Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran penggunaan e-modul sebagai bahan ajar IPAS, mengingat pentingnya menghadirkan solusi pembelajaran yang adaptif di era digital. E-modul ialah pembelajaran yang berisi materi, batasan-batasan, metode, cara mengevaluasi yang disusun secara teratur dan menarik untuk mencapai kompetensi pembelajran sesuai dengan tingkat kerumitan secara elektronik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan metode survey, yaitu suatu cara untuk pengumpulan informasi dari suatu populasi melalui wawancara atau kuesioner dengan enam narasumber guru yang telah menerapkan bahan ajar e-modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-modul sebagai pembelajaran IPAS menunjukkan dampak positif dalam proses pembelajaran. Para guru merasakan kemudahan khususnya pada saat menjelaskan materi IPAS. E-modul terbukti mampu memvisualisasikan konsep-konsep abstrak, meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa, serta mengefisienkan waktu penyampaian materi. Guru dapat merancang e-modul yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik siswa untuk mengoptimalkan pembelajaran IPAS.