Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Hydrologic Response Unit pada peningkatan kerawanan banjir pada tahun 2013–2022 di DAS Mikro Triyagan Ilham Siota; Nur Miladan; Galing Yudana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.74660

Abstract

DAS Mikro Triyagan merupakan salah satu Sub DAS Bengawan Solo yang mengalami peningkatan permukiman baru karena penetapan fungsi lahan permukiman dan sawah. Perubahan penggunaan lahan dari lahan terbuka menjadi lahan terbangun menyebabkan berkurangnya daerah resapan air dan peningkatan volume limpasan permukaan sebagai penyebab utama banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak perubahan penggunaan lahan terhadap kerawanan banjir di DAS Mikro Triyagan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Hydrologic Response Unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan di DAS Mikro Triyagan mempengaruhi kerawanan banjir yang disebabkan oleh limpasan permukaan pada lahan permukiman (terbangun) dengan karakteristik kedap air. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kerawanan banjir adalah pembangunan perumahan dan permukiman dengan menyediakan ruang terbuka hijau dengan penerapan teknologi konservasi air biopori untuk menurunkan limpasan permukaan.
Faktor prioritas kesiapan penanganan kawasan permukiman kumuh (studi kasus: bantaran Sungai Kali Anyar, Kota Surakarta) Parithustha Mahayati; Winny Astuti; Galing Yudana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.64560

Abstract

Permukiman kumuh kawasan bantaran Kali Anyar merupakan kawasan permukiman kumuh terbesar kedua di Kota Surakarta yang ditetapkan dalam SK Walikota Tahun 2016. Pendirian bangunan ilegal, kurang memadainya infrastruktur pendukung permukiman, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang rendah adalah sejumlah permasalahan yang ditemui di kawasan tersebut. Langkah penanganan seperti pemugaran hingga relokasi telah diambil oleh pemerintah Kota Surakarta, namun kawasan kumuh tetap belum dapat tertangani. Terhambatnya penanganan mengisyaratkan bahwa terdapat beberapa faktor belum diprioritaskan dalam penanganan kumuh sehingga penanganan kumuh tidak merata. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui faktor prioritas kesiapan kawasan untuk memulai penanganan permukiman kumuh di Kawasan Bantaran Kali Anyar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis AHP (Analytic Hierarchy Process) yang dilengkapi analisis deskriptif pada masing-masing faktor kesiapan. Temuan menunjukkan tujuh faktor prioritas yaitu: (1) alokasi anggaran pemerintah, (2) bentuk koordinasi antar institusi, (3) keterlibatan masyarakat dalam penanganan, (4) ketersediaan dokumen perencanaan penanganan, (5) peraturan pemerintah daerah, (6) bantuan dana swasta, dan (7) struktur kelembagaan yang berperan. Walaupun regulasi secara jelas mengatur prioritas penanganan permukiman kumuh bantaran Kali Anyar, fakta di lapangan menunjukkan beberapa faktor kesiapan penanganan kumuh masih terhambat. Hal ini menyebabkan ketidakpastian penentuan upaya penanganan kumuh bantaran Kali Anyar. Oleh karena itu, diperlukan adanya inisiasi serius pemerintah dalam merencanakan upaya pelaksanaan penanganan kumuh di bantaran Kali Anyar secara komprehensif dan terintegasi.
Penilaian kualitas dengan walkability index pada jalur pejalan kaki (studi kasus: koridor komersial Jalan Yos Sudarso, Kota Surakarta) Muhammad Faishal Hafizh; Galing Yudana; Lintang Suminar
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.66405

Abstract

Jalur pejalan kaki yang memberikan rasa kenyamanan dan keamanan bagi para pejalan kaki di perkotaan menjadi suatu hal penting yang harus disediakan untuk meningkatkan efektifitas pergerakan masyarakat perkotaan, khususnya pada kawasan komersial. Di sepanjang Jalan Yos Sudarso di Kota Surakarta, penggunaan lahan mayoritas merupakan perdagangan dan jasa berpola linear mengikuti jalan menjadikan terbentuknya koridor komersial. Adanya jalur pejalan kaki seharusnya dapat mengoptimalkan mobilitas para pengunjung yang berkegiatan di koridor tersebut. Namun, dengan beragam permasalahan pada jalur pejalan kaki, kenyamanan dan keamanan para pejalan kaki dapat berkurang. Penelitian ini mengukur kualitas jalur pejalan kaki dengan sembilan variabel yang dimodifikasi dari Global Walkability Index oleh Walkability Survey in Asian Cities. Variabel tersebut adalah (1) konflik jalur pejalan kaki dengan moda transportasi lain, (2) ketersediaan jalur pejalan kaki, (3) ketersediaan penyeberangan, (4) keamanan penyeberangan, (5) perilaku pengendara, (6) amenitas, (7) infrastruktur ramah disabilitas, (8) hambatan, dan (9) keamanan terhadap kejahatan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan secara langsung. Analisis dilakukan dalam tiga segmen berdasarkan karakteristik masing-masing. Temuan walkability index sebesar 30,5 masuk dalam kategori not walkable. Hal tersebut menggambarkan bahwa jalur pejalan kaki di koridor komersial Jalan Yos Sudarso di Kota Surakarta belum sesuai dengan perwujudan konsep urban walkability.
Faktor Penyebab Permukiman Kumuh di Kawasan Semanggi, Kota Surakarta Carla Magno Araujo; Winny Astuti; Galing Yudana
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v5i2.73074.155-169

Abstract

Kawasan perkotaan tidak terlepas dari permasalahan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang meningkat, serta keterbatasan akses penduduk terhadap layanan dasar perkotaan yang kemudian berpotensi menyebabkan munculnya kawasan permukiman kumuh. Kota Surakarta merupakan salah satu kota dengan kepadatan yang cukup tinggi sehingga mempengaruhi penggunaan lahan untuk bermukim. Pemerintah Kota Surakarta telah melakukan verifikasi data lokasi perumahan dan permukiman kumuh di Kota Surakarta antara lain Kawasan Semanggi karena memiliki tingkat kepadatan penduduk serta luas permukiman yang tinggi dibandingkan dengan kawasan lain. Kawasan padat penduduk ini menjadi perhatian khusus pemerintah karena terjadi pembangunan permukiman tanpa memperhatikan aspek kelayakan hunian dan struktur tata ruang kota. Terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan dalam Kawasan Semanggi, yaitu masih banyak bangunan yang tidak memiliki sertifikat, status lahan Ilegal, tingginya jumlah rumah tidak layak huni, ketidakteraturan bangunan, kawasan rawan banjir, dan rendahnya sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini fokus untuk mengetahui faktor yang menyebabkan adanya permukiman kumuh di Kawasan Semanggi, Kota Surakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan deduktif. Penelitian ini menggunakan teknik analisis Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menganalisis tingkat prioritas faktor yang mempengaruhi terbentuknya permukiman kumuh berdasarkan pertimbangan yang diperoleh dari responden ahli terpilih melalui expert choice. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa terdapat lima  faktor prioritas yang menyebabkan adanya permukiman kumuh Kawasan Semanggi. Kelima faktor tersebut yaitu faktor ekonomi, faktor sarana prasarana, faktor status kepemilikan bangunan, faktor lahan perkotaan, serta faktor lama tinggal penghuni.
Kesesuaian Penggunaan Lahan Pesisir Kota Pangkalpinang terhadap Risiko Banjir Rob Salsabilita Hariyra; Nur Miladan; Galing Yudana
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.90933.55-67

Abstract

Kota Pangkalpinang merupakan kota pesisir yang secara geografis berbatasan langsung dengan Selat Karimata dan Laut Cina Selatan. Letaknya yang berbatasan langsung dengan lautan membuat Kota Pangkalpinang memiliki potensi risiko banjir rob. Fakta menunjukkan adanya peningkatan kejadian banjir rob beberapa tahun terakhir akibat adanya perubahan iklim yang menyebabkan meningkatnya air laut. Kondisi tersebut menimbulkan ancaman bagi aktivitas guna lahan khususnya di pesisir Kota Pangkalpinang. Dengan adanya fenomena tersebut, perlu adanya kajian risiko bencana banjir rob untuk dilihat bagaimana kesesuaiannya dengan penggunaan lahan di Kota Pangkalpinang. Dengan menggunakan pendekatan deduktif dan teknik analisis skoring dan spatial overlay, akan dihasilkan zona risiko banjir rob dengan klasifikasi rendah hingga tinggi dan akan dilihat bagaimana kesesuaiannya dengan penggunaan lahan eksisting. Penelitian ini juga memberikan gambaran seberapa besar ketidaksesuaian penggunaan lahan di Kota Pangkalpinang dan saran bagi pihak terkait untuk melakukan pengendalian penggunaan lahan pada kawasan yang memiliki ketidaksesuaian penggunaan lahan.
Kecenderungan Spasial Fasilitas Perkotaan terhadap Sebaran Covid-19 di Kota Surakarta Diva Primadani Putripraja; Nur Miladan; Galing Yudana
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.79095.200-209

Abstract

Penyebaran Covid-19 selalu dikaitkan dengan orang yang menjadi pembawa virus,sepertikasus konfirmasi tanpa gejala (asimtomatik), kasus suspek, kontak erat, dan juga yang positif Covid-19. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa pemerintah telah melakukan intervensi terhadap pola ruang, seperti Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serta pembatasan akses pada aktivitas publik lain.Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Maret tahun 2022, terdapattiga daerah yang memiliki penyebaran virus tertinggi di provinsi Jawa Tengah, salah satunya adalah Kota Surakarta yang sampai tanggal 25 Maret 2022 terdapat 36.369 kasus. Pembatasan sosial bagi masyarakat secara tidak langsung memberikan pengaruh terhadap penggunaan fasilitas perkotaan di Kota Surakarta dari perspektif kecenderungan spasial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecenderungan spasial fasilitas perkotaan terhadap sebaran Covid-19 di Kota Surakarta. Penelitian dilakukan menggunakan teknik analisis pemetaan spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa mayoritas tingkat sebaran Covid-19 berada di zona kawasan sangat tinggi dan tinggi terkonsentrasi di wilayah timur Kota Surakarta yaitu Kelurahan Mojosongo dan Kelurahan Jebres yang terletak di Kecamatan Jebres. Di sisi lain, kecenderungan spasial fasilitas perkotaan yang dikunjungi oleh penyintas Covid-19 berada di zona kawasan rendah dan sangat rendah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kecenderungan spasial fasilitas perkotaan yang dikunjungi oleh penyintas Covid-19 tidak berada di dalam kelurahan yang berada di zona kawasan sebaran Covid-19 sangat tinggi sehingga kecenderungan fasilitas perkotaan terhadap sebaran Covid-19 di Kota Surakarta tidaklah memiliki hubungan yang erat. Orientasi tujuan kunjungan yang dilakukan oleh penyintas Covid-19 ke fasilitas perkotaan di Kota Surakarta mayoritas adalah ke fasilitas jenis pasar dengan jumlah penyintas Covid-19 sebanyak 179 penyintas dan tersebar di seluruh kelurahan di Kota Surakarta.
Penerapan Konsep Green City pada Taman Kota (Studi Kasus: Taman Kota Blang Padang, Kota Banda Aceh) Amalia Fitria; Galing Yudana; Lintang Suminar
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.84771.98-110

Abstract

Konsep green city menerapkan konsep ramah lingkungan yang menitikberatkan pembangunan hijau perkotaan. Kota Banda Aceh merupakan salah satu kota yang menerapkan konsep green city di Indonesia. Penerapan green city di Kota Banda Aceh sudah diterapkan sejak tahun 2011 dan tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banda Aceh tahun 2009-2029. Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan salah satu indikator penting dalam penerapan konsep green city. DI Kota Banda Aceh, RTH dengan jenis taman kota mengalami peningkatan yang lebih tinggi dari jenis RTH lainnya, dimana terdapat 68 taman kota di Kota Banda Aceh. Penelitian ini berfokus pada Taman Kota Blang Padang dikarenakan merupakan taman terluas di Kota Banda Aceh tetapi muncul pertanyaan apakah penyediaan Taman Kota Blang Padang sudah sesuai dengan penerapan konsep green city. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui penerapan konsep green city pada Taman Kota Blang Padang dan kesesuaian terhadap Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang(ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 14 tahun 2022 yang mengatur tentang penyediaan RTH. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis skoring, analisis pembobotan,dan analisis kesesuaian. Penelitian ini menggunakan variabel, yaitu: (1) vegetasi; (2) fasilitas taman; (3) energi terbarukan; (4) pengelolaan air; (5) pengelolaan sampah; (6) komunitas hijau; dan (7) transportasi ramah lingkungan. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa Taman Kota Blang Padang memiliki tingkat kesesuaian sebesar 54,76% yang tergolong dalam kategori cukup sesuai sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kesesuaian Taman Kota Blang Padang belum maksimal berdasarkan penerapan konsep green city.
Tingkat Kesiapan Mitigasi Bencana Tsunami di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul Dita Prihastiwi; Galing Yudana; Nur Miladan
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.83092.%p

Abstract

Kecamatan Kretek merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bantul yang memiliki potensi bahaya bencana tsunami dilihat dari faktor geomorfologi karena terletak di pesisir selatan Pulau Jawa dan dilewati dua pusat gempa aktif yaitu subduksi lempeng Indo - Eurasia serta sesar Opak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesiapan mitigasi bencana tsunami di Kecamatan Kreterk untuk mengetahui tingkat kesiapan kawasan penelitian terhadap bencana. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan teknik analisis skoring. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi komponen mitigasi struktural yang terdiri dari sarana prasarana mitigasi bencana tsunami dan komponen nonstruktural yang terdiri dari ketersediaan kebijakan, rencana, program, peran pemerintah dan instansi serta keterlibatan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana tsunami. Hasil penilaian menunjukkan tingkat kesiapan mitigasi bencana tsunami di kawasan penelitian berada pada kategori cukup siap yang berarti secara umum sudah terdapat komponen mitigasi bencana tsunami di kawasan namun belum memenuhi standar yang ditetapkan.
Identifikasi Pemetaan Spasial Matriks Asal Tujuan terhadap Sebaran Covid-19 di Kota Surakarta Almira Nur Aryani Putri; Nur Miladan; Galing Yudana
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.77198.60-68

Abstract

Bencana pada umumnya menimbulkan dampak korban jiwa, dampak psikologis, dan kerugian lainnya. Peristiwa yang telah terjadi di hampir seluruh bagian dunia beberapa tahun lalu adalah pandemi Covid-19. Pada konteks Indonesia, berdasarkan data statistik Pemerintah Jawa Tengah, terdapat tiga kabupaten/kota yang dinyatakan sebagai daerah dengan penyebaran Covid-19 tertinggi pada tahun 2021, salah satunya adalah Kota Surakarta dengan 36.369 kasus. Berbagai pembatasan sosial bagi masyarakat memberikan pengaruh bagi pergerakan perjalanan penduduk yang terjadi selama ini. Pola perjalanan pada dasarnya terbentuk dari masing-masing wilayah yang memiliki aneka ragam bentuk kegiatan yang ada di tiap zona tersebut dan pada akhirnya akan membentuk suatu matriks asal tujuan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh matriks asal tujuan terhadap sebaran Covid-19 di Kota Surakarta. Penelitian dilakukan menggunakan teknik analisis pemetaan spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan Kernel Density. Hasil pada pemetaan matriks menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat melakukan perjalanan pada daerah dengan sebaran kasus tinggi, yaitu pergerakan secara internal pada kawasan Kota Surakarta dan berfokus pada tengah kawasan. Hasil penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa diperlukan adanya peningkatan peran dan pemahaman antar pemangku kepentingan agar terdapat sinergi antara berbagai pihak terkait dalam menangani kejadian luar biasa, baik dalam kasus pandemi Covid-19 maupun bencana lainnya.
Kesesuaian Amenitas di Sekitar Kawasan Stadion Manahan terhadap Prinsip Pariwisata Berkelanjutan Dito Suryo Fitrianto; Galing Yudana; Nur Miladan
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.91171.41-50

Abstract

Stadion Manahan merupakan pusat kawasan pariwisata olahraga yang ada di Kota Surakarta. Dengan adanya pengembangkan Kota Surakarta yang menerapkan prinsip berkelanjutan, maka aspek-aspek di dalam kota juga perlu menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan, termasuk pariwisata. Pariwisata berkelanjutan memiliki beberapa aspek utama yang diperhatikan, yaitu aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek lingkungan. Di sekitar kawasan Stadion Manahan, terdapat berbagai amenitas pendukung seperti penginapan, tempat makan, dan toko cenderamata yang tersebar di sekitar kawasan. Meskipun demikian, belum diketahui mengenai penerapan prinsip-prinsip berkelanjutan pada amenitas tersebut untuk mendukung kawasan Stadion Manahan sebagai kawasan wisata yang berkelanjutan. Dalam rangka untuk mengetahui penerapan prinsip berkelanjutan pada amenitas tersebut, maka dilakukan penelitian terkait daya dukung lingkungan pada bangunan-bangunan amenitas tersebut. Ketentuan yang harus dicapai untuk memiliki daya dukung lingkungan yang baik adalah hasil perhitungan Koefisien Dasar Bangunan berada di bawah 80%. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis skoring untuk menilai kesesuaian kondisi amenitas dengan prinsip berkelanjutan pada tiap-tiap parameter variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amenitas di sekitar kawasan Stadion Manahan memiliki nilai perhitungan Koefisien Dasar Bangunan seluruhnya di bawah 80%. Hal tersebut menunjukkan bahwa amenitas di sekitar kawasan Stadion Manahan telah menerapkan daya dukung lingkungan yang baik dalam rangka mendukung penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan di kawasan Stadion Manahan.