Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penyuluhan Penanganan Biofouling Sebagai Upaya Peningkatkan Kualitas Rumput Laut Kepada Pembudidaya Rumput Laut di Desa Allumang Paulus Edison Plaimo; Imanuel Lamma Wabang; Efrin Antonia Dollu; Andri Permata Timung; Emirensiana Latuan; Isak Feridikson Alelang; Jublina Bakoil; Hemy Ratmas Djasibani; Anita Trisia Dimu Lobo; Elia Maruli; Fredrik Abia Kande; Setia Budi Laoepada; Thomas John Tanglaa
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.215

Abstract

Budidaya rumput laut yang dilakukan oleh petani rumput laut di Desa Allumang, Kecamatan Pantar Barat Laut, Kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur, belum sepenuhnya memperhatikan biofouling yang tumbuh bersama rumput laut, baik pada thallus rumput laut maupun pada tali atau longline yang digunakan untuk mengikat benih rumput laut dari awal budidaya, serta setelah panen. Hal ini berdampak pada penurunan kualitas rumput laut karena pertumbuhannya terhambat akibat adanya kompetisi unsur hara antara rumput laut dan biofouling. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai penanganan biofouling sebagai pesaing dalam pengambilan sumberdaya (nutrisi) untuk meningkatkan mutu atau mutu rumput laut. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam beberapa tahapan, antara lain: (1) Tahap Persiapan; (2) tahap pelaksanaan kegiatan; (3) tahap evaluasi. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini ditujukan kepada pembudidaya rumput laut di Desa Alumang yang berjumlah 582 KK dan perkembangannya dikatakan berhasil secara signifikan yaitu 100% karena secara kognitif psikologis terjadi perubahan pola pikir petani mengenai penanganan biofouling. untuk meningkatkan mutu atau mutu rumput laut karena berkorelasi dengan mutu rumput laut yang dihasilkan. Selanjutnya untuk lebih memastikan pemahaman pembudidaya rumput laut, dilakukan contoh kegiatan demonstrasi penanganan biofouling di lokasi budidaya.
Analisis Kandungan Kimia Madu yang Baru Panen dan di Produksi Perusahan Madu Hutan Alor Hemy R. Djasibani; Florianus Kamengmau
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.813 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3952

Abstract

Madu merupakan bahan pangan berbentuk cairan kental yang memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh lebah berbahan baku nektar bunga, diantaranya bunga kenari, kemiri, kopi, ampupu, kelapa dan enau. Madu juga mengandung nutrisi berupa karbohidrat, sukrosa, fruktosa, glukosa, vitamin dan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan jumlah kandungan madu yang baru dipanen dan diproduksi oleh Perusahan Madu Hutan Alor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakukan yakni madu yang baru dipanen dan madu yang diproduksi pada Perusahaan Madu Hutan Alor. Madu yang digunakanan sesuai perlakukan sebanyak 100 mililiter madu. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu yang baru dipanen dan madu yang diproduksi memiliki kandungan kimia yang berbeda-beda. Jumlah kadar air dari madu yang baru panen sebesar 29% sedangkan madu yang diproduksi memiliki kadar air sebesar 12,58%, kadar air abu madu yang baru panen sebesar 0,34% sedangkan madu yang diproduksi memiliki kadar abu sebesar 0,38%, kadar lemak madu yang baru panen sebesar 0,32% sedangkan madu yang diproduksi memiliki kadar lemak sebesar 4,36% dan kadar protein madu yang baru panen sebesar 0,1342% sedangkan madu yang diproduksi memiliki kadar protein sebesar 2,86%.
PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK DAUN KELOR TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK NUGGET IKAN BELANG KUNING (Ceasio cuning) Anita Trisia Dimu Lobo; Hemy R. Djasibani; Maria Nahak; Alfionita Atakkari
Partner Vol 28, No 2 (2023): Edisi November 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v28i2.7164

Abstract

This research aims to determine the effect of adding Moringa leaf powder on the organoleptic quality of fish nuggets prepared from yellow-striped fish. The data obtained (texture, aroma, and taste) has been analyzed using Analysis of Variance (Anova) and followed by Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the addition of Moringa Leaf Powder to the texture evaluation of Yellow Striped fish nuggets had the highest  average value 3.46 (in treatment C) and the lowest value was 1.53 (in treatment D) . For the aroma preferences, the highest value was in treatment (3.61) and the lowest value was in treatment D with an average of (1.68), while for taste evaluation the highest value was 3.66 recorded in treatment C and the lowest value was in treatment D with an average value of ( 1.73).Key Words: nuggets, the effect of addition, moringa leaf powder and striped fish yellow.
PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK BUAH NAGA (Hylocereus polirhizus) SEBAGAI PEWARNA ALAMI TERHADAP KUALITAS MIE BASAH UBI GADUNG (Dioscerea hispedia) Lobo, Anita Trisia Dimu; Bakoil, Jublina; Nahak, Maria H.; Djasibani, Hemy R.; Atakameng, Lodia
Partner Vol 30, No 1 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i1.7346

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk buah naga (Hylocereus Polyrhizus) sebagai pewarna alami terhadap kualitas organoleptik mie basah ubi gadung (Dioscerea Hispida)..Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4  perlakuan.   penelitian ini melibatkan 12 unit percobaan dengan 3 kali pengulangan. Variabel yang diamati meliputi tekstur, warna, dan rasa, dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (Anova). Hasil menunjukkan bahwa setiap perlakuan memberikan pengaruh signifikan terhadap 4 variabel tersebut. . Perlakuan D  disukai konsumen dengan nilai rata-rata tekstur 3,87, warna 3,87, dan rasa 3,8.  Disarankan menggunakan kombinasi 175 g bubuk buah naga dan 50 g tepung ubi gadung untuk menghasilkan mie dengan kualitas yang disukai panelis. Kata Kunci: Bubuk Buah Naga, Mie basah, Uji Organoleptik
PENGARUH FORMULASI AMPAS KENARI (CANARIUM VULGARE SP) TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DAN PROTEIN ABON Hemy Ratmas Djasibani; Lila Istike Lani
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 14 No. 2 (2026): Juni: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v14i2.7186

Abstract

Walnut trees grow abundantly in eastern Indonesia, such as North Sulawesi, Maluku, Seram, and Alor Island. Walnut pulp is a byproduct of walnut oil processing. Walnut pulp can be made into a nutritious food product due to its high protein, carbohydrate, and water content. The purpose of this study was to determine the effect and best formulation of walnut pulp on the organoleptic and protein quality of shredded meat. The method used was a completely randomized design (CRD) experiment with four treatments and three replications, resulting in 12 experimental units. The results showed that Treatment D (formulation using 200 grams of walnut pulp) was highly preferred by consumers, with an average color score of 3.59%, flavor 3.57%, aroma 4%, and texture 3.53%. The highest protein content (%) was found in Treatment D (formulation using 200 grams of walnut pulp), at 7.77%.
PENDAMPINGAN PROMOSI WISATA DAN PENGEMBANGAN PRODUK LOKAL PADA LOKASI WISATA TITIAN MANGROVE PESINGHONG Ferdinand Romelus Anigomang; Jon Idrison Molina; Hemy Ratmas Djasibani; Saul Brianto Belli; Fegita Marleni Aleng
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36681

Abstract

ABSTRAKSalah satu wisata pantai yang sementara bergeliat di Kabupaten Alor adalah wisata pantai Titian Mangrove Pesinghong yang terletak di sekitar Kota Kalabahi dan berada di Kelurahan Mutiara. Usaha wisata ini dikelola kelompok nelayan peduli mangrove namun dalam proses pengelolaan mereka kesulitan untuk melakukan promosi melalui media sosial maupun media digital lainnya, belum adanya penyediaan produk-produk khas wisata mangrove yang bisa dijual untuk mendatangkan pendapatan kelompok. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam aspek produksi dan pemasaran. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan dan praktik langsung untuk penyediaan produk-produk di Lokasi wisata dan pemasaran serta promosi wisata. Evaluasi dilakukan diawal (pre test) dan dilakukan diakhir kegiatan (post test) untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok wisata dalam mengikuti kegiatan pengabdian ini.  Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan pemahaman dari mitra tentang pentingnya melakukan promosi wisata sebesar 71,4%, peningkatan keterampilan untuk mengedit foto dan video promosi wisata menggunakan aplikasi Potoshop CS dan Movavi Video Editor Plus sebesar 68%, serta peningkatan keterampilan mitra tentang pembuatan produk buah mangrove menjadi sirup, kerupuk dan dodol sebesar 65%. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan tingkat pemahaman dan keterampilan kelompok wisata dalam pengelolaan wisata pada aspek produksi dan pemasaran. Kata kunci: Mangrove; Pesinghong; Wisata; Promosi; Produk ABSTRACTOne of the beach tourism that is currently growing in Alor Regency is the Titian Mangrove Pesinghong beach tourism, located around Kalabahi City and in Mutiara Village. This tourism business is managed by a group of fishermen who care about mangroves, but in the management process, they have difficulty promoting through social media or other digital media, and there is no provision of typical mangrove tourism products that can be sold to generate group income. This community service activity aims to improve the capabilities of partners in production and marketing aspects. The method of implementation of the activity is carried out through stages of socialization, training, and direct practice for the provision of products at tourist locations and marketing and tourism promotion. Evaluations are carried out at the beginning (pre-test) and at the end of the activity (post-test) to measure the increase in knowledge and skills of the tourism group members in participating in this community service activity. The results of this community service activity show an increase in understanding of the importance of tourism promotion from partners by 71,4%, an increase in skills in editing photos and videos of tourism promotions using the Photoshop CS and Movavi Video Editor Plus applications by 68%, and an increase in skills in making mangrove fruit products into syrup, crackers and dodol by 65%. This community service activity successfully increased the tourism group's understanding and skills in tourism management, particularly in terms of production and marketing. Keywords: Mangrove; Pesinghong; Tourism; Promotion; Product