Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN KUNGFU WING CHUN DARI TIONGKOK DAN PENCAK SILAT MERPATI PUTIH DARI INDONESIA Wandayani Goeyardi
Puitika Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.15.1.36-53.2019

Abstract

Martial art is one of physical exercises. Martial arts nowadays are gaining in popularity. In addition to sports, martial arts are learned to protect ourselves from various kinds of attacks. As the time progressed, martial arts increasingly popular all over the world, including China and Indonesia. China has various types of martial arts like kungfu. Kungfu is subdivided into several types, one of them is wing chun. In Indonesia, there are also various types of martial arts. Pencak silat that scattered throughout the country is Merpatih Putih. Unlike China, this type of martial arts such as Merpati Putih is also a subdivision of martial arts. Not only the reference and classification that are different, Chinese and Indonesian martial arts also have other values such as moves. Based on this problem, the comparisons found in kungfu wing chun and Pencak Silat Merpati Putih will be examined. Movement and function in this research refers to wing chun college in Malang city named Logical Wing Chun and Merpati Putih Indonesia.Keywords: martial arts, pencak silat, wing chun.
PENERAPAN METODE PRESENTASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA MATA KULIAH BERBICARA LANJUTAN 2 MAHASISWA SASTRA CINA, FIB UB Wandayani Goeyardi
Praniti: Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol 2, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demi untuk mencapai tujuan pembelajaran, pengajar dituntut untuk menggunakan metode yang dapat mendukung kegiatan belajar mengajar. Mahasiswa Sastra Cina, FIB UB sering kurang dapat menggunakan kata atau tata bahasa dalam percakapan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa semester enam Sastra Cina, FIB UB dengan menggunakan  metode presentasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan menggunakan pre-test, post-test, serta pembagian kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode presentasi dapat meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa Sastra Cina, FIB UB semester enam (kelas A) yang berjumlah 26 orang. Selain itu, dari pembagian kuisioner dapat diketahui bahwa ada 18 mahasiswa yang setuju dengan menggunakan metode presentasi, 2 mahasiswa yang tidak setuju, dan ada 3 mahasiswa yang tidak mengisi kuisioner.Kata Kunci: berbicara lanjutan 2, metode pembelajaran, presentasi
Akulturasi Budaya Islam dan Cina Pada Ornamen Kaligrafi yang Terdapat Di Dalam Bangunan Masjid Lautze Jakarta Dwi Nurul Zahra; Wandayani Goeyardi
Jurnal Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia (Jurnal APSMI) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Cakrawala Mandarin
Publisher : Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36279/apsmi.v6i2.227

Abstract

Akulturasi merupakan sebuah hasil dari kontak antara dua budaya atau lebih. Perpaduan kebudayaan inilah yang nantinya menghasilkan budaya baru tanpa menghilangkan unsur asli dari masing-masing budaya. Akulturasi budaya pada umumnya terjadi antara penduduk asli suatu tempat dengan para pendatang. Seperti dengan bentuk perpaduan budaya lainnya, akulturasi juga tidak serta merta terjadi tanpa adanya penolakan dari salah satu pihak. Kedua belah pihak harus menerima perpaduan tersebut barulah nantinya menghasilkan sebuah akulturasi budaya. Secara khusus, penelitian ini memaparkan sebuah bentuk akulturasi budaya Islam dan Cina yang terdapat pada ornamen kaligrafi yang ada di dalam bangunan Masjid Lautze Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu metode yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan dan menggambarkan kembali secara tertulis hasil survey lapangan mengenai akulturasi yang terdapat pada ornamen yang ada di dalam bangunan Masjid Lautze Jakarta. Penelitian dilakukan dengan cara observasi lapangan dan wawancara dengan pemimpin Masjid Lautze dan diperkuat dengan studi pustaka, dengan menggunakan teori Akulturasi Budaya. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk akulturasi yang dapat ditemukan, yaitu: (1) Penyerapan kata bahasa Arab "Ar-Rahman" kedalam bahasa Mandarin menjadi "拉哈曼" lāhāmàn pada kaligrafi di dinding bagian Mihrab; (2) Adanya alih bahasa pada kaligrafi, yaitu penulisan arti dari bahasa Arab kedalam bahasa Mandarin; (3) Terdapat ornamen khas Tiongkok, seperti penggunaan seal / 印章 yìnzhāng yang mana tidak sering digunakan pada kaligrafi Arab, tata letak penulisan kaligrafi dan pemilihan warna khas Tiongkok yaitu Merah dan Hijau pada bingkai dan latar kaligrafi.   
Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Kelompok Guru MGMP Bahasa Indonesia di Kabupaten Bojonegoro Warsiman Warsiman; Wandayani Goeyardi; Lilik Wahyuni; M. A. Haris Firismanda; Endang Sholihatin
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.313 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i2.2827

Abstract

ABSTRACTThe ability to write scientific papers for the Indonesian MGMP (subject teacher) group of teachers in Bojonegoro district is low. Various efforts of the Bojonegoro District Education Office in providing upgrading to teachers on scientific writing techniques have not yielded results. The number of teachers who do not understand the technique of writing scientific papers is caused by the low understanding of teachers and the lack of intensity in providing training to write scientific papers. One of the efforts to overcome these problems is the provision of intensive training to teachers on the technique of writing scientific papers. The provision of intensive training is intended to help provide enlightenment in understanding and direct practice of scientific writing techniques. This community service activity is carried out for teachers who are members of the Indonesian Language MGMP teacher group in Bojonegoro district. The method used in this activity is to conduct intensive scientific writing training. As a result of this activity, the ability of teachers who are members of the Indonesian MGMP teacher group in Bojonegoro district has increased significantly. These results can be seen from the ability of teachers to understand and practice scientific writing techniques. Keywords: Training, writing scientific papers, MGMP. ABSTRAKKemampuan menulis karya ilmiah kelompok guru MGMP (musyawarah guru mata pelajaran) Bahasa Indonesia di kabupaten Bojonegoro tergolong rendah. Berbagai upaya Dinas Pendidikan kabupaten Bojonegoro dalam memberikan penataran kepada para guru tentang teknik menulis karya ilmiah belum membuahkan hasil. Banyaknya guru yang belum mengerti teknik menulis karya ilmiah tersebut disebabkan oleh rendahnya pemahaman guru serta kurangnya intensitas pemberian pelatihan menulis karya ilmiah. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pemberian pelatihan secara intensif kepada para guru tentang teknik menulis karya ilmiah. Pemberian pelatihan secara intensif tersebut dimaksudkan untuk membantu memberikan pencerahan dalam memahami dan mempraktikan secara langsung teknik menulis karya ilmiah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan terhadap para guru yang tergabung dalam kelompok guru MGMP Bahasa Indonesia di kabupaten Bojonegoro. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melakukan pelatihan menulis karya ilmiah secara intensif. Hasil dari kegiatan ini, kemampuan guru yang tergabung dalam kelompok guru MGMP Bahasa Indonesia di kabupaten Bojonegoro mengalami peningkatan signifikan. Hasil tersebut dapat dilihat dari kemampuan para guru memahami dan mempraktikan teknik menulis karya ilmiah. Kata Kunci: Pelatihan, menulis karya ilmiah, MGMP. 
PENERAPAN METODE PRESENTASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA MATA KULIAH BERBICARA LANJUTAN 2 MAHASISWA SASTRA CINA, FIB UB Wandayani Goeyardi
Praniti: Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 2 No. 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demi untuk mencapai tujuan pembelajaran, pengajar dituntut untuk menggunakan metode yang dapat mendukung kegiatan belajar mengajar. Mahasiswa Sastra Cina, FIB UB sering kurang dapat menggunakan kata atau tata bahasa dalam percakapan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa semester enam Sastra Cina, FIB UB dengan menggunakan  metode presentasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan menggunakan pre-test, post-test, serta pembagian kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode presentasi dapat meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa Sastra Cina, FIB UB semester enam (kelas A) yang berjumlah 26 orang. Selain itu, dari pembagian kuisioner dapat diketahui bahwa ada 18 mahasiswa yang setuju dengan menggunakan metode presentasi, 2 mahasiswa yang tidak setuju, dan ada 3 mahasiswa yang tidak mengisi kuisioner.Kata Kunci: berbicara lanjutan 2, metode pembelajaran, presentasi
AKULTURASI BUDAYA TIONGKOK TERHADAP TRADISI DAN BUDAYA ISLAM – BUDDHA DI KOTA CIREBON Carolin, Karina; Goeyardi, Wandayani
Jurnal Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia (Jurnal APSMI) Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Cakrawala Mandarin
Publisher : Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36279/apsmi.v8i1.310

Abstract

AbstrakAkulturasi merupakan interaksi penduduk lokal dengan suatu individu atau kelompok pendatang yang membawa budaya baru dan terjadi pembauran dengan kebudayaan setempat tanpa menghilangkan identitas dari masing-masing budaya tersebut sehingga membentuk sebuah kebiasaan atau nilai-nilai tertentu. Tujuan utama dari penelitian ini adalah membahas dan memperkenalkan lebih dalam mengenai akulturasi budaya Tiongkok dengan budaya Islam-Buddha yang ada di Kota Cirebon mulai dari benda-benda pusaka dan arsitektur bangunan yang bernuansa Tiongkok. Penelitian ini diharapkan dapatmelestarikandanmenjagadenganbaiknilai-nilaihistorispeninggalan bangsa Tiongkok yang sudah ada baik di kalangan masyarakat ataupun pemerintah. Berdasarkan penelitian tersebut, akulturasi budaya Tiongkok dengan agama Islam dan Buddha yang menghasilkan: (1) Peninggalan putri Ong Tien yang merupakan istri dari Sunan Gunung Jati berupa mangkuk besar,tempat jamu, gelas teko keramik, kaca rias dan koleksi baju putri Ong Tien; (2) Peninggalan Tiongkok yang berada di Keraton Kasepuhan;(3) AkulturasibudayaDinastiMingdanpeninggalanLaksamanaChengHo di Vihara Welas Asih. Dalam penelitian ini digunakan metode Etnografi dalam pengambilan data dikarenakan penelitian ini melibatkan kombinasi lapangan dan observasi untuk menemukan relevansi dari sosiokultural terhadap interaksi terhadap suatu kelompok sosio - budaya di suatu wilayah tertentu.Kata Kunci: Islam - Buddha, Tiongkok, Akulturasi, Budaya, dan Tradisi.
MAKNA DAN FUNGSI PERAYAAN TAHUN BARU IMLEK DI KELENTENG BIO HOK TEK TJENG SIN JAKARTA Tamaria, Kesia; Goeyardi, Wandayani
Jurnal Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia (Jurnal APSMI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Cakrawala Mandarin
Publisher : Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36279/apsmi.v7i2.302

Abstract

Perayaan adalah suatu peristiwa atau kegiataan, bersifat penting dan sosial, dilakukan oleh seseorang. Perayaan Imlek adalah sebuah perayaan untuk menyambut tahun baru yang dirayakan oleh etnis Tionghoa sebagai bentuk ucapan syukur kepada leluhur. Perayaan Imlek tradisi yang sangat terkenal di masyarakat Indonesia, sebab keunikan tradisnya serta barongsai yang menjadi ciri khasnya. Namun demikian, meskipun menjadi tradisi yang sangat ditunggu oleh masyarakat Indonesia, para pemuda Etnis Tionghoa mulai meninggalkan tradisi tersebut, karena dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Oleh karena itu, penelitian ini membahas tentang makna dan fungsi Perayaan Tahun Baru Imlek, tepatnya di kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin Jakarta, serta upaya para pemuda dan pengurus di kelenteng melestarikan tradisi Imlek itu sendiri. Dengan keunikan dari kelenteng ini saat Perayaan Hari Raya Imlek, adanya kegiatan sosial berupa pembagian sembako untuk masyarakat di sekitar kelenteng. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melakukan wawancara dan observasi langsung bersama pengurus etnis Tionghoa di Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin Jakarta. Hasil penelitian ditemukan bahwa para jemaat kelenteng masih melakukan tradisi pada Hari Raya Imlek di kelenteng tersebut dan mengenalkan serta mengajari tradisi Imlek kepada para pemuda kelenteng agar tetap dilestarikan.
TRADISI UPACARA PERNIKAHAN TIONGHOA DI MALANG Insiyah, Iftif Sarotul; Goeyardi, Wandayani
Jurnal Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia (Jurnal APSMI) Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Cakrawala Mandarin
Publisher : Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36279/apsmi.v8i1.301

Abstract

Pernikahan merupakan suatu hal yang membahagiakan bagi setiap orang, biasanya diadakan sebuah upacara pernikahan untuk momentum yang sakral ini. Upacara pernikahan sendiri memiliki tradisi yang berbeda-beda disetiap perayaannya baik menurut tradisi, norma agama, maupun budaya yang berkembang dalam masyarakat sekitar. Hal ini tidak terkecuali untuk keturunan Tionghoa yang menetap di Indonesia. Pernikahan yang diselenggarakan memiliki tradisi yang berbeda dengan tradisi upacara pernikahan di Cina. Perbedaan ini yang dikaji dan dijelaskan pada penelitian ini. Penelitian ini berfokus pada tradisi pernikahan suku Tionghoa di Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara kepada masyarakat keturunan Tionghoa yang tinggal di Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi upacara pernikahan suku Tionghoa di Malang telah mengalami akulturasi budaya. Perbedaan tradisi dari beberapa aspek telah ditemukan, meliputi aspek agama, lingkungan, dan adat istiadat.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KAMUS DIGITAL BERGAMBAR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA MANDARIN SISWA KELAS VI SDN KALISAMPURNO I TANGGULANGIN SIDOARJO Goeyardi, Wandayani; Warsiman, Warsiman; Insiyah, Iftif Sarotul
Jurnal Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia (Jurnal APSMI) Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Cakrawala Mandarin
Publisher : Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36279/apsmi.v8i2.304

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektivitas pembelajaran bahasa Mandarin menggunakan kamus digital bergambar pada siswa kelas V SDN Kalisampurno 1 kecamaan Tanggulangin kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif menggunakan Pre-Experimental Disigns model One Case Study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Mandarin menggunakan kamus digital bergambar efektif digunakan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata hasil belajar siswa SDN Kalisampurno 1 kecamatan Tanggulangin kabupaten Sidoarjo: kemampuan siswa mengenali kosa kata terdapat 73,68 benar, hanya 26,31% salah, pelafalan 84,21% benar hanya 15,78% salah, menyusun kalimat sederhana 68,42% benar hanya 31,58% salah, dan mengetahui angka Mandarin 84,21% benar hanya 15,78% salah. Kesimpulannya, pembelajaran bahasa Mandarin menggunakan kamus digital bergambar efektif digunakan. Oleh karena itu, disarankan kepada para guru di sekolah-sekolah yang telah mengajarkan bahasa Mandarin atau sekolah-sekolah yang sedang merintis pembelajaran bahasa Mandarin untuk menggunakan kamus digital bergambar sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa.
Digitalisasi Kegiatan Seni Budaya Sanggar Seni Topeng Malang Asmorobangun dalam Media Sosial Sebagai Sarana Peningkatan Pelestarian Budaya Ayu Wulan, Diah; Edy Nur Widyaningsih, Galih; Goeyardi, Wandayani; Sonya Azarena, Alliya; Fadilatus Sa'diyah, Faiza; Sacalaros, Davida Diandra; Fathir, Ervin Nurul; Atifah, Naiya Salsabilla
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2024.004.03.11

Abstract

The act of community service in 2024 arranged by a Chinese Literature major will be held in Sanggar Seni Topeng Malangan Asmorobangun. This studio was founded in the 1900 in order to conserve Tari Topeng Malangan. This studio also has dance, musical and musical practice activities and mask making training every week. From the activities at the Sanggar Seni Topeng Malangan, the study program wants to carry out service in accordance with the SDGs set by BAPPENAS by digitizing artwork and Malangan mask performances on YouTube social media. With digitalization, it is hoped that the cultural art activities of Topeng Malangan in Sanggar Seni Topeng Malangan Asmorobangun will gain broader recognition domestically and internationally. Furthermore, this program supports digital education and provides a platform for the youth to innovate in preserving the nation’s cultural heritage through social media. In consequence from these circumstances, this act of community service is required to be performed in order to instigate and resolve these problems: How is the digitalization of art and culture in Sanggar Seni Topeng Malangan Asmorobangun?