Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Dukungan Suami, Pengetahuan Dan Sikap Akseptor KB PUS Terhadap Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Di Wilayah Kerja Puskesmas Minggir Helisa Layyinatusshyfa; Esitra Herfanda; Fathiyatur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.335

Abstract

Angka penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Indonesia masih tergolong rendah, padahal metode ini lebih efektif dalam mencegah kehamilan jangka panjang, banyak akseptor KB PUS yang menghadapi kendala dalam memilih metode kontrasepsi. Beberapa di antaranya disebabkan oleh kurangnya dukungan dari suami, rendahnya tingkat pengetahuan, serta sikap yang kurang mendukung terhadap penggunaan kontrasepsi. Hal ini mengakibatkan rendahnya tingkat partisipasi PUS dalam program KB, yang pada gilirannya dapat memengaruhi keberhasilan program KB secara nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami, pengetahuan, dan sikap akseptor KB PUS terhadap pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang di wilayah kerja Puskesmas Minggir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 105 responden pasangan usia subur (PUS) yang dipilih secara acak. Variabel independen meliputi dukungan suami, pengetahuan, dan sikap ibu; sedangkan variabel dependen adalah pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang. Hasil penelitian ini sesuai uji statistik menggunakan chi-square sehingga menunjukkan bahwa mayoritas responden memilih metode non-MKJP (55,2%). Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan pemilihan MKJP (p-value = 0,000; OR = 8,951), pengetahuan ibu dengan pemilihan MKJP (p-value = 0,005; OR = 3,414), serta sikap ibu dengan pemilihan MKJP (p-value = 0,000; OR = 4,741). Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan suami, pengetahuan, dan sikap ibu memiliki pengaruh signifikan terhadap pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan edukasi dan konseling kepada pasangan usia subur mengenai MKJP.
Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang ASI Eksklusif Dengan Produksi ASI Di Wilayah Kerja Puskesmas Turi Sleman Yogyakarta Syarah Khairunnisa Ramadhani; Fathiyatur Rohmah; Eny Fitriahadi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.336

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang tidak optimal pada masa nifas menjadi masalah penting yang dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Rendahnya produksi ASI sering dipengaruhi oleh faktor pengetahuan ibu mengenai pentingnya ASI Eksklusif dan praktik menyusui yang benar. Data WHO tahun 2024 menunjukkan hanya 48% bayi usia di bawah enam bulan memperoleh ASI eksklusif, sedangkan cakupan di Indonesia sebesar 74,73%. Kabupaten Sleman memiliki cakupan tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu 88,10%. Studi pendahuluan di Puskesmas Turi Sleman terdapat 2 ibu nifas memiliki pengetahuan baik, dan 3 ibu nifas memiliki pengetahuan cukup tentang ASI eksklusif, serta seluruhnya memiliki produksi ASI yang lancar. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan ibu nifas tentang ASI eksklusif dengan produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Turi Sleman. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 103 ibu nifas, dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen berupa kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu nifas tentang ASI eksklusif dengan produksi ASI, dengan nilai p value = 0,005 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini terdapat Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas tentang ASI Eksklusif dengan Produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Turi Sleman. Disarankan kepada ibu nifas dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya ASI eksklusif melalui layanan konseling, serta mengikuti penyuluhan atau konseling laktasi dan menerapkan praktik menyusui yang tepat agar produksi ASI tetap optimal.
Hubungan Tingkat Pengetahuan WUS Tentang Skrining IVA Dengan Perilaku Mengikuti IVA Di Puskesmas Paliyan, Gunung Kidul Riska Arinanda; Fathiyatur Rohmah; Enny Fitriahadi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.340

Abstract

Skrining IVA merupakan metode sederhana, murah, dan efektif untuk deteksi dini kanker serviks dengan sensitivitas tinggi (94,6%), hasil cepat, serta dapat dilakukan di fasilitas kesehatan primer. Kesadaran WUS untuk melakukan skrining IVA masih sangat rendah, hal ini dilihat dari cakupan IVA di Puskesmas Paliyan tahun 2024 sebanyak 52 orang. Desa Grogol memiliki cakupan IVA paling rendah sebanyak 3 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan WUS tentang skrining IVA dengan perilaku mengikuti IVA di Puskesmas Paliyan, Gunung Kidul. Metode yang di gunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode korelasional, menggunakan desain analitik observasional dan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 148 WUS dan sampel yang di gunakan sebanyak 60 WUS yang di pilih secara Stratified Random Sampling dan Simple random sampling di 6 Dusun yang ada di Desa Grogol diantaranya Grogol, Gerjo, Karangmojo A, Karangmojo B, Senedi dan Tungu yang telah memenuhi kriteria Inklusi dan Eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji korelasi Chi-Square. Dari hasil penelitian di dapatkan tingkat pengetahuan WUS tentang skrining IVA mayoritas kurang yaitu 27 (45,0%) dan perilaku pemeriksaan IVA mayoritas tidak melakukan yaitu sejumlah 49 (68,3%). Hasil uji Chi-square diperoleh nilai p velue = 0,000 (<0,05), dan Nilai Cramer's V sebesar 0,900. Dapat di simpulkan terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan WUS tentang skrining IVA dengan perilaku mengikuti IVA di Puskesmas Paliyan, Gunung Kidul.