Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Determinan Opini Audit Going Concern: Studi Kasus Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi Caroline, Helen Imelda; Minarso, Bambang; Nurcahyono, Nurcahyono
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v7i1.17082

Abstract

Latar Belakang: Laporan keuangan merupakan informasi utama bagi stakeholder dalam mengambil keputusan bisnis, sehingga informasi yang dilaporkan haruslah memberikan assurance. Auditor merupakan pihak yang memberikan assurance kepada stakeholder atas kinerja perusahaan, sehingga laporan keuangan menjadi sinyal kepada manajemen atas kesalahan dalam pengambilan keputusan karena akan mempengaruhi kelangsungan usaha. Investor akan menarik dananya jika perusahaan terindikasi bangkrut dan mendapatkan opini audit going concern.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris faktor-faktor yang menyebabkan opini audit going concern diberikan oleh auditor.Metode Penelitian: Pendekatan penelitian ini adalah positivis dengan menguji variabel penelitian. Populasi yang dipilih adalah perusahaan sektor food and beverage yang listing BEI tahun 2019 sampai 2021. Serta, purposive sampling dipilih untuk menentukan unit analisis. Analisis data menggunakan regresi logistik dengan bantuan SPSS 26.Hasil Penelitian: Opini audit going concern dipengaruhi oleh debt ratio, ukuran perusahaan, audit lag. Sedangkan kualitas audit dan financial distress tidak mempengaruhi opini audit going concern yang diberikan auditor.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini menggunakan prediktor financial distress yang tidak digunakan oleh peneliti sebelumnya. Alasan menggunakan variabel ini dimana perusahaan yang mengalami financial distress menjadi early warning system perusahaan akan bangkrut dan tidak memenuhi syarat sebagai perusahaan yang going concern.
LITERASI KEUANGAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK MENJADI PRODUK KREATIF PADA BANK SAMPAH LUMINTU SEMARANG Zaky Machmuddah; Anna Sumaryati; Juli Ratnawati; Bambang Minarso
ABDIMAS UNWAHAS Vol. 10 No. 2 (2025): Abdimas Unwahas
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v10i2.14856

Abstract

Bank Sampah Lumintu adalah sebuah lembaga berbasis komunitas yang berlokasi di Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Berdiri sejak tahun 2015, Bank Sampah ini memiliki misi untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sekaligus menyediakan alternatif tabungan berbasis sampah anorganik. Berdasarkan hasil diskusi dan identifikasi langsung bersama pengurus Bank Sampah Lumintu, telah ditemukan permasalahan pengelolaan keuangan yang manual dan sampah yang tidak bernilai tambah untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan kegiatan ekonomi berbasis lingkungan yang dilakukan oleh lembaga ini. Permasalahan ini menyebabkan lemahnya akuntabilitas internal, sulitnya melakukan evaluasi berkala, serta menghambat pengembangan usaha karena tidak ada informasi keuangan yang dapat dianalisis secara kuantitatif. Solusi difokuskan pada peningkatan kapasitas, pendampingan teknis, serta pengembangan sistem sederhana namun berkelanjutan yang dapat diterapkan oleh mitra secara mandiri pasca-pengabdian. Metode pengabdian masyarakat dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pelatihan literasi keuangan yang kontekstual, sederhana, dan praktis sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan tata kelola keuangan lembaga ekonomi rakyat. Selain itu, pendampingan pasca-pelatihan menjadi faktor penting untuk memastikan implementasi berjalan dengan baik. Temuan dan pengalaman tersebut menjadi dasar pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Bank Sampah Lumintu.
Pengaruh Komponen Value Added Intellectual Coefficient (VAIC™) terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Transportasi dan Logistik di Indonesia Zahiro Safinah; Ira Septriana; Enny Susilowati Mardjono; Bambang Minarso
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 7 No. 8 (2026): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v7i8.12512

Abstract

This study aims to analyze the effect of intellectual capital measured through Structural Capital Value Added (STVA), Value Added Human Capital (VAHC), and Value Added Capital Employed (VACE) on the financial performance of companies in the transportation and logistics sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2021 to 2024. This research was conducted because previous studies have yielded inconsistent results regarding the impact of intellectual capital on financial performance. Transportation and logistics companies were selected as a novel research focus because they have rarely been studied as subjects of intellectual capital research. Financial performance was measured using Return on Equity (ROE). This study employs a quantitative approach using panel data regression analyzed with Eviews 14. The sample was selected using purposive sampling, resulting in 78 observations. The analysis indicates that, individually, VACE and VAHC have a positive effect on financial performance, whereas STVA does not have a significant effect. However, collectively, STVA, VAHC, and VACE have a positive effect on financial performance, indicating that the integrated management of structural capital, human capital, and capital employed can create added value and support improvements in a company’s financial performance. These findings suggest that the creation of added value in the transportation and logistics sector is driven more by the utilization of financial capital and human capital than by structural capital.
Pengaruh Komponen Value Added Intellectual Coefficient (VAIC™) terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Transportasi dan Logistik di Indonesia Zahiro Safinah; Ira Septriana; Enny Susilowati Mardjono; Bambang Minarso
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 7 No. 8 (2026): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v7i8.12512

Abstract

This study aims to analyze the effect of intellectual capital measured through Structural Capital Value Added (STVA), Value Added Human Capital (VAHC), and Value Added Capital Employed (VACE) on the financial performance of companies in the transportation and logistics sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2021 to 2024. This research was conducted because previous studies have yielded inconsistent results regarding the impact of intellectual capital on financial performance. Transportation and logistics companies were selected as a novel research focus because they have rarely been studied as subjects of intellectual capital research. Financial performance was measured using Return on Equity (ROE). This study employs a quantitative approach using panel data regression analyzed with Eviews 14. The sample was selected using purposive sampling, resulting in 78 observations. The analysis indicates that, individually, VACE and VAHC have a positive effect on financial performance, whereas STVA does not have a significant effect. However, collectively, STVA, VAHC, and VACE have a positive effect on financial performance, indicating that the integrated management of structural capital, human capital, and capital employed can create added value and support improvements in a company’s financial performance. These findings suggest that the creation of added value in the transportation and logistics sector is driven more by the utilization of financial capital and human capital than by structural capital.
The Tripartite Spectrum of Risk Transmission in ASEAN Equity Markets: Monetary Anchors, Geopolitical Channels, and Commodity Frictions ST. Dwiarso Utomo; Entot Suhartono; Ngurah Pandji M., A., D.; Bambang Minarso; Agung Prajanto; Shujahat Ali
Jurnal Telekomunikasi dan Informatika Lbh. 4 Àir. 1 (2026): International Journal Of Accounting, Management, And Economics Research (IJAME
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56696/ijamer.v4i1.186

Abstract

The prevailing assumption that ASEAN equity markets constitute a homogeneous asset class has profound consequences for regional portfolio construction, hedging strategies, and macroprudential coordination. This study challenges that assumption by identifying three structurally distinct risk-transmission regimes across the ASEAN-4 (Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand) over the 2016–2025 period. Employing a heterogeneous multi-task machine-learning framework augmented with Shapley-value decomposition on daily panel data encompassing global volatility (VIX), crude oil (Brent), crude palm oil (CPO), the US dollar index (DXY), US 10-year Treasury yields, local equity indices, bilateral exchange rates, and the BI-7DRR policy rate, we decompose each market's sensitivity profile into interpretable economic channels. Our analysis reveals a novel empirically grounded taxonomy—the Tripartite Spectrum of market integration: (i) Singapore operates as a Monetary-Driven Hub, with 64.0% of total Shapley attribution concentrated in the DXY and US 10-year yield, consistent with the global financial cycle hypothesis; (ii) Thailand functions as a Geopolitical Risk Transmission Channel, exhibiting disproportionate sensitivity to the VIX with a non-linear threshold effect that amplifies volatility by 340% when the VIX exceeds 35; and (iii) Indonesia and Malaysia constitute Commodity-Linked Segmented Markets, where CPO, Brent crude, and domestic monetary-policy frictions dominate price formation, with a superadditive CPO × BI-7DRR interaction effect (+280% amplification) unique to Indonesia. Kolmogorov-Smirnov tests decisively reject the homogeneous-region null (all cross-country p-values < 0.01). These findings carry direct implications for the limits of intra-ASEAN diversification, the design of regime-specific hedging strategies, and the calibration of commodity-price stress scenarios in macroprudential frameworks.