Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang ASI Eksklusif Dengan Produksi ASI Di Wilayah Kerja Puskesmas Turi Sleman Yogyakarta Syarah Khairunnisa Ramadhani; Fathiyatur Rohmah; Eny Fitriahadi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.336

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang tidak optimal pada masa nifas menjadi masalah penting yang dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Rendahnya produksi ASI sering dipengaruhi oleh faktor pengetahuan ibu mengenai pentingnya ASI Eksklusif dan praktik menyusui yang benar. Data WHO tahun 2024 menunjukkan hanya 48% bayi usia di bawah enam bulan memperoleh ASI eksklusif, sedangkan cakupan di Indonesia sebesar 74,73%. Kabupaten Sleman memiliki cakupan tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu 88,10%. Studi pendahuluan di Puskesmas Turi Sleman terdapat 2 ibu nifas memiliki pengetahuan baik, dan 3 ibu nifas memiliki pengetahuan cukup tentang ASI eksklusif, serta seluruhnya memiliki produksi ASI yang lancar. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan ibu nifas tentang ASI eksklusif dengan produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Turi Sleman. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 103 ibu nifas, dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen berupa kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu nifas tentang ASI eksklusif dengan produksi ASI, dengan nilai p value = 0,005 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini terdapat Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas tentang ASI Eksklusif dengan Produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Turi Sleman. Disarankan kepada ibu nifas dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya ASI eksklusif melalui layanan konseling, serta mengikuti penyuluhan atau konseling laktasi dan menerapkan praktik menyusui yang tepat agar produksi ASI tetap optimal.
Hubungan Tingkat Pengetahuan WUS Tentang Skrining IVA Dengan Perilaku Mengikuti IVA Di Puskesmas Paliyan, Gunung Kidul Riska Arinanda; Fathiyatur Rohmah; Enny Fitriahadi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.340

Abstract

Skrining IVA merupakan metode sederhana, murah, dan efektif untuk deteksi dini kanker serviks dengan sensitivitas tinggi (94,6%), hasil cepat, serta dapat dilakukan di fasilitas kesehatan primer. Kesadaran WUS untuk melakukan skrining IVA masih sangat rendah, hal ini dilihat dari cakupan IVA di Puskesmas Paliyan tahun 2024 sebanyak 52 orang. Desa Grogol memiliki cakupan IVA paling rendah sebanyak 3 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan WUS tentang skrining IVA dengan perilaku mengikuti IVA di Puskesmas Paliyan, Gunung Kidul. Metode yang di gunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode korelasional, menggunakan desain analitik observasional dan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 148 WUS dan sampel yang di gunakan sebanyak 60 WUS yang di pilih secara Stratified Random Sampling dan Simple random sampling di 6 Dusun yang ada di Desa Grogol diantaranya Grogol, Gerjo, Karangmojo A, Karangmojo B, Senedi dan Tungu yang telah memenuhi kriteria Inklusi dan Eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji korelasi Chi-Square. Dari hasil penelitian di dapatkan tingkat pengetahuan WUS tentang skrining IVA mayoritas kurang yaitu 27 (45,0%) dan perilaku pemeriksaan IVA mayoritas tidak melakukan yaitu sejumlah 49 (68,3%). Hasil uji Chi-square diperoleh nilai p velue = 0,000 (<0,05), dan Nilai Cramer's V sebesar 0,900. Dapat di simpulkan terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan WUS tentang skrining IVA dengan perilaku mengikuti IVA di Puskesmas Paliyan, Gunung Kidul.