Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KAFA’AH DALAM PERKAWINAN PERSPEKTIF MAQASID AL-SYARI’AH (Studi Kasus pada Pesantren Darul Ma’sum dan Yayasan Darussalam Kabupaten Probolinggo) Salim, Muhamad Agus; Meilinda, Fauziyah Putri
JURNAL HAKAM Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jhi.v9i2.13366

Abstract

This study examines the concept of kafa’ah (marital compatibility) from the perspective of Maqashid al-Shariah, using a case study of Darul Ma’sum Islamic Boarding School and Darussalam Foundation in Probolinggo Regency. The research is motivated by social phenomena within Islamic boarding schools (pesantren), where the application of kafa’ah varies between a traditional approach emphasizing equality in lineage, social status, and religious scholarship and a more contextual interpretation that prioritizes welfare (maslahah), happiness, and spiritual responsibility. The aim of this research is to analyze how the principles of Maqashid al-Shariah are applied in understanding and interpreting kafa’ah within pesantren culture, and how religious and social values interact in marital practices. The study employs a qualitative method with a phenomenological approach, utilizing in-depth interviews and document analysis. This approach enables the researcher to explore the subjective experiences of pesantren leaders in determining marital suitability based on both religious and social considerations. The findings reveal that Darul Ma’sum tends to apply kafa’ah normatively to preserve hifz al-din (protection of religion) and hifz al-nasl (protection of lineage), whereas Darussalam emphasizes hifz al-nafs (protection of life) and individual welfare. Through the analytical lens of Maqashid al-Shariah, the study concludes that a contextual and humanistic understanding of kafa’ah aligns more closely with the higher objectives of Islamic law, which seek to ensure happiness, justice, and harmony within the family. This research recommends reinterpreting kafa’ah beyond social hierarchy toward spiritual, moral, and emotional equilibrium as the foundation of a harmonious marriage.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP FENOMENA PERKAWINAN SIRI DIBAWAH UMUR TANPA WALI DI KABUPATEN LUMAJANG Hasanah, Uswatun; Meilinda, Fauziyah Putri
JURNAL HAKAM Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jhi.v9i2.13450

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik perkawinan siri yang dilakukan tanpa wali dan melibatkan anak di bawah umur, sebagaimana terjadi pada kasus di Kabupaten Lumajang. Praktik tersebut tidak hanya menimbulkan persoalan keabsahan perkawinan menurut hukum Islam, tetapi juga menunjukkan lemahnya perlindungan hukum terhadap anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan perkawinan siri tanpa wali pada anak di bawah umur dan mengevaluasi bentuk perlindungan hukum yang seharusnya diberikan oleh negara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis-normatif dengan analisis terhadap peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, literatur terkait, serta interpretasi terhadap fenomena sosial yang muncul dalam kasus Lumajang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan siri tanpa wali pada anak di bawah umur tidak sah baik menurut hukum negara maupun hukum Islam. Praktik tersebut juga melanggar prinsip best interest of the child dan menempatkan anak dalam situasi rentan terhadap kekerasan, eksploitasi, serta kehilangan hak-hak perdata. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa perlindungan hukum terhadap anak dalam konteks ini belum berjalan efektif. Diperlukan penguatan pengawasan, edukasi hukum masyarakat, serta penegakan hukum yang konsisten untuk mencegah praktik serupa di masa mendatang.