Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Learning Assistance Services in Development Early Children in Play Group Hafidz, Nur; Prima, Ellen
Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies Vol 9 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijeces.v9i2.40990

Abstract

Tutoring services are a form of assistance provided to individuals to overcome problems in learning activities so that after going through the change process in learning they can achieve optimal learning outcomes. Tutoring for students is more focused on improving learning achievement and aspects of child development. The learning achievement and development of this child are programmed by the Play Group and the Early Childhood Education unit. The program is implemented to support the guidance of early detection learning services for growth and development, the formation of Islamic habit, art classes, and reading aloud. The research objective was to see the tutoring process in child development in the Wadas Kelir South Purwokerto Study Group. Therefore, the implementation of tutoring that has positive learning attitudes and habits, such as reading books, learning the discipline of many things, having attention to all lessons, and actively participating in all learning activities programmed in KB Wadas Kelir, South Purwokerto. The research used a qualitative descriptive research method. The research subjects included the principal, class teachers (stars, moon, sun), parents, and children of KB Wadas Kelir South Purwokerto. The object of research is the role of tutoring services in child development at KB Wadas Kelir South Purwokerto. The data method used is observation, interview, documentation. The technical analysis used is data reduction, data presentation, and conclusion. The results describe learning services in the aspects of child development carried out in the Wadas Kelir South Purwokerto Learning Group, Banyumas Regency.
Parental Understanding of Safe Internet Access for Early Childhood Prima, Ellen; Ariyani, Dewi; Dwi Kartika, Ratna Widiati; Anggita, Handini Nindya; Winanda, Sania Agus
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 28 No 1a (2023)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines parental comprehension regarding safe internet access using a qualitative descriptive approach. Participants included parents of early childhood students from various state kindergartens in Purwokerto: West Purwokerto, South Purwokerto, East Purwokerto, and North Purwokerto. Data collection encompassed stages of data collection, reduction, categorization, presentation, and verification. Findings revealed that parents' understanding of safe internet access primarily focused on digital utilization. This level of understanding was achieved through diverse avenues, including educational counseling and parenting activities conducted within schools. Parents demonstrated their preference for educational websites and applications as learning resources, and facilitated online learning by providing internet-enabled devices. Furthermore, parents reinforced internet access governance by establishing rules and agreements governing gadget and internet use. This governance was further supported through ongoing monitoring while children engaged with devices, both during and outside of learning contexts.
The Influence of an Islamic Values-Base Father Training Program on the Social Skills of Preschool Children Prima, Ellen
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 14 No 2 June 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.vi.30927

Abstract

The active involvement of fathers in child-rearing has a positive impact on a child’s developmental process, including their future mental health. The aim of this study was to examine the influence of a Father Training Program on the social skills of preschool children. The study was conducted in two preschools in Purwokerto using a pretest-posttest control group experimental design. Both the experimental and control groups consisted of 40 preschool children, with their fathers from different preschools. The Father Training Program was implemented over a period of twelve weeks solely for the fathers in the experimental group, while the control group did not receive any training. Data on children’s social skills were gathered by preschool teachers before and after the implementation of the Father Training Program using the Social Skills Assessment Scale (SSAS). The data were analyzed using one-factor covariance analysis (ANCOVA) and t-tests. The results indicated a statistically significant difference between the control and experimental groups in terms of the children’s social skills (p < 0.01); however, the difference between the post-test and retention test mean scores within the experimental group was not significant, suggesting that the effects of the Father Training Program were sustained over time. This finding confirms that training programs, including those focusing on fatherhood, exert a positive influence on children’s social competencies
Analisis Fatherless Parenting di Kelurahan Purwanegara Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas Faizal, Andika Apri Nur; Prima, Ellen
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i2.2331

Abstract

Orang tua berperan penting dalam mendukung perkembangan anak, antara lain mencakup aspek kognitif, bahasa, moral, dan sosial emosional anak.  Dalam realita kehidupan masyarakat Indonesia, yang berperan besar untuk mengasuh anak adalah seorang ibu, idealitasnya ayah juga berperan dalam hal mengasuh anak. Budaya patriarki yang masih banyak diterapkan di masyarakat Indonesia menjadikan ayah berpotensi tidak terlibat dalam pengasuhan yang menyebabkan terjadinya kasus fatherless dalam keluarga. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh hasil pengamatan mengenai kasus fatherlesss. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model penelitian berbasis studi kasus untuk mengetahui kasus fatherless yang terjadi di suatu wilayah dan menganalisis dampak dari kasus tersebut. Metode penelitian berbasis studi kasus digunakan untuk menganalisis kasus fatherless parenting yang ada di kelurahan Purwanegara. Hasil penelitian menunjukan gambaran kasus fatherless yang ada di kelurahan Purwanegara dipengaruhi oleh sosiodemografi yang menimbulkan dampak pada anak maupun orang tua. Keterbatasan penelitian adalah masih terbatasnya ruang untuk peneliti memperoleh data dikarenakan masih banyak orang tua yang memiliki pola asuh yang bervariatif.
PENDIDIKAN PRAMUKA PRASIAGA PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI: ANALISIS KEBUTUHAN Ariyani, Dewi; Prima, Ellen
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 7, No 2 (2024): Early Childhood Islamic Education
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ja.v8i1.4985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan mahasiswa dan program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto terkait pendidikan kepramukaan Prasiaga. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis kebutuhan (training needs assessment). Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa belum mengetahui tentang kegiatan Prasiaga dalam pendidikan anak usia dini. Namun, mereka menganggap materi kepramukaan penting untuk dimasukkan ke dalam kurikulum program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Beberapa rekomendasi diajukan, yaitu: pertama, memasukkan mata kuliah kepramukaan ke dalam kurikulum untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis tentang kepramukaan; kedua, mengadakan pelatihan kursus pembina pramuka untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan menjadi pembina pramuka yang kompeten; ketiga, mengadakan kursus orientasi kepramukaan untuk memperdalam pemahaman tentang prinsip-prinsip dan nilai-nilai kepramukaan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan mahasiswa lebih siap mengintegrasikan kegiatan kepramukaan Prasiaga ke dalam pembelajaran anak usia dini, memperkaya pengalaman belajar, serta memperkuat pendidikan karakter dan kemandirian anak.
PERANAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT ANAK USIA DINI Prima, Ellen
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 5, No 1 (2022): Early Childhood Islamic Education
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ja.v4i1.4346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan orang tua dalam mengembangkan bakat anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini yaitu orang tua yang memiliki anak usia dini. Hasil dari penelitian ini adalah peranan orang tua dalam mengembangkan bakat anak usia dini dengan menerima anak sebagai pribadi yang unik yang mempunyai ciri khas yang berbeda dari anak-anak lain dan tidak menuntut anak, menumbuhkan sikap disiplin pada anak, menumbuhkan minat dan rasa ingin tahu anak, memfasilitasi atau memberikan anak media untuk pengembangan bakatnya serta selalu memotivasi dan mendukung kegiatan anak. Adapun kendala yang dihadapi orang tua yaitu anak lebih memilih bermain dibandingkan belajar. Oleh karena itu, orang tua berupaya memberikan nasihat dan pengertian kepada anak serta membatasi anak dalam penggunaan media.
KAJIAN FAKTOR PENENTU KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMP NEGERI 1 KARANGANYAR KABUPATEN PURBALINGGA Dwi Ramadani, Anisa; Prima, Ellen
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 5 No 2 (2025): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v5i2.427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca Al-Qur’an siswa pada pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Karanganyar Kabupaten Purbalingga. Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan keterampilan dasar yang ditandai oleh kemampuan memahami huruf hijaiyah, melafalkan ayat dengan benar, serta menerapkan hukum tajwid. Kemampuan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa sebagian siswa masih menghadapi kesulitan dalam membaca Al-Qur’an secara baik dan benar dalam pembelajaran PAI, sehingga diperlukan analisis yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor penyebabnya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode lapangan. Instrumen yang digunakan berupa angket terkait faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Karanganyar Kabupaten Purbalingga, yaitu berjumlah 256 siswa. Teknik pengambilan sempel berupa purposive sampling dengan sampel yaitu 122 siswa. Teknik analisis data menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil uji CFA menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Faktor pertama adalah lingkungan sosial, yang menjadi faktor paling dominan dibandingkan faktor lainnya. Faktor ini memiliki persentase kontribusi tertinggi dengan nilai muatan faktor terbesar pada indikator Teman Bermain 2 (0,699) dan Lingkungan Masyarakat 1 (0,680). Faktor kedua adalah lingkungan non-sosial 1, yaitu kondisi fisik lingkungan belajar, dengan nilai muatan tertinggi pada Keadaan Cuaca (0,732) dan Waktu Belajar 2 (0,710). Faktor ketiga adalah lingkungan non-sosial 2, yaitu sarana dan prasarana pendukung, dengan nilai muatan faktor tertinggi pada Waktu Belajar 1 (0,779) dan Alat Belajar (0,742). Ketiga faktor tersebut memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca Al-Qur’an siswa pada pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Karanganyar Kabupaten Purbalingga.
SOCIAL-EMOTIONAL LEARNING PROGRAMS IN ELEMENTARY SCHOOLS: ENHANCING STUDENT COMPETENCIES AND ACADEMIC OUTCOMES Romli, Faiz; Prima, Ellen; Dharin, Abu
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v13i2.4722

Abstract

Abstract: Elementary education has increasingly recognized social-emotional learning (SEL) as a vital pedagogical framework for promoting comprehensive student growth. SEL encompasses processes through which children acquire knowledge, attitudes, and skills to understand emotions, achieve goals, demonstrate empathy, maintain relationships, and make responsible decisions. This narrative literature review investigates contemporary evidence regarding SEL efficacy, influences on socioemotional capabilities and educational performance, and implementation factors in primary settings. A purposive review of 26 peer-reviewed articles spanning 2017-2025, focused on research from Scopus, ERIC, Google Scholar, and PubMed, synthesized findings thematically. Converging meta-analytic evidence indicates SEL programs positively influence social-emotional development across competency domains. Research documents positive associations between SEL participation and academic outcomes (effect sizes d = 0.17-0.35). However, effectiveness varies substantially based on implementation quality, teacher factors, organizational context, and student characteristics. Whole-school approaches show particular promise for sustainable impact. SEL represents valuable evidence-based strategy requiring adequate teacher preparation, ongoing professional development, organizational support, and contextual attention for successful implementation. Keywords: academic achievement, elementary school, implementation, program effectiveness, social-emotional learning Abstrak: Pendidikan dasar semakin mengakui pembelajaran sosial-emosional (SEL) sebagai kerangka pedagogis vital untuk pertumbuhan siswa komprehensif. SEL mencakup proses dimana anak memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk memahami emosi, mencapai tujuan, menunjukkan empati, memelihara hubungan, dan membuat keputusan bertanggung jawab. Tinjauan literatur naratif ini menyelidiki bukti kontemporer mengenai kemanjuran SEL, pengaruhnya pada kemampuan sosioemosional dan kinerja pendidikan, serta faktor implementasi dalam lingkungan pendidikan dasar. Tinjauan purposif terhadap 26 artikel peer-review periode 2017-2025 dari Scopus, ERIC, Google Scholar, dan PubMed, mensintesis temuan secara tematik. Bukti meta-analitik konvergen menunjukkan program SEL mempengaruhi positif perkembangan sosial-emosional lintas domain kompetensi. Penelitian mendokumentasikan asosiasi positif antara partisipasi SEL dan hasil akademik (ukuran efek d = 0,17-0,35). Namun, efektivitas bervariasi substansial berdasarkan kualitas implementasi, faktor guru, konteks organisasi, dan karakteristik siswa. Pendekatan seluruh sekolah menunjukkan janji khusus untuk dampak berkelanjutan. SEL merupakan strategi berbasis bukti berharga yang memerlukan persiapan guru memadai, pengembangan profesional berkelanjutan, dukungan organisasi, dan perhatian kontekstual untuk implementasi sukses. Kata kunci: efektivitas program, implementasi, pembelajaran sosial-emosional, prestasi akademik, sekolah dasar
Persepsi Guru PAI BP dalam Menegakkan Disiplin Siswa (Tinjauan Kasus Guru Supriyani) di SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto: Perceptions of Islamic Religious Education Teachers in Upholding Student Discipline (Case Review of Teacher Supriyani) at Muhammadiyah 1 High School, Purwokerto Devandri, Fikriar; Prima, Ellen
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 03 (2025): Research Articles, December 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v5i03.7127

Abstract

Enforcing discipline in schools is an important aspect in shaping character and a conducive learning environment. However, in practice, teachers often face a dilemma when disciplinary actions result in parental reporting, as seen in the case of Teacher Supriyani at SDN 4 Baito, Southeast Sulawesi. This study aims to describe the perceptions of Islamic Religious Education and Character Education (PAI BP) teachers regarding the enforcement of student discipline, particularly in the context of teacher reporting cases, with a focus on SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto. The research method used is qualitative with a phenomenological approach, which seeks to understand the subjective experiences of PAI BP teachers in implementing discipline and the challenges they face. Data were obtained through in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that PAI BP teachers view discipline as a manifestation of Islamic values ??that guide students to be obedient, responsible, and have good morals. Discipline is implemented in a persuasive, humanistic, and educative manner through habituation to worship, role models, and open communication with parents. Teachers emphasized the importance of documentation and coordination with the school to avoid misunderstandings that could lead to legal conflicts. They also recognized the need to strengthen legal protection and legal literacy for teachers to better prepare them for potential reporting. This study concluded that enforcing discipline grounded in Islamic values not only shapes students' religious character but also strengthens collaborative relationships among teachers, students, and parents. These findings contribute to the development of an educational discipline model that aligns with teachers' professional ethics and the demands of modern educational law.
MOTIVASI BELAJAR SISWA YANG DOMINAN DALAM MENCAPAI TARGET HAFALAN 3 JUZ DI KELAS TAHFIDZ MTS MUHAMMADIYAH 1 PURBALINGGA Nur Asyifa, Rida; Prima, Ellen
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 1 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i1.495

Abstract

Program Tahfidz Al-Qur’an merupakan metode penting dalam membina akhlak peserta didik. Program ini bertujuan untuk menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dan menanamkan kedisiplinan, kesabaran, serta ketekunan, yang secara langsung membentuk karakter peserta didik. Dalam proses menghafal Al-Qur’an tentunya Siswa harus memiliki motivasi yang menjadi penggerak atau pendorong untuk selalu bersemangat dalam murojaah dan menambah hafalan. Namun kenyataannya beberapa Siswa masih memiliki rasa malas pada diri mereka untuk menyetorkan hafalan. Perkembangan teknologi dan pesatnya pengunaan gawai dianggap menjadi faktor yang berkontribusi pada kesulitan siswa dalam membagi waktu antara aktivitas menghafal Al-Qur’an dan penggunaan gawai, yang berpotensi menurunkan motivasi belajar mereka. Tantangan ini menunjukkan bahwa faktor motivasi belajar siswa terhadap pencapaian target hafalan 3 juz perlu diidentifikasi dan diukur secara sistematis. Oleh karena itu, identifikasi terhadap jenis motivasi (intrinsik dan ekstrinsik) serta besaran pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhinya menjadi sangat penting untuk memahami akar masalah secara terukur dan merumusakan strategi intervensi yang berbasis data. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa tingkat motivasi intrinsik siswa tidak sama dengan tingkat motivasi ekstrinsik siswa tergantung faktor internal dan eksternal masing-masing.