Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

POLA PEMAHAMAN MASYARAKAT PESISIR BARANUSA MENGENAI KEARIFAN LOKAL TRADISI MULUNG (UPAYA KONSERVASI HABITAT KAWASAN PERAIRAN PULAU LAPANG-BATANG) Plaimo, Paulus Edison; Wabang, Imanuel Lama; Alelang, Isak Feridikson
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v8i1.2271

Abstract

Abstrak: Tradisi budaya mulung memiliki nilai holistik dan ekolologi. mulung sendiri esensinya adalah menjaga sebuah kawasan perairan dari semua aspek pengelolaan (baik pengambilan maupun penangkapan) sumberdaya perairan, untuk sementara waktu sehingga kawasan tersebut berfungsi sebagai tabungan sumberdaya. tradisi ini beberapa dekade ini tidak dilakukan sehingga kawasan yang sejak zaman dulu di lakukan ritual mulung mengalami kerusakan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan dan pemahaman masyarakat pesisir Baranusa terkait tradisi budaya mulung. metode yang digunakan dalam peneltian ini dalam bentuk survei tingkat pemahaman. responden, dipilih secara acak akan tetapi dibedakan berdasarkan kelompok usia (stratifild random sampling) yang mewakili dua kelompok usia yaitu 25-39 dan kelompok usia 40 ke atas. hasil penelitian ini terlihat jelas, masyarakat kelompok usia 40 tahun ke atas tingkat pengetahuan dan pemahaman tradisi mulung signifikan yaitu kategori sangat tahu 28%; kategori tahu 62%; kategori tidak tahu 10%. pada kelompok masyarakat usia 25-39, kategori sangat tahu 14%; kategori tahu 8%; dan 78% kategori kurang mengetahui secara jelas. selanjutnya untuk kelompok masyarakat usia 25-39, secara mayoritas (54%) melalui survei menyatakan, mendapat informasi tentang tradisi budaya mulung melalui isu.Kata Kunci: Konservasi; Mulung; Rumpun adat; Baranusa.Abstract:  Precious cultural traditions have holistic and ecolological values. mulung itself is essentially the essence of maintaining an area of water from all aspects of management (both capture and capture) of water resources, for a while so that the area functions as a resource savings. this tradition has not been done for decades, so the area that has been practiced from ancient times has been damaged. this study aims to determine the extent of knowledge and understanding of Baranusa coastal communities related to the early cultural traditions. the method used in this research is in the form of survey of understanding level. respondents were chosen randomly but were distinguished by age group (stratifild random sampling) which represented two age groups namely 25-39 and the age group of 40 and above. the results of this study are clear, people in the age group of 40 years and above the level of knowledge and understanding of the tradition of significance is significant, the category of very know 28%; the know category 62%; the category doesn't know 10%. in the 25-39 age group, the category knew very well 14%; 8% the know category; and 78% of the categories did not know clearly. then for the community groups aged 25-39, the majority (54%) through the survey stated, received information about the cultural traditions of the primitive through the issue.Keywords: Conservation; Mulung; Custom family; Baranusa
SINERGITAS KELOMPOK TANI, PRODUSEN, PASAR DAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP KESINAMBUNGAN PENGOLAHAN KOPI KEMASAN SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DAERAH Laumal, Folkes E.; Wabang, Jhon A.; Plaimo, Paulus Edi; Suharto, Raden S. B.
Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Vol 2, No 1 (2019): JUNE
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/kewirausahaan.v2i1.220

Abstract

Produksi kopi kemasan dari Kabupaten Alor yang didampingi melalui program pengabdian masyarakat dari DRPM Ristekdikti memberikan dampak peningkatan produksi pada 2 tahun terakhir. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh pendampingan dan promosi yang terus-menerus dilakukan oleh berbagai pihak termasuk pemerintah daerah Kabupaten Alor. Untuk menjamin keberlanjutan pengelolaannya dan dapat dijual secara nasional, maka sebuah sinergitas telah dilakukan melalui kegiatan lokakarya yang melibatkan 5 Kelompok Tani Kopi dari Desa Manmas Kecamatan Alor Selatan, KUD beringin dan UPH Perkebunan yang memproduksi Kopi Lonsilar dan Kopi Cita Rasa Khas Alor, Pemerintah Daerah yang diwakili oleh Dinas Pertanian Perkebunan Kabupaten Alor dan PT Transmart sebagai salah satu pasar modern yang siap menjadi pembeli produk-produk olahan daerah.
PELATIHAN TEKNIK MENGIKAT RUMPUT LAUT KEPADA PETANI RUMPUT LAUT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEBERHASILAN PROSES PEMBUDIDAYAAN RUMPUT LAUT Plaimo, Paulus Edison; Wabang, Imanuel Lamma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4852

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat pembudidaya rumput laut Desa Blang Merang terkait teknik mengikat bibit rumput laut, agar tidak terlepas ke lingkungan dan proses budidaya dapat berhasil. Tali pengikat yang tidak kuat atau mudah terkelupas dapat meninggalkan serpihan pada tallus rumput laut dan mengurangi kualitas rumput laut sebagai komoditi ekspor. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan dan penyuluhan meliputi; (1) tahap persiapan; (2) tahap penerapan; (3) tahap evaluasi (mengamati proses aplikasi dilokasi budidaya oleh masyarakat pembudidaya). Kegiatan pelatihan dan penyuluhan teknik mengikat bibit rumput laut, dikatakan berhasil oleh sebab adanya perubahan metode atau pola mengikat rumput laut oleh masyarakat pembudidaya. Hal ini tergambar dari kemampuan ketrampilan masyarakat pembudidaya rumput laut Desa Blang Merang yang sudah menerapkannya, seusai kegiatan pelatihan dan penyuluhan teknik mengikat bibit rumput laut dilaksanakan.Abstract:  This community service activity (PkM) aims to improve the understanding of the seaweed farming community of Blang Merang Village related to seaweed seedling binding techniques, so that it does not escape to the environment and the cultivation process can be successful. Fastening straps that are not strong or easily chipped can leave flakes on seaweed tallus and reduce the quality of seaweed as an export commodity. Methods of implementation of training and counseling activities include; (1) the preparatory stage; (2) the implementation stage; (3) the evaluation stage (observing the application process at the location of cultivation by the cultivating community). Training activities and counseling techniques binding seaweed seedlings are said to be successful because of changes in methods or patterns of binding seaweed by the farming community. This is illustrated from the skills of the seaweed farming community of Blang Merang Village who have implemented it, after training activities and counseling techniques binding seaweed seedlings were implemented.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG PENGELOLAAN AIR TERJUN SEBAGAI ASET WISATA SECARA EKOLOGIS Maruli, Elia; Plaimo, Paulus Edison; Laoepada, Setia Budi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4853

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Desa Taman Mataru, Propinsi Nusa Tengara Timur, yang berdomisili di sekitar lokasi air terjun Binafui bahwasanya keberadaan air terjun Binafui adalah selain aset wisata juga dapat menopang kesejahteraan masyarakat dari aspek pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan bahkan untuk penggunaan listrik tenaga air (PLTA). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan dan sosialisasi selanjutnya pelaksanaannya meliputi beberapa tahapan antara lain: (1) tahap persiapan; (2) tahap pelaksanaan; (3) tahap evaluasi (mengamati dan membandingkan keadaan mitra sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan). Kegiatan PkM ini dapat dikatakan sangat berhasil dimana adanya peningkatan pemahaman sehingga merubah pola pikir dan perilaku yang ditandai dengan antusiasme masyarakat melakukan penanaman kembali tanaman sebagai upaya untuk melindungi mata air dari kekeringan. Abstract:  The purpose of this devotional activity is to increase the knowledge and understanding of the people of Taman Mataru Village, East Nusa Tengara Province, who live around the location of Binafui waterfall that the existence of Binafui waterfall is in addition to tourist assets can also support the welfare of the community from the aspects of agriculture, plantations, livestock, fisheries even for the use of hydroelectric power (HYDROPOWER). The method used in this activity is to do the sedation, the next socialization of its implementation includes several stages, among others: (1) preparation stage; (2) the implementation stage; (3) evaluation stage (observing and comparing the state of partners before and after the activity is carried out). PkM activities can be said to be very successful where there is an increase in understanding so as to change the mindset and behavior characterized by the enthusiasm of the community to replant crops in an effort to protect the springs from drought.
KAJIAN KARAKTERISTIK DAN DAYA DUKUNG EKOWISATA PANTAI LING’AL ALOR UNTUK PENGEMBANGAN KATEGORI REKREASI PANTAI Imanuel Lamma Wabang; Paulus Edison Plaimo; Isak Feridikson Alelang
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v8i2.2641

Abstract

Abstrak: Pantai Ling’al terletak di  Desa Halerman, Kecamatan Alor Barat Daya,  Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Kawasan ini  memiliki daya tarik berupa pantai karang berpasir putih yang landai dengan pemandangan bawah laut yang indah. Penelitian ini dilaksanakan  pada bulan  September  2019. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kesesuaian kawasan  untuk kegiatan ekowisata kategori rekreasi pantai dan menghitung daya dukung (carrying capacity).  Penelitian ini menggunakan  data primer dan data sekunder. Data primer berupa pengambilan data secara in-situ (pengukuran secara langsung dilapangan) berdasarkan matriks kesesuaian kawasan wisata pantai kategori rekreasi, sedangkan data sekunder pengambilan data dilakukan melalui studi pustaka. Berdasarkan hasil perhitungan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) diperoleh bahwa satu dari dua stasiun mempenyai kategori sangat sesuai yaitu stasiun pertama dengan nilai IKW 84,91%, dan pada stasiun kedua termasuk kategori sesuai dengan nilai IKW yaitu 75.40%. Daya dukung kawasan Pantai Ling’al dengan luasan yang dapat dimanfaatkan yaitu 2.176 m²  dengan daya tampung sebesar 170 orang /hari. berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada para steakholder pengambil kebijakan dalam pengelolan aset wisata dengan memperhatikan daya dukung lingkungan.   Abstract:  Ling'al Beach is located in Halerman Village, district of Southwest Alor, Alor regency of East Nusa Tenggara province.  This area has the appeal of a white sandy coral beach that is sloping with beautiful underwater scenery. The study was conducted in September 2019. The research aims to assess the conformity of area activities for the Coastal recreation category and calculate carrying capacity.  This research uses primary data and secondary data. Primary data in the form of data retrieval in-situ (measurements are directly in place) based on the matrix suitability of the beach recreation Area recreational category, while secondary data retrieval data is conducted through the study of the library. Based on the results of the calculation of tourism conformity index (IKW) is obtained that one of the two types of the station is very suitable category is the first station with a value of IKW 84.91%, and on the second station belongs to the value of IKW is 75.40%. The support of the area of Ling'al beach with the areas that can be utilized is 2,176 m² with a capacity of 170 people/day. Based on the results of the study is expected to provide information to the steakholder policy makers in the management of tourism assets by observing the environmental support
ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG KAWASAN WISATA PANTAI WARSEDULI, PIGEWA, DAN DULIBALA DI DESA ELOK, KABUPATEN ALOR Imanuel Lamma Wabang; Paulus Edison Plaimo
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 9, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v9i2.5150

Abstract

Abstrak: Pantai Werseduli, Pigewa dan Dulibala terletak di Desa Elok, Kecamatan Alor Timur,  Kabupaten  Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Kawasan ini memiliki daya tarik berupa pantai karang berpasir putih yang landai dengan pemandangan bawah laut yang menarik. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kesesuaian kawasan untuk kegiatan wisata pantai kategori rekreasi pantai, berenang, berperahu dan menghitung daya dukung (carrying capacity).   Penelitian ini menggunakan  data primer dan data sekunder. Data primer berupa pengambilan data secara langsung di lapangan berdasarkan matriks indeks kesesuaian kawasan wisata pantai kategori rekreasi pantai, berenang dan berperahu sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Alor, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Alor, Jurnal, Tesis, Buku, Wisatawan, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, Nelayan, Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan perhitungan daya dukung kawasan untuk kegiatan wisata pantai (Rekreasi, Berenang, Berperahu) pada stasiun 1 yang terletak di lokasi pantai Werseduli ini dapat menampung semua kegiatan wisata pantai sekitar 210 orang/hari. Stasiun 2 pada lokasi pantai Pigewa dapat menampung sekitar 117 orang/hari sedangkan pada lokasi stasiun ke tiga pantai Dulibala dapat menampung 237 orang/hari. Dengan data ini, dapat dijadikan rujukan pengelolaan pariwisata pantai Warseduli, Pigewa dan Dulibala kedepan. Abstract:  Elok Village, East Alor District, Alor Regency, East Nusa Tenggara Province is home to the beaches of Werseduli, Pigewa, and Dulibala. Sloping white sandy coral beaches with amazing underwater vistas are an attraction in this area. This study was completed in June of 2021. The study's goal was to assess the area's feasibility for beach tourism activities such as beach enjoyment, swimming, boating, and determining carrying capacity. This research makes use of both primary and secondary data. Primary data is collected in the field using an in situ data collection matrix based on the appropriateness matrix of coastal tourism zones, while secondary data is gathered through library research. According to an estimate of the area's carrying capacity for beach tourist activities (Recreation, Swimming, Boating), station 1, which is located in Werseduli, can handle 210 people per day for all beach tourism activities. Station 2 in Pigewa can accept roughly 117 people per day, whereas Station 3 in Dulibala can accommodate 237 people per day. 
PENGARUH ARUS DAN SUBSTRAT TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Euchema ecotonii (Kappaphycus alvarezi) DI PERAIRAN PANTAI DESA ALLUMANG, KABUPATEN ALOR. Paulus Edison Plaimo; Imanuel Lama Wabang
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v9i1.4283

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus dan substrat terhadap pertumbuhan harian rumput laut jenis Euchema cotonii (K alvarezi) di perairan pantai desa Allumang, Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Daily Growth Rate/Laju pertumbuhan harian (%/hari). Hasil penelitian menemukan laju pertumbuhan harian pada stasiun (1) 6,150%; stasiun (2) 6,170%; stasiun (3) 6,130%, sehingga diperoleh rata-rata pertumbuhan harian rumput laut Euchema cotonii (K alvarezi) di perairan Desa Allumang 6,15%. Kecepatan arus 37,2 cm/s. dengan karaketristik substrat berpasir.   Abstract:  This study aims to determine the influence of currents and substrates on the daily growth of euchema cotonii (K alvarezi) seaweed in the coastal waters of Allumang village, Alor Regency. The method used in the study was daily growth rate (%/day). The results found a daily growth rate at (1) 6.150%; station (2) 6,170%; station (3) 6,130%, so obtained the average daily growth of seaweed Euchema cotonii (K alvarezi) in the waters of Allumang Village 6.15%. Current speed is 37.2 cm/s. with a caraketristic sandy substrate. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus dan substrat terhadap pertumbuhan harian rumput laut jenis Euchema cotonii (K alvarezi) di perairan pantai desa Allumang, Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Daily Growth Rate/Laju pertumbuhan harian (%/hari). Hasil penelitian menemukan laju pertumbuhan harian pada stasiun (1) 6,150%; stasiun (2) 6,170%; stasiun (3) 6,130%, sehingga diperoleh rata-rata pertumbuhan harian rumput laut Euchema cotonii (K alvarezi) di perairan Desa Allumang 6,15%. Kecepatan arus 37,2 cm/s. dengan karaketristik substrat berpasir.  Kata Kunci: Arus; Substrat; Rumput laut; Desa Allumang. Abstract:  This study aims to determine the influence of currents and substrates on the daily growth of euchema cotonii (K alvarezi) seaweed in the coastal waters of Allumang village, Alor Regency. The method used in the study was daily growth rate (%/day). The results found a daily growth rate at (1) 6.150%; station (2) 6,170%; station (3) 6,130%, so obtained the average daily growth of seaweed Euchema cotonii (K alvarezi) in the waters of Allumang Village 6.15%. Current speed is 37.2 cm/s. with a caraketristic sandy substrate.
STUDY OF COMMUNITY PERCEPTION OF VILLAGE GOVERNMENT REGULATIONS IN PROTECTING THE MANGROVE FOREST AREA OF AIMOLI VILLAGE Paulus Edison Plaimo; Imanuel Lamma Wabang
Berkala Perikanan Terubuk Vol 49, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/terubuk.49.1.754-762

Abstract

The purpose of this research is to know the perception of aimoli village community towards the protection of mangrove tourism area of Aimoli Village by issuing Village Regulations. Because the positive impact received for the lives of the people of Aimoli Village is very large. Where in addition to providing environmental services related to providing aquatic resources, on the other hand, also provides economic improvement benefits from tourism aspects. But community activities in mangrove tourism areas often occur by not being environmentally friendly such as felling mangrove trees to be used as building materials or firewood. This research uses likert scale method. According to the results of the study; (1) Public perception on the protection of mangrove areas requires perdes? category Strongly agree 3.57%; Agree 32.1%; Neutral 32.1%; Disagree 7.1%; Strongly Disagree 25%. The interval value is 79 in the Medium category; (2) Public perception of sanctions for the perpetrators of mangrove tourism in Aimoli Village is as follows: Category Strongly Agreed 53.6%; Agree 35.7%; Neutral 0.0%; Disagree 10.7%; and the category strongly disagrees 0.0%. The interval value of 121, with a very high category, in the majority gives an answer to sanctions to the perpetrators of the destruction of mangrove forest areas.
IMPACT OF MULUNG (HABITAT CONSERVATION OF WATER RESOURCES) ON THE IMPROVEMENT OF THE ECONOMY OF COASTAL COMMUNITIES (FISHERMAN AND TRADERS) BARANUSA Plaimo Paulus Edison
Berkala Perikanan Terubuk Vol 48, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/terubuk.48.2.12-24

Abstract

Penerapan kembali tradisi budaya mulung memberi dampak positif bagi habitat sumber daya perairan dikawasan peraiaran yang menjadi lokasi mulung. secara harafiah mulung terbagi dalam dua tahap pengelolaan. tahap pertama adalah prosesi adatia hading mulung pada tahapan ini kawasan peraiaran ditutup atau dilarang untuk sementara waktu dari aktivitas penagkapan atau pengambilan sumber daya melalui ritual adatia. pada tahap kedua adalah hoba mulung pada tahap ini diadakan prosesi adat pencabutan larangan sehingga kawasan mulung dapat dilakukan pengambilan atau penangkapan sumber daya perairan. interval waktu antara hading mulung dan hoba mulung memberikan kesempatan kepada alam untuk pulih. kondisi ini berdampak pada pemulihan habitat sehingga populasi sumber daya menjadi limpah. seturut melimpahnya sumber daya perairan seperti ikan berkorelasi positif terhadap volume penangkapan nelayan dan implikasinya pada saat penjualan, dalam hal ini pedagang ikan pun menerima manfaatnya dengan bertambah jumlah pendapatannya. metode survei digunakan untuk mengukur dampak mulung (konservasi habitat sumber daya periaran) terhadap peningkatan ekonomi masyarakat pesisir (nelayan dan pedagang) baranusa, menggambarkan pendapatan nelayan yaitu Rp. 6.400.000. selain itu pedagang juga mengalami peningkatan pendapatan sebulan berkisar Rp. 1.500.000 sampai dengan Rp. 6.000.000.
IDENTIFICATION OF SUSTAINABILITY SUPPORTING FACTORS OF MULUNG CULTURE TRADITION OF BARANUSA (HABITAT CONSERVATION EFFORTS OF AQUATIC LAPANG-BATANG ISLAND) Paulus Edison Plaimo; Isak Feridikson Alelang
Berkala Perikanan Terubuk Vol 48, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2239.485 KB) | DOI: 10.31258/terubuk.48.1.251-259

Abstract

Upaya keberlanjutan tradisi budaya mulung secara konsisten, perlu ditelusuri faktor penunjangnya, melalui metode survey yang ditujukan kepada narasumber seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh adat, pemerintah kecamatan, pemerintah desa bahkan semua pemangku kepentingan (steachholder) maka ditemukan berbagai pendapat kemudian diinventarisir yang masuk kategori faktor-faktor penunjang antara lain, (1) dokumen kesepakatan lembaga adat rumpun baranusa bersama lima desa bagian rumpun adat baranusa; (2) peraturan bersama lima kepala desa rumpun adat baranusa mengenai dukungan kegiatan mulung; (3) komitmen bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan lembaga adat rumpun baranusa mengenai keberlanjutan mulung; (4) kesiapan atau partisipasi masyarakat rumpun adat baranusa untuk mendukung kegiatan mulung. selain itu diperlukan strategi untuk merealisasikan kesepakatan seperti membangun komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah kecamatan, pemerintah desa bagian rumpun adat baranusa, seluruh steachholder menyampaikan informasi manfaat penerapan tradisi budaya mulung dan persiapan pertemuan untuk merancang pembuatan dokumen kesepakatan antara lembaga adat rumpun baranusa bersama lima desa diwilayah adat baranusa dan menyiapkan keputusan bersama lima desa bagian rumpun adat baranusa untuk keberlanjutan kegiatan mulung secara berkesinambungan.