Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MUTU PROTEIN DAN KANDUNGAN ZAT GIZI FORMULA MAKANAN CAIR DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG LABU KUNING Indah Purwanti; Kamsiah Kamsiah; Tetes Wahyu Witradharma
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 7 No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v7i1.115

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit yang timbul karena adanya peningkatan kadar glukosa darah di atas nilai normal. DM dapat menyebabkan pasien mengalami hiperglikemia. Pada kondisi tersebut pentingnya dukungan asupan yang baik secara enteral maupun parenteral. Salah satunya, yaitu makanan cair yang diharapkan dapat memenuhi asupan pasien. Makanan cair dengan penambahan tepung labu kuning, karena adanya sifat hipoglikemik dan antidiabetes pada labu kuning. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui analisis mutu protein dan kandungan zat gizi makanan cair dengan penambahan tepung labu kuning. Pada penelitian ini menggunakan 4 formulasi yaitu F0, F1, F2 dan F3 dengan masing – masing penambahan tepung labu kuning yaitu 0%, 5%, 10% dan 15%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Perhitungan mutu protein menggunakan perhitungan manual yaitu Skor asam amino (SAA), Mutu cerna, Net Protein Utilization (NPU) dan Protein Efficiency Rasio (PERasio). Perhitungan zat gizi menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM).Penelitian menunjukkan pada mutu protein nilai tertinggi untuk SAA yaitu F2, mutu cerna yaitu F1, NPU, dan PE-Rasio yaitu F3. Energi yang tertinggi pada formula F1, protein yang tertinggi F0, lemak yang tertinggi F0 dan F1, karbohidrat tertinggi pada formula F0.
Kegiatan Bercerita untuk Melatih Kemampuan Berbicara Anak di PAUD Mandiri Gemilang Cirebon Indah Purwanti; Supriyatun Supriyatun; Eti Juhaeti
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol 4 No 2 (2023): Hadlonah : Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was motivated by the results of the development of expressive language which had not yet developed optimally, so efforts were made to improve it with the aim of stimulating children's speaking abilities through storytelling activities. This type of research uses Classroom Action Research (PTK), with a Hopkins design carried out in two cycles. The results of the research showed that there was an increase in children's interest and enthusiasm in participating in activities, as well as an increase in children's speaking abilities from the first cycle to the second cycle by 22%. It can be concluded that storytelling activities can improve children's ability to greet friends, introduce themselves, talk about their hobbies and experiences in front of the class.
DAMPAK JUAL BELI ONLINE TERHADAP PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus Pasar Kedungwuni): (Studi Kasus Pasar Kedungwuni) novianti, imelda; Indah Purwanti; Versiandika Yudha Pratama
Sahmiyya: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 3, No 1 Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of information technology today has resulted in major changes in various aspects, including production, sales and consumer markets. The purpose of this research is to investigate the impact of online buying and selling on traditional markets in Pekalongan and how they respond by analyzing traditional market traders' perspectives on online buying and selling and their responses to this change. The research results show that traditional traders have a high awareness of the increase in online sales, with 90% of them believing that online sales will continue to increase in the future. This indicates that traditional traders recognize the significant influence of online sales Regarding the response of traditional traders, the results of statistical analysis show that around 60% of them had a positive response. This positive response includes traders' awareness of competition with online sales, understanding of the advantages of buying and selling in traditional markets, and the weaknesses of online buying and selling. They are trying to come up with suitable strategies to compete in this changing environment and are even trying to enter the world of online sales. By considering traders' perceptions and responses that show adaptability, it can be concluded that in general, traditional traders are able to respond well to developments in online sales, so that they can survive in the era of information technology that continues to develop
KONSEP AKAD QARD DALAM FIQIH MUAMALAH DAN RELEVANSINYA TERHADAP FUNGSI INTERMEDIASI SOSIAL BANK SYARIAH Saputri, Diva Eka; Indah Purwanti; Tamamudin
Sahmiyya: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 2 November 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akad Qarḍ dalam fikih muamalah dipahami sebagai instrumen keuangan berbasis tabarru’ yang menekankan nilai kebajikan, solidaritas, dan tolong-menolong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui analisis literatur klasik maupun kontemporer, termasuk buku, jurnal, dan dokumen akademik terkait. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui tahapan reduksi, klasifikasi, dan interpretasi untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad qarḍ berperan penting dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak, memberikan akses modal tanpa bunga bagi pelaku usaha kecil, serta memperkuat fungsi intermediasi sosial bank syariah. Keunggulan akad ini terletak pada kemampuannya memperluas inklusi keuangan, membangun kepercayaan publik, dan mempertegas identitas bank syariah sebagai lembaga yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada kemaslahatan sosial. Implementasi di lapangan masih menghadapi keterbatasan dana, potensi gagal bayar, dan regulasi yang belum sepenuhnya mendukung pengembangan produk sosial. Kondisi ini menuntut adanya inovasi, sinergi antar lembaga, serta regulasi yang lebih komprehensif agar akad qarḍ dapat dijalankan secara berkelanjutan. Pengembangan selanjutnya berpotensi diarahkan pada integrasi dengan dana sosial zakat, infak, sedekah, dan wakaf serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat peran sosial bank syariah dalam pembangunan ekonomi yang berkeadilan
Strategi Digitalisasi Penghimpunan Zakat: Analisis Kepercayaan Muzakki terhadap Platform Zakat Online Jannah, Roikhatul; Indah Purwanti
Sahmiyya: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 4, No 2 November 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi penghimpunan zakat menghadapi tantangan utama berupa literasi digital yang masih rendah dan tingkat kepercayaan (trust) muzakki yang belum optimal, yang merupakan faktor kritis penentu kesuksesan transformasi digital sektor zakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan data primer dari wawancara mendalam terhadap muzakki, pengelola BAZNAS/LAZ, dan praktisi perbankan syariah, serta observasi partisipatif, didukung data sekunder dari laporan keuangan, artikel jurnal, dan regulasi yang dianalisis dengan teknik analisis tematik model Braun dan Clarke. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa implementasi strategi digitalisasi (seperti QR Code, aplikasi, e-commerce) mampu meningkatkan efisiensi dan perluasan jangkauan, dengan faktor kunci pembangun kepercayaan muzakki adalah transparansi dan akuntabilitas pelaporan, keamanan sistem dan reputasi institusi, serta pengalaman pengguna (user experience) yang baik, yang berimplikasi signifikan terhadap optimalisasi penghimpunan zakat digital dan loyalitas jangka panjang. Disimpulkan bahwa strategi digitalisasi harus mengintegrasikan pendekatan berbasis kepercayaan yang memadukan aspek teknis, syariah, dan psikologis, sehingga diperlukan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan transparansi, keamanan siber, edukasi, dan sosialisasi untuk membangun serta memelihara kepercayaan masyarakat..