Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Review Efektivitas Hipnoterapi Dalam Menurunkan Kualitas Dan Kuantitas Gejala Irritable Bowel Syndrome (Ibs) Syahrun El Mubaraq; Erna Herawati; Devi Usdiana Rosyidah; Erika Diana Risanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.654 KB)

Abstract

Irritable bowel syndrome merupakan salah satu penyakitpsikosomatik yang paling sering dijumpai. Irritable bowelsyndrome mengenai mengenai sistem saluran cerna bagianbawah. Mekanisme pasti sampai saat ini masih belum diketahuisecara pasti namun salah satu bukti yang kuat menyatakanadanya kaitan masalah signaling sistem saraf enterik dengan otak(brain-gut-axis) yang ada kaitannya dengan gangguan jiwaberupa depresi dan kecemasan yang meningkat 3 kali lipat selamaera pandemi COVID 19. Hipnoterapi bekerja pada sistem sarafpusat dan dapat memodifikasi fungsi dari brain-gut-axis yangsecara teori dapat menjadi terapi untuk perbaikan gejala IBS.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitashipnoterapi dalam menurunkan gejala IBS. Metode penelitian iniberupa review literatur secara naratif dengan melakukanpencarian secara daring dengan menggunakan database yangmeliputi PubMed, Science Direct, dan Cochrane Library denganmenggunakan kata kunci “Hypnosis” dan “Irritable BowelSyndrome” baik dalam bentuk MeSH termnya maupun dalambentuk free termsnya. Hasil yang ditemukan adalah 5 artikel yangsesuai dengan tahun pencarian. Terdapat 4 artikel yangmembahas terkait penurunan gejala IBS dan 3 artikel yangmembahas terkait peraikan kualitas hidup penderita IBS. Hasilyang didapatkan adalah hipnosis secara efektif dapat menurunkangejala IBS. Hipnoterapi juga secara efektif dapat meningkatkankualitas hidup penderita IBS. Hasil post test dan follow up tetapmemberikan hasil yang konsisten. Tidak ada laporan efeksampaing terkait penggunaan hipnoterapi, namun efikasinyasangat bergantung pada kemampuan terapis dan tingkatsugestibilitas pasien.
Laporan Kasus: PPOK Eksaserbasi Akut dan Bronkopneumonia dengan Dextrocardia Viorent Firdausy Fitrian; Syahrun El Mubaraq; M Musdalifah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Paru Obstuktif Kronik (PPOK) adalah penyakit dengan karakteristik keterbatasan saluran napas yang tidak sepenuhnya reversibel dan dapat dicegah. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki jumlah perokok aktif yang tinggi, yang mana paparan asap rokok dalam jangka waktu lama merupakan salah satu penyebab terjadinya PPOK. Pasien PPOK lebih rentan untuk menjadi pneumonia berdasarkan karakteristik klinisnya seperti memiliki bronkitis kronis dengan produksi lendir yang persisten, dan adanya bakteri patogen potensial di saluran udara, adanya bakteri di saluran napas pada pasien PPOK yang stabil dan peningkatan jumlah selama eksaserbasi telah dikaitkan dengan peningkatan peradangan dan respon imun pejamu. Motilitas/imotilitas silia yang rusak pada syndrome Kartagener menjadi defek dasar penyebab akumulasi secret. Seorang laki-laki usia 73 tahun dilaporkan dengan keluhan sesak napas dalam 6 tahun terakhir disertai batuk dengan produksi lendir berlebih , dengan temuan Dextrocardia pada hasil X-Ray. Dimana Kartagener syndrome adalah penyakit langka yang salah satu manifestasinya adalah ditemukan dextrocardia sebagai situs invertus dalam ketiga triadnya, selain bronkiektasis dan sinusitits kronis. Disimpulkan pasien ini terdiagnosis PPOK Eksaserbasi Akut dan Bronkopneumonia disertai tipe Dextrocardia situs invertus dan telah diberikan tatalaksana sesuai dengan klasifikasi tingkat keparahan scoring pneumonia CURB 65.
Laporan Kasus Infeksi Tetanus Derajat 4: Dampak Karies Gigi dan Perjalanan Penyakit yang Cepat Syahrun El Mubaraq; Rada Citra Saputra; Mulyono Agung Prihatiyanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tetanus merupakan penyakit infeksi akibat bakteri Clostridium tetani yang memiliki prognosis yang dapat menjadi buruk dengan cepat. Salah satu tantangan manajemen tetanus berupa identifikasi port de entry infeksi. Kami menyajikan kasus seorang pasien dengan inisial Tn. AS yang mengalami tetanus derajat 4 yang diduga berasal dari infeksi karies gigi. Temuan klinis saat masuk IGD berupa disfagia, trismus, dan spastisitas otot berat, spasme spontan dengan atau tanpa rangasangan. Pasien segera mendapatkan terapi antibiotik, manajemen simptomatik, serta tatalaksana suportif. Sayangnya perawatan luka pada gigi tidak dapat dilakukan karena terhalang oleh trismus berat. Selama perawatan bangsal kondisi pasien memburuk dengan muculnya gangguan otonom sehingga perjalanan penyakit menjadi lebih cepat kemudian menimbulkan komplikasi kardiorespiratorik dan neurologis. Komplikasi tersebut akhirnya mengakibatkan kegagalan sistem organ dan kematian. Prognosis pasien yang buruk akibat faktor lokasi infeksi, terlambat masuk rumah sakit, dan riwayat imunisasi. Kasus ini menekankan pentingnya pencegahan tetanus melalui penanganan dini, perawatan kesehatan gigi yang efektif dan perawatan luka yang tepat. Dalam hal ini peningkatan kesadaran masyarakat tentang kepatuhan terhadap vaksinasi tetanus dan manajemen luka termasuk gigi juga dapat memainkan peran penting dalam mengurangi insiden kasus yang fatal seperti ini di masa depan.
Kasus Disfungsi Tuba Eustachius Rekuren: Laporan Kasus dan Tinjauan Literatur Faktor Risiko pada Jenis Kelamin Wanita Syahrun El Mubaraq; Iwan Setiawan Adji; Yustika Nurani Wijaya; Farha Nabila Widoningrum; Viorent Firdausy Fitrian
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuba eustachius merupakan saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan nasofaring yang memiliki fungsi ventilasi, drainase, dan perlindungan pada telinga tengah. Disfungsi tuba ini dapat menyebabkan kegagalan fungsi tersebut dan memicu penyakit yang lebih berat. Analisis rekam medis menunjukkan kecenderungan ETD lebih umum pada wanita. Sebagai ilustrasi, kami melaporkan kasus disfungsi tuba eustachius (ETD) yang terjadi berulang pada seorang wanita yang tidak merespon dengan baik pengobatan yang diberikan. Kemudian tinjauan literatur kami lakukan untuk menganalisis fenomena prevalensi ETD yang lebih tinggi pada wanita dan mencari faktor-faktor serta mekanisme yang mendasarinya. Penelusuran literatur dilakukan melalui database dan search engine Google Scholar serta PubMed menggunakan kata kunci "tuba eustachius, disfungsi tuba eustachius, prevalensi, insidensi, faktor risiko, dan wanita." Kami menemukan bahwa perbedaan anatomi antara jenis kelamin tidak signifikan sebagai faktor risiko ETD. Namun faktor hormonal khususnya hormon estrogen mungkin memainkan peran penting dalam kejadian ETD pada wanita, terutama selama kehamilan. Hormon estrogen cenderung menyebabkan edema dan retensi cairan yang memengaruhi mukosa tuba eustachius.