Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Dukungan Sosial Terhadap Kualitas Hidup Caregiver Kanker Payudara Lopes, Lilia; Setiyowati, Yovita Dwi; Susilo, Wilhelmus Hary
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.17389

Abstract

ABSTRACT Breast cancer is a disease that is the first largest cancer case in women in Indonesia. Breast cancer has a very complex impact on cancer sufferers and their families. Caregivers have an obligation and an important role to care for sick families, so social support is really needed to improve the quality of life of caregivers while caring for sick family members. This study aims to analyze the relationship between social support and the quality of life of caregivers in breast cancer patients in Jakarta. This research is a quantitative research with a descriptive correlation design and a cross sectional approach. The data collection method used was distributing questionnaires. The sampling technique in this research used random sampling with 50 respondents. The results of the univariate analysis showed that the majority of caregivers were aged 41-59 years, 31 (62.0%) and the majority of respondents were male, 30 (60.0%). College education level was 25 (50.0%) and the majority of caragiver jobs were private employees as many as 24 (48.0%). The majority of caregivers who have high social support are 35 (70.0%) and the majority of caregivers who have a good quality of life are 46 (92.0%). The results of bivariate analysis using the Spearmen's Rho test with α = 0.05 showed that there was no significant relationship between social support and the quality of life of caregivers of breast cancer patients (p-value = 0.176), the calculated r value was (-193). Keywords: Breast Cancer, Social Support, Quality of Life, Caregiver  ABSTRAK Kanker payudara merupakan penyakit yang menjadi kasus kanker terbesar di Indonesia. Kanker payudara memberikan dampak yang sangat kompleks bagi penderita kanker dan keluarga, Caregiver memiliki kewajiban dan peran penting untuk merawat keluarga yang sakit sehingga dukungan sosial sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup caregiver selama merawat anggota keluarga yang sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan sosial terhadap kualitas hidup caregiver pasien kanker payudara di Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi menggunakan pendekatan cross sectional. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa penyebaran kuisioner. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling dengan responden sebanyak 50 responden. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa mayoritas caregiver berusia 41-59 tahun sebanyak 31 (62,0%) dan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 30 (60,0%). Tingkat pendidikan perguruan tinggi sebanyak 25 (50,0%) dan mayoritas pekerjaan karyawan swasta sebanyak 24 (48,0%). Mayoritas caregiver yang memiliki dukungan sosial tinggi sebanyak 35 (70,0%) dan mayoritas cargiver yang memiliki kualitas hidup baik sebanyak 46 (92,0%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Spearmen’s Rho dengan α = 0.05 hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup caregiver pasien kanker payudara (p-value = 0.176), nilai r hitung (-193). Kata Kunci: Kanker Payudara, Dukungan Sosial, Kualitas Hidup, Caregiver
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA DI SMPN 03 SELUAS KALIMANTAN BARAT Kurnia, Fransiska; Ides, Stefanus Andang; Susilo, Wilhelmus Hary
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31629

Abstract

Pola asuh merupakan suatu proses mendidik, membimbing dan mendisiplinkan serta melindungi anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan kesehatan mental remaja Di SMP Negeri 03 Seluas Bengkayang Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa dan siswi SMP N 03 Seluas, Bengkayang, Kalimantan Barat. Sampel dalam penelitian ini adalah 149 siswa dan siswi SMP N 03 Seluas. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis yang digunakan adalah uji Spearman’s Rho. Hasil penelitian didapatkan responden penelitian mayoritas berusia 13 tahun yaitu sebanyak 46 (30,9%). Responden penelitian mayoritas kelas Sembilan yaitu berjumlah 51 (43,2%) siswa dan siswi. Berdasarkan jenis kelamin sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 81 (54,4%). Berdasarkan jenis pekerjaan orang tua, mayoritas pekerjaan orang tua petani sebanyak 137 (91,9%. Siswa dan siswi memiliki pola asuh demokratif sebanyak 145 (97,3%). Selanjutnya siswa dan siswi yang memiliki kesehatan mental kurang baik sebanyak 78 (52,3%). Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan antara pola asuh orang tua dengan kesehatan mental (p value = 0,054), nilai r hitung (-158). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan pola asuh orang tua dan kesehatan mental remaja Ho ditolak maka ha diterima yang artinya ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan kesehatan mental.
The Effectiveness of I-CARE-based Self-Efficacy Nurses Training for the Development of Organizational Commitment at Panti Rapih Hospital Yogyakarta Sihaloho, Martha; Susilo, Wilhelmus Hary; Dedi, Blacius
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v10i2.661

Abstract

Aims: This research aims to analyze the effectiveness of I-CARE-based self-efficacy nurses training for the development of organizational commitment at Panti Rapih Hospital Yogyakarta. Methods: The research has been designed as a quasi-experiment one group pretest and posttest. The respondents are 143 nurses, mostly from D3 (associate degree) in Nursing (82.5%), female (88.1%), and young adult age or generation X (48.8%). Most of them have also been working for 6-15 years (51.8%). Ordinal regression discrimination test and SEM Smart PLS.4 with path analysis were also conducted. The data is analyzed by using software SPSS.25 and Wilcoxon pretest and posttest on I-CARE-based self-efficacy training and organizational commitment. Results: I-CARE-based self-efficacy has been found “high” (55.9%). Nurses’ organizational commitment is “high” (77.6%), “average” (18.2%) and “low” (4.2%). It is also found that I-CARE-based self-efficacy does not have a significant relation with organizational commitment, which P value is >0.005. The variables like age, gender and length of working have also been insignificant to the enhancement of organizational commitment, which P value is >0.005. The level of education gives a significant influence to organizational commitment, which P value is 0.02 (<0.005). The enhancement of education level will reinforce organizational commitment. Conclusion: I-CARE-based self-efficacy training is effective in enhancing organizational commitment, but for significant impact, it should be supported by a higher level of education. This research recommends increasing formal education levels to enhance staff organizational commitment.
COACHING PERAWAT SUPERVISOR KLINIK MEMENGARUHI PENINGKATAN SELF EFFICACY DAN PENURUNAN BURNOUT PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT X Rumerung, Christie Lidya; Dwiana, Catharina; Susilo, Wilhelmus Hary
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 01 (2021): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i01.1189

Abstract

Latar Belakang: Rasio antara jumlah tenaga perawat dan tingginya tuntutan kerja menempatkan perawat sebagai salah satu profesi kesehatan dengan prevalensi kelelahan emosional dan fisik yang tinggi. Salah satu metode bimbingan yang digunakan RS dalam mengatasi isu – isu yang dapat memengaruhi kinerja perawat, adalah melalui metode coaching. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh pelaksanaan coaching terhadap peningkatan self-efficacy dan penurunan burnout perawat pelaksana. Metode: Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain quasi- experimental, melibatkan 76 responden yang terbagi atas 55 responden yang diberikan intervensi dan 21 responden kontrol. Hasil: ada pengaruh signifikan secara simultan antara variabel pelaksanaan coaching, usia, lama kerja dan tingkat pendidikan terhadap penurunan burnout perawat pelaksana pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p 0.008). Coaching direkomendasikan untuk dilakukan secara kontinyu dengan evaluasi progress aktual dalam rentang waktu tertentu. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan adanya pengaruh variabel coaching perawat supervisor klinis, usia, lama kerja dan tingkat pendidikan secara simultan terhadap penurunan burnout pada perawat pelaksana kelompok intervensi (p 0.008). sehingga diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dalam implementasi dan pencapaian salah satu fungsi manajemen keperawatan terutama dalam peran bimbingan supervisor klinis.