Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendampingan Program Literasi Berbasis “Ratu Dongeng” Dalam Penguatan Gerakan Literasi Sekolah I Nengah Sueca; Gede Sidi Artajaya; Desak Putu Anom Janawati
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.234

Abstract

SD Negeri 5 Besakih termasuk salah satu sekolah terpencil di Kabupaten Karangasem yang hanya memiliki 5 Guru PNS dan 1 Orang guru honorer. Keadaan tersebut mengakibatkan gerakan literasi sekolah (GLS) di SD 5 Besakih tidak maksimal dan berdampak pada rendahnya kemampuan literasi dan minat baca siswa SD Negeri 5 Besakih. Tujuan pengabdian ini adalah untuk (1) mengatasi permasalahan kegiatan literasi SD Negeri 5 Besakih, khususnya penguatan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) berbasis kegiatan Rabu dan Sabtu mendongeng (Ratu Dongeng); (2) meningkatkan kemapuan baca tulis siswa kelas I SD Negeri 5 Besakih dengan pembinaan dan pendampingan literasi berbasis “Ratu Dongeng”. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode PALS (participatory action learning system). Subjek pengabdian ini adalah siswa kelas I SD Negeri 5 Besakih yang berjumlah 17 orang. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa (1) kegiatan kegiatan pendampingan program literasi berbasis “Ratu Dongeng” dapat menguatkan kegiatan literasi sekolah (GLS) di SD Negeri 5 Besakih. Dari hasil pendampingan yang dilakukan diperoleh bahwa kegiatan literasi berbasis “Ratu Dongeng” yang dilakukan di kelas I dapat membantu siswa dalam kegiatan menulis dan membaca dini; (2) Kegiatan pendampingan program literasi berbasis “Ratu Dongeng” dapat meningkatkan kemampuan literasi dasar pada siswa kelas I SD Negeri 5 Besakih. Hal ini terlihat dari peningkatan kemampuan literasi (menulis dan membaca dini) siswa kelas I SD Negeri 5 Besakih. Sejalan dengan hasil tersebut kegiatan pengabdian yang melinatkan pihak sekolah ini dapat menguatkan proyek profil pelajar pancasila. Oleh karena itu kegiatan literasi berbasis “Ratu Dongeng” dapat digunakan menguatkan kegiatan proyek profil pelajar pancasila.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN LITERASI TULIS DI SMAN 1 RENDANG I Nengah Sueca; Ni Putu Eni Astuti
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 9 No. 2 (2021): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.609 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan kemampuan literasi tulis siswa kelas X SMAN 1 Rendang; (2) mendeskripsikan penguatan nilai-nilai pendidikan karakter melalui kegiatan literasi tulis di SMAN 1 Rendang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif kuantitatif dan kualitatif (Mix-Mhetod). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IBBU SMAN 1 Rendang. Objek penelitian ini adalah kemampuan literasi tulis dan penguatan karakter dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia siswa kelas X IBBU SMAN 1 Rendang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik desktiptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kemampuan literasi tulis siswa SMAN 1 Rendang tergolong baik. Hal tersebut terlihat dari skor rata-rata yang dicapai siswa, yaitu sebesar 83,32; (2) kegiatan literasi tulis sangat sesuai untuk menguatakan nilai-nilai karakter, seperti kejujuran, rasa ingin tahu, displin, mandiri, dan tanggungjawab, serta kurang sesuai untuk menguatkan nilai demokrasi. Abstract This study aimed at (1) describing student writing literacy at class X of SMAN 1 Rendang; (2) describing education character values strengthening through writing literacy activity in SMAN 1 Rendang. This study used quantitative and qualitative descriptive method (mix method). Subjects of this study were students of class X IBBU SMAN 1 Rendang. Objects of this study were writing literacy ability and character strengthening in Bahasa Indonesia subject of class X IBBU SMAN 1 Rendang. Method of this study was test and questionnaire. Data analysis technique was qualitative descriptive technique. Finding of this study showed that (1) students writing literacy ability of SMAN 1 Rendang was categorized as good. It can be seen from students mean score, i.e. 83.32; (2) writing literacy activity is appropriate to strengthen character values, such as honesty, curiosity, discipline, independence, and responsible as well as less appropriate to strengthen value of democracy.
Pendampingan Pelaksanaan Pembelajaran Daring Kolaboratif di LMS (Learning Management System) ITP Markandeya Bali Putu Beny Pradnyana; Ni Putu Eni Astuti; Ni Wayan Sri Darmayanti; Yanuarius Bria Seran; Marsela Luruk Bere; Luh Made Dwi Wedayanthi; I Nengah Sueca; I Wayan Numertayasa
Madaniya Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.695

Abstract

Pendidikan menghadapi transformasi dalam era Revolusi Industri 4.0, di mana pembelajaran daring dan kolaboratif melalui Learning Management System (LMS) menjadi kunci. Pengabdian dilaksanakan untuk mengevaluasi keefektifan pemanfaatan LMS dalam Pembelajaran Daring Kolaboratif antara ITP Markandeya Bali dan STKIP Sinar Pancasila. Pengabdian ini melibatkan mahasiswa semester III dan V dari kampus ITP Markandeya Bali dan STKIP Sinar Pancasila. Kegiatan ini dilaksanakan dari bulan Oktober sampai Januari dan dilaksanakan menjadi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah Evaluasi menunjukkan respons positif dari mahasiswa terhadap pengalaman berkolaborasi lintas institusi. Meskipun demikian, kendala teknis seperti masalah sinyal internet dan kesulitan penjadwalan diidentifikasi sebagai hambatan. Kesempatan untuk kolaborasi lintas daerah dan pengembangan keterampilan kolaboratif diidentifikasi sebagai peluang yang dapat dioptimalkan. Perbaikan teknis dan penyesuaian jadwal diakui sebagai langkah kunci untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran daring kolaboratif di masa mendatang. Keseluruhan, pendekatan holistik melalui berbagai platform dan alat kolaboratif telah berhasil menciptakan pengalaman pembelajaran yang dinamis dan efektif dalam konteks pembelajaran daring. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model pembelajaran kolaboratif lintas institusi dan memberikan dasar untuk perbaikan dan peningkatan di masa depan.
The Development of Digital Indonesian Folklore as An Instrument for Fostering Character in Literature Learning I Wayan Numertayasa; I Nengah Sueca; Ni Made Kemba Rianti
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.10709

Abstract

This study aims to develop a prototype of digital folklore for character building in literature education. This study employs a Research and Development (R&D) approach based on Borg and Gall’s model. The model is adapted and simplified into several stages, focusing on product development, expert validation, and product revision based on expert feedback, and employs two data analysis techniques: qualitative descriptive analysis and descriptive statistical analysis. The findings reveal that literature learning requires digital folklore to shape students' character effectively. Furthermore, the development of digital folklore for character building in literature education is deemed valid. Thus, it can be concluded that digital folklore is beneficial for literature learning and essential for character development. It is therefore recommended that teachers incorporate digital folklore into literature lessons to support character building. Additionally, further research is encouraged to develop existing Indonesian folklore.
OPTIMALISASI POJOK BACA “RATU DONGENG” BERBASIS MEDIA DIGITAL DALAM PENGUATAN LITERASI DAN PEMBIASAAN PHBS DI SD NEGERI 5 BESAKIH I Nengah Sueca; Ni Wayan Sri Darmayanti; Nurul Isnaini Fitriana; Ni Komang Anggi Nusa Indah; Ni Luh Esa Pradewi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.34952

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun SDM yang berkualitas. Salah satu aspek krusial dalam pendidikan adalah literasi. Namun, masih banyak sekolah dasar mengalami permasalahan literasi, termasuk SD Negeri 5 Besakih. Mitra PKM ini adalah SD Negeri 5 Besakih, yang terdiri atas 9 orang guru dan 110 siswa yang terlibat aktif dalam rangkaian pendampingan. SD Negeri 5 Besakih termasuk sekolah terpencil di Kabupaten Karangasem. Lokasi sekolah yang berada di kaki Gunung Agung menyebabkan jarang mendapat perhatian. Siswa yang bersekolah di SD 5 Besakih adalah anak-anak petani yang jarang mendapat penguatan literasi di rumahnya. Kemampuan literasi siswa di SD Negeri 5 Besakih masih sangat rendah. Hal ini terlihat dari Raport Pendidikan SD Negeri 5 Besakih Tahun 2023 yang menunjukkan capaian literasi pada kategori minimum. Selain itu, masalah yang dihadapi SD Negeri 5 Besakih adalah PHBS. Program pengabdian ini bertujuan untuk (1) menguatkan kemampuan literasi siswa melalui optimalisasi Pojok Baca “Ratu Dongeng” berbasis media digital; dan (2) membentuk pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan SD Negeri 5 Besakih. Pengabdian ini menggunakan metode PALS (participatory action learning system), yang meliputi persiapan (analisis kebutuhan mitra), pelaksanaan berupa sosialisasi dan pendampingan, monitoring berupa praktik mendongeng oleh siswa, evaluasi terhadap program ratu doengang dan refleksi. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa (1) kegiatan optimalisasi pojok baca “ratu dongeng” berbasis media digital dapat mengatasi permasalahan literasi melalui pendekatan holistik dengan menerapkan Program Rabu dan Sabtu mendongeng yang dikaitkan dengan pemanfaatan media digital berupa video dongeng; (2) kegiatan optimalisasi pojok baca “Ratu Dongeng” dapat digunakan mengatasi permasalahan PHBS, seperti kebiasaan jajan sembarangan, membuang sampah, dan kurangnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Kata kunci: Pojok Baca, Literasi, Media Digital. ABSTRACTEducation is the main foundation in developing quality human resources. One crucial aspect of education is literacy. However, many elementary schools still face literacy problems, including SD Negeri 5 Besakih. The partner of this community service program is SD Negeri 5 Besakih, consisting of 9 teachers and 110 students who were actively involved in the implementation process. SD Negeri 5 Besakih is categorized as a remote school in Karangasem Regency. Its location at the foot of Mount Agung has resulted in limited access and minimal attention from external parties. The students, who mostly come from farming families, receive very little literacy support at home. The literacy skills of students at SD Negeri 5 Besakih remain low, as shown in the 2023 Education Report, which indicates that the school’s literacy achievement is still at the minimum category. In addition to literacy issues, the school also faces problems related to Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). This community service program aims to (1) strengthen students’ literacy skills through the optimization of the digital-based “Ratu Dongeng” Reading Corner, and (2) develop Clean and Healthy Living Habits (PHBS) among students at SD Negeri 5 Besakih. The program employs the PALS (Participatory Action Learning System) method, which includes preparation (needs analysis), implementation through socialization and mentoring, monitoring through students’ storytelling practice, and evaluation of the “Ratu Dongeng” program followed by reflection. The results of this program indicate that (1) the optimization of the digital-based “Ratu Dongeng” Reading Corner effectively addressed literacy problems through a holistic approach by implementing Wednesday and Saturday storytelling activities supported by digital media in the form of storytelling videos; and (2) the optimization of the “Ratu Dongeng” Reading Corner also helped address PHBS-related issues, such as unhealthy snacking habits, littering, and low awareness of school cleanliness. Keywords: Reading Corner, Literacy, Digital Media.