Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH STABILISASI PKL SHELTER MANAHAN TERHADAP KINERJA JALAN MENTERI SUPENO SURAKARTA Permana, Faisal Indra; Yudana, Galing; Rahayu, Paramita
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v1i1.11340.1-13

Abstract

Stabilisasi merupakan salah satu program penataan PKL pemerintah kota Surakarta yang berfungsi untuk memberi legalitas pada PKL di suatu kawasan dengan memfasilitasi tempat dagang permanen dan sejumlah fasilitas penunjang salah satunya seperti parkir on street. Adanya program stabilisasi berpotensi menimbukan permasalahan baru seperti dampak berupa beban transportasi di jalan sekitarnya. Salah satu PKL stabilisasi di kota Surakarta tersebut adalah PKL shelter Manahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh stabilisasi PKL shelter Manahan terhadap kinerja jalan Menteri Supeno. Tahap pertama penelitian yaitu mengidentifikasi aktivitas PKL shelter yang memicu pergerakan yang mempengaruhi besar volume kendaraan jalan Menteri Supeno. Tahap kedua yaitu menganalisis volume kendaraan jalan Menteri Supeno. Tahap ketiga mengidentifikasi kondisi parkir on street yang mempengaruhi kapasitas jalan Menteri Supeno. Tahap selanjutnya, menganalisis kapasitas jalan Menteri Supeno. Kemudian menganalisis kinerja jalan Menteri Supeno yang dilanjut dengan mengidentifikasi pengaruh PKL stabilisasi Manahan terhadap kinerja jalan Menteri Supeno. Hasil akhir penelitian ini adalah teridentifikasinya pengaruh yang dimulai dari aktivitas PKL shelter membangkitkan pergerakan menyebabkan peningkatan volume kendaraan, disisi lain keberadaan parkir on street PKL shelter mengalami kekurangan daya tampung yang secara signifikan menurunkan kapasitas jalan menyebabkan kemampuan jalan Menteri Supeno dalam menampung beban lalulintas berkurang, semua hal tersebut berkolaborasi dalam menurunkan nilai kinerja jalan sehingga jalan Menteri Supeno mengalami penurunan kualitas. Pada akhirnya diperoleh hasil bahwa keberadaan stabilisasi PKL shelter Manahan mempengaruhi kinerja jalan Menteri Supeno.
Kesesuaian Penggunaan Lahan Pesisir Kota Pangkalpinang terhadap Risiko Banjir Rob Hariyra, Salsabilita; Miladan, Nur; Yudana, Galing
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.90933.55-67

Abstract

Kota Pangkalpinang merupakan kota pesisir yang secara geografis berbatasan langsung dengan Selat Karimata dan Laut Cina Selatan. Letaknya yang berbatasan langsung dengan lautan membuat Kota Pangkalpinang memiliki potensi risiko banjir rob. Fakta menunjukkan adanya peningkatan kejadian banjir rob beberapa tahun terakhir akibat adanya perubahan iklim yang menyebabkan meningkatnya air laut. Kondisi tersebut menimbulkan ancaman bagi aktivitas guna lahan khususnya di pesisir Kota Pangkalpinang. Dengan adanya fenomena tersebut, perlu adanya kajian risiko bencana banjir rob untuk dilihat bagaimana kesesuaiannya dengan penggunaan lahan di Kota Pangkalpinang. Dengan menggunakan pendekatan deduktif dan teknik analisis skoring dan spatial overlay, akan dihasilkan zona risiko banjir rob dengan klasifikasi rendah hingga tinggi dan akan dilihat bagaimana kesesuaiannya dengan penggunaan lahan eksisting. Penelitian ini juga memberikan gambaran seberapa besar ketidaksesuaian penggunaan lahan di Kota Pangkalpinang dan saran bagi pihak terkait untuk melakukan pengendalian penggunaan lahan pada kawasan yang memiliki ketidaksesuaian penggunaan lahan.
Faktor Penyebab Permukiman Kumuh di Kawasan Semanggi, Kota Surakarta Araujo, Carla Magno; Astuti, Winny; Yudana, Galing
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v5i2.73074.155-169

Abstract

Kawasan perkotaan tidak terlepas dari permasalahan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang meningkat, serta keterbatasan akses penduduk terhadap layanan dasar perkotaan yang kemudian berpotensi menyebabkan munculnya kawasan permukiman kumuh. Kota Surakarta merupakan salah satu kota dengan kepadatan yang cukup tinggi sehingga mempengaruhi penggunaan lahan untuk bermukim. Pemerintah Kota Surakarta telah melakukan verifikasi data lokasi perumahan dan permukiman kumuh di Kota Surakarta antara lain Kawasan Semanggi karena memiliki tingkat kepadatan penduduk serta luas permukiman yang tinggi dibandingkan dengan kawasan lain. Kawasan padat penduduk ini menjadi perhatian khusus pemerintah karena terjadi pembangunan permukiman tanpa memperhatikan aspek kelayakan hunian dan struktur tata ruang kota. Terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan dalam Kawasan Semanggi, yaitu masih banyak bangunan yang tidak memiliki sertifikat, status lahan Ilegal, tingginya jumlah rumah tidak layak huni, ketidakteraturan bangunan, kawasan rawan banjir, dan rendahnya sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini fokus untuk mengetahui faktor yang menyebabkan adanya permukiman kumuh di Kawasan Semanggi, Kota Surakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan deduktif. Penelitian ini menggunakan teknik analisis Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menganalisis tingkat prioritas faktor yang mempengaruhi terbentuknya permukiman kumuh berdasarkan pertimbangan yang diperoleh dari responden ahli terpilih melalui expert choice. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa terdapat lima  faktor prioritas yang menyebabkan adanya permukiman kumuh Kawasan Semanggi. Kelima faktor tersebut yaitu faktor ekonomi, faktor sarana prasarana, faktor status kepemilikan bangunan, faktor lahan perkotaan, serta faktor lama tinggal penghuni.
Kecenderungan Spasial Fasilitas Perkotaan terhadap Sebaran Covid-19 di Kota Surakarta Putripraja, Diva Primadani; Miladan, Nur; Yudana, Galing
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.79095.200-209

Abstract

Penyebaran Covid-19 selalu dikaitkan dengan orang yang menjadi pembawa virus,sepertikasus konfirmasi tanpa gejala (asimtomatik), kasus suspek, kontak erat, dan juga yang positif Covid-19. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa pemerintah telah melakukan intervensi terhadap pola ruang, seperti Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serta pembatasan akses pada aktivitas publik lain.Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Maret tahun 2022, terdapattiga daerah yang memiliki penyebaran virus tertinggi di provinsi Jawa Tengah, salah satunya adalah Kota Surakarta yang sampai tanggal 25 Maret 2022 terdapat 36.369 kasus. Pembatasan sosial bagi masyarakat secara tidak langsung memberikan pengaruh terhadap penggunaan fasilitas perkotaan di Kota Surakarta dari perspektif kecenderungan spasial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecenderungan spasial fasilitas perkotaan terhadap sebaran Covid-19 di Kota Surakarta. Penelitian dilakukan menggunakan teknik analisis pemetaan spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa mayoritas tingkat sebaran Covid-19 berada di zona kawasan sangat tinggi dan tinggi terkonsentrasi di wilayah timur Kota Surakarta yaitu Kelurahan Mojosongo dan Kelurahan Jebres yang terletak di Kecamatan Jebres. Di sisi lain, kecenderungan spasial fasilitas perkotaan yang dikunjungi oleh penyintas Covid-19 berada di zona kawasan rendah dan sangat rendah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kecenderungan spasial fasilitas perkotaan yang dikunjungi oleh penyintas Covid-19 tidak berada di dalam kelurahan yang berada di zona kawasan sebaran Covid-19 sangat tinggi sehingga kecenderungan fasilitas perkotaan terhadap sebaran Covid-19 di Kota Surakarta tidaklah memiliki hubungan yang erat. Orientasi tujuan kunjungan yang dilakukan oleh penyintas Covid-19 ke fasilitas perkotaan di Kota Surakarta mayoritas adalah ke fasilitas jenis pasar dengan jumlah penyintas Covid-19 sebanyak 179 penyintas dan tersebar di seluruh kelurahan di Kota Surakarta.