Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

HUBUNGAN HIGIENE PEDAGANG DAN SANITASI MAKANAN DENGAN KONTAMINASI BAKTERI Escherichia coli PADA JAJANAN BAKSO BAKAR DI WILAYAH MTQ KOTA KENDARI Siti Rabbani Karimuna
Preventif Journal Vol 8, No 1 (2023): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Makanan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air. Makanan ini dapat berupa bahan yang telah diolah atau yang masih mentah, yang ditujukan untuk dikonsumsi setiap orang. Termasuk di dalamnya adalah bahan tambahan makanan, bahan baku makanan, dan berbagai jenis bahan lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara higiene dan sanitasi makanan dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli pada jajanan bakso bakar di wilayah MTQ Kota Kendari. Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, dan teknik pengumpulan sampel dilakukan dengan teknik exhaustive sampling yang melibatkan 30 pedagang sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara higiene pedagang dengan adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli pada jajanan bakso bakar dengan nilai p value adalah (1,000), dan ada hubungan antara sanitasi makanan dengan adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli pada jajanan bakso bakar di wilayah MTQ Kota Kendari dengan nilai p value (0,001). Oleh karena itu, diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kota Kendari untuk menginisiasi dan melaksanakan upaya untuk meningkatkan pemahaman higiene perorangan dan sanitasi makanan pada penjual makanan khususnya bakso bakar untuk mencegah terjadinya foodborne disease serta bagi penjual bakso bakar diharapkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah kontaminasi pada makanan. Kata kunci: Bakso Bakar, Higiene, Pedagang, Sanitasi Makanan. Abstract Food is everything that comes from biological sources such as agricultural, horticultural, forestry, fisheries, livestock, water, and water products. This can include processed or raw materials intended for human consumption. It encompasses food additives, food raw materials, and various other substances. This study aimed to determine correlation between personal hygiene and food sanitation with the contamination of Escherichia coli bacteria in grilled meatball snacks in the MTQ area of Kendari City. An observational analytic with a cross-sectional design was carried out in this study. The number of samples were 30 vendors that taken by exhaustive sample technique. The study showed there was no correlation between personal hygiene with contamination of Escherichia coli bacteria in grilled meatball snacks (p-value =1.000), and there was a relationship between food sanitation and Escherichia coli bacteria contamination in grilled meatball snacks in the MTQ area of Kendari City with a p-value (0.001). Therefore, it is expected to Kendari District Health Office to initiate and conduct the intervention to improve knowledge of vendor regarding personal hygiene and food sanitation. Besides that, vendor should implement the clean and healthy behavior to prevent food contamination. Keywords: Grilled Meatballs, Hygiene, vendor, Food Sanitation.
Analisis Kadar Timbal (Pb) pada Air Sumur Gali di Sekitar Bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Punggolaka Kota Kendari Siti Rabbani Karimuna
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v4i2.1242

Abstract

The impact of lead (Pb) damages various organs of the human body, especially the nervous system, blood formation system, reproductive system, heart and kidney system and can cause anemia. The former Landfill has certainly hoarded various types of waste, one of which is heavy metals including lead. Lead (Pb) is one of the heavy metals that is toxic to humans The former Punggolaka Landfill (TPA) is a landfill that used to use an open dumping system in its waste management techniques. This can affect the quality of the surrounding groundwater, it is known that the community around the landfill still uses dug well water as a source of clean water for daily needs. This study aims to determine the level of lead (Pb) content in community dug wells located around the former Punggolaka Waste Landfill (TPA) in Kendari City. This study used an observational descriptive method with a sampling technique using total sampling. The results of this study showed that the 5 dug wells that were sampled met the requirements based on quality standards and the quality of the physical condition of the dug wells from 5 wells, there were 3 dug wells that did not meet the requirements. The results of the study can be concluded that the water quality of the dug wells in terms of lead levels (Pb) is all qualified and in terms of the quality of the physical condition of the dug wells, most of them are not qualified
ANALISIS FAKTOR SISODEMOGRAFIS IBU TERHADAP PENGETAHUAN STUNTING DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DESA RANOMBUPULU Siti Rabbani Karimuna; Waode Mitha Fatrisya; Nani Yuniar
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic nutritional problems such as stunting remain a major public health concern in Indonesia, particularly in rural areas. This study aims to examine the relationship between maternal age, education, parity, and occupation with mothers’ knowledge of stunting and their exclusive breastfeeding practices in Ranombupulu Village, Motui Subdistrict, North Konawe Regency. A quantitative cross-sectional design was applied involving 81 mothers of children under five, selected using total sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed descriptively and through the Chi-Square test (α = 0.05). The results showed that most respondents were aged 20–35 years (58%), had secondary education (63%), had two to four children (54.3%), and were mostly housewives (48.1%). Mothers’ knowledge of stunting was in the moderate category (58%), yet only 13.6% practiced exclusive breastfeeding. There were significant relationships between maternal age (p = 0.041), education (p = 0.009), and parity (p = 0.048) with knowledge, while occupation was not significant (p = 0.056). Knowledge was also significantly associated with exclusive breastfeeding practices (p = 0.018). These findings indicate that sociodemographic factors influence mothers’ knowledge and behavior in stunting prevention. Continuous nutrition education is necessary to strengthen stunting prevention efforts at the household level.   Abstrak Masalah gizi kronis berupa stunting masih menjadi isu penting di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan menelaah hubungan antara umur, pendidikan, paritas, dan pekerjaan ibu dengan tingkat pengetahuan mengenai stunting serta kaitannya dengan praktik pemberian ASI eksklusif di Desa Ranombupulu, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang dan melibatkan 81 ibu balita yang dipilih melalui total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara deskriptif serta melalui uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil menunjukkan bahwa responden berusia 20–35 tahun (58%), berpendidikan menengah (63%), memiliki dua hingga empat anak (54,3%), dan sebagian besar adalah ibu rumah tangga (48,1%). Pengetahuan ibu tentang stunting termasuk kategori cukup (58%), namun hanya 13,6% yang memberikan ASI eksklusif. Ditemukan hubungan bermakna antara usia (p = 0,041), pendidikan (p = 0,009), serta paritas (p = 0,048) dengan pengetahuan, sedangkan pekerjaan tidak signifikan (p = 0,056). Pengetahuan juga berpengaruh terhadap praktik pemberian ASI eksklusif (p = 0,018). Temuan ini menegaskan bahwa faktor sosiodemografis berperan terhadap pengetahuan dan perilaku ibu dalam pencegahan stunting. Diperlukan edukasi gizi berkelanjutan untuk memperkuat upaya pencegahan di tingkat rumah tangga.
Hubungan Pengetahuan Dan Perilaku Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Masyarakat Di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari Siti Rabbani Karimuna; Gita Marzan Cahyani; Wa Ode Maulana; Anggun Dwi Rianendra; Yuyun Sri Mustika
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9323

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai sanitasi lingkungan dan perilaku hidup bersih serta sehat dapat meningkatkan risiko kejadian diare. Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari merupakan wilayah yang memiliki kondisi lingkungan padat penduduk dengan permasalahan sanitasi yang masih ditemukan di beberapa wilayah permukiman masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada masyarakat di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan, perilaku sanitasi lingkungan, dan kejadian diare. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare (p-value = 0,691) , serta tidak terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku sanitasi lingkungan dengan kejadian diare (p-value = 0,611). Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan dan perilaku sanitasi lingkungan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian diare pada masyarakat di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari.
Analisis Hubungan Pengetahuan Pedagang dengan Kepatuhan Penerapan Hygiene Sanitasi Makanan di Kawasan Pasar Baruga: Studi Cross-Sectional Siti Rabbani Karimuna; Rita Yusliani; Wa Ode Asrani; Rahma Triana; Nur Insan Sani
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v7i2.15567

Abstract

Food hygiene and sanitation compliance among food traders in traditional markets is essential to prevent food contamination and foodborne diseases. Food traders have their own important role in maintaining quality and food safety through the application of good food hygiene and sanitation principles. However, the low level of trader knowledge regarding food hygiene and sanitation remains a factor that influences compliance with the application of food hygiene in traditional market environments. The relationship between trader knowledge and compliance with the application of food hygiene and sanitation in the Baruga Market area is the focus of this study. The approach used is an analytical observational approach with a cross-sectional design. A total of 15 food traders were included using total sampling by integrating the total sampling technique. Data collection was carried out through direct interviews using questionnaires, then the collected data were analyzed using univariate and bivariate analysis, then tested for significance using the association was tested using Fisher’s Exact Test due to the small sample size. The research findings show that the knowledge category is quite dominant among respondents, namely 10 traders (66.67%), the poor category is 4 respondents (26.67%), and the good category is 1 respondent (6.67%). Meanwhile, the level of compliance of traders in the implementation of food hygiene and sanitation is mostly categorized as good with 13 respondents (86.67%) and categorized as poor with only 2 respondents (13.33%). The chi-square test indicates a significant relationship between trader knowledge and compliance with the implementation of food hygiene and sanitation in the Baruga Market Area, as shown by a p-value of 0,022 (<0,05). In this regard, it is necessary to increase education and guidance for traders so that the implementation of food hygiene and sanitation can be carried out optimally to maintain food safety and consumer health
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU K3 PADA TENAGA KERJA DI PT. X TAHUN 2022 Ananda Tamalya Ningrum Pratiwi Pratiwi; Siti Rabbani Karimuna; Indah Ade Prianti
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v5i2.6

Abstract

Perilaku K3 merupakan suatu kegiatan atau tindakan yang bisa dilihat atau diamati oleh individu lain. Perilaku keselamatan (Safety Behavior) didefinisikan sebagai perbuatan maupun tindakan yang dijalankan oleh seorang individu dalam bisnisnya guna mematuhi, mendukung, serta turut terlibat dengan berbagai kegiatan seputar keselamatan di tempat kerja yang ditujukan guna mencegah, meminimalkan potensi maupun menghindari terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan peneltian ini yaitu untuk menganalisis hubungan posisi/jabatan, pendidikan tenaga kerja, masa kerja, lingkungan kerja, dan kepatuhan dengan perilaku K3 pada PT. X. Metode penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian diperoleh melalui penerapan teknik purposive sampling pada tenaga kerja bagian smelting pada PT. X yang memberikan hasil sejumlah 70 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara untuk mengumpulkan data. Uji statistik menerapkan uji chi-square guna mengetahui hubungan variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa terdapat hubungan antara posisi/jabatan dengan perilaku K3 (p-value=0,002), tidak ada hubungan pendidikan tenaga kerja dengan perilaku K3 (p-value=0,602), ada hubungan masa kerja dengan perilaku K3 (p-value=0,001), lingkungan kerja dengan perilaku K3 (p-value=0,001) dan kepatuhan dengan perilaku K3 (p-value=0,014). Kesimpulan penelitian ini yakni terdapat hubungan antara posisi/jabatan, masa kerja, lingkungan kerja, dan kepatuhan dengan perilaku K3 di PT. X dan tidak ada hubungan antara pendidikan tenaga kerja dengan perilaku K3 di PT. X.
GAMBARAN PERILAKU AMAN DAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA DI PT. PLN (PERSERO) UP3 KENDARI TAHUN 2023 Fadhilah Rizka Muthiah; Siti Rabbani Karimuna; La Ode Liaumin Azim
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i2.117

Abstract

Di Indonesia, terdapat 34 kasus kecelakaan kerja akibat listrik yang terjadi pada tahun 2020, dan 14 orang meninggal. Berperilaku aman dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) adalah salah satu cara untuk mengurangi kasus tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran perilaku aman dan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja di PT. PLN (Persero) UP3 Kendari Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan jumlah sampel sebanyak 31 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrumen peneletian yang digunakan yaitu lembar kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu membuat interprestasi dan deskripsi dari data yang diperoleh. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang menerapkan perilaku aman sebanyak 31 orang (100 %), responden yang menggunakan APD berupa safety helmet sebanyak 31 orang (100 %), responden yang menggunakan APD berupa full body harness sebanyak 30 orang (96,8 %) dan sebanyak 1 responden (3,2%) yang tidak menggunakan APD berupa full body harness, bahwa responden yang menggunakan APD berupa pakaian pelindung sebanyak 31 orang (100 %), responden yang menggunakan APD berupa safety shoes sebanyak 31 orang (100 %), responden yang menggunakan apd berupa kacamata safety sebanyak 31 orang (100 %), responden yang menggunakan APD berupa safety gloves sebanyak 31 orang (100 %) dan responden yang menggunakan APD berupa masker sebanyak 31 orang (100 %) saat bekerja.Kesimpulan sebanyak 30 orang telah menggunakan APD secara lengkap dan sebanyak 1 orang yang tidak menggunakan APD secara lengkap dan sebanyak 31 orang telah berperilaku aman.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN GANGGUAN PERNAPASAN PADA PEKERJA DI AREA SMELTING PT. ANTAM Tbk. UBPN KOLAKA Arsela Eka Putri; Hariati Lestari; Siti Rabbani Karimuna
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.198

Abstract

Gangguan pernapasan akibat kerja adalah masalah pada saluran pernapasan yang timbul karena paparan polutan udara secara terus-menerus. Penyakit paru akibat kerja adalah gangguan pada paru-paru yang timbul akibat faktor yang berkaitan dengan aktivitas pekerjaan. Pajanan terhadap debu, mineral, mikroorganisme, hewan, maupun bahan kimia dapat menimbulkan penyakit ketika terhirup dan masuk ke dalam sistem pernapasan. Dampak dari pajanan tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang meskipun paparan sudah berakhir. Semakin lama seseorang bekerja, semakin besar pula risiko terpapar bahaya dari lingkungan kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan pernapasan pada pekerja di area smelting PT.Antam Tbk. UBPN Kolaka. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif, desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsional stratified random sampling yang melibatkan 104 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menujukkan nilai signifikan pada variabel masa kerja sebesar (p-value = 0,126), penggunaan APD sebesar (p-value = 0,847), Shift kerja sebesar (p-value = 0,892), dan kadar debu sebesar (p-value = 0,000). Kesimpulan yaitu tidak terdapat hubungan antara masa kerja, penggunaan APD, dan shift kerja, namun terdapat hubungan antara kadar debu dengan keluhan gangguan pernapasan pada pekerja area smelting pertambangan nikel di PT. Antam Tbk. UBPN Kolaka.
Penyuluhan Keamanan Pangan sebagai Upaya Pemberdayaan UMKM Kue Baruasa di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe Zainab Hikmawati; Arum Dian Pratiwi; Siti Rabbani Karimuna
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.880

Abstract

Traditional food-based micro, small, and medium enterprises (MSMEs) such as Kue Baruasa play an important role in household income and the preservation of local culinary heritage, yet their sustainability strongly depends on the application of food safety principles in the production process. A preliminary survey of the Baruasa Mama Eda MSME in Tapulaga Village, Soropia Subdistrict, Konawe Regency found that partners' understanding of hygiene sanitation and Good Manufacturing Practices for processed food (CPPOB) remained low. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of MSME partners regarding food safety principles through direct counseling. The implementation method involved coordination with the local village and subdistrict government, face-to-face counseling covering the five keys to food safety, the CEK KLIK product-checking strategy for purchasing raw materials, safe food storage and processing techniques, and control of biological, chemical, and physical contamination, followed by an evaluation using pre-test and post-test questionnaires administered to 40 partner respondents. The results showed an increase in the average knowledge score on the food safety and CPPOB aspect from 37.5% (pre-test) to 99.5% (post-test), the highest gain among the program components. Overall, partners' average knowledge score increased from 43.17% to 99.67%, with all 40 respondents (100%) falling into the "Very Good" improvement category. Food safety counseling proved effective in improving the understanding of Kue Baruasa MSME partners and should be followed by sustained field mentoring on the implementation of food safety practices.
Edukasi Kesehatan Lingkungan untuk Menumbuhkan Perilaku Peduli Lingkungan pada Anak di Panti Asuhan Al-Hidayah Siti Rabbani Karimuna
PENDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): PENDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/pendimas.v5i1.4740

Abstract

Kesehatan lingkungan dan pengelolaan sampah di panti asuhan masih menjadi tantangan mendasar yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan, sehingga intervensi edukasi terarah sangat penting untuk membangun budaya hidup sehat sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan anak asuh dalam pengelolaan sampah serta mendorong transformasi sosial di Panti Asuhan Al-Hidayah, Kota Kendari. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif (Participatory Action Research) yang melibatkan 36 anak asuh dan pengasuh panti. Intervensi dilakukan melalui sosialisasi interaktif, simulasi pemilahan sampah berbasis gamifikasi, workshop daur ulang kreatif, serta pembentukan Duta Kesehatan Lingkungan (Peer Counselor) dan SOP Kebersihan Panti. Evaluasi program dilakukan secara kuantitatif melalui pre-test dan post-test dengan analisis uji-t berpasangan (Paired Sample t-Test). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan () pada skor rerata pengetahuan (56,25 menjadi 86,81), sikap peduli lingkungan (58,33 menjadi 89,44), dan praktik pemilahan sampah (47,22 menjadi 87,50). Hasil ini sangat penting karena membuktikan bahwa integrasi edukasi praktis dan pembentukan kepemimpinan lokal berbasis sebaya mampu menciptakan kesadaran ekologis baru serta mewujudkan kemandirian sanitasi panti secara berkelanjutan.