu interaksi seorang penyelenggara acara perkawinan untuk mengundang dan masih terlaksana dengan baik hingga saat ini. Meskipun ada sedikit inovasi dari simbol yang digunakan tetapi tidak menghilangkan makna tradisi mamanggia. Masyarakat dan tokoh masyarakat menyetujui tradisi ini karena mempunyai nilai historis, nilai budaya, dan nilai ekonomis.
Pergeseran peran mamak kaum ke mamak di luar kaum dalam prosesi pernikahan adat Rahmat Hidayat; Fatmariza Fatmariza; Susi Fitria Dewi; Nurman S
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 3 No. 1 (2023): JECCO: Fifth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v3i1.142

Abstract

Artikel ini membahas mengenai tahapan pembayaran Ninik Mamak dalam perkawinan adat, faktor penyebab terjadinya pembayaran mamak, serta dampak pembayaran Ninik Mamak terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat di Nagari Mungka. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi metode dan sumber. Data yang diperoleh selama penelitian dianalisis dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan tahapan pembayaran niniak mamak dalam pernikahan adat yaitu biaya mamak dan mamak yang dipakai jasanya seperti biaya rokok dan makan mamak ditanggung oleh pihak keluarga yang membawa mamak dan uang saku untuk mamak. Kurangnya perhatian mamak terhadap pendidikan keagamaan anak kamanakan dan kurang bertanggung jawab terhadap pendidikan keagamaan anak kamanakannya. Serta faktor sosial yaitu kurangnya sosialisasi mamak terhadap mamak-mamak yang lain serta kepada anak kamanakannya dalam pengetahuan tentang adat istiadat.
Peranan Jamaah Suluk Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah dalam membangun nilai-nilai religius pada masyarakat Sonia Fantika Suri; Isnarmi Isnarmi; Nurman S; Susi Fitria Dewi
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 3 No. 1 (2023): JECCO: Fifth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v3i1.147

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana peranan jamaah suluk Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah dalam meningkatkan relijiusitas masyarakat, bagaimana pandangan masyarakat terhadap jamaah suluk, dan implikasi peran jamaah suluk dalam membangun nilai-nilai religius pada masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini ditentukan secara purposive sampling. Sumber data dalam penelitian terdiri dari sumber data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data melalui ketekunan pengamatan, member check, dan triangulasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan yang dilakukan jamaah suluk pada masyarakat melalui kegiatan agama dan sosial yaitu, membina agama di dalam kehidupan masyarakat, memberikan pendidikan agama di dalam keluarga dan memberikan keteladanan mengenai akhlak yang baik di dalam kehidupan sosial masyarakat; Pandangan masyarakat mengenai ajaran suluk sangat positif, karena suluk mengutamakan agama; Pada umumnya masyarakat berpandangan positif terhadap jamaah suluk karena kehidupan relijius peserta jamaah suluk menunjukan perubahan kearah yang lebih baik. Selain itu, masyarakat juga memiliki pandangan positif terhadap kegiatan yang dilakukan jamaah suluk, serta mendukung kegiatan tersebut karena dipandang sangat bermanfaat. Adapun pengaruh yang dirasakan masyarakat terkait pembangunan nilai- nilai religius dari peranan yang dilakukan jamaah suluk berupa perubahan ke arah yang lebih baik dalam hal ibadah dan akhlak.
Nilai gotong royong dan tolong-menolong masyarakat adat dalam acara batagak kudo-kudo Mutia Afwinda; Nurman S; Ideal Putra; Susi Fitria Dewi
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 3 No. 1 (2023): JECCO: Fifth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v3i1.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan acara batagak kudo-kudo rumah di nagari Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman dan menganalisis bentuk-bentuk perubahan nilai gotong royong dan tolong menolong masyarakat dalam acara batagak kudo-kudo rumah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penetapan infoman dilakukan dengan teknik purpose sampling. Teknik dan alat pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Alat yang digunakan Handphone, alat perekam suara, dan kamera. Uji keabsahan data menggunakan ketekunan pengamatan, member check, dan teknik triangulasi. Teknik analisis data yaitu melalui cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pelaksanaan acara batagak kudo-kudo rumah terdapat rangkaian atau proses yang memilik nilai gotong royong dan tolong menolong pada setiap prosesnya. Pada setiap proses juga memiliki implementasi nilai kebersamaan. Prosesi Batagak kudo-kudo rumah mengalami pergeseran dan perubahan nilai gotong royong dan tolong menolong masyarakat hal ini disebabkan oleh dua faktor yakni internal dan eksternal. Pertama faktor internal yaitu masyarakat tidak lagi melaksanakan acara batagak kudo-kudo rumah. kedua faktor eksternal yaitu adanya sistem upah dan gaji sehingga masyarakat tidak lagi membutuhkan waktu yang lama selama proses acara.
Media sosial dan pengaruhnya terhadap partisipasi politik pemilih pemula pada Pilkada Dimaz Oktama Andriyendi; Nurman S; Susi Fitria Dewi
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 3 No. 1 (2023): JECCO: Fifth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v3i1.172

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh dari media sosial terhadap partisipasi politik pemilih pemula pada pilkada Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan jenis penelitian Ex-post Facto. Adapun responden dalam penelitian adalah pemilih pemula yang memiliki rentan usia 17-23 tahun berdomisili di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebanyak 98 orang dengan tingkat kesalahan 10% serta diambil menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa pengaruh media sosial terhadap partisipasi politik pemilih pemula memiliki nilai Adjust R Square 0.306 yang artinya pengaruh variabel media sosial terhadap partisipasi politik pemilih pemula sebesar 31%. Dalam hal ini media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap partisipasi politik pemilih pemula pada pilkada Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Tradisi Lapeh Kapadi di Masyarakat Minangkabau Anisa Hayati; Nurman S
Journal of Civic Education Vol 5 No 4 (2022): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v5i4.879

Abstract

This study aims to determine the community's view of the Lapeh Kapadi tradition in Nagari Simpang, Pasaman Regency. This tradition is an expression of the gratitude from community to Allah Swt for good crops. In the implementation stage there is an assumption that this tradition contains polytheism that is seen from the goat slaughtering event. So it is necessary to see the process of implementing tradition in full and the values contained therein. This type of research is qualitative using descriptive methods. Determination of informants is carried out with purposive sampling. The type of data consists of primary and secondary data, collected through observation, interviews, and documentation. The data validity test is carried out with observation perseverance and triangulation. Data analysis techniques through data reduction, data presentation and conclusions. The results showed that the implementation of the Lapeh Kapadi tradition had several stages and there were values in each of these stages. The values are: religious, gotong royong, friendship and togetherness. These values are prioritized by the people of Nagari Simpang. The limitation of this research is to only look at the process that occurred in 2022 and not in the long period of time. So that there is no comparison of this tradition can survive or not in accordance within the times.
Studi perubahan persepsi masyarakat tentang uang japuik Salsabila Salsabila; Nurman S; Ideal Putra; Susi Fitria Dewi
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 3 No. 1 (2023): JECCO: Fifth Edition
Publisher : Departemen Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v3i1.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan persepsi masyarakat tentang uang japuik dan menganalisis hal-hal yang dapat berpengaruh pada persepsi masyarakat di Nagari Gadur terhadap uang japuik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Informan penelitian diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan dari data penelitian menggunakan ketekunan pengamatan, selanjutnya member chek dan dilanjuti teknik triangulasi. Teknik analisis data penelitian melalui reduksi data, selanjutnya penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terjadi perubahan persepsi masyarakat terhadap proses pelaksanaan perkawinan dimana beberapa tahapan perkawinan bajapuik tidak dilaksanakan karena perubahan nilai tanggung jawab mamak, orang tua, kaum kerabat dan sumando terhadap uang japuik dalam perkawinan dilihat dari perluasan partisipan. Selanjutnya perubahan persepsi dilihat dari sisi besaran uang japuik dahulu diukur dari status keturunan sidi, bagindo, sutan sekarang sudah dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Faktor yang mendorong terjadinya perubahan persepsi terhadap uang japuik dalam perkawinan di Nagari Gadur yaitu faktor ekonomi dan sosial.