Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Edukasi Preoperatif terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Jampang Kulon Dasep Dasep; Mustopa Saepul Alamsah; Azhar Zulkarnain Alamsyah; Asep Suryadin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20489

Abstract

ABSTRACT Preoperative anxiety is a common response experienced by patients before undergoing surgical procedures. High levels of anxiety can negatively impact anesthesia processes and postoperative recovery. One effort that can be made to reduce anxiety is by providing preoperative education. This study aims to determine the effect of preoperative education on the anxiety level of preoperative patients in the operating room at RSUD Jampang Kulon. The research design used was a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 32 respondents selected using purposive sampling. The instrument used to measure anxiety levels was the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data were analyzed using the Wilcoxon test, which showed a significant result with a p-value of 0.000 (p 0.05). This indicates a decrease in anxiety levels after the provision of preoperative education. Therefore, it can be concluded that preoperative education has a significant effect in reducing patients’ anxiety before surgery. Preoperative education should be part of the standard pre-surgical care to enhance patients’ preparedness and comfort. Keywords: Preoperative Education, Anxiety, Preoperative Patients  ABSTRAK Kecemasan preoperatif merupakan respons umum yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap proses anestesi dan pemulihan pascaoperasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan adalah dengan memberikan edukasi preoperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi preoperatif terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Jampang Kulon. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan menunjukkan hasil yang signifikan, yaitu p-value sebesar 0,000 (p 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah diberikan edukasi preoperatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi preoperatif berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien sebelum menjalani operasi. Edukasi preoperatif sebaiknya menjadi bagian dari standar pelayanan praoperasi untuk meningkatkan kesiapan dan kenyamanan pasien. Kata Kunci: Edukasi Preoperatif, Kecemasan, Pasien Pre Operasi
Pengaruh Psikoedukasi terhadap Kecemasan Keluarga Pasiend di IGD RSUD Jampang Kulon Desi Mustikarani; Ernawati Hamidah; Hadi Abidillah; Asep Suryadin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.20658

Abstract

ABSTRACT Anxiety experienced by patients' families in the Emergency Room (ER) can negatively affect medical decision-making and interactions with healthcare providers. Psychoeducation is one approach that can help families manage anxiety by increasing their knowledge and understanding of the patient's condition and the emergency service process. This study aims to determine the effect of psychoeducation on the anxiety levels of patients' families in the ER of Jampang Kulon Regional General Hospital. The study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach. A total of 32 respondents were randomly divided into intervention and control groups, with 16 participants in each group. The intervention group received psychoeducation, while the control group received no treatment. The research instrument used was the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Wilcoxon test results showed a significant decrease in anxiety levels after psychoeducation was given (p-value = 0.001), and the Mann-Whitney test indicated a significant difference between the intervention and control groups after the intervention (p-value = 0.000). The study concludes that psychoeducation is effective in reducing anxiety levels among patients' families in the ER. This intervention is expected to become a nursing strategy to improve the comfort and emotional stability of patients' families in emergency settings. Keywords: Psychoeducation, Anxiety, Patients' Families, Emergency Room.  ABSTRAK Kecemasan yang dialami keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dapat berdampak negatif terhadap pengambilan keputusan medis dan interaksi dengan tenaga kesehatan. Psikoedukasi menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu keluarga mengelola kecemasan melalui peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang kondisi pasien serta proses pelayanan di IGD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien di IGD RSUD Jampang Kulon. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sampel berjumlah 32 responden, dibagi secara acak menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing 16 orang. Intervensi berupa pemberian psikoedukasi diberikan kepada kelompok intervensi, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima perlakuan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan yang signifikan setelah diberikan psikoedukasi (p-value = 0,001), dan uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol setelah intervensi (p-value = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah psikoedukasi efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan keluarga pasien di IGD. Diharapkan intervensi ini dapat dijadikan strategi keperawatan dalam meningkatkan kenyamanan dan stabilitas emosional keluarga pasien di ruang gawat darurat. Kata Kunci: Psikoedukasi, Kecemasan, Keluarga Pasien, Instalasi Gawat Darurat 
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kecemasan Pasien Preoperasi di Ruang Rawat Inap Curug Cikaso RSUD Jampangkulon Irawati Riana Dewi; Asep Suryadin; Lutiyah Lutiyah; Hadi Abdillah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.20657

Abstract

ABSTRACT Preoperative anxiety is a common emotional response experienced by patients before undergoing surgical procedures. One of the factors influencing anxiety levels is family support. This study aims to determine the relationship between family support and preoperative anxiety levels among patients in the inpatient ward of Curug Cikaso RSUD Jampangkulon. This research employed a quantitative method with a cross-sectional approach. The population included all preoperative patients hospitalized in Curug Cikaso ward from March 25 to April 5, 2025. A total sampling technique was used, with 32 respondents participating in the study. Research instruments consisted of a family support questionnaire and an anxiety level scale based on the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that most preoperative patients who received good family support experienced mild anxiety, while those without family support tended to experience moderate to severe anxiety. Statistical analysis indicated a significant relationship between family support and preoperative anxiety levels (p 0.05).In conclusion, there is a significant relationship between family support and preoperative anxiety among patients. Therefore, it is recommended that hospitals involve families actively in the care process to help reduce patients' anxiety before surgery. Keywords: Family Support, Anxiety, Preoperative, Patients  ABSTRAK Kecemasan preoperasi merupakan respons emosional yang umum dialami pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan. Salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kecemasan adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien preoperasi di ruang rawat inap Curug Cikaso RSUD Jampangkulon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien preoperasi yang dirawat di ruang Curug Cikaso selama periode 25 Maret hingga 5 April 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 32 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga dan tingkat kecemasan berdasarkan skala Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien preoperasi yang mendapat dukungan keluarga baik mengalami kecemasan ringan, sedangkan pasien yang tidak mendapat dukungan keluarga cenderung mengalami kecemasan sedang hingga berat. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien preoperasi (p 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kecemasan pasien preoperasi. Oleh karena itu, diharapkan pihak rumah sakit dapat melibatkan keluarga secara aktif dalam proses perawatan untuk menurunkan kecemasan pasien sebelum operasi. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kecemasan, Preoperasi, Pasien.
Hubungan Kesehatan Mental dengan Perilaku merokok Pada Remaja Di Wilayah Kerja Puskesmas Lembursitu Lulu Luziana Silpiana; Lutiyah Lutiyah; Dhinny Novryanthi; Asep Suryadin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20752

Abstract

ABSTRACT Adolescence is a period of development and transition from childhood to adulthood where at this stage adolescents have unstable emotions so that problems such as mental health disorders and smoking behavior can occur. This study aims to determine the level of mental health and smoking behavior in adolescents in the Lembursitu Health Center area and the relationship between the two. The method used is cross-sectional purposive sampling technique with a sample of 150 people. The results of the study obtained a p value of 0.002 using Kendall Tau so that it means there is a relationship between mental health and smoking behavior in adolescents in the Lembursitu Health Center area. Keywords: Smoking Behavior, Mental Health, Mental In Adolescents  ABSTRAK Remaja yaitu masa perkembangan dan peralihan dari fase anak pada dewasa dimana pada tahap ini remaja memiliki emosi yang tidak stabil sehigga dapat terjadi  permasalahan seperti gangguan kesehatan mental dan perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kesehatan mental dan perilaku merokok pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Lembursitu serta hubungan antar keduanya. Metode yang  digunakan cross sectional teknik  purposive sampling dengan sampel 150 orang. Hasil penelitian didapatkan nilai p 0.002 menggunakan  Kendall Tau sehingga memiliki arti adanya hubungan antara kesehatan mental dengan perilaku merokok pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Lembursitu  Kata Kunci: Perilaku Merokok, Kesehatan Mental, Mental Pada Remaja
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepuasan Hidup Lansia dengan Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Selabatu Kota Sukabumi Jamas Jamas; Asep Suryadin; Lutiyah Lutiyah; Egi Mulyadi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.21851

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus is a serious chronic disease that occurs when the pancreas does not produce enough insulin. Elderly people are one of the age groups at greatest risk for developing diabetes mellitus. Furthermore, elderly people face challenges in life satisfaction. Life satisfaction in elderly people with diabetes mellitus is influenced not only by medical factors but also by psychosocial factors, namely family support. Family support plays a crucial role in improving life satisfaction in elderly people with diabetes mellitus. This study was conducted to determine the relationship between family support and life satisfaction in elderly people with diabetes mellitus. This was a cross-sectional analytic study with a sample of 80 elderly people using the HDFSS and SWLS questionnaires. This study shows a relationship between family support and life satisfaction in elderly people with diabetes mellitus (p=0.001).There is a significant relationship between family support and life satisfaction in elderly people with diabetes mellitus. Keywords: Diabetes Mellitus, Life Satisfaction In Elderly, Family Support ABSTRAK Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin, lansia menjadi salah satu kelompok usia dengan risiko yang paling rentang dan tertinggi terhadap penyakit Diabetes Melitus. Selain itu lansia akan menghadapi masalah dalam kepuasan hidup. Kepuasan hidup lansia dengan Diabetes Melitus tidak hanya dipengaruhi oleh faktor medis, tetapi juga oleh faktor psikososial yaitu dukungan keluarga. Dukungan keluarga memainkan peran krusial dalam meningkatkan kepuasan hidup lansia dengan Diabetes Melitus. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepuasan hidup lansia dengan Diabetes Melitus.Penelitian ini adalah studi analitik cross sectional dengan sampel penelitian berjumlah 80 orang lansia menggunakan kuesioner HDFSS dan SWLS. Penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara dukungan keluarga terhadap kepuasan hidup lansia diabetes melitus dengan (p=0,001). Terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan kepuasan hidup lansia dengan diabetes melitus Kata Kunci: Diabetes Melitus, Kepuasan Hidup Lansia, Dukungan Keluarga