Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH PERAWATAN METODE KANGURU TERHADAP SUHU TUBUH BAYI YANG MENGALAMI DEMAM Sri Hartini Mardi Asih; Dessie Wanda; Widyatuti -; Yeni Rustina
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 9 (2013): Desember 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1716.862 KB)

Abstract

Imunisasi atau infeksi ringan dapat menyebabkan bayi mengalami demam. Penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan antipiretik dan Perawatan Metode Kanguru (PMK). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh PMK terhadap suhu tubuh bayi yang mengalami demam di RS Telogorejo dan RB Mardi Rahayu Semarang. Desain penelitian yang digunakan quasi experimental pre-post test non equivalen control group. Sampel penelitian terdiri atas 15 bayi kelompok kontrol (tanpa PMK) dan 15 bayi kelompok intervensi (PMK). Tcrdapat perbedaan yang signifikan antara suhu tubuh sebelum dan sesudah prosedur PMK dengan P value 0,000. Implikasi perawatan yang dapat direkomendasikan adalah pemberian antipiretik disertai PMK dengan monitor suhu secara ketat.Kata kunci: PMK, domain, bayi.
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK ZAITUN (OLIVE OIL) TERHADAP DERAJAT RUAM POPOK PADA ANAK DIARE PENGGUNA DIAPERS USIA 0-36 BULAN DI RSUD UNGARAN SEMARANG Maretha Vega Jelita; Sri Hartini Mardi Asih; Ulfa Nurulita
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.004 KB)

Abstract

Penyakit yang sering terjadi pada usia 0-36 bulan adalah salah satu yang angka kejadiannya terus meningkat yaitu diare. Pengeluaran feses yang meningkat pada anak yang menderita diare, mengharuskan orangtua lebih sering mengganti popok jika popok tidak segera diganti akan menimbulkan kemerahan disekitar genetalia yaitu ruam popok. Minyak zaitun (Olive Oil) mengandung emolien yang bermanfaat untuk menjaga kondisi kulit yang rusak seperti psoriaris dan eksim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian minyak zaitun (olive oil) terhadap derajat ruam popok pada anak diare pengguna diapers usia 0-36 bulan. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan quasy eksperiment, dengan design Non-equivalent control group dengan jumlah sampel sebanyak 33 responden untuk setiap kelompok. Hasil penelitian ini menunjukan sebelum pemberian minyak zaitun pada kelompok eksperimen paling banyak pada derajat ruam popok sedang sebanyak 31 anak dan pada kelompok kontrol paling banyak pada derajat ruam popok sedang sebanyak 20 anak, sedangkan sesudah pemberian minyak zaitun pada kelompok eksperimen paling banyak pada derajat ruam popok ringan sebanyak 29 anak dan pada kelompok kontrol paling banyak pada derajat ruam popok sedang sebanyak 31 anak. Uji Wilcoxon Test menunjukan nilai p value=0,011 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian minyak zaitun (olive oil) terhadap derajat ruam popok pada anak diare pengguna diapers usia 0-36 bulan.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DI AXILLA DAN DI FEMORAL TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA ANAK DEMAM USIA PRASEKOLAH DI RSUD AMBARAWA Riskha Masruroh; Sri Hartini Mardi Asih; Rahayu Astuti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.984 KB)

Abstract

Kompres merupakan salah satu cara untuk menurunkan suhu tubuh. Lokasi kompres turut mempengaruhi penurunan suhu tubuh. Lokasi kompres diantaranya yaitu di ketiak (axilla), di lipatan paha (femoral) dan di dahi (frontal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian kompres hangat di axilla dan di femoral terhadap penurunan suhu tubuh anak demam usia prasekolah di RSUD Ambarawa. Desain penelitian ini menggunakan desain eksperimen murni (true eksperiment). Jumlah sampel 76 anak usia prasekolah yang mengalami demam dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan suhu tubuh anak demam sebelum diberikan kompres hangat di axilla rata-rata 37,8°C sedangkan di femoral rata-rata 37,8°C. Suhu tubuh anak demam sesudah diberikan kompres hangat di axilla rata-rata 36,5°C sedangkan di femoral rata-rata 37,1°C. Penurunan suhu tubuh anak demam sesudah diberikan kompres hangat di axilla rata-rata 1,3°C sedangkan di femoral rata-rata 0,7°C. Ada perbedaan yang bermakna suhu tubuh sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat di axilla dengan p value 0,000 dan di femoral p value 0,000. Ada perbedaan yang signifikan antara pemberian kompres hangat di axilla dan di femoral terhadap penurunan suhu tubuh pada anak demam dengan p value 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa di axilla lebih efektif dibandingkan di femoral. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar dijadikan masukan dan bahan informasi bagi perawat dalam pemilihan intervensi keperawatan khususnya penanganan demam pada anak.
Phenomenological Study: Overview of Palliative Management in The Pre-Hospital Area of Semarang City Kristianto Dwi Nugroho; Sri Hartini Mardi Asih; Swanny Trijanti Widyaatmadja
Jurnal Keperawatan Malang Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v7i2.176

Abstract

Background: Palliative care is holistic care that is patient-centered and comprehensive both to the family and those closest to the client, which is carried out as early as possible. End-of-life preparation requires coordination from disciplines, including pre-hospital services, which are at the forefront of providing emergency services. So that the integration of palliative and pre-hospital nursing needs to be done. Purpose: To find out the description of palliative patient management in the prehospital area. Methods: This study is a qualitative study with a phenomenological approach to see the description of palliative services in the pre-hospital area of Semarang city. 7 Participants were involved in the research from 4 emergency ambulances and 3 ambulances on standby in the city of Semarang. In-dept interviews were conducted to explore the existing phenomena. Result: This study resulted in 13 themes, namely (1) Providing emotional support to patients and families, (2) Caring for the patient's condition, (3) Ambulance nurses' actions in dealing with palliative patients, (4) Collaboration with stakeholders, (5) Positive Impact the existence of pre-hospital services, (6) Feelings of pride as a pre-hospital nurse, (7) Feelings of satisfaction of nurses when they are successful in doing help, (8) Feelings of the doubt when families do not follow procedures, (9) Limited facilities and infrastructure, (10) Strategies to improve pre-hospital services, (11) Education to clients and families, (12) Lack of family support, (13), Patient motivation towards recovery. Conclusion: There has been an integration between palliative and pre-hospital nursing with a psychosocial approach in terminal patients. Deeper integration can be done with the more specific training of pre-hospital nurses on palliative care.
“POHON RANTING KAYU” POLA ASUH, HYGIENE, HIPNOSIS, OPTIMALISASI SEHAT, NUTRISI- GERAKAN ANTI STUNTING KELURAHAN KARANGAYU Lestari, Siti; Kristiyawati, Sri Puguh; Asih, Sri Hartini Mardi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 5 No. 2 (2023): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v5i2.866

Abstract

Stunting merupakan permasalah gizi global termasuk di negara Indonesia yang memerlukan penanganan secara sistematis dan menyeluruh dari bidang keperawatan. Tenaga kesehatan dan pendidikan kesehatan turut berperan dalam penanggulangan masalah stunting, STIKES Telogorejo melaksanakan upaya promotif, preventif, dan tatalaksana lanjut pada temuan kasus stunting untuk mencapai tujuan dan cita-cita SDGs. Sebuah program yang digagas oleh STIKES Telogorejo yaitu POHON RANTING KAYU yang merupakan akronim dari Pola asuh, Hygiene, Hipnosis, Optimalkan sehat, Ngerti Gizi, Gerakan Anti Stunting Kelurahan Karangayu bertujuan untuk menurunkan angka stunting di wilayah Kelurahan Karangayu Kota Semarang. Metode yang digunakan yaitu melaksanakan upaya promotif, preventif, kuratif, dan maintenance dengan membentuk tim penanggungjawab khusus seperti Satgas Ranting Kayu dan Tim Kinclong. Upaya promotif dilakukan dengan sosialisasi & edukasi, Upaya preventif dilakukan dengan pelatihan kepada kader. Upaya kuratif dilakukan oleh Satgas Ranting Kayu, Tim Kinclong, dan hipnoterapis. Hasil Program POHON Ranting Kayu yang bersinergi dengan program lainnya baik dari pemerintah maupun pihak lain telah menurunkan angka stunting sebesar 73% di wilayah Kelurahan Karangayu. Berbagai upaya promotif dan preventif yang telah diberikan juga berpotensi mencegah temuan kasus baru.
Pengaruh Terapi Slow Deep Breathing dengan Kombinasi Aromatherapy Mawar Terhadap Tekanan Darah pada Ibu Hamil dengan Hipertensi Ade Reza Dwi Friskia; Rinda Intan Sari; Sri Hartini Mardi Asih
Jurnal Ventilator Vol. 2 No. 3 (2024): September : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v2i3.1320

Abstract

A relaxation technique known as slow deep therapy is a non-pharmaceutical method for treating high blood pressure. The same matter goes for rose aromatherapy. The research attempts to relieve pregnant women’s hypertension using rose aromatherapy. This quasi-experimental research used a cross-sectional approach with one group pretest-posttest design. The respondents were 35 individuals taken with a total sampling technique. The results showed that 31 respondents (88.6%) were aged between 20 and 35 years, 20 of them were multigravida (57.1%), and 33 respondents had no concomitant disease (94.3%). Before the implementation of combined slow-deep breathing and rose aromatherapy, the mean score of pre-systolic blood pressure was 138.66 mmHg while the mean of pre-diastolic pressure was 86.69 mmHg. After the intervention, the pre-systolic blood pressure mean was 130.80 mmHg while the pre-diastolic blood pressure was 85.06 mmHg. The Wilcoxon statistic test obtained a p-value of 0.000 lower than 0.05, This means that there is an effect of Slow Deep Breathing therapy combined with Rose Aromatherapy on the blood pressure of pregnant women with hypertension at the Semarang City Health Center. It is hoped that the results of this research can be used as another alternative to reducing blood pressure in pregnant women with hypertension.
Optimalisasi Kader Posyandu dalam Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Kronis dengan Menggunakan KPSP di Wilayah Kelurahan Karangayu Semarang Asih, Sri Hartini Mardi; Victoria, Arlies Zenitha; Kristiyawati, Sri Puguh; Lestari, Siti
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3223

Abstract

Penyakit kronis adalah penyebab kematian terbesar di dunia, termasuk penyakit kronis yang menyerang anak. Penyakit kronis yang diderita anak tersebut perlu dilakukan screening secara dini agar apabila terdapat penyimpangan, maka akan dilakukan penanganan yang segera sehingga tidak terlambat ditangani. Upaya pemerintah dan masyarakat yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kualitas anak dengan penyakit kronis dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal guna mendeteksi adanya kelainan pada anak kronis dalam deteksi dini, diantaranya dengan program KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan). Kegiatan abdimas ini bertujuan untuk pembentukan kelompok Kader Posyandu dan melatih kader untuk dapat melakukan penilaian atau tes tumbuh kembang anak kronis dengan menggunakan KPSP. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Karangayu Kota Semarang dengan diikuti oleh 17 orang kader dan 32 balita. Tim abdimas melakukan skrining awal pada masalah tumbuh kembang anak di wilayah mitra serta melatih kader dalam melakukan skrining dengan menggunakan KPSP. Selanjutnya kegiatan skrining dilakukan oleh kader bersamaan dengan kegiatan posyandu di wilayah mitra. Hasil kegiatan abdimas ini didapatkan hasil terbentuknya kelompok kader yang sudah dilatih tentang KPSP mampu melakukan deteksi dini KPSP, pemeriksaan dan penanganan masalah tumbuh kembang anak kronis secara berkala, kader posyandu melaksanakan program KPSP melalui upaya preventif dan promotif dalam setiap kegiatan Posyandu anak.
STORYTELLING MENGGUNAKAN GLOVES CERIA MENINGKATKAN KEMAMPUAN CUCI TANGAN ANAK PENDERITA DIARE Lestari, Siti; Noviyanti, Laura Khattrine; Mardi Asih, Sri Hartini
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i3.2418

Abstract

Penyakit berbasis lingkungan seperti diare dapat terjadi akibat kurangnya kemampuan hygiene dan cuci tangan pada anak. Kemampuan mencuci tangan yang baik dan benar terbukti secara efektif mencegah diare, namun rendahnya kemampuan cuci tangan pada anak harus diatasi dengan berbagai metode edukasi yang menarik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas edukasi cuci tangan dengan metode storytelling menggunakan gloves ceria terhadap kemampuan cuci tangan anak penderita diare. Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperiment dengan pendekatan one group pre-test & post-test design. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sebanyak 31 responden usia sekolah berpartisipasi. Intervensi diberikan dengan mengikuti SOP cuci tangan standar WHO. Masing-masing responden mendapatkan edukasi sebanyak 3x sehari selama 3 hari berturut-turut. Pengumpulan data kemampuan cuci tangan dinilai dan diobservasi menggunakan lembar observasi. Data dianalisais menggunakan uji statistik Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat efektifitas pemberian edukasi cuci tangan dengan metode storrytelling menggunakan gloves ceria terhadap kemampuan cuci tangan pada anak penderita diare dengan p value 0.000. Diharapkan perawat dapat menerapkan metode storrytelling menggunakan gloves ceria untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan cuci tangan anak penderita diare. Environmental-based diseases such as diarrhea occur due to a lack of hygiene and hand-washing skills in children. The ability to wash hands well and correctly has been proven effective in preventing diarrhea. The low ability to wash hands in children must be overcome with various interesting educational methods. This research aims to determine the effectiveness of hand-washing education using the storytelling method using cheerful gloves on the hand-washing ability of children with diarrhea. This research uses a quasi-experimental method with a one-group pre-test & post-test design approach. The sampling technique used purposive sampling, and 31 school-age respondents participated. Interventions are provided by following WHO standard hand washing SOPs. Each respondent received education 3 times a day for 3 consecutive days. Data collection on hand-washing ability was assessed and observed using an observation sheet. Data analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test statistical test. The research results show effectiveness in providing hand washing education using the storytelling method using cheerful gloves on the ability to wash hands in children suffering from diarrhea with a p-value of 0.000. It is hoped that nurses can apply the storytelling method using cheerful gloves to increase the motivation and ability to wash the hands of children with diarrhea.
Pembentukan Kelompok Siaga (Saya Ibu dan Pendamping Atasi Gawat Darurat pada Anak Tunagrahita dengan Penyakit Kronis) Asih, Sri Hartini Mardi; Victoria, Arlies Zenitha; Nisa, Nafisatun
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Mei 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i3.6380

Abstract

Kondisi gawat darurat bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja, tidak terkecuali pada anak. Banyak kasus kematian anak di rumah sakit terjadi dalam waktu 24 jam pertama pasien masuk ke rumah sakit. Beberapa kasus kematian tersebut sebenarnya dapat dicegah bila anak yang sakit berat dapat segera teridentifikasi pada saat tiba di rumah sakit dan mendapat pananganan tanpa ada keterlambatan. Belum adanya sosialisasi atau pelatihan tentang penanganan kegawatdaruratan pada anak dengan kebutuhan khusus di rumah atau di SLB menjadi permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengusung tema pembentukan kelompok SIAGA (Saya Ibu Atasi Gawat Darurat pada Anak Tunagrahita Dengan Penyakit Kronis) yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada orang tua dan pendamping sebagai first responder pada saat anak berkebutuhan khusus mengalami kondisi gawat darurat di rumah atau di SLB. Bentuk dari kegiatan ini adalah dengan memberikan pelatihan kepada orang tua serta guru dan melakukan monitoring evaluasi ketercapaian edukasi. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang tua dan 2 orang pendamping SLB N Semarang. Evaluasi dilakukan dengan membagikan kuesioner pengetahuan penanganan kegawatan pada anak sebelum dan setelah edukasi. Orang tua juga diminta untuk mendemonstrasikan ulang tindakan penanganan kegawatan pada anak. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan ibu dan pendamping dalam mengatasi kegawatdaruratan pada anak tunagrahita yang mengalami penyakit kronis. Diperlukannya kelompok dukungan antar-ibu dan pendamping dengan menyiapkan rencana darurat dan alat kesehatan di rumah sehingga dapat mengatasi kejadian kegawatadaruratan pada anak dan meningkatkan pengetahuan tentang penyakit kronis anak.
Perbedaan Efektivitas Terapi Audiovisual Dan Coolpack Terhadap Tingkat Nyeri Pada Prosedur Pengambilan Darah Anak Usia Pra Sekolah Ariesta Danianti; Sri Hartini Mardi Asih; Ratnasari Ratnasari
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v2i1.98

Abstract

Pain is an unpleasant sensory-nervous response experience associated with tissue damage. Pain in children during invasive procedures that are not handled properly can make them uncooperative and refuse action, which can hinder the treatment process. Long-term effects that can arise if a child's pain is not reduced or treated are the psychological and physical stress suffered by the child, such as insomnia, depression, changes in appetite, and fatigue. Efforts to overcome pain during blood sampling procedures include audiovisual therapy and cool packs. This study aims to analyze the differences in the effectiveness of audiovisual therapy and cool packs on pain levels during blood sampling procedures in preschool children. This research is quantitative with a quasi-experimental two-group posttest design. The number of samples in this study was 44 respondents, who were divided into two groups using the consecutive sampling technique. Based on the Mann- Whitney test, the results showed that there were differences in the effectiveness of audiovisual therapy and cool packs on pain levels in blood sampling procedures for preschool children, with a p-value of 0.000 (<0.05). Audiovisual therapy and cool packs can be used as nursing actions to reduce pain during blood sampling procedures in preschool children.