Hermiyanty Hermiyanty, Hermiyanty
FKIK Universitas Tadulako

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

FAKTOR RISIKO KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI KELURAHAN TAIPA KOTA PALU rahman, Nurdin; hermiyanty, hermiyanty; Fauziah, Lilis
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v7i2.107

Abstract

Gizi kurang merupakan penyebab kematian 3,5 juta anak di bawah usia lima tahun(balita) di dunia. Kelurahan Taipa merupakan salah salah satu kelurahan di Kota Paluyang mempunyai kasus gizi kurang tertinggi dengan prevalensi sebanyak 13,5%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian gizi kurang padabalita usia 24-59 bulan di Kelurahan Taipa Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah casecontrolstudy. Sampel dalam penelitian ini yaitu balita yang berada di Kelurahan TaipaKota Palu yang berjumlah 99 balita yang terdiri dari 33 kasus dan 66 kontrol.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan FFQsemikuantitatif serta pengukuran berat badan. Analisa data dilakukan dengan ujistatistik univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yangkonsumsi energinya memiliki risiko tinggi berisiko 8,413 kali menderita gizi kurangdibandingkan dengan balita yang konsumsi energinya memiliki risiko rendah (CI:3,036-23,014), balita yang konsumsi proteinnya memiliki risiko tinggi berisiko 6,091kali menderita gizi kurang dibandingkan dengan balita yang konsumsi proteinnyamemiliki risiko rendah (CI: 2,306-16,094) dan balita dengan pola asuh makan yangmemiliki risiko tinggi berisiko 3,200 kali menderita gizi kurang dibandingkan balitadengan pola asuh makan yang berisiko rendah (CI: 1,293-7,922), sedangkan balita yangpernah menderita penyakit infeksi berisiko 2,250 kali menderita gizi kurangdibandingkan balita yang tidak pernah mengalami penyakit infeksi dan tidak bermaknasignifikan (CI: 0,810-6,252). Sebaiknya para orangtua lebih memperhatikan asupanmakanan balita dan kesehatannya agar zat gizi dapat terpenuhi untuk menunjangaktivitas sehari-hari mereka sehingga dapat terhindar dari gizi kurang.
Analisis Rendahnya Keaktifan Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu Tompo Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutong Radhiah, Sitti; Ayunda, Chantika Rizkia; Hermiyanty, Hermiyanty
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2021): Volume 12 No.1 (2021)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v12i1.289

Abstract

Posyandu merupakan wadah kegiatan pengembangan kualitas sumberdaya manusia sejak dini dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Kurangnya keaktifan kunjungan ibu dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga. Perilaku ibu Balita untuk datang memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada di Posyandu merupakan upaya untuk mencegah atau mendeteksi sedini mungkin hambatan pada pertumbuhan Balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keaktifan kunjungan ibu Balita ke Posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Taopa Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai Balita usia antara 24-60 bulan dan tercatat sebagai penduduk di wilayah kerja Puskesmas Taopa Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutong. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Simple random sampling dengan jumlah sampel 106 orang. Analisis Data menggunakan univariat dan bivariat dengan Uji Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian ada pengaruh antara sikap (ρ=0,001) dan dukungan keluarga (ρ=0,000) terhadap perilaku keaktifan kunjungan ibu Balita ke Posyandu sedangkan pengetahuan (ρ=0,848) tidak ada pengaruh terhadap perilaku keaktifan kunjungan ibu Balita ke Posyandu. Saran yang dapat diberikan kepada petugas kesehatan adalah sebaiknya mengajak ibu Balita untuk membawa balita ke Posyandu dan selalu mensosialisasikan serta memberi penyuluhan tentang pentingnya Posyandu khususnya manfaat maupun tujuan Posyandu.