Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN HIGIENE PEDAGANG DAN SANITASI MAKANAN DENGAN KONTAMINASI BAKTERI Escherichia coli PADA JAJANAN BAKSO BAKAR DI WILAYAH MTQ KOTA KENDARI Siti Rabbani Karimuna
Preventif Journal Vol 8, No 1 (2023): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Makanan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air. Makanan ini dapat berupa bahan yang telah diolah atau yang masih mentah, yang ditujukan untuk dikonsumsi setiap orang. Termasuk di dalamnya adalah bahan tambahan makanan, bahan baku makanan, dan berbagai jenis bahan lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara higiene dan sanitasi makanan dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli pada jajanan bakso bakar di wilayah MTQ Kota Kendari. Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, dan teknik pengumpulan sampel dilakukan dengan teknik exhaustive sampling yang melibatkan 30 pedagang sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara higiene pedagang dengan adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli pada jajanan bakso bakar dengan nilai p value adalah (1,000), dan ada hubungan antara sanitasi makanan dengan adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli pada jajanan bakso bakar di wilayah MTQ Kota Kendari dengan nilai p value (0,001). Oleh karena itu, diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kota Kendari untuk menginisiasi dan melaksanakan upaya untuk meningkatkan pemahaman higiene perorangan dan sanitasi makanan pada penjual makanan khususnya bakso bakar untuk mencegah terjadinya foodborne disease serta bagi penjual bakso bakar diharapkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah kontaminasi pada makanan. Kata kunci: Bakso Bakar, Higiene, Pedagang, Sanitasi Makanan. Abstract Food is everything that comes from biological sources such as agricultural, horticultural, forestry, fisheries, livestock, water, and water products. This can include processed or raw materials intended for human consumption. It encompasses food additives, food raw materials, and various other substances. This study aimed to determine correlation between personal hygiene and food sanitation with the contamination of Escherichia coli bacteria in grilled meatball snacks in the MTQ area of Kendari City. An observational analytic with a cross-sectional design was carried out in this study. The number of samples were 30 vendors that taken by exhaustive sample technique. The study showed there was no correlation between personal hygiene with contamination of Escherichia coli bacteria in grilled meatball snacks (p-value =1.000), and there was a relationship between food sanitation and Escherichia coli bacteria contamination in grilled meatball snacks in the MTQ area of Kendari City with a p-value (0.001). Therefore, it is expected to Kendari District Health Office to initiate and conduct the intervention to improve knowledge of vendor regarding personal hygiene and food sanitation. Besides that, vendor should implement the clean and healthy behavior to prevent food contamination. Keywords: Grilled Meatballs, Hygiene, vendor, Food Sanitation.
Analisis Kadar Timbal (Pb) pada Air Sumur Gali di Sekitar Bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Punggolaka Kota Kendari Siti Rabbani Karimuna
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v4i2.1242

Abstract

The impact of lead (Pb) damages various organs of the human body, especially the nervous system, blood formation system, reproductive system, heart and kidney system and can cause anemia. The former Landfill has certainly hoarded various types of waste, one of which is heavy metals including lead. Lead (Pb) is one of the heavy metals that is toxic to humans The former Punggolaka Landfill (TPA) is a landfill that used to use an open dumping system in its waste management techniques. This can affect the quality of the surrounding groundwater, it is known that the community around the landfill still uses dug well water as a source of clean water for daily needs. This study aims to determine the level of lead (Pb) content in community dug wells located around the former Punggolaka Waste Landfill (TPA) in Kendari City. This study used an observational descriptive method with a sampling technique using total sampling. The results of this study showed that the 5 dug wells that were sampled met the requirements based on quality standards and the quality of the physical condition of the dug wells from 5 wells, there were 3 dug wells that did not meet the requirements. The results of the study can be concluded that the water quality of the dug wells in terms of lead levels (Pb) is all qualified and in terms of the quality of the physical condition of the dug wells, most of them are not qualified
ANALISIS FAKTOR SISODEMOGRAFIS IBU TERHADAP PENGETAHUAN STUNTING DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DESA RANOMBUPULU Siti Rabbani Karimuna; Waode Mitha Fatrisya; Nani Yuniar
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic nutritional problems such as stunting remain a major public health concern in Indonesia, particularly in rural areas. This study aims to examine the relationship between maternal age, education, parity, and occupation with mothers’ knowledge of stunting and their exclusive breastfeeding practices in Ranombupulu Village, Motui Subdistrict, North Konawe Regency. A quantitative cross-sectional design was applied involving 81 mothers of children under five, selected using total sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed descriptively and through the Chi-Square test (α = 0.05). The results showed that most respondents were aged 20–35 years (58%), had secondary education (63%), had two to four children (54.3%), and were mostly housewives (48.1%). Mothers’ knowledge of stunting was in the moderate category (58%), yet only 13.6% practiced exclusive breastfeeding. There were significant relationships between maternal age (p = 0.041), education (p = 0.009), and parity (p = 0.048) with knowledge, while occupation was not significant (p = 0.056). Knowledge was also significantly associated with exclusive breastfeeding practices (p = 0.018). These findings indicate that sociodemographic factors influence mothers’ knowledge and behavior in stunting prevention. Continuous nutrition education is necessary to strengthen stunting prevention efforts at the household level.   Abstrak Masalah gizi kronis berupa stunting masih menjadi isu penting di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan menelaah hubungan antara umur, pendidikan, paritas, dan pekerjaan ibu dengan tingkat pengetahuan mengenai stunting serta kaitannya dengan praktik pemberian ASI eksklusif di Desa Ranombupulu, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang dan melibatkan 81 ibu balita yang dipilih melalui total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara deskriptif serta melalui uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil menunjukkan bahwa responden berusia 20–35 tahun (58%), berpendidikan menengah (63%), memiliki dua hingga empat anak (54,3%), dan sebagian besar adalah ibu rumah tangga (48,1%). Pengetahuan ibu tentang stunting termasuk kategori cukup (58%), namun hanya 13,6% yang memberikan ASI eksklusif. Ditemukan hubungan bermakna antara usia (p = 0,041), pendidikan (p = 0,009), serta paritas (p = 0,048) dengan pengetahuan, sedangkan pekerjaan tidak signifikan (p = 0,056). Pengetahuan juga berpengaruh terhadap praktik pemberian ASI eksklusif (p = 0,018). Temuan ini menegaskan bahwa faktor sosiodemografis berperan terhadap pengetahuan dan perilaku ibu dalam pencegahan stunting. Diperlukan edukasi gizi berkelanjutan untuk memperkuat upaya pencegahan di tingkat rumah tangga.
Hubungan Pengetahuan Dan Perilaku Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Masyarakat Di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari Siti Rabbani Karimuna; Gita Marzan Cahyani; Wa Ode Maulana; Anggun Dwi Rianendra; Yuyun Sri Mustika
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9323

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai sanitasi lingkungan dan perilaku hidup bersih serta sehat dapat meningkatkan risiko kejadian diare. Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari merupakan wilayah yang memiliki kondisi lingkungan padat penduduk dengan permasalahan sanitasi yang masih ditemukan di beberapa wilayah permukiman masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada masyarakat di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan, perilaku sanitasi lingkungan, dan kejadian diare. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare (p-value = 0,691) , serta tidak terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku sanitasi lingkungan dengan kejadian diare (p-value = 0,611). Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan dan perilaku sanitasi lingkungan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian diare pada masyarakat di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari.
Analisis Hubungan Pengetahuan Pedagang dengan Kepatuhan Penerapan Hygiene Sanitasi Makanan di Kawasan Pasar Baruga: Studi Cross-Sectional Siti Rabbani Karimuna; Rita Yusliani; Wa Ode Asrani; Rahma Triana; Nur Insan Sani
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v7i2.15567

Abstract

Food hygiene and sanitation compliance among food traders in traditional markets is essential to prevent food contamination and foodborne diseases. Food traders have their own important role in maintaining quality and food safety through the application of good food hygiene and sanitation principles. However, the low level of trader knowledge regarding food hygiene and sanitation remains a factor that influences compliance with the application of food hygiene in traditional market environments. The relationship between trader knowledge and compliance with the application of food hygiene and sanitation in the Baruga Market area is the focus of this study. The approach used is an analytical observational approach with a cross-sectional design. A total of 15 food traders were included using total sampling by integrating the total sampling technique. Data collection was carried out through direct interviews using questionnaires, then the collected data were analyzed using univariate and bivariate analysis, then tested for significance using the association was tested using Fisher’s Exact Test due to the small sample size. The research findings show that the knowledge category is quite dominant among respondents, namely 10 traders (66.67%), the poor category is 4 respondents (26.67%), and the good category is 1 respondent (6.67%). Meanwhile, the level of compliance of traders in the implementation of food hygiene and sanitation is mostly categorized as good with 13 respondents (86.67%) and categorized as poor with only 2 respondents (13.33%). The chi-square test indicates a significant relationship between trader knowledge and compliance with the implementation of food hygiene and sanitation in the Baruga Market Area, as shown by a p-value of 0,022 (<0,05). In this regard, it is necessary to increase education and guidance for traders so that the implementation of food hygiene and sanitation can be carried out optimally to maintain food safety and consumer health