Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN DETEKSI DINI GANGGUAN JIWA PADA KADER KESEHATAN DI DESA BUGANGAN KABUPATEN PEKALONGAN Nafiah, Hana; Kamalah, Aisyah Dzil
Jurnal EMPATI (Edukasi Masyarakat, Pengabdian dan Bakti) Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Empati
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/empati.v2i1.514

Abstract

Mental disorders still become an important issue in the health sector. Problems related to mental health in the community include knowledge, stigma and mental health services. Health resources in Indonesia still has various limitation, and integrating primary services so an effort that can be solve is to integrate primary services. One of the efforts that can be made at the primary care level is the formation of mental health cadres. Health cadres need to be given training in an effort to improve cadres' abilities to manage health services, especially to providing health education directly to the surrounding community. Community service activities carried out were training on early detection of mental disorders for 25 health cadres in Bugangan Village. Cadre knowledge about mental disorders increased 28% and cadres were able to know how to do early detection of mental disorders. The output of this community service activity is the formation of mental health cadres capable of early detection of mental disorders in the community. The next community service activity is expected to be able to screening the results of early detection of the community in as a form of preventive measures for risk groups.Key words: early detection; mental health cadres; mental health problems  
Penyuluhan Manajemen Stress pada Kader Aisyiyah Ranting Timur II Pekajangan Kabupaten Pekalongan Aisyah Dzil Kamalah; Hana Nafiah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.241 KB)

Abstract

Stress dapat terjadi pada setiap orang. Salah satu penyebab stress adalah beban kerja yang tinggi atau tugas yang banyak. Ibu adalah seseorang yang memiliki tugas merawat anggota keluarga dan melakukan pekerjaan rumah. Terlebih pada kondisi Covid seperti saat ini. Ibu mengalami keterbatasan dalam aktivitasnya dan mengalami penambahan tugas yaitu menemani anak melakukan pekerjaan sekolah yang dilakukan secara Online. IbM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu – ibu dalam melakukan manajemen stress. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Agustus 2020. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi dan Tanya jawab. Kegiatan ini dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan dan menjaga jarak setiap peserta. Hasil kegiatan IbM yaitu, peserta yang hadir sejumlah 25 orang. 80% peserta dapat melakukan relaksasi nafas dalam, 100% peserta mengatakan jika stress mengatasinya dengan cara spiritual yaitu dengan berdzikir dan berdoa pada Allah SWT. Kesimpulan : penyhuluhan manajemen stress pada ibu – ibu kader Aisyiyah Ranting Timur II Pekajangan dapat meningkatkan pengetahuan sebesar 40%.
Gambaran Pengetahuan dan Peran Kader dalam Penanganan Gangguan Jiwa Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan Hana Nafiah; Aisyah Dzil Kamalah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.174 KB)

Abstract

Gangguan jiwa adalah suatiu keadaan terganggunya fungsi pada proses pikeir, emosi, kemauan dan perilaku psikomotor. Kader kesehatan mempunyai peran penting dalam mengatasi masalah kesehatan jiwa di masyarakat. Pengetahuan mempunyai pengaruh terhadap kader dalam melaksanakan perannya dalam penanganan masalah kesehatan jiwa di masyarakat. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran pengetahuan kader dan penanganan gangguan jiwa. Metode dalam penelitian adalah diskripsif dengan pendekatan cross sectional. Sample dalam penelitian yaitu 71 kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden 41 orang (57,7%) berpengetahuan baik, 42 orang (59,1%) memiliki peran yang baik dalam penanganan gangguan jiwa. Dari hasil yang diperoleh dapat menjadi rekomendasi pihak Puskesmas Kedungwuni II untuk lebih meningkatkan screening awal atau deteksi dini tentang kesehatan jiwa di masyarakat sehingga angka kejadian gangguan jiwa dapat turunkan.
Gambaran Pengetahuan dan Peran Kader dalam Penanganan Gangguan Jiwa Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan Hana Nafiah; Aisyah Dzil Kamalah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.025 KB)

Abstract

Gangguan jiwa adalah suatiu keadaan terganggunya fungsi pada proses pikeir, emosi, kemauan dan perilaku psikomotor. Kader kesehatan mempunyai peran penting dalam mengatasi masalah kesehatan jiwa di masyarakat. Pengetahuan mempunyai pengaruh terhadap kader dalam melaksanakan perannya dalam penanganan masalah kesehatan jiwa di masyarakat. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran pengetahuan kader dan penanganan gangguan jiwa. Metode dalam penelitian adalah diskripsif dengan pendekatan cross sectional. Sample dalam penelitian yaitu 71 kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden 41 orang (57,7%) berpengetahuan baik, 42 orang (59,1%) memiliki peran yang baik dalam penanganan gangguan jiwa. Dari hasil yang diperoleh dapat menjadi rekomendasi pihak Puskesmas Kedungwuni II untuk lebih meningkatkan screening awal atau deteksi dini tentang kesehatan jiwa di masyarakat sehingga angka kejadian gangguan jiwa dapat turunkan.
Tingkat Pengetahuan Kader Tentang Pengabaian Lansia oleh Keluarga di Kabupaten Pekalongan Dyah Putri Aryati; Hana Nafiah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.193 KB)

Abstract

Seiring dengan jumlah lansia yang semakin melesat, terjadi pergeseran struktur demografi yang berisiko terhadap pengabaian lansia sehingga membutuhkan pelayanan yang komprehensif. Salah satu pelayanan kesehatan di puskesmas yaitu posyandu lansia yang erat kaitannya dengan kader kesehatan. Peran kader dalam penyelenggaraan posyandu lansia sangat besar karena selain sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat juga sebagai penemu masalah kesehatan lansia khususnya di komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan kader kesehatan tentang pengabaian lansia. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif yang menggambarkan pengetahuan kader kesehatan tentang pengabaian lansia. Sampel dalam penelitian ini adalah 71 kader di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II.. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden 42 orang (59,2%) berpengetahuan kurang, 29 orang (40,8%) memiliki pengetahuan yang baik. Kurangnya pengetahuan kader tentang pengabaian lansia disebabkan oleh kurangnya informasi yang didapatkan kader. Oleh sebab itu diperlukan peran dari perawat untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang pengabaian lansia.
Description of Description af Family Support and Anxiety Level of Filariasis Patients in The Regency of Pekalongan Hana Nafiah; Surya Putri Mavela
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.94 KB)

Abstract

Filariasis adalah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi parasit nematoda yang dapat mengakibatkan kecacatan fisik yang bersifat irreversible pada bagian tubuh yang tertentu yang terdapat cacing filarianya, hal ini berdampak pada terjadinya gangguan psikologis berupa perasaan tidak percaya diri, kecemasan, depresi, dan akhirnya akan menimbulkan usaha untuk bunuh diri pada penderitanya. Dukungan keluarga sangat diperlukan seseorang ketika dalam kondisi sehat sakit dan dapat meningkatkan adaptasi dan kesehatan mereka dalam kehidupannya. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mendeskripsikan dukungan keluarga dan tingkat kecemasan pada penderita filariasis di Wilayah Kabupaten Pekalongan. Metode penelitian yang dilakukan adalah desktiftif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan tingkat kecemasan. Hasil penelitian ini menunjukkan 21 responden (52,9%) dukungan keluarga positif dan 23 responden (57,5%) mengalami tingkat kecemasan ringan. Perawat dalam memberikan asuhan keperawatan komunitas perlu mempertimbang pemberian penyuluhan yang baik keluarga dan masyarakat dengan pengetahuan yang nantinya dapat diaplikasikan kepada masyarakat sekitar, sehingga dapat menimimalisis kecemasan pada pengobatan pasien filariasis.
Guided Imagery Management to Overcome Anxiety Among Cadres During The Covid-19 Pandemic Hana Nafiah; Dyah Putri Aryati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.932 KB)

Abstract

The Covid-19 pandemic has the potential to create fear, stress, and anxiety among the community and health workers, one of which is cadres as the right hand of basic level services. The public's response during to the pandemic is they feel tension, anxiety, and panic as well as other psychosomatic symptoms. Guided imagery is a distraction technique that can be used to reduce psychological problems such as stress and anxiety. The purpose of this community service activity is to practice guidance imagery management in an effort to overcome the anxiety of cadres during the Covid-19 pandemic. The target in this activity is 24 health cadres in Bugangan Village and carried out on September 26, 2021. The methods used Health Education about anxiety and guidance imagery, measurement of anxiety with the Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS) before practice the guidance imagery, given training guided imagery and then measure anxiety after practice guided imagery. The result showed that mostly moderate anxiety as many as 12 people (50%) before guided imagery and mostly was mild anxiety as many as 13 people (55%) after guided imagery. It can be concluded that the anxiety of cadres after guided imagery has decreased. As a cadre, it is necessary to apply and motivate the surrounding community to be able to train guide imagery in overcoming psychological problems, especially anxiety during the Covid-19 pandemic.
An Overeview of the Earthquake Preparation among nurses of Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Hospital Dian Firmansyah; Hana Nafiah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.01 KB)

Abstract

Nurses contribute to disaster management services at all stages, including the pre-disaster stage, namely in the preparedness phase. In emergency and disaster conditions, hospitals have a vital role in responding to health services. Still, often hospital facilities and health workers are also among the victims, so healthcare services cannot be carried out properly when needed. This study aimed to describe PKU Muhammadiyah Pekajangan Hospital nurses' in earthquake disaster preparedness. A purposive sampling technique was used in this study. There were 122 respondents who participated in this study. This research design is a descriptive study.The results of this study showed that the characteristics of age are between 30 to 34 years (27.9%), female (70.5%), three-year Nursing (83.6%) and the majority of work experience are 1-5 years (30.3%). Nurses had a moderate perception (4.41), where the perception of knowledge is medium (4.39), the perception of skills is moderate (4.27), and the perception of family readiness to face disasters is moderate (4.56). The perception of disaster preparafion among nurses at Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Hospital was moderate.
HYPNOSIS LIMA JARI UNTUK MENGATASI DEPRESI, ANSIETAS DAN STRESS PADA MASYARAKAT TERPAPAR BANJIR ROB (STUDI PADA KABUPATEN PEKALONGAN): Five-Fingers Hypnosis To Overcome Depression, Anxiety And Stress In Community Which Are Flooded By Rob (Study In Pekalongan On District) Aisyah Dzil Kamalah; Hana Nafiah
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 2 No. 1 (2019): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v2i1.31

Abstract

Pekalongan Regency is one of the areas located on the north coast of the Java Sea and occurred rob every year. Psychosocial problems such as anxiety and stress appeared accompanied by depression due to rob that has occurred since 2008. Five-finger hypnosis is a generalist therapy in mental nursing to reduce anxietyby bringing respondents in a relaxed condition and increasing calm by inviting respondents to imagine. This study aims to determine the effect of five-finger hypnosis on depression, anxiety, and stress felt by residents of the village of Jeruksari, Pekalongan Regency affected by rob. The design of this study used quantitative research with a pre-experimental approach with the pretest post-test one-group design method. This research was conducted on30 people. Data collection was carried out with a Depression Anxiety Stress Scale (DASS) questionnaire administered before and after the intervention. five-finger hypnosis therapy, bivariate analysis was performed with a t-test, the t-test results showed a sig value. 0.001 with a significance level of 0.05. This showed that five-finger hypnosis can reduce depression, anxiety, and stress felt by respondents who reside in the Rob Pekalongan district.
The Relationship of Knowledge and The Role of Cadres in Handling Mental Disorder in The Working Area of Kedungwuni II Primary Health CareR Nafiah, Hana; Dzil K, Aisyah
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.866 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v5i1.852

Abstract

Mental disorder are the conditions with psychiatric malfunctioning including thought process, emotion, volition, and psychomotor behavior. Mental health cadres have an important role in the effort to deal with mental disorder in the community. Knowledge has an influence on the ability of cadres to carry out role in the community. The aim of this study was determine the relationship between knowledge and the role of cadres in handling mental disorder in the working area of Kedungwuni II Primary Health Care. The research method used correlative study, to correlate knowledge and role variable. Sample in this study where 71 cadres in the working area of Kedungwuni IIn Primary Health Care who appropriate inclusion criteria. Result of this study showed that most of the cadres 41 people (57,7%) have good knowledge and 42 people (59,1%) have a good role in handling mental disorder. The result of data analyzed showed that there was significant relationship between knowledge and the role of cadres in handling mental disorder in the working area of Kedungwuni II Primary Health Care with p value =0.010 (p value < 0.05). Refresher on cadres training on handling mental disorder need to updating cadres’ knowledge so that mental disorder services in the primary level can be handle optimally. Keywords: knowledge; role of cadres; caring for mental disorder