Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KETEPATAN PEMERIKSAAN BTA APUSAN LANGSUNG DAN METODE KONSENTRASI DENGAN KULTUR DALAM MENDIAGNOSIS TUBERKULOSIS PARU DI MEDAN Rahmah, Lestari; Tarigan, Amira Permatasari; M. Sinaga, Bintang Yinke
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei-Agustus 2014
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.721 KB)

Abstract

  Introduction: Tuberculosis diagnostic, using microscopic examination of direct smear of acid-fast bacili (AFB) from the spectrum of lung tuberculosis suspect is still important criteria today, but the sensitivity of this method is low enough, especially in the samples which contain a small number of bacteria. Culture is stronger, but it takes long time, high cost, and it is not conducted in all laboratories. BTA microscopic examination can use direct smear and concentration method. Staining technique which is usually used in microscopic examination is Ziehl Neelsen. The sensitivity of direct smear method tends to be low and can be increased by using concentration method because bacteria can be easily found. Objective of the research: The objective of the research was to find out the effectiveness of direct smear examination of AFB , and concentration method was compared with culture. Materials and Method: The samples consisted of 60 sputum samples from the patients of lung tuberculosis suspects who visited BP4 Medan and from private practices of tuberculosis specialists, and the samples had fulfilled inclusive criteria. Microscopic examination of acid-fast bacilli using direct smear and concentration method with Petroff method, using Ziehl Neelsen staining and culture with Lowenstein Jensen was conducted. Then we performed diagnostic test for direct smear and concentration method to compare it with culture. Result of the research: AFB examination with concentration method had sensitivity of 68.75%, specificity of 82.14%, the value of positive prediction of 81,48%, the value of negative prediction of 69.70%, ratio of positive likelihood of 3.85, and ratio of negative likelihood of 0.38, compared with culture method examination  in finding BTA in sputum of lung tuberculosis suspects. The result of microscopic examination of direct smear method had the sensitivity of 59.38%, specificity of 92.68%, the value of positive prediction of 90.48%, the value of negative prediction of 66.67%, ratio of positive likelihood of 8.31, and ratio of negative likelihood of 0.44, compared with culture method examination in finding BTA in sputum of lung tuberculosis suspects. Conclusion: The ability of acid-fast bacilli  examination of concentration methodsin diagnosis oflung tuberculosisis 9.37% higher thanthe directsmear but direct smear method gives bigger clinical benefit in diagnosing lung tuberculosis, compared with concentration method
SENSITIVITAS DAN SPESIFISITAS DIAGNOSIS TB PADA KASUS TB PARU TAHUN 2019 Mardan Ginting; Nita Andriani Lubis; Gabriella Septiani Nasution; Lestari Rahmah
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.598 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v17i2.1335

Abstract

Tuberculosis (TB) is a contagious infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium Tuberculosis which can attack various organs, especially the lungs. However, before treatment, the diagnosis needs to be made through laboratory tests with the right method with good sensitivity and specificity The purpose of this study was to determine the level of sensitivity and specificity of TB diagnoses. The research method is a descriptive analytic survey research with cross sectional design research design research was conducted from May to October 2019. The place of research was conducted at Pancur Batu Health Center Deli Serdang for taking sputum specimens and blood samples of TB suspect patients. The number of samples in this study were 33 people. The results obtained by the sensitivity and specificity of BTA by 75% and 88.9%. The results obtained sensitivity and specificity of GeneXpert of 95.8% and 100%. The results obtained sensitivity and specificity of Tuberculosis Immunocromatography (ICT) of 28% and 100%. The research results obtained sensitivity and specificity of Interferon Gamma Release Assay (IGRA) of 88% and 100%. BTA is suitable for use, the GeneXpert method is used for the TB RO program and the MGIT Gold Standard for MDR TB.
Edukasi Bahaya Narkoba pada Remaja Kumalasari Kumalasari; Lestari Rahmah; Yulina Dwi Hastuti
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.321 KB) | DOI: 10.36990/jippm.v2i1.484

Abstract

Pelajar adalah aset berharga yang dimiliki oleh bangsa Indonesia karena merupakan harapan serta cahaya baru agar negara ini bisa menjadi sebuah negara yang maju dan dapat bersaing serta menjadi salah satu negara yang mempengaruhi peradaban dari berbagai aspek kehidupan masyarakat secara global. Semakin maraknya fenomena tawuran antar pelajar sekolah yang disebabkan oleh faktor kecil, sampai perbuatan yang masuk dalam kategori tindak pidana serius yang efeknya dapat merusak tatanan generasi penerus bangsa. Penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh pelajar SMA menempati urutan tertinggi (61.9%) dari semua jenjang pendidikan. Tingginya angka penyalahgunaan narkotika dikalangan pelajar SMA hal ini menimbulkan keprihatinan dan kekhawatiran yang sangat besar bagi semua pihak termasuk civitas akademika, pemerintah, serta orang tua. Kasus penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar SMA ini sudah masuk pada tahapan masa kritis, untuk itu perlu dilakukan tindakan pencegahan berupa edukasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini melalui kegiatan penyuluhan pada siswa dan siswi yang ada di SMA IT Al Ulum Medan. Hasil yang didapat dari kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan adalah adanya peningkatan pengetahuan dari siswa dan siswi yang dapat dilihat dari peningkatan pretest didapatkan 33,5 % pengetahuan kurang dan skor rata-rata rata-rata skor 3.5 nilai post test untuk pengetahuan kurang menjadi 6% dengan skor rata-rata 6,06, dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya pencegahan dapat dilakukan dengan adanya peningkatan pengetahuan baik terhadap siswa dan siswi maupun masyarakat sekitar penyalahgunaan narkoba pada remaja khususnya siswa dan siswi di SMA IT Al Ulum Medan.
IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia coli, Shigella sp. DAN Staphylococcus aureus SEBAGAI BIOMARKER CEMARAN PADA SUMBER AIR DAERAH STUNTING DI KELURAHAN BELAWAN SICANANG, KECAMATAN MEDAN BELAWAN, MEDAN Tania Regita Sari; Dinda Aulia Habib; Febri Sembiring; Gabriella Septiani Nasution; Lestari Rahmah
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 11 No 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v11i2.3892

Abstract

Stunting is a disorder of growth and development of children due to chronic malnutrition and repeated infections, which are characterized by below standard height. Water is a kind of resource which required for community household activities,. Therefore, water, sanitation and hygiene become particular concern. Contamination by Enterotoxigenic Escherichia coli that transmitted through water can increase the risk of stunting in children with continuous diarrhea. This research was conducted to identify biomarkers in water sources for local residents with stunting in Belawan Sicanang Village, Medan. The biomarkers used were E. coli, Shigella sp., and Staphylococcus aureus. The method used in this study is the Most Probable Number (MPN) and Total Plate Count (TPC). The results of this study indicated that 2 out of 3 drinking water samples were contaminated with E. coli., and 3 out of 3 clean water samples were contaminated with E. coli. Meanwhile, the other two biomarkers were not detected in all types of samples.
EDUKASI MELAKUKAN PIJAT BAYI DALAM MENINGKATKAN TUMBUH KEMBANG DI KUTALIMBARU KABUPATEN DELI SERDANG Yusrawati Hasibuan; Lestari Rahmah; Sartini Bangun; Kumalasari Kumalasari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40049

Abstract

Pertumbuhan balita merupakan suatu proses yang alamiah terjadi pada setiap balita. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan pada seorang balita. Dan pertumbuhan dapat diukur dengan satuan panjang dan berat (Kemenkes RI, 2012). Pertumbuhan dipengaruhi faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor eksternal yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak adalah gizi, penyakit kronis/kelainan kongenital, lingkungan fisik dan kimia, spikologis, endokrin, sosial ekonomi, lingkungan pengaruh, stimulasi dan obat-obatan.Pertumbuhan balita merupakan suatu proses yang alamiah terjadi pada setiap balita. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan pada seorang balita. Dan pertumbuhan dapat diukur dengan satuan panjang dan berat (Kemenkes RI, 2012). Pertumbuhan dipengaruhi faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor eksternal yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak adalah gizi, penyakit kronis/kelainan kongenital, lingkungan fisik dan kimia, spikologis, endokrin, sosial ekonomi, lingkungan pengaruh, stimulasi dan obat-obatan.
PEDULI ELIMINASI HEPATITIS 2030,DENGAN SKRINING HEPATITIS B SURFACE ANTIGEN(HBsAg), PEMERIKSAAN STATUS GIZI PADA MASYARAKAT: CARING FOR HEPATITIS ELIMINATION 2030 THROUGH HEPATITIS B SURFACE ANTIGEN (HBsAg) SCREENING AND NUTRITIONAL STATUS ASSESSMENT IN THE COMMUNITY Lestari Rahmah; Kumalasari Kumalasari; Karolina BR. Surbakti; Dodoh Khodijah; Nita Andriani Lubis; Yulina Dwi Hatuty
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.2847

Abstract

Hepatitis B masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia akibat tingginya angka infeksi dan rendahnya deteksi dini. Minimnya pengetahuan masyarakat serta akses terbatas terhadap pemeriksaan HBsAg menjadi kendala utama dalam mendukung target eliminasi Hepatitis B tahun 2030. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan penemuan kasus secara dini melalui skrining HBsAg, edukasi kesehatan, dan penilaian status gizi pada masyarakat. Sebanyak 200 orang mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di PTUN Banda Aceh. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 197 peserta (98,5%) tidak terdeteksi antigen Hepatitis B, sedangkan 3 peserta (1,5%) menunjukkan hasil reaktif. Hasil penilaian status gizi menunjukkan bahwa 148 peserta (74,0%) memiliki status gizi normal, 22 peserta (11,0%) tergolong gizi kurang, dan 30 peserta (15,0%) tergolong gizi lebih/obesitas. Edukasi kesehatan yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman peserta dari 55% sebelum kegiatan menjadi 85% setelah kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa skrining HBsAg yang terarah, disertai edukasi kesehatan dan penilaian status gizi, berperan penting dalam meningkatkan deteksi dini, literasi kesehatan masyarakat, serta mendukung upaya eliminasi Hepatitis B di tingkat komunitas.