Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Fenomena Penggunaan Bahasa Asing dan Daerah Dalam Penamaan Tempat Usaha Di Kota Gorontalo Nuramila Nuramila
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i4.2764

Abstract

Language as a communication tool to establish interaction between one and another is a tool that is needed or plays an important role in human daily activities. Language is very necessary, including the use of language in store names. The phenomenon that exists today is the presence of shop names that use foreign and regional languages. This is basically not in accordance with what is contained in the Act or even in the Presidential Regulation. The purpose of this research is to describe the phenomenon of the use of foreign and regional languages ​​in the naming of business places in the city of Gorontalo. This type of research is a qualitative research that is descriptive in nature in providing a description of phenomena in terms of sociolinguistics, namely studies of language and social studies or studies that link languages ​​with certain social groups as language users, in this case looking at language variations, namely the diversity of language types. used in naming shop names in Gorontalo City.
Transformasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Literasi Digital Untuk Mewujudkan Pendidikan Karakter di Era Disrupsi 4.0 Mas'ud Muhammadiah; Novelt Novelti; Jasiah Jasiah; Muh. Safar; Nuramila Nuramila
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.564

Abstract

Pada masa revolusi industri 4.0 seperti sekarang ini tentu sangat penting guna memprioritaskan pembentukan karakter positif pada siswa, meskipun harus dijalankan penyesuaian serta pengawasan yang maksimal. Pemanfaatan internet mempunyai dampak yang signifikan pada siswa, sehingga pengawasan yang efektif harus dipersiapkan. Salah satu solusi yang bisa dilaksanakan di bidang pendidikan, terutama pada pembelajaran bahasa Indonesia, ialah dengan mengoptimalkan pendidikan karakter yang dijalankan melalui literasi digital. Untuk mendeskripsikan serta menganalisis strategi penguatan pendidikan karakter yang dijalankan melalui literasi digital sebagai suatu usaha menuju pembelajaran yang lebih mendalam pada masa revolusi industri 4.0, perlu dijalankan kajian melalui studi pustaka dengan pendekatan filosofis. Hasil kajian ini memperlihatkan jika siswa yang bisa mengoptimalkan penggunaan literasi digital bisa memiliki karakter yang bagus, karena mereka mampu memilih salah memilih informasi yang baik dari berbagai media literasi yang ada. Sementara itu, temuan kajian ini juga memperlihatkan jika implementasi literasi digital dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk mewujudkan pendidikan karakter seluruh siswa bisa dijalankan melalui beberapa strategi, seperti memperkuat pemahaman di berbagai nilai karakter, menerapkan pendidikan karakter yang menjadi dasar dari literasi digital, memahami berbagai konsep yang ada dalam diri siswa dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dalam kelas.
Perbandingan Makna Semantik Bahasa Indonesia Dengan Bahasa Daerah Gorontalo Nuramila Nuramila; Rolan K. Daud
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembanga
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v2i1.843

Abstract

Semantics plays an important role in linguistics, especially in terms of meaning or in other words, semantics is a branch of linguistics that studies the meaning of words. Semantic analysis refers to the user's language and culture. Even the same word can have different meanings or nuances of meaning when used. This difference in the meaning of words often causes differences and misunderstandings. In Indonesian there are words that are the same as the Gorontalo Regional Language. However, of course every word from the two languages has different meanings when viewed from a semantic perspective. This research uses a descriptive method to determine the comparison of Indonesian lexical meaning with Gorontalo language meaning. The location of this research was carried out at the BTN Pulubala Housing Complex, precisely in Pulubala Village, Central City, Gorontalo City. The data collection technique used by researchers is an open interview technique. From the research results, it was found that there are several words in Indonesian that are the same as the Gorontalo Regional Language, but have different meanings or semantic meanings.  
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN SASTRA BAGI SISWA DI KAWASAN PESISIR MELALUI TEKNIK INFOGRAFIK INTERAKTIF DAN GAMIFIKASI BERBASIS AKAL IMITASI Ayu Hidayanti Ali; Nuramila Nuramila; Argariawan Tamsil; Puspita Dian Agustin
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v16i1.13761

Abstract

As a system that shapes the human resources of a nation, education is a crucial aspect that must be maintained in harmony with the development of the times. The rapid flow of technological advancement demands that teachers continuously develop innovations within classroom settings — including in literature learning. Through the study of literature, students’ character and critical thinking skills are refined. Moreover, cultural and historical values within society can be taught through literary education. The cultivation of these values can be realized through the interaction between students and teachers by utilizing technology. Based on this premise, the present study aims to describe the transformation of literature learning for students in coastal areas through the use of interactive infographic techniques and gamification based on Artificial Intelligence (AI). The method employed in this research is descriptive. The findings reveal that the transformation of literature learning through interactive infographic and AI-based gamification techniques not only enhances students’ learning motivation but also helps improve their understanding of the structure of fable texts.
Profesi Kependidikan di Era Digital: Tantangan, Peluang, dan Strategi Penguatan Profesionalisme Guru Noerwanty Bilale; Nuramila Nuramila; Argariawan Tamsil
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 3 (2026): Februari
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap dunia pendidikan dan profesi kependidikan. Era digital menuntut guru tidak hanya menguasai kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga memiliki literasi digital, kemampuan adaptasi, kreativitas, serta kesadaran etika dalam pemanfaatan teknologi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara teoretis profesi kependidikan di era digital dengan menelaah tantangan, peluang, dampak, serta strategi penguatan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen resmi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru menghadapi berbagai tantangan, seperti tuntutan literasi digital, perubahan karakter peserta didik, beban administrasi, serta persoalan etika dan keamanan digital. Namun demikian, era digital juga membuka peluang besar berupa akses luas terhadap sumber belajar, kolaborasi profesional, pembelajaran yang personal dan inklusif, serta pengembangan kreativitas dan inovasi pembelajaran. Tantangan dan peluang tersebut berdampak langsung pada profesionalisme guru, sehingga diperlukan strategi penguatan melalui pelatihan berkelanjutan, kolaborasi profesional, integrasi teknologi yang efektif, penerapan etika digital, serta evaluasi dan refleksi berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat, guru diharapkan mampu menjalankan perannya secara profesional dan adaptif dalam menghadapi dinamika pendidikan di era digital.
Profesionalisme Guru di Era Transformasi Pendidikan Elisa Ahmad; Nuramila Nuramila; Argariawan Tamsil
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 3 (2026): Februari
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesi kependidikan merupakan bidang pekerjaan yang berkaitan langsung dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui proses pendidikan yang terencana dan berkelanjutan. Guru sebagai bagian utama dari profesi kependidikan memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan akademik, sikap, dan karakter peserta didik. Artikel konseptual ini bertujuan untuk membahas konsep profesi kependidikan, profesionalisme guru, serta tantangan yang dihadapi guru di tengah perubahan sistem pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber berupa buku, artikel jurnal ilmiah, serta kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa profesionalisme guru tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi pembelajaran, tetapi juga oleh kemampuan pedagogik, sikap profesional, serta kesiapan guru dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan pendidikan abad ke-21. Oleh karena itu, penguatan profesi kependidikan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas pendidikan dapat terus meningkat.
Peran Guru dalam Membentuk Karakter dan Kompetensi Peserta Didik Nuramila Nuramila; Dewi Pusfita; Argariawan Tamsil
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 3 (2026): Februari
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan kontribusi guru dalam membangun karakter dan kemampuan peserta didik dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Titik beratnya adalah pada bagaimana pendidik profesional, yaitu guru, berperan aktif dalam pendidikan karakter dengan memberikan teladan, membina moral, dan mengembangkan kompetensi peserta didik melalui metode pengajaran yang inovatif. Temuan menunjukkan bahwa penggabungan nilai-nilai karakter dalam proses belajar dan interaksi sehari-hari guru secara signifikan memperbaiki pembentukan karakter serta kemampuan akademis dan non-akademis peserta didik. Guru merupakan fondasi utama dalam menghasilkan generasi yang berkualitas, berakhlak baik, dan memiliki kompetensi.
BAHASA DAN IDENTITAS: POLA SALAM DOSEN DALAM INTERAKSI VERBAL DI LINGKUNGAN KAMPUS MULTIKULTURAL Puspita Dian Agustin; Sitti Rachmi Masie; Nuramila Nuramila
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 16, No 2 (2026): (Mei 2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v16i2.40641

Abstract

This paper describes the greeting patterns that arise and are used by the campus community of Gorontalo State University, especially lecturers with a multicultural basis. The scope of the discussion is limited to the pattern of use of greeting words when interacting in the work environment with social constraints in the activity of selecting the type of greeting word that is in accordance with social identity and its variants. As a comparison, the Ervin-Tripp model (1969) is used, which analyzes greeting patterns in American English. The results of the comparison show that in English the greeting pattern is dominated by personal names and seven choices of greeting forms. Meanwhile, in Indonesian (in Gorontalo) the pattern of use of greeting words is dominated by kinship terms with eleven main patterns and a number of choices of greeting forms. Each use of greeting words spoken by each lecturer in the campus environment forms a personal identity directly to classify language speakers and their language.