Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Peran partisipasi Masyarakat dalam mewujudkan Desa Mojosarirejo bebas Narkoba Mohamad Sholahuddin; Putut Hadi Suprayitno; Lily Solichul Mukminah; Lambang Siswandi; Moh. Kamaluddin; Novellita Sicillia Anggraini
Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Juli : Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/bersama.v2i3.1793

Abstract

Community Service Activities were carried out in Mojosarirejo Village, Kemlagi District, Mojokerto Regency with the target of providing an understanding of Optimizing the Role of Community Participation in making Mojosarirejo Village Drug Free. Implementation of community service in Mojosarirejo Village with the main aim of providing education and literacy to the community about the dangers of drugs, as well as their bad effects on the human body, as well as criminal charges against users and dealers. This theme was chosen because drug trafficking in Mojosarirejo Village is very worrying. The circulation is massive and organized so that many village teenagers become drug users. The increasing distribution and use of drugs also has an impact on increasing crime rates. Preventive efforts in the form of early prevention need to be strengthened by involving the active participation of village communities, so that the space for drug trafficking can be narrowed. With the knowledge gained, the public can recognize and take preventive steps. Saving the younger generation from the influence of drugs is a form of effort to protect the nation's generation. The socialization carried out in Mojosarirejo Village, Kemlagi District, Mojokerto Regency, involved all elements of Village institutions, Youth Elements, Religious Leaders to work together and unite to eradicate drug trafficking.
Dispensasi Perkawinan dan Permasalahanya Desa Padusan Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto M Bahtiar Ubaidillah; Putut Hadi Suprayitno; Lucius Andik Rahmanto; Eny Nuraeni; Ratih Dwi Pangestu; Novellita Sicillia Anggraini; Lily Solichul Mukminah; Dedy Muharman
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.873 KB) | DOI: 10.56910/safari.v3i1.306

Abstract

Perkawinan di bawah umur merupakan masalah yang masih sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak negatif bagi remaja dan akan menyebabkan kekerasan, diskriminasi, konflik sosial. Peraturan perundang-undangan di Indonesia merumuskan berbagai ketentuan guna menekan angka perkawinan di bawah umur yang terjadi. Pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (selanjutnya disebut UUP) yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (selanjutnya disebut Revisi UUP) adalah berkaitan dengan usia perkawinan, calon mempelai, baik pria maupun wanita telah mencapai usia 19 (sembilan belas) tahun, usia tersebut dinilai telah matang jiwa raganya untuk dapat melangsungkan perkawinan agar dapat mewujudkan tujuan perkawinan secara baik sehingga tidak berakhir pada perceraian dan mendapat keturunan yang sehat dan berkualitas. Pada Pasal 7 ayat (2) UUP, jika terjadi penyimpangan dari persyaratan usia perkawinan tersebut di atas, maka perkawinan baru dapat dilangsungkan setelah mendapat dispensasi dari pengadilan.