Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

UJISIFAT FISIK GEL EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) DENGAN VARIASI KONSENTRASI CARBOPOL SEBAGAI GELLING AGENT H Hasriyani; Novita Krisgiantara; Julia Megawati Djamal; Rika Murharyanti; Ria Etikasari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.393 KB)

Abstract

Latar Belakang: Herba pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) mengandung triterpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri, antijamur, dan antioksidan. Sediaan dalam bentuk gel digunakan karena cocok untuk terapi topikal pada jerawat. Komposisi dari gelling agent harus diperhatikan danfaktor kritis yang berpengaruh terhadap sifat fisik sediaan gel. Carbopol dipilih sebagai gelling agent karena mudah terdispersi dalam air dan memberikan kekentalan atau kekerasan pada sediaan gel. Maka dari itu, Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan gel ekstrak pegagan dengan variasi konsentrasi carbopol sebagai gelling agent. Metode: penelitian eksperimental yang bersifat komparatif, kualitatif, dan kuantitaf. dengan melakukan pembuatan sediaan gel pada konsentrasi Carbopol 0,5%, 1%, 1,5% dan melakukan uji sifat fisik sediaan gel. Hasil: Hasil penelitian sifat fisik sediaan gel herba pegagan yaitu peningkatan konsentrasi carbopol menyebabkan warna gel semakin pudar, bentuk semakin kental, penurunan pH, peningkatan viskositas, peningkatan daya lekat dan penurunan daya sebar. Kesimpulan: F2 dengan konsentrasi 1% Carbopol adalah formula optimal karena memenuhi semua persyaratan sifat fisik gel.
EFEKTIVITAS BIOINSEKTISIDA EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP MORTALITAS KECOA AMERIKA (Periplenata americana) Riana Putri Rahmawati; Ria Etikasari; Intansari Setyaningrum; Oni Yulianta Wilisa; Fitri Nur Andjarwati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.913 KB)

Abstract

Bioinsektisida alami merupakan upaya pemanfaatan tanaman herbal sebagai pestisida alami guna membasmi serangga atau hama yang merusak tanaman ataupun merugikan manusia, hal ini dilakukan atas dasar pertimbangan pemanfaatan potensi flora alam yang banyak di temui di sekitar manusia. Tanaman di Indonesia banyak yang berkhasiat sebagai insektisida alami diantaranya bawang putih. Pemanfaatan bawang putih (Allium sativum) dapat digunakan sebagai bioinsektisida alami yang memiliki kandungan flavonoid dan zat alicin. Kecoa merupakan organisme yang seringkali mengganggu kenyamanan dengan meninggalkan bau yang tidak sedap, menyebarkan berbagai patogen penyakit, dan menimbulkan alergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas bioinsektisida ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap mortalitas kecoa amerika (Periplaneta americana). Penelitian eksperimental laboratorium dengan melakukan pembuatan bioinsektisida ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum) menggunakan metode maserasi. Ektrak kental yang didapat kemudian dibuat 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok konsentrasi 1%,5%,10%,20%,30%, kontrol positif pestisida merk “X” dan kontrol negatif dengan aquadestilata. Pengamatan dilakukan pada jam ke-1, 3, 6, 12, 24, 48 dan 72. Parameter yang diamati adalah jumlah mortalitisa kecoa. Hasil penelitian ini menunjukkan mortalitas tertinggi pada konsentrasi 30% sebanyak 83,33% yaitu dapat membunuh 15 kecoa dengan 3 kali replikasi dan mortalitas terendah pada konsentrasi 1% sebanyak 5,56 % dapat membunuh 1 kecoa dengan 3 kali replikasi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diberikan maka semakin tinggi angka kematiannya.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PERSEPSI VAKSINASI COVID-19 MELALUI MEDIA LEAFLET DI DESA SUMBEREJO KABUPATEN PATI Endang Setyowati; Amalia Khoirunnisa; Yayuk Mundriyastutik; Ria Etikasari
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 6, No 2 (2021): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v6i2.1752

Abstract

Pandemi virus corona menjadi masalah kesehatan masyarakat utama saat ini. Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena dampak pandemi Covid-19. Dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19, vaksinasi Covid-19 ini bertujuan untuk mengurangi penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid19. Hambatan utama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 adalah keraguan masyarakat terhadap vaksin. Kurangnya informasi dan edukasi tentang vaksinasi menjadikan persepsi masyarakat terhadap vaksin menjadi negatif. Oleh karena itu, pemberian edukasi pada penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan informasi mengenai vaksinasi Covid-19 sehingga persepsi terhadap vaksin Covid-19 tidak mengarah ke arah persepsi negatif.  Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh edukasi melalui leaflet terhadap persepsi masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra eksperimen one grup pretest postest dengan penedekatan studi cross sectional. Pengambilan sampel secara non probability sampling menggunakan pendekatan purposive sampling Hasil pretest dan postest menujukkan bahwa pada setiap kategori pertanyaan yang diberikan, hampir semua mengalami kenaikan nilia yang signifikan yaitu nilai postest lebih tinggi dari nilai pretest. Pada uji normalitas didapatkan hasil 0,017 lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan data berdistribusi normal. Uji hipotesis t-test berpasangan didapatkan hasil 0,000 kurang dari 0,05 yang menunjukkan bahwa hipotesis (H1) diterima. Berdasarkan hasil data diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi berpengaruh terhadap persepsi masyarakat Desa Sumberejo terhadap vaksinasi Covid-19. Kata Kunci : vaksin Covid-19, edukasi, persepsi
SKRINING AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN POHON BUAH TERHADAP PSEUDOMONAS AERUGINOSA Ria Etikasari; Aji Tetuko; Leily Hardianti Rosiana
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 3, No 1 (2018): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v3i1.658

Abstract

Infeksi paru-paru kronis atau chronic lung infections (CCL) pada pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) termasuk dalam infeksi saluran pernafasan yang merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri P. aeruginosa. Tingginya tingkat resistensi bakteri P. aeruginosa terhadap antibiotik menyebabkan menurunnya keefektifan terapi antibiotik pada pasien PPOK, dan menyebabkan semakin tingginya angka mortalitas serta morbiditas penyakit PPOK. Tujuan penelitian ini mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun pohon buah yaitu sukun, kersen dan alpukat terhadap P. aeruginosa, serta ekstrak daun tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri tertinggi terhadap P. aeruginosa. Daun tanaman diekstraksi menggunakan penyari etanol 70% dengan metode maserasi, selanjutnya diuji aktivitas antibakteri terhadap P. aeruginosa menggunakan metode difusi disk. Hasil uji t probabilitas 0,004 0,05 menunjukkan bahwa 3 ekstrak daun tanaman memiliki perbedaan yang tidak signifikan dengan kontrol positif, dapat disimpulkan bahwa daun sukun, daun kersen dan daun alpukat memiliki aktivitas antibakteri. Daun sukun (Artocarpus altilis) memiliki aktivitas antibakteri tertinggi dengan diameter zona hambat sebesar 16,50 ± 2,65mm dan kontrol positif 26.67 ± 3.06 mm.
Pengaruh Dukungan Keluarga pada Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis di Puskesmas Margorejo Chika Khansa Tsabita Puteri; Ria Etikasari; Galih Kurniawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1875

Abstract

Keberhasilan pengobatan tuberkulosis (TBC) dapat dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor kepatuhan pasien minum obat anti tuberkulosis (OAT) dan tidak adanya pengawas minum obat (PMO). Kepatuhan minum OAT memerlukan keterlibatan dukungan keluarga dalam mendampingi dan mengawasi proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran keluarga pada kepatuhan minum OAT pada pasien TBC di Puskesmas Margorejo. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan kuesioner untuk mengukur dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan minum OAT. Penelitian dilakukan pada Juli – Desember 2024 di Puskesmas Margorejo. Jumlah subyek penelitian sebanyak 33 responden dan didapat melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan pasien memiliki kepatuhan yang baik (75,8%), serta dukungan keluarga kategori baik (63,6%). Hasil uji Rank Spearman diperoleh nilai korelasi r sebesar 0,734 yang menunjukkan kekuatan hubungan yang tinggi, serta nilai signifikansi (p value) sebesar 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara keterlibatan keluarga dan kepatuhan terhadap konsumsi OAT pada penderita TBC di Puskesmas Margorejo.
Pengaruh Dukungan Keluarga pada Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis di Puskesmas Margorejo Chika Khansa Tsabita Puteri; Ria Etikasari; Galih Kurniawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1887

Abstract

Keberhasilan pengobatan tuberkulosis (TBC) dapat dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor kepatuhan pasien minum obat anti tuberkulosis (OAT) dan tidak adanya pengawas minum obat (PMO). Kepatuhan minum OAT memerlukan keterlibatan dukungan keluarga dalam mendampingi dan mengawasi proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran keluarga pada kepatuhan minum OAT pada pasien TBC di Puskesmas Margorejo. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan kuesioner untuk mengukur dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan minum OAT. Penelitian dilakukan pada Juli – Desember 2024 di Puskesmas Margorejo. Jumlah subyek penelitian sebanyak 33 responden dan didapat melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan pasien memiliki kepatuhan yang baik (75,8%), serta dukungan keluarga kategori baik (63,6%). Hasil uji Rank Spearman diperoleh nilai korelasi r sebesar 0,734 yang menunjukkan kekuatan hubungan yang tinggi, serta nilai signifikansi (p value) sebesar 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara keterlibatan keluarga dan kepatuhan terhadap konsumsi OAT pada penderita TBC di Puskesmas Margorejo.
PENGUATAN EKONOMI KREATIF DAN PEMAHAMAN HUKUM BISNIS PADA USAHA COFFEE SHOP Heni Risnawati; Tuti Nadhifah; Dian Rosita; Ria Etikasari; Sherly Nur Ekawati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.2962

Abstract

This community service aims to increase the capacity of coffee shop business actors in Jrahi Tourism Village, Pati Regency, in building a sustainable creative economy by strengthening the understanding of business law and branding strategies. One of the fundamental problems faced by business actors is the weak understanding of the legal aspects of the business, especially in managing documents such as invoices, financial reports, and deeds of agreement. This not only poses a risk to business continuity, but also opens up opportunities for criminal acts such as embezzlement and forgery. In addition to the legal aspect, strengthening business identity through branding strategies is also an urgent need. Business actors are encouraged to create unique and authentic concepts by integrating local values and the potential of the natural scenery of Jrahi Village as part of the tourist attraction. Through counseling and mentoring, this activity has succeeded in increasing business actors' awareness of the importance of legality, business documentation, and the strategic value of differentiation and brand identity in building a professional, competitive, and local potential-based creative business.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dengan Penerapannya sebagai Pengobatan Tradisional di Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Naim Matul Khoiriyah; Ria Etikasari; Galih Kurniawan
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.1634

Abstract

Family Medicinal Plants (TOGA) are plants cultivated in home gardens and traditionally utilized as natural, safe, and affordable treatments. Indonesia has approximately 15,000 species of medicinal plants, but only about 7,000 are actively utilized. This study aims to analyze the relationship between the level of community knowledge and the application of TOGA as traditional medicine in Dawe District, Kudus Regency. This study employed a cross-sectional observational design. The study subjects consisted of 391 randomly selected respondents from Puyoh and Cendono villages. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistics and the Chi-Square test. The results showed that 58.3% of respondents had good knowledge of TOGA, and 55% applied it as traditional medicine. The Chi-Square test revealed a significant relationship between knowledge level and TOGA application (p < 0.05). Respondents with higher levels of knowledge tended to apply TOGA more optimally.
Evaluasi Efek Samping Penggunaan Nsaid Pada Pasien Osteoartritis Di Instalasi Rawat Jalan RSUD R.A. Kartini Jepara Nuzulatul Wahyu Mustika Ningrum; Ria Etikasari; Ulviani Yulia Husna
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no2p118-125

Abstract

Osteoarthritis (OA) is a common degenerative disease in the elderly and a leading cause of disability. Excessive joint pain results in limited daily activities. In pharmacological therapy, Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAIDs) are the main choice for OA treatment. Appropriate use of NSAIDs in OA patients is essential to achieve optimal therapeutic outcomes. This study aimed to analyze and evaluate adverse effects of NSAID use in OA patients at the Outpatient Installation of RSUD R.A. Kartini Jepara. The research was conducted using a descriptive observational method with a retrospective design based on secondary data from medical records. Samples were determined through purposive sampling with inclusion criteria: OA patients aged 45–75 years who had at least three visits during January–December 2024. Exclusion criteria were incomplete or unreadable medical records. Data were analyzed descriptively to present patient characteristics, NSAID usage profiles, and adverse effects. The results showed that OA patients were predominantly female (72.9%), aged 65–75 years (46.9%), and had BMI >27 (53.1%). Most patients had disease duration >12 months (38.4%) and received NSAID therapy for more than 3 weeks (70.8%). Hypertension was the most common comorbidity (50%), while the most frequently used concomitant medications were gastrointestinal drugs (23.98%) and antihypertensives (23.17%). Meloxicam was the most frequently prescribed NSAID (51%). The most common adverse effects were gastrointestinal disorders, including dyspepsia (56.10%) and vertigo (17.07%).
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI PADA PENGETAHUAN PENGGUNAAN ANALGESIK NYERI NEUROPATIK DAN DISMINORE DI DESA KUANYAR, MAYONG, JEPARA Meliana Erianti; Ria Etikasari; Intan A. Rosnarita
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1835

Abstract

One example of self-medication issues is the differing treatment needs between neuropathic pain (requiring non-analgesic adjuvant medications) and dysmenorrhea (susceptibility to the risk of NSAID side effects due to excessive doses). This study aimed to analyze a comprehensive profile of the knowledge of the Kuanyar Village community regarding the use of analgesics for neuropathic pain and dysmenorrhea. This study employed a quantitative descriptive design through a cross-sectional survey. Data were collected using a structured questionnaire to calculate respondents' knowledge scores, drawn through a purposive sampling technique. The results showed were predominantly female (52%), with 41.2% aged 21-35 years, 60% having a high school education, 35% being self-employed, 45% earning between 1 million and 3 million rupiah, and 42.5% being involved in community organizations. The level of knowledge fell into three categories before the education: poor and sufficient same about (30%) and good (40%). After the education through printed media, the level of knowledge changed sharply, with the poor level of knowledge decreasing sharply, as did the sufficient and good categories, each at 6% and 94%, respectively. This was supported by the analysis results using the Wilcoxon test with a significance value of 0.000 <0.05.