Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Transfer Pricing, Leverage, Ukuran Perusahaan, dan Intensitas Modal terhadap Tax Avoidance Endah Yuli Astuti Raki; Gita Desyana; Juanda Astarani
Jurnal Literasi Akuntansi Vol 5 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55587/jla.v5i2.165

Abstract

Purpose: This study aims to test and determine the effect of transfer pricing, leverage, company size, and capital intensity on tax avoidance. Method: This research method is quantitative using multiple linear regression analysis. The population used is LQ45 companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2020-2024. The sampling method used is purposive sampling with a total of 85 samples. Finding: The results of the study indicate that transfer pricing, leverage, company size, and capital intensity simultaneously (together) have a significant effect on tax avoidance. In addition, partial results also show that company size and capital intensity have a positive effect on tax avoidance. Homever, transfer pricing and leverage do not affect tax avoidance. Novelty: The difference between this study and previous studies is that this study uses a larger sample and the analysis method used is multiple linear analysis.
An Analysis Of Differences In Earnings Management Among Property Companies Listed On The Indonesia Stock Exchange Before And After The Adoption Of PSAK 72 (2018-2021) Muhammad Ridwan Nur Islami; Juanda Astarani; Rusliyawati Rusliyawati
Moneter: Jurnal Keuangan dan Perbankan Vol. 14 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khladun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/moneter.v14i1.3105

Abstract

This study compares the level of accrual-based earnings management among property firms listed on the Indonesia Stock Exchange before and after the implementation of PSAK 72, covering 2018–2021. Using a comparative and associative quantitative approach, the study analyzes 26 property companies (104 financial statements) selected via purposive sampling. Earnings management is measured through discretionary accruals (DA) based on the Modified Jones Model, winsorized at the 1st and 99th percentiles to mitigate extreme values caused by the COVID-19 pandemic, and tested using the Wilcoxon Signed Rank Test and panel data regression. Results show no significant difference in DA before (mean = -0.00099) and after (mean = 0.00077) PSAK 72 implementation (W=130, p=0.258). Panel regression using the Random Effects model (selected via the Hausman Test) similarly indicates no significant effect of PSAK 72 on DA (β=0.0107, p=0.3414). Among control variables, only ROA significantly affects DA (β=0.2086, p=0.0056), though positively—contrary to the initial hypothesis—while Leverage, Firm Size, and Sales Growth show no significant effect. The model explains only 7.28% of DA variation (corr(y,ŷ)²=0.0728). These findings suggest that PSAK 72's impact on earnings management, if any, is likely masked by the severe economic shock of COVID-19, which coincided with the standard's implementation period.
Corporate Governance dan Agresivitas Pajak: Peran Moderasi Koneksi Politik Pada Perusahaan Pertambangan di BEI Sandra Sashadila; Khristina Yunita; Juanda Astarani
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2026): July
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v4i1.374

Abstract

Agresivitas pajak merupakan upaya perusahaan untuk meminimalkan kewajiban pajak dengan memanfaatkan celah regulasi atau strategi yang berpotensi melanggar ketentuan pajak. Situasi ini mengakibatkan penerimaan negara dari sektor pajak menjadi suboptimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh komisaris independen terhadap agresivitas pajak dan peran koneksi politik sebagai variabel moderasi pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Pengambilan sampel purposif digunakan untuk memperoleh 87 observasi dari 29 perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komisaris independen memiliki pengaruh negatif terhadap agresivitas pajak, yang mengindikasikan bahwa kehadiran mereka dapat meningkatkan efektivitas pengawasan kebijakan pajak perusahaan. Sementara itu, koneksi politik tidak memoderasi hubungan antara komisaris independen dan agresivitas pajak.
Which ESG Dimension Drives Market Valuation? Bukti Empiris Pada Perusahaan Consumer Non-Cyclicals di Indonesia Reggina Salsabila; Djunita Permata Indah; Juanda Astarani
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 6: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i6.19283

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh dimensi-dimensi pengungkapan ESG (Environmental, Social, dan Governance) secara individual terhadap market valuation perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2022-2025. Dengan menggunakan regresi data panel dengan sampel 25 perusahaan (100 pengamatan perusahaan-tahun), penelitian ini mengukur pengungkapan ESG melalui standar GRI dan market valuation melalui Tobin’s Q. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Environmental Disclosure berpengaruh negatif dan signifikan terhadap market valuation (koefisien: -0,758067, p<0,05). Sementara itu, Social Disclosure dan Governance Disclosure menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan menjelaskan 81,72% variasi market valuation (p<0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa respons pasar terhadap pengungkapan ESG masih bervariasi antar dimensi. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman hubungan antara ESG dan market valuation di negara berkembang serta memberikan wawasan untuk meningkatkan strategi pelaporan keberlanjutan.