Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (MSDM) DA’I MELALUI PELATIHAN DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH ISLAM Mubasyaroh, Mubasyaroh
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 1, No 1 (2016): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakanpengembangan dari proses sistematis dalam fungsi manajemenyaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan danpengawasan sumber daya organisasi yang berupa manusia dalamrangka pencapaian tujuan bersama, diperlukan kemampuan dariorang-orang yang berkecimpung dan tertarik di bidang SumberDaya Manusia, yakni Manajer SDM untuk berperan Proactive serta mampu cepat juga tanggap melihat gejolak pasar tenaga kerja yang seringkali berubah tergantung kondisi eksternalsumber daya manusia, yaitu ekonomi, politik dan keamanan.Satu hal yang pasti dari perkembangan ilmu Manajemen SumberDaya Manusia, adaalah adanya perubahan yang nyata darifungsi utama Manajemen Sumber Daya Manusia. Perubahandari spesialisasi bidang penanganan pekerja, menjadi bagianyang terintegrasi dengan bidang-bidang lain di dalam organisasi.Kebijakan yang diambil oleh bagian Manajemen Sumber DayaManusia kini lebih erat berhubungan dengan rencana strategisperusahaan, atau kebijakan perusahaan. Bagian SDM harusmampu mewujudkan rencana strategis organisasi ke dalam bentuktenaga kerja dan segala hal yang terkait dengannya, yang sesuaiuntuk organisasi. Dalam hal dakwah, manajemen sumberdayamanusia diharapkan dapat mengembangkan dakwah, dengan melalui pendidikan maupun pelatihan-pelatihan, sehingga kualitas da’i selaku pelaksana dakwah akan meningkat.
POLA KEPEMIMPINAN ISLAM SEBAGAI KUNCI SUKSES DAKWAH RASULULLAH Mubasyaroh, Mubasyaroh
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2, No 1 (2017): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah (Article in Press)
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan atau sering disebut sebagai leadership menurut arti harfiahnya  adalah daya memimpin atau kualitas pemimpin. Adapun kepemimpinan merupakan suatu kegiatan atau seni untuk mempenbaruhi perilaku orang-orang yang dipimpin agar rela bekerja sama menuju kepada satu tujuan yang ditetapkan atau diinginkan bersama. Berbicara tentang Nabi Muhammad SAW tidak bisa dilepaskan dari tugas utama beliau sebagai seorang rasul penyampai risalah Tuhan dan tugasnya sebagai pemimpin panutan umat dengan memberikan pendidikan dan pengajaran tentang nilai-nilai Islam, sebagai bentuk dakwahnya. Pemimpin dambaan ummat adalah sosok pemimpin yang bisa membawa ummat kembali merintis dan menciptakan peradaban mulia sebagaiman telah digambarkan Nabi SAW. Karena hanya kepemimpinan yang sesuai dengan metode kenabianlah, Ridha Allah akan didapat. Pada makalah ini akan mencoba diungkap tentang pola kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW sehingga mencapai sukses dalam dakwahnya yang mampu menguasai seluruh jazirah Arab.
MANAJEMEN DALAM ORGANISASI ISLAM Mubasyaroh, Mubasyaroh
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2, No 2 (2017): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah (Article in Press)
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Organisasi yang baik dalam pandangan masyarakat modern harus dikelola secara efektif dan efisien. Pengelolaan organisasi secara efktif dan efisien hanya akan didapati bila didalamnya dipraktekkan manajemen modern. Pengelolaan organisasi dapat dilakukan dengan menggunakan manajemen yang baik. Dalam makalah ini akan diungkapkan manajemen dalam organisasi Islam. Adapun tujuan tulisan ini,  ingin memberikan gambaran dan wawasan terhadap pembaca,  mengenai hal-hal yang berkaitan dengan organisasi, serta manajemen dalam organisasi Islam. Manajemen sebagai kegiatan mengerakkan orang-orang dalam suatu organisasi atau kegiatan tertentu, memiliki fungsi yang berbeda-beda. Henri Fyol misalnya menyebutkan fungsi-fungsi manajemen terdiri dari planning, organizing, commonding, coordinating,  dan controlling. Sementara itu George R.Terry membagi fungsi manajemen ada 4(empat) yaitu; planning, organizing, actuating, dan controlling.
KONSELING PRA NIKAH DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA BAHAGIA (STUDI PENDEKATAN HUMANISTIK CARL R. ROGERS) Mubasyaroh, Mubasyaroh
KONSELING RELIGI Vol 7, No 2 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i2.2128

Abstract

Pernikahan merupakan sunnatullah, karena semua yang ada di dunia ini diciptakan berpasang-pasangan. Sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam QS.Adza-Dzariyat: 47-49. “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan seseungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. Dan Bumi itu Kami hamparkan maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami). Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah” ( Adz-Dzariyat:47-49). Pada tulisan ini penulis akan mencoba mengungkap tentang konseling pra nikah dalam menuju kebahagiaan dengan menfokuskan pada studi pendekatan humanistik Carl R. Rogers yang akan mengkaji bagaimanakah pendekatan ini digunakan dalam memberikan konseling pra nikah.Kata Kunci: Konseling Pra Nikah, Bahagia, Pendekatan Humanistik PRE-MARITAL COUNSELING IN REALIZING HAPPY FAMILY (STUDY MOST IMPORTANT HUMANISTIC APPROACH CARL R. ROGER). Marriage is a divine law, because all that is in this world created pairs:. As spoken by Allah swt in surat Adza-Dzariyat: 47-49. "With power and skill did We construct the Firmament: for it is We Who create the astness of pace. And We have spread out the (spacious) earth: How excellently We do spread out. And of every thing We have created pairs: That ye may receive instruction." ( Adz-Dzariyat:47-49). In this article the author will try to reveal about counseling pre-marital in toward happiness with focuses on the most important humanistic approach studies Carl R. Rogers that will examine how this approach is used in the pre-marital counselling.Key Words: Counseling pre-marital, Happy, most important humanistic Approach 
PENDEKATAN PSIKOTERAPI ISLAM DAN KONSELING SUFISTIK DALAM MENANGANI MASALAH KEJIWAAN Mubasyaroh, Mubasyaroh
KONSELING RELIGI Vol 8, No 1 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i1.2597

Abstract

Kehidupan modern yang materialistis dan hedonistik hanya menekankan aspek-aspek lahiriyah semata, yang mengakibatkan kehidupan manusia mengalami kegersangan spiritual dan dekadensi moral serta stres menjadi fenomena yang lumrah. Pada titik jenuhnya, manusia akan kembali mencari kesegaran rohaniah untuk memenuhi dahaga spiritualnya dan yang menarik bagi mereka adalah kehidupan yang memberikan ketentraman hati dan kebahagiaan rohani. Oleh karena itu banyak diantara mereka yang melirik ke dunia mistisisme. Maka William James, seorang filosuf dan ahli jiwa dari Amerika Serikat, mengemukakan tentang pentingnya terapi keagamaan atau keimanan, ia mengatakan bahwa tidak diragukan lagi terapi terbaik bagi kesehatan adalah keimanan kepada Tuhan, sebab individu yang benar-benar religius akan selalu siap menghadapi malapetaka yang akan terjadi. Sedangkan Carl Gustav Jung (Tokoh Psikologi Analistik), sebagaimana dikutip Amir, menyatakan bahwa gangguan psikis pada dasarnya bersumber dari masalah religius. Hal ini juga dapat dilihat dari ungkapan “psikoneurosis” harus dipahami sebagai penderitaan yang belum menemukan artinya, penyebab dari penderitaan ini adalah Stagnasi (penghentian) sepiritual atau Sterisas psikis”. Psikoterapi merupakan pengobatan alam pikiran atau lebih tepatnya pengobatan dan perawatan gangguan psikis melalui metode psikologis. Istilah ini mencakup berbagai teknik yang bertujuan untuk membantu individu dalam mengatasi berbagai gangguan emosinya, dengan cara memodifikasi prilaku, pikiran dan emosinya, sehingga individu tersebut mampu mengembangkan dirinya dalam masalah psikis. Dalam psikoterapi Islami, terdapat 3 metode inti, yaitu sentuhan tangan, penggunaan lisan, dan ajakan kepada hati. Dalam tulisan ini akan diungkap tentang pendekatan psikoterapi Islam dan konseling sufistik dalam menangani masalah kejiwaan.
METODE-METODE BIMBINGAN AGAMA ANAK JALANAN Mubasyaroh, Mubasyaroh
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i1.1063

Abstract

Anak Jalanan  merupakan fenomena ketidakberdayaan  orang tua untuk melindungi mereka sehingga  anak dijadikan media untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dengan lepas dari orang tua dan mencari nafkah di jalanan. Jumlah anak jalanan yang tinggi di wilayah Eks Karesidenan Pati mengharuskan usaha pemberdayaan yang serius dari pemerintah untuk menekan jumlah anak jalanan. Tulisan ini berusaha membuka cakrawala atau pandangan kita tentang anak jalanan, bahwa bagaimanapun kondisi dan keberadaannya, anak jalanan merupakan anak pada umumnya yaitu pada masa prtumbuhan, sehingga keberadaannya memerlukan sentuhan orang dewasa diantaranya  melalui bimbingan agama, sehingga potensi yang  dimiliki dapat tumbuh dan  berkembang secara maksimal. Bimbingan agama yang  ada  diharapkan mampu mengatasi permasalahan keagamaan anak-anak jalanan.  Guna membantu mewujudkan perkembangan  potensinya,  seseorang membutuhkan bimbingan agama dari orang lain.  Termasuk di  dalamnya adalah anak jalanan yang masih dalam masa pertumbuhan,  akan  senantiasa membutuhkan  peran  orang dewasa agar potensi agamanya dapat tumbuh secara maksimal. Terdapat dua metode bimbingan yaitu 1. metode langsung yang terdiri dari teknik individual; percakapan pribadi, kunjungan ke rumah dan kunjungan kerja serta teknik kelompok yang meliputi; diskusi kelompok, karyawisata, sosiodrama dan group teaching, 2. Metode tidak langsung terdiri dari; metode individual dan metode kelompok/massal kata kunci: Anak Jalanan, Model, Bimbingan Agama. THE METHODS OF RELIGIOUS  GUIDANCE OF  STREET CHILDREN. Street Children is a phenomenon  of the helplessness of parents to protect them so that the children made the media to meet the needs of the family or to meet his own needs with the release of the elders and earn a living on the streets. The number of street children is high in the area Deforested Residence Pati requires serious empowerment efforts from the government to press the number of street children. This article is attempting  to open the firmament or our views about the street children, that however the condition and its existence, street children are the children in general are on the prtumbuhan, so that its existence requires a touch of adults including through the guidance of religion, so that the potential to grow and develop in a maximum. The Guidance of religion that is expected to be able to overcome the religious issues street children. To achieve the development of potential, someone need religious guidance from others. Included in it is the street children who are still in the period of growth will always need adult role in order for the potential of religion can grow by a maximum. There are two methods of guidance is 1. direct method that consists of individual techniques; private conversation, a visit to the house and the working visit and group techniques which include; group discussions, karyawisata, a sociodrama and group teaching , 2. The method  is not directly consists of; individual method and methods of mass/group Key Words : Street Children, Model, Guidance Religion.
PENGENALAN SEJAK DINI PENDERITA MENTAL DISORDER Mubasyaroh, Mubasyaroh
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i1.1073

Abstract

Mental disorder merupakan bentuk gangguan dan kekacauan fungsi mental yang disebabkan oleh kegagalan mereaksinya mekanisme adaptasi dari fungsi-fungsi kejiwaan/ terhadap stimuli eksternal dan ketegangan-ketegangan sehingga muncul gangguan pada struktur kejiwaan. Gangguan  mental Merupakan totalitas kesatuan dari ekspresi mental yang patologis terhadap stimuli sosial,   yang  dikombinasikan dengan  factor-faktor sekunder lainnya. Seperti halnya rasa pusing, sesak nafas, demam panas dan  nyeri-nyeri pada  lambung  sebagai pertanda  permulaan dari penyakit jasmani, maka mental disorder itu mempunyai pertanda awal antara lain: cemas, ketakutan, pahit hati, dengki, apatis, cemburu,  iri, marah secara eksplosif, asosial, ketegangan kronis, dan lain sebagainya. Maka kesehatan mental yang baik itu, berarti mempunyai perasaan positif tentang diri sendiri, mampu menyelesaikan masalah dan tekanan hidup sehari-hari, dan bisa membentuk dan menjaga hubungan baik dengan orang lain. Selama ini kita sudah memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik. Tapi menjaga kesehatan mental juga sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kenyataannya, kesehatan mental yang buruk akan mengakibatkan kesehatan fisik yang buruk pula.kata  kunci:  Mental  Disorder,  Gangguan Jiwa,   Kekalutan Mental.THE    INTRODUCTION    OF     THE    EARLY PATIENTS WITH MENTAL  DISORDER.  Mental   disorder  is  a  form of disruption and chaos mental  function that is caused  by the failure of mereaksinya adaptation  mechanism  of psychological  functions/ against external stimuli and tensions so that appears on the structure of the disorders psychological disorders. Mental disturbances is the totality of the unity of mental expression pathological culture toward social stimuli, combined with the factor of other secondary factor. Like a sense of dizziness, breathing difficulties, hot Fever and pain in the pain in the stomach as a sign of the beginning of the disease of physical and mental disorder had first signs among others : worry, fear, bitter heart,  envy, apathetic,   jealousy,  covetousness,  angry  by eksplosif, asosial, chronic tensions, etc. Then  the  good mental  health,  means have positive feelings about themselves and able to resolve the problem and the pressure of everyday life and can form and maintain  a good relationship with other people. For this we have to understand the importance of maintaining physical health. But keep the mental health also is as important  as physical health. In fact, bad mental health will result in a bad physical health.Keywords: Mental Disorder, Soul,  Damage Mental Disorders.
DEVELOP QUALITY PEOPLE THROUGH DA’WAH IN THE FACE OF THE ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) Mubasyaroh, Mubasyaroh
ADDIN Vol 10, No 2 (2016): ADDIN
Publisher : LPPM IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/addin.v10i2.1785

Abstract

Recent decades, we often hear the advent of the Asean Economic Community (AEC) which is a community that is struggling in the field of free market economies in particular, so it requires some readiness; economic, capital, and the equally important need readiness of human resources as the party who run the economy. For Indonesia alone, MEA will be an opportunity for trade barriers will tend to diminish even be non-existent. This will impact on increasing exports, which in turn will increase the GDP of Indonesia. On the other hand, the Muslims as the vast majority of Indonesia's population must face the Asean Economic Community (AEC). In this case Indonesian Muslims should be careful and ready to face the AEC. Campaigners Indonesian economy began to prepare for the era of free markets that will be enforced. The era of the free market itself is the result of the formation of the Asean Economic Community (AEC). The free market itself covering the areas of capital, goods and services, and labor. In this regard, please note that the mission is a process conducted by a conscious and planned to invite the people to the path of Allah, to improve the situation for the better (da’wah is the promotion and development) in order to achieve certain goals, namely to live happily in the world hereafter. In this paper will attempt to peel da’wah efforts in developing the quality of the people in the face of the Asean Economic Community (AEC).
INTENSITAS KOMUNIKASI KELOMPOK SEBAGAI ALTERNATIF MODEL DAKWAH Mubasyaroh, Mubasyaroh
AT-TABSYIR Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i1.5619

Abstract

Komunikasi adalah interakasi sosial yang bertujuan. Komunikator dan komunikan terlibat dalam proses komunikasi karena ada tujuan-tujuan yang ingin dicapai bersama. Tujuan komunikasi menjadi lebih kompleks dari sekedar mencapai konsensus, demikian juga yang akan berlangsung dalam komunikasi dakwah. Terdapat beberapa jenis komunikasi diantaranya adalah komunikasi kelompok. Pada tulisan ini akan dibahas komunikasi kelompok sebagai alternatif model dakwah. Komunikasi kelompok berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok masyarakat, seperti dalam rapat, pertemuan, konferensi, dan sebagainya. Dalam komunikasi kelompok dakwah, akan terjadi perubahan perilaku akibat adanya pesan dalam komunikasi, adapun indikasi kelompok, diantarannya  Konformitas, yang merupakan perubahan perilaku atau kepercayaan menuju (norma) kelompok sebagai akibat tekanan kelompokyang real atau dibayangkan.
PENGARUH PERPUSTAKAAN BAGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI Mubasyaroh, Mubasyaroh
LIBRARIA Vol 4, No 1 (2016): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/libraria.v4i1.1246

Abstract

The library is an elan vital in educational institutions, existence determines the quality of educational institutions including colleges. Like body, the library as the heart, so that the life and death of colleges  greatly influenced the healt of the library in this case the quantity and quality. People have to known the library as an integral part of the part of the process of learning and education. The position and function of the library ocucupies a strategic position and role as a facilitator of lifelong learning. The library is an institution managing the collection of papers, printed and recorded works professionally whit a standard system to meet the needs of education, research, conservation and recreation information for pemustaka. In education, the company libraries have a vital role in the learning process, especially in colleges. The library is like the heart of colleges that are the yardsticks, good and bad, healthy or not an education system that is in it. This paper will reveal about several issues related to the presence of libraries in colleges, especially to unveil the role of libraries for improving the quality of higher education.Perpustakaan merupakan elan vital dalam lembaga pendidikan, keberadaannya sangat menentukan kualitas dari lembaga pendidikan termasuk di perguruan tinggi. Ibarat tubuh, perpustakaan sebagai jantung, sehingga hidup matinya perguruan tinggi sangat dipengaruhi kesehatan perpustakaan dalam hal ini kuantitas dan kualitasnya. Masyarakat telah mengenal perpustakaan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran dan pendidikan. Kedudukan dan fungsi perpustakaan menempati posisi yang strategis dan berperan sebagai fasilitator pembelajaran sepanjang hayat. Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak dan karya rekam secara professional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian informasi dan rekreasi bagi para pemustaka. Dalam dunia pendidikan, perpustakaan mempunyai peran vital dalam proses pembelajarannya, terutama di perguruan tinggi. Perpustakaan diibaratkan jantung perguruan tinggi yang menjadi tolak ukur, baik buruk, sehat dan tidaknya suatu sistem pendidikan yang ada di dalamnya. Makalah ini akan mengungkap tentang beberapa hal terkait dengan keberadaan perpustakaan di perguruan tinggi, khususnya akan mengungkap peran perpustakaan bagi peningkatan kualitas perguruan tinggi.