Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK DERIVATIVE DARI SUSU SAPI UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DESA BOCEK, KARANGPLOSO, KABUPATEN MALANG Sani Sani; AR Yelvia Sunarti; Reva Edra Nugraha; Aldy Cahya Putra; Jouvita Rosanti; Bimantara Hidayah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.12132

Abstract

ABSTRAKTujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang teknologi pengolahan susu sapi menjadi produk turunan yang berpotensi untuk dikembangkan serta pendampingan dalam pembuatan produk derivative susu sapi yaitu yoghurt, . Kegiatan ini dilakukan pada Ibu-ibu PKK dan Karang Taruna Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Metode pelatihan pembuatan yoghurt dilakukan dengan pemberian penyuluhan,sosialisasi dan demonstrasi pembuatan yoghurt. Pembuatan yoghurt dilakukan dengan sangat sederhana yaitu melalui proses pasteurisasi susu sapi dan fermentasi menggunakan starter yaitu Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menganalisis produk yoghurt yang dihasilkan dari segi visual dan rasa. Untuk mengetahui keberhasilan program, setelah kegiatan dilakukan evaluasi dengan tanya jawab bersama ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa Bocek. Selain itu, setelah kegiatan ini, ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa Bocek juga mencoba melakukan praktek secara langsung dengan membuat yoghurt berbagai varian rasa. Hal ini menunjukkan keberhasilan program, dimana ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa Bocek mampu membuat produk derivative susu sapi yaitu yoghurt. Kegiatan pelatihan ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dengan waktu pelaksanaan program yang cukup singkat. Kesimpulannya, dengan adanya pelatihan ini, berdampak baik pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa Bocek dalam membuat yoghurt. Produk ini bisa dijual baik secara langsung maupun e-commerce yang dapat meningkatkan perekonomian Desa Bocek. Kata kunci: produk derivative; susu sapi; yoghurt; desa bocek ABSTRACTThe purpose of this community service program is to provide information and knowledge about the technology for processing cow's milk into derivative products that have the potential to be developed as well as training in produce yogurt, for PKK and Karang Taruna Bocek and also to provide information. This activity was carried out for PKK and Karang Taruna in Bocek Village, Karangploso District, Malang Regency. The Yogurt Making Training Method is carried out by providing counseling, outreach, and demonstrations on making yogurt. Making yogurt is very simple, through pasteurizing cow's milk and fermentation using a starter. Evaluation of activities is carried out by analyzing the yogurt products produced, seeing the results of fermented yogurt produced from a visual and taste point of view. To find out the success of the program, after the activity an evaluation was carried out with a question and answer session with PKK and Karang Taruna in Bocek. Apart from that, after this activity, PKK and Karang Taruna in Bocek also tried to practice directly by making yogurt with various flavors. This shows the success of the program, where PKK  and Karang Taruna in Bocek were able to make a cow's milk derivative product, yogurt. This training activity is to the needs of the community, with a relatively short program implementation time. In conclusion, this training had a good impact on increasing the knowledge and skills of PKK and Karang Taruna women in Bocek village in making yogurt. This product can be sold both directly and via e-commerce which can improve the economy of Bocek. Keywords: derivative products; cow's milk; yogurt; bocek village.
Pengolahan Buah Jeruk Menjadi Dried Orange Slice dengan Metode Pengeringan Sederhana di Desa Bocek, Kec Syuaibatul Islamiyah; Silviya Nur Ridha; Indah Dwi Wahyuningsih; AR Yelvia Sunarti; Kindriari Nurmawahyusi
Jurnal Abdimas Berdaya : Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Abdimas Berdaya
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jab.v6i2.516

Abstract

Salah satu komoditas yang melimpah di Desa Bocek yang terletak di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang adalah buah jeruk, terutama jeruk lemon. Pada saat musim panen raya, harga jeruk lemon merosot cukup jauh dan membuat rugi petani. Petani desa Bocek belum memiliki cara untuk mengatasi kerugian ini selain menjualnya kepada tengkulak dan distributor buah. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan yang dapat memberikan wawasan kepada warga Desa Bocek, khususnya petani lemon untuk meningkatkan nilai ekonomis jeruk lemon. Hal ini karena minimnya pengetahuan warga mengenai pengolahan buah lemon untuk menjadi produk turunan yang memiliki harga jual lebih, menyebabkan sampai saat ini belum adanya olahan dari buah jeruk tersebut. Selain itu, buah jeruk memiliki masa simpan tidak lama, sehingga jika tidak terjual, akan busuk dan terbuang. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Langkah kegiatan dimulai dengan sosialisasi yang ditujukkan kepada Ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang dan dilaksanakan secara luring. Lemon yang sudah dioven sampai kering selanjutnya dikemas dan diberi label untuk menambah nilai estetika produk. Untuk saran penyajian dapat dicampurkan dengan air dan diletakkan di lemari pendingin selama kurang lebih 3-5 jam. Setelah itu, siap untuk dikonsumsi.
PELATIHAN PEMBUATAN ECOENZIM SEBAGAI TRANSFORMASI KULIT BUAH MENJADI DISINFEKTAN CERDAS DI KECAMATAN SUMBERASIH, PROBOLINGGO Nur Aini Fauziyah; Reva Edra Nugraha; Ar Yelvia Sunarti; Sakinah Sakinah; Ayunda Wulan Permatasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17079

Abstract

ABSTRAKPelatihan pembuatan ecoenzim sebagai transformasi kulit buah menjadi disinfektan cerdas di Kecamatan Sumberasih, Probolinggo, bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam memproduksi ecoenzim sebagai alternatif disinfektan yang ramah lingkungan. Ecoenzim ini dihasilkan melalui proses fermentasi kulit buah yang tidak terpakai, sehingga dapat mengurangi limbah organik dan membantu dalam upaya pengolahan limbah. Pelatihan ini dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dan demonstrasi yang diikuti oleh empat puluh warga. Selain itu, pemahaman tentang prinsip-prinsip penggunaan ecoenzim sebagai disinfektan dalam berbagai situasi, seperti di rumah tangga, tempat kerja, dan lingkungan umum juga diberikan. Berdasarkan angket yang diberikan, peningkatan pemahaman warga terhadap pengolahan sampah organik terutama kulit buah sebagai ecoenzim meningkat sebesar 75%. Peningkatan ini cukup baik dan diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, warga dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mengurangi limbah organik, menghasilkan produk yang ramah lingkungan, dan mempromosikan kebersihan dan kesehatan (Hygiene) di masyarakat Kecamatan Sumberasih, Probolinggo. Kata kunci: ecoenzim; limbah kulit buah; organic. ABSTRACTTraining on making ecoenzymes as the transformation of fruit peel into a smart disinfectant in Sumberasih District, Probolinggo, aims to provide knowledge and skills to participants in producing ecoenzymes as an environmentally friendly alternative disinfectant. This ecoenzyme is produced through the fermentation process of unused fruit peels, so it can reduce organic waste and help in waste processing efforts. This training was carried out through counseling and demonstration activities which were attended by fourty residents. In addition, an understanding of the principles of using ecoenzymes as disinfectants in various situations, such as in households, workplaces and general environments is also provided. Based on the questionnaire given, the increase in residents' understanding of the processing of organic waste, especially fruit peels as ecoenzymes, increased by 75%. This improvement is quite good and it is hoped that after participating in this training, residents can apply the knowledge and skills gained to reduce organic waste, produce environmentally friendly products, and promote cleanliness and health in the community of Sumberasih District, Probolinggo. Keywords: ecoenzyme; fruit peel waste; organic.
Inovasi teknologi pakan otomatis dalam mendorong budidaya ikan nila berkelanjutan di Desa Kalirejo, Probolinggo Wiliandi Saputro; Radissa Dzaky Issafira; Dimas Zidni Azizi; Rayesha Yudha Irawan; AR Yelvia Sunarti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33847

Abstract

Abstrak Budidaya ikan nila memiliki potensi strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan, termasuk di Desa Kalirejo, Probolinggo. Namun, tingginya biaya pakan yang mencapai lebih dari 50% total biaya produksi serta ketergantungan pada pakan komersial yang harganya fluktuatif menjadi kendala utama bagi petani ikan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kemandirian produksi pakan melalui penerapan teknologi tepat guna berupa mesin cetak pelet vertikal 3 rol. Kegiatan ini dilaksanakan bersama mitra, yaitu kelompok budidaya ikan nila di Desa Kalirejo, Probolinggo, dengan melibatkan sebanyak 20 orang peserta. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi permasalahan melalui observasi dan wawancara, pelatihan penggunaan serta perawatan mesin cetak pelet, edukasi formulasi pakan berbasis kebutuhan ikan nila, serta implementasi dan evaluasi kinerja mesin dalam skala usaha masyarakat. Mesin yang digunakan memiliki desain vertikal dengan tiga rol penekan dan ditenagai mesin bensin 9 PK, dengan kapasitas produksi 250–400 kg/jam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan mesin ini mampu meningkatkan efisiensi produksi pakan mandiri, menurunkan biaya operasional, serta mendukung peningkatan produktivitas budidaya ikan nila. Selain itu, pelatihan dan pendampingan yang dilakukan turut memperluas pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan usaha perikanan yang berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan teknologi tepat guna yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa, guna memperkuat sektor perikanan rakyat yang berdaya saing dan mandiri. Kata kunci: budidaya ikan nila; teknologi tepat guna; mesin cetak pelet; pakan mandiri; pemberdayaan masyarakat.  Abstract Tilapia farming holds strategic potential in improving the welfare of rural communities, including those in Kalirejo Village, Probolinggo. However, high feed costs—accounting for more than 50% of total production expenses—and dependence on commercially produced feed, which is often unstable in price and accessibility, remain major challenges for small-scale fish farmers. This community service program aims to enhance production efficiency and promote feed self-sufficiency through the application of appropriate technology in the form of a vertical 3-roller pellet machine. The activity was carried out in collaboration with a local tilapia farming group in Kalirejo Village, Probolinggo, involving 20 participants. The program consisted of several key stages: identifying problems through observation and interviews, providing training on the operation and maintenance of the pellet machine, educating participants on feed formulation tailored to tilapia growth requirements, and implementing as well as evaluating the machine’s performance in a community-scale setting. The machine features a vertical design with three pressing rollers, powered by a 9 HP gasoline engine, and has a production capacity of 250–400 kg per hour. The results indicate that the adoption of this machine significantly improves feed production efficiency, reduces operational costs, and supports increased productivity in tilapia farming. Furthermore, the training and mentoring activities have expanded the participants’ knowledge in managing aquaculture enterprises more sustainably. This program is expected to serve as a replicable model of appropriate technology-based empowerment for other rural regions facing similar challenges in the aquaculture sector. Keywords: tilapia farming; appropriate technology; pellet machine; self-produced feed; community empowerment.