Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH BRAND EQUITY PRODUK OLAHRAGA MILLS TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN DI PASAR MALAYSIA Reza Fahrizal Firdaus; Rizqi Muttaqin
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 4 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/vn2kw044

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh brand equity (brand awareness, brand association, perceived quality, brand loyalty) terhadap minat beli produk olahraga Mills di Malaysia. Pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 100 responden di Indonesia dan Malaysia yang mengetahui produk Mills. Analisis regresi linear bergandaSPSS 27 menunjukkan bahwa secara parsial, brand awareness (t=2,019; sig.0,046) dan brand loyalty(t=4,939; sig.0,000; β=0,425) berpengaruh signifikan, sementara brand association (t=1,822; sig.0,072) dan perceived quality (t=1,076; sig.0,285) tidak. Secarasimultan, keempat dimensi berpengaruh signifikan (F=13,959; sig.0,000; Adj R²=34,4%). Brand loyaltymenjadi dimensi paling dominan. Temuan ini menegaskanpentingnya loyalitas dan kesadaran merek sebagai prioritasstrategi ekspansi Mills di Malaysia.
ANALISIS PENGARUH HARGA DAN BRAND AMBASSADOR TERHADAP VOLUME EKSPOR PRODUK MILLS DI PASAR MALAYSIA Muhamad Dzikri Febrian; Rizqi Muttaqin
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 4 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/me54dm26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga dan brand ambassador terhadap volume ekspor produk Mills di pasar Malaysia. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui survei online terhadap 100 konsumen di Malaysia yang mengetahui atau pernah melihat promosi produk Mills. Data sekunder berupa data penjualan (sold count) dari platform Shopee Malaysia digunakan sebagai proksi volume ekspor. Analisis regresi linear berganda dengan SPSS versi 27 digunakan untuk analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, harga tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor (t-hitung 0,782 < t-tabel 2,160, sig. 0,449 > 0,05). Brand ambassador juga tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor (t-hitung -0,875 < t-tabel 2,160, sig. 0,399> 0,05). Secara simultan, harga dan brand ambassador tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor (F-hitung 0,545 < F-tabel 3,885, sig. 0,593 > 0,05) dengan nilai Adjusted R Square sebesar -0,069. Hasil ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor fundamental seperti kualitas produk, inovasi teknologi, saluran distribusi, dan promosi penjualan menjadi pertimbangan yang lebih dominan bagi konsumen Malaysia dalam mengambil keputusan pembelian produk olahraga.
ANALISIS DAYA SAING EKSPOR BATU BARA INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL PERIODE 2015-2025 : PENDEKATAN RCA, RSCA, GROWTH RCA, DAN EPD Saplin Kerisnie; Rizqi Muttaqin
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 4 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/cqwv4196

Abstract

Batu bara merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia yang berkontribusi signifikan terhadap penerimaan devisa negara. Namun, fluktuasi harga global, meningkatnya persaingan antarnegara eksportir, serta transisi menuju energi bersih menimbulkan tantangan terhadap keberlanjutan daya saing ekspor batu bara Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing ekspor batu bara Indonesia di pasar internasional selama periode 2015–2025 serta membandingkannya dengan Australia, Amerika Serikat, dan Mongolia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari Trade Map–International Trade Centre (ITC), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Analisis dilakukan menggunakan empat indikator, yaitu Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Growth RCA, dan Export Product Dynamics (EPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang kuat dan stabil dengan nilai rata-rata RCA sebesar 19,125 dan RSCA sebesar 0,900, meskipun masih berada di bawah Mongolia dan Australia. Analisis Growth RCA menunjukkan bahwa daya saing Indonesia cenderung menguat secara terbatas dengan pertumbuhan positif pada enam dari sepuluh tahun pengamatan. Sementara itu, analisis EPD menempatkan Indonesia lebih dominan pada kuadran falling star, yang menunjukkan peningkatan pangsa ekspor terjadi pada pasar batu bara dunia yang pertumbuhannya mulai menurun. Secara keseluruhan, daya saing ekspor batu bara Indonesia masih tergolong tinggi dan mampu dipertahankan selama periode penelitian, namun menghadapi tantangan akibat melemahnya prospek pasar global. Oleh karena itu, peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi, diversifikasi pasar ekspor, efisiensi produksi, serta penguatan diplomasi perdagangan menjadi strategi penting untuk menjaga keberlanjutan daya saing ekspor batu bara Indonesia.