Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BLUE ECONOMY TERHADAP KAMPUNG MANDAR BANYUWANGI SEBAGAI POTENSI WISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL Nuri Hidayati; Auliya Gaffar Rahman
Gorontalo Law Review Vol 5, No 2 (2022): Gorontalo Law Review
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/golrev.v5i2.2455

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Banyuwangi. Kekayaan alam dan teritorial yang berdekatan dengan Pulau Bali dengan lokasi daerahnya berada diujung pulau jawa provinsi jawa timur menjadi beberapa potensi pariwisata di Banyuwangi. Luasnya Negara Indonesia mengakibatkan setiap daerah memiliki potensi wisata yang beranekaragam dan keindahan masing-masing, sehingga menjadi daya tarik wisata yang mengagumkan. Salah satu daerah tersebut antara lain Pantai Plengsengan Kelurahan Kampung Mandar Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi. Wisata ini mendapatkan banyak dukungan dan media promosi dari PEMDA, dinas pariwisata kabupaten Banyuwangi, media, wartawan, jurnalis yang selalu mendukung untuk setiap perkembangan potensi wisata yang dirintis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang implementasi kebijakan Blue Economy terhadap potensi wisata khususnya wisata kuliner ikan bakar dan pemandangan tepi pantai yang berbasis kearifan lokal masyarakat Kampung Mandar Kecamatan Banyuwangi. Perihal metode penelitian menggunakan metode penelitian sosiologis empiris dengan penjabaran deskriptif-kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah implementasi kebijakan blue economy dari pemanfaatan wilayah pesisir pantai plengsengan kampung mandar sebagai destinasi wisata kuliner yang mengusung kearifan lokal. Hal ini dibuktikan dengan mengangkat potensi perikanan dengan menggelar Fisih Market Festival di Pantai Plengsengan Kampung Mandar Banyuwangi dengan menggunakan media online dan media promosi advertising berupa brosur, baleho, spanduk, radio lokal dan televi nasional, media sales promotion berupa keikutsertaan event. Festival ini bertujuan untuk mengenalkan kawasan nelayan sebagai pusat kuliner ikan laut (seafood) di kawasan kota Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian yang belum dilakukan didestinasi wisata kampung mandar Banyuwangi. Karena penerapan yang dipergunakan untuk mengangkat potensi wisata diprioritaskan kepada konsep kebijakan blue economy dan kearifan lokal atas kampung tersebut yang akan lebih ditonjolkan kepada masyarakat umum. Namun, terdapat beberapa kekurangan yang menjadi saran dan masukan dalam penelitian ini yakni: (a) pengelola dapat meningkatkan fasilitas publik seperti jaringan WiFi pada destinasi wisata Pantai Plengsengan  Kampung Mandar Banyuwangi; (b) melakukan sosialisasi kepada warga dan wisatawan terkait kesadaran dalam menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan sekitar pantai; (c) pengelola dapat menambahkan spot selfie untuk berfoto pada destinasi wisata Pantai Plengsengan Kampung Mandar Banyuwangi; (d) Terdapat pasar ikan atau balai pelelangan ikan di destinasi wisata agar lebih terorganisir. luaran yang ditargetkan ialah Artikel di Jurnal Nasional terakreditasi peringkat 1-6 khususnya Jurnal bidang Ilmu Hukum yang berkaitan dengan Hukum Adat. Hasil penelitian yang diperolah ketua peneliti dan anggota peneliti serta tim peneliti bahwa konsep implementasi kebijakan blue economy telah diterapkan sebagai konsep potensi wisata keberlanjutan yang dapat mengangkat perekonomian masyarakat kampung mandar. Kebijakan yang sudah terealisasi diantaranya koordinasi pemkab banyuwangi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Kantor Kelurahan Kampung Mandar, Pokdarwis Kampung Mandar, Masyarakat sekitar yang bersedia mengangkat kampung mandar sebagai klaim obyek distinasi wisata kuliner ikan bakar (seafood)berbasis kearifan lokal dengan dikolaborasikan project event/festival Pemkab Banyuwangi seperti program Fish Market Kampung Mandar, Village Mural Festival, Art Week Festival yang kesemuanya diselenggarakan di Fish Market Kampung Mandar.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERHADAP KEASLIAN PRODUK BERAS MAHKOTA RAUNG (STUDI KASUS di KUD DWI KARYA TULUNGREJO GLENMORE) Fahmi, Iwan; Hidayati, Nuri; Rahman, Auliya Gaffar
JURNAL LAWNESIA (Jurnal Hukum Negara Indonesia) Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Lawnesia
Publisher : Faculty of Law Universitas Bakti Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peredaran beras yang kita jumpai di pasar, toko tradisional maupun swalayansangatlah banyak dengan kemasan dan merk yang bervariatif. Terkadang, dalamperedaran atau pendistribusiaanya acapkali sering kita jumpai pelaku usaha yangtidak mencantumkan informasi-informasi penting yang dibutuhkan oleh konsumenpada kemasan beras yang dijualnya. Semisal, informasi produksi, tanggalkadaluarsa, tempat produksi, ijin edar, nama produk, serta kandungan gizi berastersebut.Untuk melindungi kepentingan-kepentingan konsumen itu, pemerintahmemberlakukan Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomer 8 Tahun 1999yang secara khusus menguraikan segala hal yang berkaitan dengan hak dankewajiban konsumen serta pelaku usaha maupun produsen.Sehingga, keberadaan hukum di masyarakat sangat dibutuhkan, khususnyadalam memberi perlindungan terhadap masyarakat yang dirugikan hak dankepentingannya serta untuk menjamin kepastian hukum itu sendiri.
Potensi Pengembangan Pariwisata Lokal Berbasis Collaborative Pentha Helix dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Kreatif (Studi Pada Desa Wisata Gombengsari Kabupaten Banyuwangi) Rahman, Auliya Gaffar; Putriana, Widhya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses kolaborasi Penta-Helix yang dilakukan oleh aktor-aktor formal yang terlibat dalam pengembangan pariwisata lokal di Desa Wisata Gombengsari, baik dari aktor pemerintah, swasta, komunitas, akademisi, serta media. Fokus dalam penelitian ini adalah praktik kolaborasi antara aktor di Desa Wisata Gombengsari Kabupaten Banyuwangi yang digagas oleh masyarakat Desa Gombengsari dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif bagi masyarakat Gombengsari. Oleh sebab itu diperlukan adanya koordinasi dan kolaborasi multi sektor dalam proses pengembangan pariwisata secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara secara mendalam dan data sekunder menggunakan dokumen - dokumen terkait pariwisata dalam mendukung analisis dalam penelitian ini. Adapun informan yang akan menjadi subyek penelitian ini adalah, Kepala Kelurahan Gombengsari, Tokoh Masyarakat Gombengsari,Pengurus Pokja wisata Gombengsari, Pelaku Usaha Pariwisata Gombengsari, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Pejabat Fungsional Bappeda Kabupaten Banyuwangi
Study on the Relocation of Blambangan Traditional Market in Banyuwangi Regency: A Policy Formulation Perspective Muhammad, Juang Abdi; Rahman, Auliya Gaffar
JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik Vol. 11 No. 1 (2025): JPAP (Jurnal Penelitian Administrasi Publik)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpap.v11i1.13088

Abstract

Traditional markets play an important role in the regional economy as a center of trade and social and cultural interaction. The Banyuwangi Regency Government relocated and revitalized Blambangan Market to improve the quality of infrastructure and the competitiveness of traditional markets. However, this policy poses challenges for traders, especially in terms of decreasing the number of visitors to the relocation location, which has an impact on decreasing their income. This study analyzes the Blambangan Market relocation policy through William N. Dunn's policy formulation approach, referring to the 2021-2026 Banyuwangi Regency RPJMD. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through interviews, observations, and literature studies. The results of the study indicate that the relocation policy has not optimally considered the economic and social aspects of traders. The main factors of the problem are the lack of two-way communication between the government and traders, low accessibility at the relocation location, and the lack of adaptation strategies for traders. The problem structuring and forecasting approaches in the analysis of policy formulation indicate that without proper intervention, traders tend to return to their old locations, which has the potential to cause disorder in urban spatial planning. As a solution, this study recommends strategies to improve two-way communication, intensive promotion to attract visitors to the relocation site, providing incentives to traders, and improving accessibility and infrastructure in the new location. With a more participatory and adaptive policy approach, market relocation can run more effectively and provide long-term benefits for the regional economy.
SOCIALIZATION OF THE THREE BIG SINS IN EDUCATION AT PGRI ROGOJAMPI VOCATIONAL SCHOOL, BANYUWANGI REGENCY: SOSIALISASI TIGA DOSA BESAR PENDIDIKAN DI SMK PGRI ROGOJAMPI KABUPATEN BANYUWANGI Auliya Gaffar Rahman; Widhya Putriana; Andi Wapa
Jurnal Mitra Dedikasi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Yayasan Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jmdm.v2i2.164

Abstract

: This community service program aims to contribute to improving the image of the educational sector through efforts to prevent and address various social issues that frequently occur in educational settings and society, particularly bullying, sexual violence in schools, and intolerance. The implementation method employed educational approaches, socialization, and community empowerment by involving relevant stakeholders. The results indicate that bullying behavior has complex root causes, including peer influence, family environment, and individual social status, with significant negative impacts on victims’ physical and mental health. Bullying prevention efforts can be carried out through the wise use of technology, the cultivation of compassion values, the avoidance of discriminatory attitudes, socialization through creative media, and the enforcement of strict regulations. Furthermore, sexual violence in the school environment is a critical issue that requires serious attention, as schools should be safe spaces for students. Continuous preventive education and the establishment of special task forces within schools are considered essential to ensure student safety. Intolerance in society was also identified as a factor that can potentially lead to conflict and disrupt social harmony. The proposed solutions include internal efforts through community empowerment and the active role of religious and community leaders, as well as external efforts through government support, law enforcement, and the utilization of social media as an effective and accessible tool for disseminating messages of tolerance. This community service activity is expected to serve as a reference for creating safe, inclusive, and equitable educational and social environments