Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penyuluhan Waspada Swamedikasi pada Penyakit Degeneratif serta Identifikasi Tanda-Tanda Vital dan Gaya Hidup Masyarakat terhadap Risiko Penyakit Degeneratif Yunita, Ema Pristi
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2021.001.01.34

Abstract

Swamedikasi untuk penyakit degeneratif di masyarakat terutama pada kelompok lansia tanpa disertai edukasi yang baik dapat memperburuk kondisi kesehatan masyarakat. Tanda-tanda vital (TTV) dan gaya hidup tidak sehat masyarakat yang tidak pernah dipantau oleh tenaga kesehatan juga dapat meningkatkan risiko maupun memperberat penyakit degeneratif. Tujuan kegiatan ini adalah memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran waspada swamedikasi pada penyakit degeneratif serta perlunya monitoring rutin TTV dan memperbaiki gaya hidup untuk menurunkan morbiditas serta mortalitas terutama terkait penyakit degeneratif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu monitoring TTV (tekanan darah dan denyut nadi), wawancara, konsultasi mandiri, dan penyuluhan. Sebagian besar peserta kegiatan termasuk kelompok lansia (74,19%) yang mengalami penyakit degeneratif antara lain dislipidemia (48,39%), hipertensi (35,48%), diabetes melitus (29,03%), strok (19,35%), dan penyakit jantung (19,35%). Dari hasil identifikasi TTV diketahui bahwa 54,84% peserta kegiatan mengalami hipertensi dan 48,39% lainnya menunjukkan denyut nadi yang normal. Berdasarkan identifikasi gaya hidup, sebagian besar peserta tidak memiliki kebiasaan merokok (87,10%), tidak suka begadang (45,16%), tidak memiliki kebiasaan minum kopi (70,97%), tidak memiliki kebiasaan makan makanan yang berat di malam hari (48,39%), tidak suka makan makanan yang asin (70,97%), tidak suka minum minuman berenergi (93,55%), dan tidak suka minum jamu (83,87%), tetapi sering minum minuman yang manis (41,94%).
Front Matter Jurnal TRI DHARMA MANDIRI Volume 1 Nomor 1 Yunita, Ema Pristi
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2021.001.01.0

Abstract

-
Front Matter Jurnal TRI DHARMA MANDIRI Volume 1 Nomor 2 Yunita, Ema Pristi
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2021.001.02.0

Abstract

-
Upaya Peningkatan Pelayanan Posyandu Lansia Melalui Edukasi dan Pelatihan Senam Osteoporosis Achmad, Anisyah; Huwae, Thomas Erwin C. J.; Yunita, Ema Pristi; Harti, Leny Budi
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2022.002.01.52

Abstract

Osteoporosis adalah ketidakmampuan tubuh dalam mengatur kandungan mineral tulang yang disebabkan oleh penurunan absorpsi kalsium dan vitamin D. Hal ini dapat menyebabkan tulang mudah patah sehingga menurunkan kualitas hidup. Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk pola hidup sehat melalui senam osteoporosis pada kader posyandu lansia dan masyarakat lansia Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang tentang osteoporosis. Metode kegiatan dilakukan secara penyuluhan dan pelatihan senam osteoporosis langsung oleh instruktur di Balai Desa Sumbersekar. Peserta diberikan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan terkait osteoporosis (pre- dan post-test) serta kuesioner untuk menilai sikap senam osteoporosis. Hasil yang didapatkan yaitu peserta terbanyak adalah perempuan dengan umur 51-55 tahun sebanyak 9 orang (kelompok kader) dan 61-65 tahun sebanyak 10 orang (kelompok lansia). Hasil rata-rata nilai pre-post test tingkat pengetahuan kader dan lansia berturut-turut sebagai berikut 34,48; 59,31; 18,97; dan 25,19 sedangkan kuesioner sikap senam osteoporosis untuk kader dan lansia adalah baik sekali. Kesimpulannya adalah edukasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sasaran. Sementara itu, pelatihan senam osteoporosis dapat dijadikan sebagai wadah upaya preventif dan promotif osteoporosis.
Korelasi antara Aspek Sosiodemografi dan Tingkat Pengetahuan Orang Tua terhadap Rasionalitas Swamedikasi Parasetamol dalam Pengobatan Demam Anak Larasanti, Gita; Yurina, Valentina; Yunita, Ema Pristi
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i3.91407

Abstract

Swamedikasi menggunakan obat bebas seperti parasetamol umum dilakukan oleh orang tua untuk mengatasi demam pada anak, namun penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping serius. Penelitian ini bertujuan untuk menilai rasionalitas swamedikasi parasetamol dalam penanganan demam anak serta menganalisis pengaruh faktor sosiodemografi dan tingkat pengetahuan orang tua. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan teknik purposive sampling dan dilakukan di beberapa apotek Kota Malang pada Mei–Juni 2024 dengan melibatkan 92 responden. Analisis data menggunakan uji korelasi Lambda dan Somers’d untuk menilai kekuatan korelasi antara faktor sosiodemografi dan tingkat pengetahuan dengan rasionalitas swamedikasi parasetamol. Mayoritas responden adalah perempuan (70,65%) dan berusia 18–28 tahun (46,74%). Sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan baik (46,74%) dan melakukan swamedikasi secara rasional (56,52%). Faktor yang berhubungan signifikan dengan rasionalitas swamedikasi adalah tingkat pendidikan (p = 0,002; r = 0,339) dan tingkat pengetahuan orang tua (p < 0,001; r = 0,411). Semakin tinggi pendidikan dan pengetahuan orang tua, semakin rasional praktik swamedikasi parasetamol dalam mengobati demam pada anak.