Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS STANDAR PROSES DI TAMAN KANAK-KANAK (TK) Mustofa; Suqya Rahmah; Teti Ratnawulan; Lilis Suwandari
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10887

Abstract

This study is motivated by a gap between the PAUD Process Standards and actual practice at TK Darul Uchwah, Jakarta—particularly the readiness of RPPM/RPPH documents, a tendency toward cognitive emphasis, and limited facilities. The study aims to describe and analyze Process-Standards–based instructional management through the POAC functions. A qualitative–descriptive approach was used with interviews, observations, and document analysis; participants included the principal, teachers, and children. The theoretical framework refers to G.R. Terry’s POAC and Mulyasa’s instructional management. Findings include: (1) planning is tiered from the academic calendar–Prota–Promes–CP/ATP to RPPM/RPPH, internally verified, flexible in classroom use, and integrates STPPA and value reinforcement; (2) organizing clarifies the principal’s role as in-class mentor and teachers as daily managers, arranges learning centers and manipulatives, and groups children by age with in-class differentiation; (3) actuating follows an opening–core–closing sequence, applies a simplified scientific approach, provides choice of activities, documents processes and products via checklists/worksheets and anecdotal records, and blends visual and concrete media; (4) controlling includes device verification, semesterly supervision, ongoing authentic assessment, physical monitoring, and daily–semester follow-up. The study concludes that Process-Standards–based instructional management at TK Darul Uchwah operates effectively and aligns with POAC, though challenges remain regarding attendance and facilities. This implementation can serve as a reference for continuous improvement in other PAUD settings through strengthened planning SOPs, robust documentation of authentic assessment, parent partnerships, and phased facility development.
Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Adaptif Cabang Olahraga Bulutangkis bagi Anak Tunagrahita Ringan Lilis Suwandari; Indiah Wisjnu Sulistyorini; Dwi Endah Pertiwi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4075

Abstract

Abstrak Anak tunagrahita mengalami hambatan merespon rangsangan sehingga memerlukan penanganan khusus melalui pendidikan jasmani adaptif. Pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani adaptif sudah berjalan akan tetapi kurang maksimal karena kondisi anak yang berbeda, sumber belajar yang minim, motivasi serta pengertian orang tua yang kurang. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani adaptif cabang olahraga bulutangkis bagi anak tunagrahita ringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah tiga orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melaksanakan semua tahapan pembelajaran, namun masih menemui kesulitan sehingga guru berupaya mencari buku sumber, metode yang bervareatif, memotivasi anak untuk meningkatkan pelaksanaan pembelajaran. Rekomendasi ditunjukkan bagi guru agar dapat menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi dan kemampuan anak. Kata Kunci: Pelaksanaan Pembelajaran, Pendidikan Jasmani Adaptif, Tunagrahita Ringan
IMPLEMENTASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI ERA KECERDASAN BUATAN DAN DIGITALISASI PENDIDIKAN STUDI KASUS DI SMP AL FALAH Novrizal; Teni Pursina; Ade Sumartini; Elis Ela Sumyati; Lilis Suwandari
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.13439

Abstract

ABSTRACT The rapid development of Artificial Intelligence (AI) and the digitalization of education require teachers to strengthen their pedagogical competence in order to effectively integrate technology into the teaching and learning process. However, in practice, teachers demonstrate varying levels of competence in utilizing AI and digital technologies for planning, implementing, and evaluating learning activities. In addition, empirical studies examining the implementation of teachers' pedagogical competence in the context of AI integration at the school level remain limited, highlighting the need for further investigation. Therefore, this study aimed to analyze the implementation of teachers' pedagogical competence in the era of Artificial Intelligence and educational digitalization at SMP Al Falah. This study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal and five teachers. The data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that teachers had implemented pedagogical competence by utilizing various digital learning platforms and AI-based applications to develop lesson plans, create instructional media, design assessment instruments, and support differentiated learning. These practices improved the effectiveness of lesson planning, implementation, and evaluation. Nevertheless, differences in AI literacy among teachers, limited internet infrastructure, and the absence of school policies governing the systematic use of AI were still identified as major challenges. The study concludes that the integration of pedagogical competence, Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), and AI literacy is essential for supporting educational transformation. Therefore, strengthening teachers' digital competence through continuous professional development and establishing school policies are necessary to ensure that AI is utilized optimally, ethically, and responsibly. ABSTRAK Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan digitalisasi pendidikan menuntut guru untuk memiliki kompetensi pedagogik yang mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Namun, pada praktiknya masih ditemukan perbedaan kemampuan guru dalam memanfaatkan AI dan teknologi digital untuk merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi pembelajaran secara efektif. Selain itu, kajian yang mengulas implementasi kompetensi pedagogik guru dalam konteks pemanfaatan AI di tingkat sekolah masih relatif terbatas, sehingga diperlukan penelitian untuk memberikan gambaran empiris mengenai kondisi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kompetensi pedagogik guru di era kecerdasan buatan dan digitalisasi pendidikan di SMP Al Falah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah dan lima orang guru, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengimplementasikan kompetensi pedagogik melalui pemanfaatan berbagai platform pembelajaran digital serta aplikasi berbasis AI untuk menyusun perangkat pembelajaran, mengembangkan media, menyusun instrumen evaluasi, dan mendukung pembelajaran diferensiasi. Implementasi tersebut meningkatkan efektivitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Namun, masih ditemukan perbedaan tingkat literasi AI antar guru, keterbatasan infrastruktur internet, serta belum adanya kebijakan sekolah yang mengatur pemanfaatan AI secara sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kompetensi pedagogik, TPACK, dan literasi AI merupakan faktor penting dalam mendukung transformasi pendidikan sehingga diperlukan penguatan kompetensi digital guru, pelatihan berkelanjutan, dan penyusunan kebijakan sekolah agar pemanfaatan AI berlangsung secara optimal, etis, dan bertanggung jawab.
Inovasi Industri Kreatif Kolotik Melalui Kolaborasi Harmoni Nusantara di Bale Budaya Dayak Putra Galuh Ciamis Arif Firmansyah Arif Firmansyah; Lilis Suwandari; Fadila Rahma Ghoer; Ima Nurhikmah
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7557

Abstract

Sanggar Bale Budaya Daya Putra Galuh Ciamis merupakan sanggar budaya dan kesenian yang berfokus pada pengembangan inovasi industri kreatif kolotik. Kolotik adalah alat musik tradisional yang berasal dari Kolotok atau identitas yang terpasang di bagian leher sapi maupun kerbau, dan saat ini berinovasi menjadi Kolotik yang digunakan sebagai alat musik yang dimainkan dengan cara digoyangkan dengan bentuk mirip seperti lonceng. Melestrarikan dan menciptakan musik Kolotik ternyata mengalami hambatan, yaitu keterbatasan sumber daya manusia dan keterampilan teknis. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat membuat solusi pengembangan inovasi alat musik kolotik yang yang berkolaborasi dengan alat musik lain dan dapat menghasilkan nada dinamai Harmoni Nusantara. Tujuan dari kolaborasi ini menjadi terobosan baru dalam dunia seni, khususnya musik. Menggabungkan kesenian tradisional alat musik kolotik menjadi Harmoni Nusantara akan menciptakan pagelaran baru yang menarik, dengan menggabungkan tradisi dan inovasi yang membuat lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan. Selain itu, akan digelar pelatihan produksi alat musik kolotik oleh pengrajin lokal menjadi bagian penting dari program ini. Dengan memberdayakan masyarakat desa yang menjadi mitra sasaran, program ini tidak hanya berfokus pada inovasi musik tetapi juga pada pengembangan ekonomi lokal. Para pengrajin akan mendapatkan pelatihan dan dukungan untuk memproduksi alat musik berkualitas, yang nantinya dapat dipasarkan lebih luas. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui keterampilan dan peluang kerja baru. Metode pendekatan yang dilakukan guna menyelesaikan persoalan dengan cara partisipatif, tim pengabdian masyarakat melibatkan masyarakat aktif dalam setiap tahap program, dimulai dari perencanaan hingga evaluasi.
MENUJU LINGKUNGAN SEHAT: INOVASI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA NAGROG Siti Nur; lilis suwandari; Muhamad Sopyan Syauri N, MZ; Ramdhan Hendrawan; Mukhlis Aburizal Khordowi; Fauzan Rizky Gunawan
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/join.v4i3.1956

Abstract

This study aims to explore the effectiveness of waste management innovations through the provision of specific trash bins and sorting practices in Nagrog Village, as an effort to mitigate the high volume of waste and low public awareness. The primary motivation for this study was to create a healthy and clean environment without relying on composting, while still increasing community participation in waste management. The methodology involved field observations, interviews with residents and village leaders, and the collection of quantitative data related to the volume and frequency of waste collection. The intervention focused on establishing separate trash bins (organic, inorganic, and residual) at strategic points in the village and educating the community about individual waste sorting. This practice aligns with similar models in other villages, such as Tenjolayar and Latsari, which focus on sorting with specific bins. The results showed significant improvement, as points that were usually filled with trash have now begun to decrease. This improvement indicates that the provision of special bins and intensive education can significantly improve environmental cleanliness, even without further waste processing. The researchers concluded that this simple model is effective for villages with limited resources. Sustainable success depends on consistent education, local government support for collection facilities, and the possibility of developing further schemes for organic and inorganic waste in the future.