Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI MODEL CIPP (CONTEXT, INPUT, PROCESS, DAN PRODUCT) Yoga Aldi Saputra; Mochamad Chazienul Ulum; Achmad Sofiyudin
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 6, No 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v6i2.3159

Abstract

This research aims to evaluate the empowerment program for coffee farmers through the CIPP model to find out how far the empowerment efforts are implemented and the benefits are felt, especially for coffee farmers in Muncar Village, Gemawang District, Temanggung Regency. This study uses a descriptive qualitative approach with the Creswell model of data analysis method. Evaluation of coffee farmer empowerment is carried out comprehensively from upstream to downstream, starting from the cultivation, post-harvest, and marketing processes. The results showed that the empowerment of coffee farmers in Muncar Village was carried out through the collaboration of stakeholders. Overall, the empowerment in Muncar Village for coffee farmers has improved the welfare of farmers so that there is an increase in the economic source of family income. Keywords: Farmer Empowerment; Program Evaluation; Muncar Village; CIPP Model
EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI MODEL CIPP (CONTEXT, INPUT, PROCESS, DAN PRODUCT) Yoga Aldi Saputra; Mochamad Chazienul Ulum; Achmad Sofiyudin
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 6 No 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v6i2.3159

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan evaluasi program pemberdayaan bagi petani kopi melalui model CIPP untuk mengetahui seberapa jauh upaya pemberdayaan dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya khususnya bagi petani kopi di Desa Muncar, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis data model Creswell. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan petani kopi di Desa Muncar dilakukan melalui kolaborasi stakehoders. Evaluasi pemberdayaan petani kopi dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir dimulai dari proses bertani budidaya, proses pasca panen, dan proses pemasaran. Secara keseluruhan adanya pemberdayaan di Desa Muncar bagi petani kopi telah mampu meningkatkan kesejahteraan petani sehingga terjadi peningkatan pada sumber ekonomi pendapatan keluarga.
INOVASI E-GOVERNMENT MELALUI SMART KAMPUNG DI KABUPATEN BANYUWANGI Yoga Aldi Saputra; Muhammad Rizki Pratama
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 7 No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v7i1.3174

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi e-government yang dilakukan oleh Kabupaten Banyuwangi. Inovasi e-government melalui Smart Kampung dari Kabupaten Banyuwangi muncul dari komitmen pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan pemberdayaan masyarakat kepada warganya. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dalam kerangka pendekatan kualitatif. Hasil deskripsi studi ini menunjukkan progres positif inovasi e-government pemerintah daerah menuju good governance. Selain itu adanya program ini bertujuan untuk membantu mempercepat dan memudahkan layanan kepada masyarakat baik itu layanan yang diakses secara online maupun offline. Program ini memiliki 7 prioritas inovasi dan ditargetkan dapat diterapkan pada 189 desa dan 28 kelurahan di Kabupaten Banyuwangi.
Reformasi Birokrasi Melalui Penerapan Servant Leadership di Kelurahan Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul Yoga Aldi Saputra
DEDIKASI PKM Vol. 4 No. 2 (2023): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dedikasipkm.v4i2.29534

Abstract

Greenleaf melalui essay yang berjudul “The Servant as Leaders” mengungkapkan bahwa pemimpin yang menerapkan gaya servant leadership akan menginspirasi bawahannya untuk menjadi orang yang ingin melayani orang lain. Terdapat 6 karakteristik kunci dari pemimpin dengan model servant leadership diantaranya: Empowering and Developing People, Humility, Authenticity, Interpersonal acceptance, Providing Direction, dan Stewardship. Penerapan model servant leadership salah satunya dipraktikkan oleh Wahyudi Anggoro Hadi, sosok kepala desa atau lurah yang berasal dari Kelurahan Panggungharjo. Keberhasilan Wahyudi Anggoro Hadi yang kemudian mengantarkan Kelurahan Panggungharjo sebagai Desa Juara Nasional pada tahun 2014. Selama dua kali masa kepemimpinan Wahyudi Anggoro Hadi, telah banyak dihasilkan kebijakan yang pro masyarakat, dan melalui upaya reformasi birokrasi tercipta wajah birokrasi yang lebih bersih, bertanggung jawab, terbebas dari money politic
PARTISIPASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KAMPUNG PUTIH MELALUI BANK SAMPAH MALANG Maharani, Pitaloka; Saputra, Yoga Aldi; Putri, Salma Hidayah; Prakarti, Trixie Traviata
PANGRIPTA Vol. 3 No. 2 (2020): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.274 KB) | DOI: 10.58411/m8j72p42

Abstract

Masalah sampah disebabkan oleh sistem yang melibatkan banyak pihak mulai dari penghasil sampah (seperti rumah tangga, pasar, institusi, industri, dan lain-lain), pengelola (dan kontraktor), pembuat peraturan, sektor informal, maupun masyarakat yang terkena dampak pengelolaan sampah tersebut sehingga penyelesaiannya pun membutuhkan keterlibatan semua pihak terkait dan beragam pendekatan dari atasan ke bawahan. Selama ini sebagian besar masyarakat masih memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna, bukan sebagai sumber daya potensial yang perlu dimanfaatkan. Upaya pengelolaan sampah melalui 3R dilakukan di Kota Malang. Khusus di kota ini, potensi sampah mencapai sekitar 400 ton per-harinya, membuat pemerintah harus mencari solusi dalam menangani tumpukan-tumpukan sampah tersebut. Salah satu yang mengolah adalah Lembaga Bank Sampah Malang (BSM) yang terletak di Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Desa yang menjadi binaan Bank Sampah Malang (BSM) salah satunya adalah Kampung Putih. Program yang menjadi ciri khas dari kampung ini adalah adanya kegiatan bank sampah yang dilakukan setiap 2 kali seminggu di balai RW Kampung Putih. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah warganya membuang sampah ke sungai. Warga Kampung Putih menghimpun sampah tersebut untuk selanjutnya dijual dan diolah di bank sampah. Fokus pengamatan lebih ditekankan pada program pemberdayaan masyarakat, yaitu sebuah pendekatan yang menitikberatkan pada partisipasi masyarakat.
Analysis of risk management of online queue innovation system services (SINOVA) Bantul Regency Saputra, Yoga Aldi; Aknesia, Vharessa; Fitri, Zaneta Cahaya; Achmad, Dewi Hardiana
Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik Vol 8, No 2: Oktober 2023
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/pjiap.v8i2.9826

Abstract

Public governance is a concept that describes the government's ability to fulfill people's satisfaction and achieve people's prosperity. Currently, the government is required to improve risk management to deal with various challenges that come quickly, uncertainly, and minimize the possibility that they will occur in the future. One form of risk management is through Governance, Risk, and Control (GRC). The Disdukcapil of Bantul Regency issued a website-based service that is expected to be able to provide convenience for the people of Bantul who experience problems in processing population documents. This article aims to understand and describe the application of risk management principles carried out by the Disdukcapil of Bantul Regency during the COVID-19 pandemic using a qualitative approach using the case study method. The results showed that risk management carried out through website-based services had not been fully responded to by the community, so Disdukcapil delegated tasks by opening Adminduk services in sub-districts. This is in response to reducing queue buildup during the Covid-19 pandemic.
Policy Conflict Framework: Analisis Konflik Pembangunan Wisata Alam Alaska di Kota Batu Saputra, Yoga Aldi
JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik Vol. 10 No. 2 (2024): JPAP (Jurnal Penelitian Administrasi Publik)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpap.v10i2.11174

Abstract

The emergence of a decision in the form of public policy is very prone to conflict. This can be caused by many factors such as target groups who do not need or benefit from policies, target groups are not aware of the benefits they receive, or even target groups reject policies because they are not supporters of policy implementers. Policy conflicts have to do with issues related to a large number of interests in the process of determining and enforcing policies. Conflicts in tourism involve many stakeholders with diverse values and complex interaction dynamics, both between local communities and the government, between local communities and tourists, between companies and the government, and between local communities and tourism companies. The phenomenon of conflict occurs in the development of Kasinan pedestal nature tourism or known as Alaska tourism located in Pesanggrahan Village, Batu District, Batu City. Through the perspective of the policy conflict framework, it can be analyzed related to the nature of conflict from the groups involved, the intensity of conflict, the causes of conflict in terms of context and process, and feedback consisting of output and outcome.
Pemberdayaan Pengelola Wisata dalam Pengelolaan Sampah di Pantai Caruban Desa Gedongmulyo Kabupaten Rembang Johan Bhimo Sukoco; Mohammad Nurul Huda; Yoga Aldi Saputra; Asih Widi Lestari; Rosalina Woro Subektie
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.10291

Abstract

Problematika sampah masih dihadapi dalam pengembangan wisata di Pantai Caruban. Padahal, Pantai Caruban merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat potensial di Desa Gedongmulyo, Kabupaten Rembang. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemberdayaan pengelola wisata dalam pengelolaan sampah di Pantai Caruban, Desa Gedongmulyo, Kabupaten Rembang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi berpartisipasi, dan studi dokumen. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis interkatif dari Miles & Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan pemberdayaan pengelola wisata masih menemui berbagai permasalahan, antara lain: aksesbilitas informasi yang rendah, partisipasi dan keterlibatan masyarakat yang minim, rendahnya akuntabilitas, sampai dengan rendahnya kapasitas organisasi lokal.
Dinamika Birokrasi dalam Manajemen Lingkungan di Kawasan Pesisir Kabupaten Rembang Saputra, Yoga Aldi; Kismartini
Public Sphere Review Volume 4 Nomor 2: September 2025
Publisher : Public Administration Dept, Faculty of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/psr.v4i2.174

Abstract

This study explores how strengthening the supervisory function in the context of bureaucratic reform impacts the effectiveness of environmental management in the Coastal Zone of Rembang Regency. Fundamental challenges in coastal areas, such as massive abrasion, pollution due to waste, and spatial conflicts, require a comprehensive supervision effort. This research used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, forum group discussion (FGD), and in-depth interviews. The data were analyzed using Cresswell's and Vos Viewer tools to see the research trend. The results showed that supervision efforts in solving environmental pollution problems in the coastal areas of Rembang Regency require the involvement of multi-actor roles and cooperation. This is due to the limited resources and authority possessed by the local government. In addition, community involvement is also a vital entity that ensures the sustainability of development.