Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IDENTIFIKASI PENYEBAB TIMBULNYA PENGAJUAN KLAIM KONSTRUKSI DARI PENYEDIA JASA KE PENGGUNA JASA DI KOTA PADANG Vivi Ariani; Fielda Roza; Embun Sari Ayu
JURNAL REKAYASA Vol 12 No 1 (2022): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37037/jrftsp.v12i1.113

Abstract

Klaim dalam industri konstruksi merupakan masalah yang dapat mengacu kepada permohonan terhadap pertambahan biaya dan pertambahan waktu serta memicu terjadinya perselisihan antara penyedia jasa ke pengguna jasa. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor penyebab timbulnya klaim pada proyek konstruksi oleh penyedia jasa ke pengguna jasa. Metodologi penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan penyebaran survey kuesioner kepada praktisi industri konstruksi khususnya kepada stakeholder proyek konstruksi untuk menjawab tujuan penelitian. Pengumpulan data survey kuesioner dilakukan kepada stakeholder proyek konstruksi di Kota Padang, meliputi pemilik proyek (owner), konsultan perencana, konsultan pengawas dan kontraktor. Teknik analisa data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif yaitu: rata-rata (mean) dan standar deviasi. Mean digunakan untuk mengetahui nilai rata-rata dari jumlah respon untuk tiap jawaban yang tersedia. Dari hasil analisa, diperoleh 28 faktor penyebab terjadinya klaim konstruksi oleh penyedia jasa ke pengguna jasa. Luaran penelitian diharapkan dapat mempermudah proses pengajuan klaim proyek konstruksi.
FAKTOR DETERMINASI KOMUNIKASI EFEKTIF DI PROYEK KONSTRUKSI DARI PERSPEKTIF MULTIPLE STAKEHOLDERS Martalius Peli; Wahyudi P. Utama; Dwifira Y. Jumas; Zulherman Zulherman; Sesmiwati Sesmiwati; Vivi Ariani; Fielda Roza; Putranesia Thaha
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 26 No 2 (2022): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/jskm.2022.4896

Abstract

Persoalan komunikasi juga menjadi masalah serius proyek konstruksi di Indonesia. Kegagalan komunikasi efektif di proyek konstruksi menghasilkan distribusi informasi yang tidak tepat. Konsekuensinya, mutup ekerjaan tidak sesuai bestek, keterlambatan dari jadwal pelaksanaan, peningkatan biaya, dan bermuara padaber kurangnya kepuasan pemberi kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menilai faktor determinasi terhadap komunikasi efektif di proyek konstruksi dari perspektif berbagai pemangkukepentingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kuisioner untuk pengumpulan data. Dari hasil studi literatur, 31 unsur komunikasi efektif di proyek konstrsuksi berhasil diidentifikasi. Kuisioner didistribusikan kepada pemangku kepentingan di proyek konstruksi yang terdiri dari pemilik proyek, kontraktor, konsultan, akademisi dan pemasok konstruksi di Sumatera Barat. Seterusnya data yang terkumpul dianalisis dengan metode analisis komponen prinsip (principle component analysis). Hasilnya adalah terdapat tiga faktor penentu komunikasi efektif di proyek konstruksi di Sumatera Barat, yaitufaktor individual dan organisasi kerja (6 variabel), faktor kejelasan informasi dan tanggung jawab (6 variabel), dan faktor lingkungan kerja dan teknologi (4 variabel). Penelitian ini juga merekomendasikan pengukuran hubungan ketiga faktor dengan cara analisis faktor konfirmatori untuk penelitian dimasa akan datang.
REDESAIN STRUKTUR BAWAH BANGUNAN GEDUNG: STUDI KASUS PERENCANAAN PONDASI TAPAK GEDUNG SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) 12 MUNTEI, MENTAWAI Winda Fitria; Merley Misriani; Fielda Roza
Racic : Rab Construction Research Vol. 9 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v9i2.5230

Abstract

Mentawai islands are one of the regions that utilize the tourism sector to support their development. Mentawai is a favorite destination for surfing tourists from abroad. In general, tourism in Mentawai island has a good impact on the local economy. Infrastructure development in the Mentawai island is still lagging behind compared to other cities in West Sumatera. The development process in Mentawai should receive serious attention considering that Mentawai is an prone area to earthquake and tsunami disasters. The increase in the potential for earthquake and tsunamis is not matched by the communit’s readiness to face them. To reduce the risk of loss live in earthquake prone area, earthquake resistant building standards are very important to implement. Earthquake resistant buildings must be applied from the planning stage, not just during the construction process. SDN 12 Muntei is one of the buildings that can be used by the public as an elementary school. Investigation of the initial design of the building foundation in previous research found that the allowable capacity of the foundation not be able to support axial load on the building, so a redesign of the foundation cross section was recommended. After redesigning the foundation with a fixed footing type as in previous research, it is recommended that the foundation be at a depth of (D) = 1.5 meter with a width of (B) = 1.3 meter. The Safety Factor (SF) value to determine the allowable capacity of the foundation (Qa) is taken as 3. From the results the analysis of the allowable capacity with new cross section dimension, the value of Qa= 378.76 KN and the value of the maximum load on building (Pmaks)= 339 KN. The results of this analysis show that the crosssection requirements and can be used.