Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Tepung Bata Ringan Pada Campuran Beton Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton Cunradiana, Meiske; Ndale, Fransiskus Xaverius; Suku, Yohanes Laka
TEKNOSIAR Vol. 14 No. 1 (2020): Volume 14 Nomor 1 April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v14i1.1132

Abstract

Beton adalah suatu bahan bangunan komposit yang terdiri atas kombinasi ukuran tertentu dari agregat kasar, agregat halus, air dan semen. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kekuatan beton dengan memodifikasi penyusunannya seperti beton ringan, beton semprot(shotcrete)t, beton fiber, beton mutu tinggi, beton mutu sangat tinggi, beton mampat sendiri, dll. Untuk keperluan tertentu terkadang campuran beton ditambahkan dengan bahan aditif kimia dan mineral. Penambahan bahan performa atau mineral diharapkan dapat mengubah kinerja dan sifat campuran beton sesuai kondisi dan tujuan yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi dan kadar tepung bata ringan dalam campuran beton terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Penelitian ini menggunakan metode Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil yang diperoleh kuat tekan maksimum beton adalah 23,66 MPa dan kuat tarik maksimum beton 4,38 MPa dengan persentase 10% tepung pada umur 28 hari yang telah memenuhi dan melebihi kuat tekan dan kuat tarik yang direncanakan. beton. f 'c 20 MPa. Kadar optimum tepung bata ringan 10% dapat meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik beton. Hal ini berbanding terbalik dengan persentase 30% dan hasil yang didapat sebesar 50% cenderung mengalami penurunan kekuatan.
Analisis Pengaruh Penggunaan Abu Bata Hebel Pada Campuran Beton Terhadap Kuat Lentur Balok Beton Cunradiana, Meiske; Ndale, Fransikus Xaverius; Suku, Yohanes Laka
TEKNOSIAR Vol. 14 No. 2 (2020): Volume 14 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v14i2.1150

Abstract

Penggunaan bahan aditif berupa bahan kimia dan mineral diharapkan dapat meningkatkan kekuatan dan karakteristik campuran beton, sesuai dengan kondisi dan tujuan yang direncanakan. Penelitian ini memanfaatkan limbah bata hebel sebagai campuran beton yang telah diolah menjadi abu dari hasil uji lolos ayakan nomor 200. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi dan kadar abu bata hebel terhadap kuat lentur beton. Metode dalam penelitian ini menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kuat lentur maksimum balok beton adalah 4 MPa dengan kadar abu hebel 10% pada umur 28 hari, telah memenuhi dan melebihi kuat lentur balok beton normal. Perilaku kekuatan beton meningkat secara linier. Kadar abu bata hebel optimum sebesar 10% yang dapat meningkatkan kuat lentur balok beton diatas kuat lentur balok beton normal. Hal ini berbanding terbalik dengan persentase penambahan 30% dan 50%, hasil yang didapat mengalami penurunan kekuatan.
Analisis Penggunaan Pelat Beton Bondek Pada Struktur Lantai Gedung Puskesmas Kota Ende Weli, Maria Alfiani; Suku, Yohanes Laka; Radja, Veronika Miana
TEKNOSIAR Vol. 15 No. 1 (2021): Volume 15 Nomor 1 April 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v15i1.1200

Abstract

Struktur lantai Gedung Puskesmas Kota Ende yang telah dikerjakan menggunakan pelat konvensional dengan ketebalan pelat 12 cm dan 10 cm. Salah satu metode pekerjaan pelat yang tengah berkembang saat ini adalah menggunakan bondek. Pelat bondek merupakan pelat kombinasi yang menggunakan bondek sebagai pengganti tulangan momen positif, sekaligus sudah berfungsi sebagai bekisting bawah pelat dan lantai kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengecek kekuatan pelat lantai jika menggunakan bondek dengan beban kerja yang sama. Data yang digunakan pada penelitian ini ialah data sekunder berupa gambar kerja, Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Hasil penelitian menunjukan kapasitas momen ada pada pelat 12 cm dan 10 cm yang menggunakan bondek tipe W-1000 dengan ketebalan 0,65 mm, 0,70 mm dan 1,00 mm lebih besar dari kapasitas momen pelat beton bertulang konvensional yang terpasang. Sehingga kembali dilakukan analisis menggunakan ukuran pelat yang lebih kecil antara lain 11 cm, 10 cm dan 9 cm untuk pelat 12 cm, sedangkan 9 cm, 8 cm dan 7,5 cm untuk pelat 10 cm. Dari hasil analisis diperoleh dua puluh dua (22) pelat dalam kondisi aman karena kapasitas momen pelat menggunakan bondek lebih besar dari kapasitas momen pelat beton bertulang konvensional yang terpasang, serta memenuhi syarat batas lendutan yang diijinkan. Sedangkan dua (2) pelat dalam keadaan tidak aman karena tidak memenuhi syarat batas lendutan yang diijinkan.
Pengaruh Perubahan Kadar Air Tanah Terhadap Tingkat Keamanan Lereng Sepanjang Ruas Jalan Lokoboko-Lokapere Kabupaten Ende Radja, Veronika Miana; Ndale, Fransiskus Xaverius; Suku, Yohanes laka
TEKNOSIAR Vol. 17 No. 1 (2023): Volume 17 Nomor 1 April 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v17i1.2717

Abstract

The conversion of land functions in the slope area which was previously a protected forest and then being cut to make roads will certainly affect the level of stability. High intensity rains will also affect the increase in surface runoff which will erode the surface of the slopes and erosion. To prevent this from happening, it is necessary to study the safety level of the slopes along the Lokoboko-Lokipere road due to changes in soil water content. Soil sampling is carried out by taking disturbed soil and undisturbed soil and testing soil properties, among others; soil consistency, analysis of specific gravity, cohesion, and shear angle with the addition of 25%, 50%, 75%, and 100% of the initial moisture content. The results of this test show that physically the soil samples on the Lokoboko-Lokipere road section of Ende Regency are classified in soil group A-2-5, namely in the form of gravel and sandy soils that are silt or loamy. Meanwhile, according to USCS, the soil can be classified as silty sand (SM). Mechanically. For slopes with a height of 10 m, it is not safe to add water to 100% of the initial condition (wi), SF=0.996. For a 20 m high slope, it is no longer safe from the initial conditions, SF=0.950. The failure plane for slopes with a height of 10 m is deeper than the failure plane for slopes with a height of 20 m.
Pengaruh Penambahan Tinja Sapi Sebagai Campuran Dalam Pembuatan Batu Bata Gobhe, Devikarlinda; Suku, Yohanes Laka; Radja, Veronika Miana
TEKNOSIAR Vol. 17 No. 2 (2023): Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v17i2.3374

Abstract

This research aims to use cow feces as a mixture for making bricks. cow feces is added at 0%, 25%, 50% and 75% of the total planned weight of the mixed material, the finished bricks are then tested for compressive strength and absorption capacity based on SII-0021-1978 standards andSNI 15-2094-2000. The research results showed that the compressive strength of bricks without and with the addition of cow feces met the SII-0021-1978 standard but did not meet the standardSNI 15-2094-2000. The absorption capacity of bricks with the addition of 0% and 50% cow feces does not meet SNI 15-2094-2000 standards, while the addition of 25% and 75% cow feces does.
Evaluasi Keandalan Struktur Atas Gedung Kantor Bupati Ngada di Nagekeo Laka Suku, Yohanes; Radja, Veronika Miana
TEKNOSIAR Vol. 18 No. 1 (2024): Volume 18 Nomor 1 April 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v18i1.3823

Abstract

Evaluation of the reliability of the upper structure of the Ngada Regent's Office building in Mbay aims to determine the strength of the existing upper structure in accordance with SNI 1726: 2019 concerning Procedures for earthquake resistance planning for building and non-building structures, and SNI 2847: 2019 concerning Requirements for structural concrete for buildings and explanations. From the results of the analysis and evaluation of the cross-sectional strength of structural elements, it was found that there were 16 beams that were unsafe and needed to be strengthened, while the column and plate elements were quite strong and safe.
PEMANFAATAN BUBUK GAMPING SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON Suku, Yohanes Laka; Nisanson, Marselinus Y; Moi, Maria Andriani
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 29 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v29i2.3618

Abstract

Penelitian tentang pemanfaatan bubuk gamping sebagai bahan substitusi atau pengganti semen pada campuran beton, bertujuan unuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat mekanik beton, yakni kuat tekan, tarik belah dan lentur beton. Bubuk gamping yang digunakan berasal dari batu gamping desa Lengko Lolok kabupaten Manggarai Timur dengan proporsi substitusi terhadap berat semen sebesar 0%, 5%, 10% dan 15%. Kuat tekan, tarik belah dan lentur beton diukur dengan pengujian pada beton usia 14 hari dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton tanpa substitusi bubuk gamping mencapai kuat tekan rata-rata 20,2 MPa, sesuai dengan target yang direncanakan. Namun, penambahan bubuk gamping dari batu gamping desa Lengko Lolok, Kabupaten Manggarai Timur, umumnya menurunkan kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur rata-rata beton. Meskipun demikian, penambahan bubuk gamping menunjukkan efek positif dalam mempercepat peningkatan kuat lentur beton pada usia awal.
PERKUATAN LERENG DENGAN RUMPUT VETIVER PADA DAERAH LERENG DI KELURAHAN REWARANGGA SELATAN KECAMATAN ENDE TIMUR KABUPATEN ENDE Miana Radja, Veronika; Laka Suku, Yohanes; Y Nissanson, Marselinus; Wora, Mikael; Aquino A. S, Thomas
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.2059-2065

Abstract

Rewarangga Selatan Village is mostly located in hilly areas. The transfer of land use to settlements will of course disrupt the stability of the existing slopes. Therefore, education and assistance are needed in the form of training and technical guidance on proper slope management so that stability is maintained. The training in this service activity aims to: equip the community with knowledge about the potential for landslide-prone slopes, provide alternative efforts to mitigate community-based landslide disasters and make people aware of environmental sustainability in slope areas. The training was carried out using lecture, demonstration and direct mentoring methods. The lectures were used to convey the concepts of: (a) introduction to landslides, (b) geographic information on potential landslides in the South Rewarangga Village, and (c) community-based landslide disaster mitigation using vegetative methods. Furthermore, there was a demonstration by the service team as resource persons, namely by providing an example of planting vetiver grass for mitigation of landslides at the service location. The results of the implementation of service activities show that the success of the target number of training participants (100%), the achievement of the training objectives (80%), the achievement of the planned material targets (90%), and the ability of participants in mastering the material (75%).
Analisis dan Perencanaan Ulang Struktur Atas Jembatan Wolowona dengan Struktur Pelengkung Beton Bertulang sebagai Alternatif Durabel dan Berketahanan Thomas Stefen Ree; Yohanes Laka Suku; Veronika Miana Radja
TEKNOSIAR Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v19i2.6914

Abstract

Jembatan Wolowona eksisting di Kabupaten Ende terbuat dari struktur rangka baja dan rentan terhadapkorosi dan kelelahan material di lingkungan tropis lembap. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulangstruktur atas jembatan dengan bentang 50 meter menggunakan konstruksi pelengkung beton bertulang tipetrue arch sebagai solusi yang lebih durabel dan efisien dari segi biaya siklus hidup. Metodologi perancangandidasarkan pada analisis struktur menggunakan metode elemen hingga dengan perangkat lunak SAP2000.Kriteria pembebanan dan desain mengacu secara ketat pada standar nasional Indonesia yang relevan, meliputiSNI 1725:2016 untuk pembebanan, SNI 2833:2016 untuk ketahanan gempa, dan SNI 2847:2019 untukperancangan penulangan beton. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh elemen struktur termasukpelengkung utama, sistem gelagar, dan pelat lantai memenuhi persyaratan kekuatan di bawah kombinasibeban rencana. Detail penulangan untuk setiap komponen telah ditentukan untuk memastikan kapasitas yangmemadai terhadap gaya-gaya dalam yang terjadi. Disimpulkan bahwa desain pelengkung beton bertulangmerupakan alternatif yang layak secara teknis, kuat, dan memenuhi standar. Struktur ini menawarkankeunggulan signifikan dalam hal durabilitas, ketahanan korosi, dan potensi biaya perawatan jangka panjangyang lebih rendah dibandingkan struktur rangka baja eksisting.
Pengaruh Derajat Kejenuhan Terhadap Perilaku Tanah Lempung di Lape, Kabupaten Nagekeo Agustina Ie; Veronika Miana Radja; Yohanes Laka Suku
TEKNOSIAR Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1 April 2026
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v20i1.7875

Abstract

Tanah lempung di wilayah Lape, Kabupaten Nagekeo, memiliki karakteristik yang dipengaruhi oleh kondisi iklim tropis dengan curah hujan tinggi dan periode kemarau yang cukup panjang. Variasi kadar air menyebabkan perubahan derajat kejenuhan yang signifikan, sehingga mempengaruhi perilaku mekanik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh derajat kejenuhan terhadap kekuatan geser, kompresibilitas, dan perubahan volume tanah lempung di Lape. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan derajat kejenuhan menyebabkan peningkatan potensi penurunan tanah dan pengembangan volume. Semakin tinggi derajat kejenuhan maka koefisien konsolidasi makin berkurang, indeks kompresi akan naik, dan koefisien pengembangan akan naik Dan sebaliknya semakin rendah derajat kejenuhan maka nilai koefisien konsolidasinya kecil, indeks kompresi menurun dan koefisien pengembangan akan turun